MENGEJAR CINTA IBU KOS MUDA

MENGEJAR CINTA IBU KOS MUDA
Episode 43 - KEPUTUSAN DINA


__ADS_3

"Din, aku berani bersumpah, anaknya bukan anaku," ucap Gara


"Abang nggak usah panik, aku nggak marah kok. lagian abang berhak mencari masa depan abang selepas kesepakatan berakhir," jawab Dina


"Din, aku mohon percayalah padaku," saut Gara


"Iya aku percaya, abang itu orang baik. jadi kedepan abang pasti mendapat wanita yang jauh lebih baik dariku," jawab Dina


Tak lama kemudian, teman teman Dina yang biasa nongkong di kafe DC menghampiri meja Dina dan Gara. Teman teman Dina sebut saja Tiwi, Meli dan Rania. Mereka bertiga yang melihat Gara memohon maaf pada Dina saat itu malah menyudutkan Dina.


"Mas, masih banyak cewek yang mau deketin Mas loh. Gak usah mohon mohon maaf sama cewek kaya gitu, cewek itu sombong dan manja banget, Dompet Mas makin terkuras nanti kalau sama itu cewek," ucap Meli


"Lihat Mas, wajah tuh cewek mau nangis. mode ngambeknya mulai aktif Mas, habis ini Mas nya siap siap dompet tebel buat bujuk dia, udah biasa Mas, cewek kaya dia disumpel barang branded sudah senyum senyum Mas," saut Rania


"Kalau makan ke kafe ini terus, seminggu siap siap 10 juta lenyap Mas kalau makan sama dia, gue punya teman cewek jomblo Mas, kalau minat gue adain kencan buta. rugi banget jika Mas bertahan sama itu cewek," ucap Tiwi


"Bruakk..." (Gara mendobrak meja)


"Jika aku mencintai Dina apa kalian masalah? apa ada urusanya dengan kalian?" tanya Gara emosi

__ADS_1


"Tentu saja menyelamatkanmu dari gadis sombong itu," jawab Tiwi


"Tapi bagiku Dina tidak seperti yang kalian pikirkan? Justru Dina adalah gadis yang luar biasa, dia baik. dia bukan pendendam. dia bahkan masih mau menerimaku padahal aku pernah membuat luka di hatinya. saat ini aku minta maaf padanya karena ingin menjelaskan kesalahanpahamanku barusan. mulai detik ini!!! aku peringatkan stop menjelekan Dina atau kalian berurusan denganmu," ucap Gara tegas


Gara kemudian menggandeng tangan Dina lalu mengajak Dina keluar dari kafe.


++++++++++++


Di luar kafe, Dina kembali menjadi sosok yang pendiam. Dina tidak menyangka setelah kehilangan ibundanya, Dina harus mendapatkan kabar yang mengejutkan tentang Gara. Tapi Dina berusaha untuk tenang, agar Gara tak semakin merasa bersalah padanya. Bagi Dina, Gara berhak menentukan masa depannya dengan wanita pilihanya ketika kontrak berakhir.


"Din," panggil Gara


"Anak Selly bukan anak abang Din, abang yakin seratus persen. abang pasti membuktikan semuanya, abang berjanji padamu. jangan khawatir. Selly bukan siapa siapa abang," saat Gara


"Tidak perlu Bang, aku gak apa apa kok. aku tidak marah dan menangis seperti dulu lagi. aku sudah siap jika hari itu telah tiba. abang juga harus siap. kita jalani sisa waktu terakhir kita untuk hal yang baik baik saja," jawab Dina


"Apa maksudmu waktu terakhir? kamu tidak percaya dengan abang?" saut Gara


"Satu bulan ini akan berakhir, aku percaya abang orang baik. berdamai dengan masa lalu adalah ujian terberat orang orang yang menjadi baik. awalnya aku menilai abang sama saja seperti masa lalu, tapi dengan apa yang abang lakukan padakum aku percaya bahwa setiap orang bisa berubah. termasuk abang dan diriku sendir," jawab Dina

__ADS_1


"Apa yang bisa abang lakukan untuk dirimu sekarang? abang tidak bisa jauh darimu. abang pastikan masalah ini akan selesai" saut Gara


Dina kemudian mengusap air mata Gara yang hendak menetes. Dina merasakan ketulusan Gara yang mencintainya saat ini, tapi Dina tidak ingin Gara mengorbankan orang orang yang tersakiti di masa lalu demi dirinya. Lagipula perselingkuhan Gara di masa lalu yang melakukan hubungan terlarang dengan Selly tidak bisa dibenarkan. Entah anak itu adalah anak Gara atau bukan, tidak bisa dibenarkan Gara melakukan hubungan terlarang.


"Bang, berhubungan intim bersama lawan jenis ketika tidak ada ikatan itu tetap tidak bisa dibenarkan. walaupun memakai pengaman dan sejenisnya," ucap Dina


Gara hanya terdiam


"Terlepas itu anak Selly itu abang atau bukan, abang cobalah berada di posisi anak itu, apa abang nggak kasihan sama anak yang tidak tahu sosok ayahnya? lagipula dulu kalian saling suka sama suka, jadi pasti tidak akan sulit seandainya abang beradaptasi dengan rumah tangga baru abang kedepanya," ucap Dina


"Din, Selly sejak dari dulu selalu menjebaku. dulu karir modelku hancur karena isu kehamilannya. dia tidak sebaik yang kamu kira. banyak pria yang dijelajahinya. mana mungkin aku mau bertanggung jawab dengan anak pria lain," jawab Gara


"Jika itu anak abang, aku harap abang bertanggung jawab padanya.dan mulai detik ini aku bersedia menjalankan kewajibanku melayani abang," saut Dina


"Maksudmu?" tanya Gara


"Aku sadar, aku menyuruh abang tanggung jawab otomatis aku juga harus melaksanakan apa yang seharusnya aku lakukan," jawab Dina


"Abang tidak ingin kamu tertekan. jangan merasa tertekan karena abang, abang sama sekali tak menuntutmu harus ini itu," ucap Gara

__ADS_1


"Jika berhubungan intim bersama lawan jenis ketika tanpa adanya ikatan itu tidak bisa dibenarkan. bagaimana denganku yang sudah sah jadi istri abang tapi menolak melakukan hubungan intim? itu juga sama saja tidak dibenarkan. walaupun pernikahan ini atas dasar sepihak dan dilandasi kesepakatan. tapi tetap saja pernikahanku dengan abang ini sah. jadi karena itu aku putuskan mulai detik ini aku bersedia melakukan hubungan intim dengan abang," jawab Dina


__ADS_2