MENGEJAR CINTA IBU KOS MUDA

MENGEJAR CINTA IBU KOS MUDA
Episode 15 - INGIN MELINDUNGI DINA


__ADS_3

Pulang dari rumah, Gara saat itu langsung mandi, shalat dan makan malam. Setelah makan malam, Gara berniat menemui Bu Hanim untuk membicarakan obrolanya dengan Pak Umar tadi. Namun baru saja menemui Bu Hanim, tiba tiba pandanganya terfokus dengan tontonan TV yang disetel Bu Hanim. Di TV itu ada acara cari jodoh take him out.


"Apa Dina ikut acara ini ya?" batin Gara


"Bi, lagi nonton apa kok tumben malam malam masih belum tidur?" tanya Gara


"Ini Gar, lagi nonton take him out. cowok e yang di podium jan ganteng ganteng wajahe, kamu coba ikut ini loh, biar dapat jodoh," jawab Bu Hanim


"Settingan itu Bi.." saut Gara


"Ngawur, kalau jodohnya dapat disitu ya nggak bakal settingan toh," jawab Bu Hanim


"Terserah bibi aja deh.." saut Gara


"Gar, kamu kapan nikah. usia sudah mau kepala tiga. nanti gak ada yang mau loh kalau kamu tua keriput. kamu coba aja Gar ikut ke acara itu," jawab Bu Hanim


"Aku pasti akan nikah Bi, tenang saja. tapi bukan cari jodoh ikutan acara konyol, aku akan cari dengan caraku sendiri," saat Gara


"Yang terpenting aku harus bisa memastikan Dina bahagia. baru aku mulai memikirkan untuk menikah," batin Gara


"Baiklah, bibimu ini masih harus bersabar menunggumu menikah," jawab Bu Hanim


"Aku kembali ke kamar dulu Bi, aku sudah mengantuk," saut Gara


"Ya sana pergilah, kamu bilang acara ini setingan bikin mood buruk saja," jawab Bu Hanin


Gara saat itu kembali ke kamarnya kemudian merebahkan tubuhnya yang lelah di ranjang. Namun baru beberapa menit berbaring, tiba tiba Bu Hanim berteriak memanggil namanya.


"Gara!!! Gara !!! sini Gar....lihat ini !!! " teriak Bu Hanim


Gara dengan malas turun dari ranjangnya kemudian berjalan menuju ruang tengah menemui Bu Hanim


"Ada apa sih Bi.....malam malam teriak, nanti dilabrak tetangga loh," ucap Gara


"Ini kamu lihat....itu Dina kan? ini bibi gak mimpi kan?" tanya Bu Hanim

__ADS_1


Bu Hanim mencubit pipi sendiri lalu berteriak.


"Ah...sakit...ini sungguh bukan mimpi Gar, itu di TV ada Dina. Dina ikut acara yang kamu bilang setingan," saut Bu Hanim


Gara saat itu hanya terdiam melihat Dina yang sangat cantik mengikuti acara tersebut. Air mata Gara saat itu tak sengaja menetes melihat Dina menyapa para peserta laki laki dengan penuh senyum. Apalagi melihat ronde pertama tidak ada satu pun laki laki yang mematikan lampu. Tapi tetesan air matanya langsung di usap dengan tangannya.


"Apa aku sanggup meliharmu sampai acara berakhir? aku harus sanggup..jika aku tak sanggup menonton berarti aku mengingkari janjiku untuk menelisik lelaki pilihanmu aku tidak ingin hatimu kembali tersakiti," batin Gara


Memasuki ronde kedua, Gara dan Bu Hanim masih setia menonton Dina yang ikut acara cari jodoh


"Gar, Dina pinter banget ya, bisa masak, bisa main musik, anaknya baik dan mandiri lagi. seandainya kamu dulu nggak putus pasti bibi senang saat ini," ucap Bu Hanim


"Iya Bi, aku setuju dengan Bibi," jawab Gara


"Kamu coba ikutan kaya Dina, siapa tahu dapat jodoh. lumayan kan kamu bisa masuk TV, dan dikenal banyak orang," ucap Bu Hanim


"Bi, tonton saja acaranya, jangan banyak bicara terus," jawab Gara kesal


"Dih, katanya tadi setingan, tapi tahu ada Dina nongol ikutan nonton," sindir Bu Hanim


Di ronde terakhir, Dina saat itu terlihat menyanyi dan bermain piano. Bu Hanim yang tidak bisa diam terus bersorak menyemangati Dina. Sementara Gara saat itu hanya terdiam merasakan sesak dicarinya saat lagu yang dinyanyikan Dina menggambarkan keterpurukanya Dina saat ini.


