MENGEJAR CINTA IBU KOS MUDA

MENGEJAR CINTA IBU KOS MUDA
Episode 50 - SAKIT PERUT


__ADS_3

1 jam kemudian, Gara dan Dina berada di dalam kamar bersiap untuk tidur. Dina saat itu sudah nyenyak tertidur terlebih dulu. Sementara Gara saat itu mulai merasakan dampak dari ulahnya meracik soto dengan lautan sambal. Gara merasakan sakit di perutnya akibat terlalu banyak makan sambal.  


"Duh, perutku rasanya mules" ucap Gara


Gara saat itu pergi ke kamar mandi untuk menuntaskan rasa mulesnya yang tak tertahankan. Awalnya Gara mengira mules yang dialami akan sekali dua kali selesai. Karena Gara sempat meminum susu setelah makan. Tapi kenyataanya, Gata bolak balik ke kamar mandi karena mules yang dirasakanya terus berulang. Untung di kamar di rumah Dina terdapat fasilitas kamar mandi dalam, sehingga jarak Gara untuk ke kamar mandi tidak jauh.


"Uh...perutku mules, rasanya aku harus minum obat," ucap Gara


Gara kemudian mencoba membangunkan Dina karena dirinya merasa lemas setelah bolak balik ke kamar mandi .


"Dina...Dina..." ucap Gara


"Ada apa Bang?" tanya Dina terbangun


"Perut abang sakit, tolong ambikkan abang obat diare abang nggak kuat sama mulesnya," ucap Gara


"Abang juga dibilangin sambalnya kebanyakan masih saja dimakan. kuahnya aku lihat sampai oranye gitu," jawab Dina


"Iya maafin abang, sekarang abang minta tolong ambilkan obat diare ya?" saut Gara


"Baiklah Bang, tunggu sebentar aku ambilkan," jawab Dina


Dina saat itu keluar dari kamarnya mencari obat diare di kamar Bu Gita. Semasa Bu Gita masih hidup, Bu Gita adalah gardah terdepan saat ada anggota keluarga yang sakit di rumah. Sehingga hingga saat ini di dalam kamar Bu Gita masih terdapat lemari p3k.


Sementara di dalam kamar, Gara yang tak kuat menahan mulesnya terus buang angin berkali kali. Ketika hendak ke kamar mandi lagi, Gara merasa mulesnya sudah tidak bisa terkontrol. Sehingga Gara sudah kelepasan sebelum kelepasan kamar mandi. Gara tentu merasa panik dan takut Dina melihatnya


"Duh, mules mules, kok nggak terkontrol gini sih, apa kata Dina jika melihatku kelepasan keluar mencret seperti ini? Pasti Dina akan jijik dan takut melihatku," batin


Gara saat itu berjalan masuk ke kamar mandi untuk meneruskan rasa mulesnya yang tak tertahankan. Beberapa detik setelah Gara masuk kamar mandi, Dina masuk kedalam kamar membawa obat


"Bang, aku sudah bawakan obat diare dan teh hangat," ucap Dina


Dina saat itu tak melihat Gara di ranjang tetapi pandanganya terfokus pada bunyi keran air di kamar mandinya.


"Bang....abang di kamar mandi?" tanya Dina


"Iya Din, abang mau minta tolong ambilkan celana training dan boxer abang ya," jawab Gara


"Abang malam malam mandi ya?" tanya Dina

__ADS_1


"Nanti abang jelaskan, tolong ambilkan saja, abang didalam masih mules," jawab Gara


Dina saat itu sebenarnya gugup menjalankan permintaan Gara. Karena baru di malam ini, pertama kali dalam hidup Dina memegang dalaman laki laki. Jika ada opsi menolak pasti Dina menolaknya. Tapi melihat kondisi Gara yang sakit, Dina terpaksa memberanikan dirinya mengambilkan dalaman laki laki.


"Din, apa kamu mau ambilkan?" tanya Gara dari dalam


"Iya Bang, sebentar?" jawab Dina


Tak lama kemudian, Dina berada di kamar mandi membawakan barang yang di minta Gara.


"Bang, aku sudah ambilkan," ucap Dina


"Iya sebentar, abang buka pintunya," jawab Gara


Gara saat itu membuka sedikit pintunya lalu mengambil barang yang diminta.


