MENGEJAR CINTA IBU KOS MUDA

MENGEJAR CINTA IBU KOS MUDA
Episiode 32 - POSESIF


__ADS_3

2 hari kemudian, acara pernikahan Fabian dan Vera dilaksanakan. Dina sebenarnya tidak ingin hadir, tetapi Dina sudah terlanjur berjanji pada Adit untuk datang. Saat ini Dina baru saja selesai bersiap siap. Dina terlihat sangat cantik dengan polesan make up natural, rambut diikat ponytail, dan balutan gaun tanpa lengan berwarna kuning cerah.


Setelah selesai bersiap siap, Dina keluar dari kamarnya karena ingin menunggu Adit di teras. Namun ketika Dina berada hendak membuka pintu rumah, langkahnya terhenti karena dicegah oleh Gara.


"Mau kemana?" tanya Gara


"Nunggu Adit di teras bang, mungkin sebentar lagi Adit datang," jawab Dina


"Kamu ke acara pernikahan dengan pakaian seperti itu?" tanya Gara


"Loh? ada apa dengan pakaianku bang? ini gaun sudah cocok menurutku? menurut abang gimana? aku pantas kan pakai gaun ini?" saut Dina


"Ganti," ucap Gara tegas


"Kok ganti? mengapa bang?" tanya Dina


"Jangan banyak bicara, cepat ganti," jawab Gara tegas


"Ini cocok Bang, abang nggak rabun kan? ini gaunya bagus," ucap Dina


"Itu gak cocok kamu gunakan di pesta, pakai gaun yang lebih tertutup atau abang larang kamu pergi jika dada dan punggungmu terlihat seperti itu," jawab Gara tegas


"Aku tidak rabun, memang sangat cocok. kamu sangat cantik, tapi mana mungkin aku membiarkan pria lain diluaran sana menatapmu penuh nafsu karena penampakan indah dada dan punggunmu, aku tidak rela pria diluaran sana menikmati pemandangan indah tubuhmu," batin Gara


Dina merasa kesal dengan Gara yang cerewet mengomentari penampilanya. Tanpa berpikir panjang, Dina memilih tidak menanggapi ucapan Gara. Dina saat itu melanjutkan langkahnya untuk membuka pintu rumah. Namun ketika pintu rumah terbuka, Gara langsung memggeret tangan Dina.


"Bang, lepas..." ucap Dina


"Ganti pakaianmu," jawab Gara tegas


"Bang, ini Adit sepertinya mau sampai. aku tidak ada waktu untuk ganti pakaian" saut Dina

__ADS_1


"Batalkan janjimu dengan Adit," jawab Gara


"Tapi..." ucap Dina terpotong


"Batalkan !!!" saut Gara tegas


Gara kemudian merebut ponsel Dina lalu mencari nama kontak nama Adit. Kebetulan Gara sudah tahu kunci ponsel Dina, jadi Gara bisa dengan mengotak atik.


"Bang, apa yang abang lakukan dengan ponselku?" tanya Dina kesal


Gara hanya acuh dan masih mengetikan sesuatu di ponsel Dina..


"Bang, jangan macam macam," ucap Dina


Tak lama kemudian, Gara mengembalikan ponsel Dina lalu mengatakan sesuatu.


"Sekarang cepat ganti pakaianmu lalu berangkat sama abang," ucap Gara


Dina kemudian melihat pesan di ponselnya terkejut mendapati pesan dari Adit.


Dina tidak tahu apa pesan yang dikirimkan Gara pada Arit. Karena Gara langsung menghapus pesanya setelah mengirimkan pada Adit.


"Apa yang abang kirimkan sama Adit?" tanya Dina


"Hanya bilang kalau kamu berangkat naik taksi," jawab Gara


"Hah? apa kata Adit kalau tahu aku tiba tiba naik taksi? pasti Adit kecewa sama aku," tanya Dina sedih


"Cepat ganti pakaianmu, lalu kita berangkat," jawab Gara


Dina sudah tidak bisa membantah dan memilih patuh dengan Gara.

__ADS_1


++++++++++++


Setelah berganti pakaian, Gara dan Dina berangkat ke gedung tempat pernikahan Vera dan Gara. Namun di tengah perjalanan, Dina teringat Vera yang secara terang terangan menyatakan tidak menngundang Gara. Dina takut jika Gara bikin keributan dan menyelonong masuk tanpa undangan. Tak ingin hal buruk terjadi, Dina menyuruh Gara meninggalkanya ketika samlai gedung.


"Bang, kalau sudah sampai gedung nanti abang bisa pulang. nanti kalau acaranya selesai, aku bisa naik ojek atau bareng Adit. abang sudah seharian bekerja pasti capek," ucap Dina


"Abang juga akan ikut acara itu, kamu berangkat sama abang berarti harus pulang sama abang juga," jawab Gara


"Abang nggak ingat kalau Vera bilang nggak ngundang abang? aku mohon jangan membuat keributan disana ya Bang," ucap Dina


"Jika bukan karena kamu, kamu pikir abang mau ikut hadir di pernikahan mereka, abang tidak ingin kamu sendirian di sana, haram bagi abang membiarkan kamu menangisi kebahaga mereka," jawab Gara


"Aku kuat kok Bang, abang nggak usah khawatir. aku nggak bakal nangis lagi melihat mereka berciuman, aku pasti akan terbiasa. aku sudah mempersiapkan semuanya sebelum menghadirinya. tiga kali gagal menikah sudah membuat hatiku terlatih," saut Dina


"Abang tetap akan bersamamu selama acara nanti, kamu jangan takut abang bikin onar disana. kita lihat saja nanti,," ucap Gara tegas


15 menit kemudian, mobil yang dikemudikan Gara sudah sampai di parkiran gedung. Sebelum keluar dalam mobil, Dina saat itu mengatakan sesuatu pada Gara.


"Bang, ketika di dalam gedung nanti, aku ingin kita tidak saling mengenal. kita jaga jarak aja .karena pernikahan kita sepakat dirahasiakan. pas selesai acara aku akan ke mobil tunggu abang" ucap Dina


"Tapi jangan halangi abang mengawasimu, abang akan memantaumu," jawab Gara


"Terima kasih, aku harap abang mengerti perasaanku, aku belum menerima pernikahan ini," saut Dina


"Sebelum kamu keluar mobil, abang ingin rambutmu di gerai saja. jangan di ikat seperti ini," jawab Gara


"Loh? ada apalagi Bang?" tanya Dina


"Lepas saja," jawab Gara


"Tentu saja abang tidak ingin pria lain melihat leher jenjangmu yang putih bersih dan mulus," batin Gara

__ADS_1


Gara kemudian melepas pengikat rambut Dina.


Setelah ikat rambut terlepas, Dina dengan raut wajah kesal meninggalkan Gara di mobil.


__ADS_2