"Din, jika aku ada disana aku pasti pengin peluk kamu Din. aku tidak tahu selama 3 tahun ini kamu mengalami keterpurukan sampai titik sekarang. aku hanya ingin kamu bahagia Din," batin Gara


Tak lama kemudian, Gara saat itu melihat sesi Dina memberikan pertanyaan pada pria yang akan dipilihnya. Namun ketika melihat pria di podium 30, Gara teringat pria bajingan yang mencuri jam tanganya.


"Apa? ini aku gak salah lihat kan? pria podium 30 itu apakah pria bajingan tadi itu? Cih, pria itu sayangnya berkaca mata hitam. norak banget. awas saja jika beneran dia orangnya, semoga saja yang terpenting jangan sampai Dina memilih pria itu," batin Gara


Gara saat itu terus fokus melihat siapa pria yang dipilih Dina. Sementara Bu Hanim heboh sendiri mendukung pria podium 30 agar dipilih Dina.


"Pilih 30 Dina, ayo Din...pilih 30, bibi bersamamu Din," teriak Bu Hanim


"Kok pria podium 30 sih Bi, orangnya sangar kaya gitu," jawab Gara


"Dia seumuran kaya kamu Gar, pasti bisa ngemong Dina. kalau yang satunya itu masih anak kemarin sore itu, pasti yang ada porotin Dina terus bisanya," saut Bu Hanim

__ADS_1


"Hilih," umpat Gara


"Heh, kamu lhat saja itu, pasti Dina satu hati dengan Bibi," jawab Bu Hanim


Tak lama kemudian, Bu Hanim berteriak kesenangan saat Dina memilih pria nomer 30.


"Aaaaaaaaa......Dina......" teriak Bu Hanim


Sementara Gara sangat kesal pria nomer 30 terpilih. Nama pria nomer 30 pilihan Dina adalah Nicko. Bagi Gara, wajah Nicko memiliki kemiripan dengan pria bajingan yang mencuri jam tanganya tadi. Gara tidak tenang jika tidak memastikanya yang sebenarnya.


"Jika terbukti benar Nicko ternyata pria bajingan itu aku pasti akan menghabisinya. Dina tidak boleh di perdaya lagi, aku harus memastikanya, aku ingin melindungimu Dina," batin Gara


+++++++++++++++


Di sisi lain, Dina memutuskan tidak jadi kencan setelah Nicko tidak ada kabar malam ini. Dina sangat kesal malam ini kerena di PHP gak jadi kencan. Di meja makan, Dina bahkan sampai tidak berselera makan. Bik Sri yang melihat Dina tak menyantap makananya hanya bisa membujuknya pelan pelan.


"Non, di makan dong makan malamnya, kalau gak makan Nona bisa sakit," ucap Bik Sri


"Biarin," jawab Dina mau menangis


"Nona, kalau Bik Sri suapin mau?" tanya Bik Sri


"Nggak, aku nggak mau, aku takut kejadian masa lalu terulang Bi, aku nggak mau diselingkuhi lagi,," jawab Dina menangis


"Non, jangan tuduh yang nggak nggak dulu Non. tunggu saja besok, siapa tahu pacar Non ada urusan mendadak," saut Buka Sri


"Tadi pagi dia janji malam ini ngajak kencan Bik, kalau ada urusan mendadak harusnya bilang dong," jawab Dina


"Sabar Non, tenangkan diri Non, kemudian makan," saut Bik Sri


"Bik, kalau aku diselingkuhi aku nggak mau nikah aja Bik,"


Degg.


Bik Sri terkejut dengan keputusan Dina yang tak akan nikah lagi apabila diselingkuhi. Bik Sri saat itu sudah kehabisan cara membujuk Dina. Bik Sri berpikir mungkin ada seseorang yang bisa membantunya

__ADS_1


,


__ADS_2