"Makasih ya, kamu kembali lah tidur, abang pakai ini dulu," ucap Gara


"Iya Bang, di meja ada teh tawar hangat dan obat diare, langsung diminum ya," jawab Dina


"Iya, terima kasih banyak," ucap Gara


Gara kemudian menutup pintu kamar mandinya sementara Dina saat itu kembali ke ranjangnya.


5 menit kemudian, Gara keluar dari kamar mandi dengan langkah jalanya yang sedikit lemas. Gara saat itu terlihat berjalan sembari berpegangan tembok.


Dina yang melihatnya sontak khawatir dan menghampirinya.


"Bang, abang apa baik baik saja? apa perlu ke rumah sakit?" tanya Dina


"Nggak perlu, abang baik baik saja, hanya cukup minum obat saja," jawab Gara


Gara kemudian duduk di sofa lalu meminum obatnya. Sementara Dina saat itu terfokus melihat keranjang cucian masih kosong


"Bang, celana training dan boxer abang sebelumnya abang taruh mana? di keranjang itu kosong, besok aku akan mencucinya," ucap Dina


"Jangan, celana training dan boxer abang tadi kotor," jawab Gara


"Masih di dalam kamar mandi ya? gak apa apa, abang istirahat saja, besok abang jangan kerja dulu kalau sakit," ucap Dina

__ADS_1


"Sebenarnya abang tadi kelepasan mencret di celana karena mules. jangan di ambil, biar saja abang cuci


sendiri besok," jawab Gara


"Baiklah, terserah abang saja, abang butuh minyak kayu putih?" tanta Dina


"Kamu yang oleskan di perut abang gak apa apa kan?" tanya Gara


"Nggak apa apa," jawab Dina


Dina kemudian mengolesi perut Gara dengan minyak kayu putih. Setelah selesai, Dina saat itu menanyakan sesuatu pada Gara.


"Bang, satu minggu lagi kita sudah satu bulan. abang gimana?" tanya Dina


"Kamu maunya bagaimana? abang biasa aja," tanya Gara


"Mengapa biasa saja?" saut Dina


"Karena memang abang tidak pernah berpikir untuk berpisah denganmu," ucap Gara


Gara kemudian memegang kedua tangan Dina lalu mengatakan sesuatu.


""Bolehkan abang meminta satu permintaan? abang ingin meminta sesuatu padamu," tanya Gara


"Permintaan apa? kalau masalah uang, abang pasti tahu kondisi keuanganku sekarang. tapi aku akan kasih berapa pun semampuku," jawab Dina


Gara menggelengkan kepalanya


"Abang tidak akan meminta uangmu, abang bukan pria brengsek di masa lalumu. abang hanya ingin minta hatimu, abang saat ini sangat takut kehilanganmu," ucap Gara


"Mengapa abang takut? aku tidak kemana mana," jawab Dina


"Seharian ini abang kepikiran melihat kedekatanmu dengan Luqman. abang tahu jika kamu dan Luqman hanya sebatas interaksi antara pemilik kos dan penghuni kos. tapi abang nggak suka dan rasanya abang mau marah. apalagi melihatmu tersenyum kepadanya. abang semakin merasa tak karuan hingga sekarang," ucap Gara


"Abang tidak usah khawatir. aku tidak akan berselingkuh. aku tidak ingin orangtuaku yang saat ini menjadi bintang dilangit kecewa denganku. selama ini aku menjadi beban keluarga, tujuan hidupku saat ini hanya ingin menjadi apa yang diinginkan orangtuaku. tapi untuk menikah, aku sebenarnya takut, jika saja aku tidak terpaksa pasti aku tidak akan menikah," ucap Dina


Gara kemudian memeluk Dina karena terharu dengan ucapan Dina.


"Sekarang kamu sudah menikah dengan abang, jangan takut. percayalah...kamu pasti bahagia bersama abang," ucap Gara

__ADS_1


"Bang, aku tidak akan ingkar dengan janjiku, abang kalau mau berhubungan denganku, nggak apa apa aku siap, tapi aku ingin abang juga bertanggung jawab seandainya anak Mbak Selly itu anak abang," jawab Dina


"Abang akan terus mengejarnya dan memaksanya melakukan tes dna. abang tahu Selly itu wanita licik yang ingin merusak rumah tangga kita. jika Selly yakin anaknya itu anak kandungku pasti dia tak ragu menyuruhku tes DNA," saut Gara


__ADS_2