MENGEJAR CINTA IBU KOS MUDA

MENGEJAR CINTA IBU KOS MUDA
Episode 92 - DEFINISI SELINGKUH


__ADS_3

Gara saat itu mendekatkan pusakanya yang berdiri tegak ke tubuh Dina. Hawa dingin di malam hari sangat mendukung pusaka Gara berdiri tegak hingga membentuk kerucut gunung di celananya. Gara merasa yakin sekali jika Dina pasti risih dengan apa yang dilakukanya


"Bang," ucap Dina


"Apa?" tanya Gara


"Pasti punya abang berdiri ya? nusuk nusuk ke pinggangku bang," jawab Dina


"Terus kenapa kalau nusuk nusuk? biasanya juga di kamar sampai masuk lubang kan?" tanya Gara


"Aku nggak nyaman mengendarai motor dengan keadaan seperti ini," jawab Dina


"Ya sudah, kita pindah posisi abang yang bonceng kamu," saut Gara


Mau tidak mau, Dina menuruti perintah Gara. Sementara Gara justru malah senang karena rencananya berhasil.


"Huh, akhirnya..." batin Gara


Setelah berpindah posisi, Gara saat itu langsung mengendarai motornya dengan kecepatan rendah. Namun saat berkendara, Gara tak sengaja melihat ada mobil mengikutinya dari kaca spion. Dugaan Gara, mobil itu pasti Fabian dan Vera yang barusan berada di kafe.


"Itu pasti mereka, aku harus mencari jalan agar mereka tak mengikutiku," batin Gara


Tak lama kemudian, Gara saat itu membelokan motornya ke gang kecil yang hanya bisa di lewati motor. Dina yang menyadari Gara belok di gang kecil sontak bingung jalanan yang dilewati Gara.


"Bang, kok belok? ini bukan jalan pulang bang," tanya Dina


"Eh iya, kok abang belok ya?" jawab Gara pura pura tak sadar


"Tidak mungkin aku cerita apa yang kulihat. biarlah aku dianggap linglung. karena tidak mau membuat istriku khawatir," batin Gara


"Abang melamun ya?" tanya Dina


"Iya maaf, abang melamun," jawab Gara


"Abang ada masalah? ada yang abang pikirkan?" tanya Dina


"Ada," jawab Gara

__ADS_1


"Abang bisa cerita masalah abang kepdaku," saut Dina


"Abang mikirin kamu yang makin hari makin cantik, makin pinter, makin lucu, dan makin apa lagi ya? oh iya makin seksi pastinya, sampai tongkat abang terangsanv berdiri terus membayangkanya," jawab Gara


"Abang kalau lihat ada yang seksi seksi pasti terangsang ya? jika nggak seksi nggak terangsang," tanya Dina


"Kok tiba tiba tanya gitu?" tanya Gara


"Cuma nanya aja," jawab Dina


Tak lama kemudian hujan tiba tiba turun. Gara memang sudah tebiasa terkena guyuran hujan. Namun saat ini ada Dina yang di bonceng. Gara sontak saja panik mencari tempat berteduh.


"Sayang, kita cari tempat berteduh ya?" ucap Gara,


"Iya Bang, mumpung masih gerimis" jawab Dina


5 menit kemudian, Gara dan Dina berteduh di gazebo taman. Semampainya di gazebo, Gara langsung memakaikan jaket yang dipakainya untuk Dina


"Sayang, pakai ini biar badanmu hangat. jaketmu tipis pasti kamu kedinginan," ucap Gara


"Abang sudah biasa sayang, abang masih pakai kemeja panjang dan dalaman kaos. jadi jangan khawatir. yang penting pikirkan kesehatanmu dulu. kamu sedang hamil," saut Gara


"Bang, aku minta maaf. gara gara aku ajak naik motor jadi kehujanan," jawab Dina


"Jangan minta maaf sayang, kamu nggak salah. sebaiknya kamu tiduran dulu saja. nanti kalau hujan sudah reda kita pulang," saut Gara


"Aku nggak bisa tidur jika bising hujan seperti ini," ucap Dina


Tanpa berpikir panjang, Gara saat itu langsung mengeloni Dina supaya bisa tertidur


"Tidurlah," ucap Gara


"Bang, kok masih bediri tegak?" tanya Dina


"Ish...kamu ini, kondisi berteduh kaya ini masih saja sempat fokus kesitu," jawab Gara


"Karena nusuk Bang, apa jika aku makin gemuk abang nggak akan nusuk nusuk seperti ini?" tanya Dina

__ADS_1


"Maksudmu?" tanya balik Gara


"Abang kan hanya terangsang ketika lihat yang seksi seksi. sementara aku kedepanya pasti ngembang dan jadi gendut. belum lagi kehilangan buah dadaku jadi kendor karena keseringan beri asi si kecil," jawab Dina


"Terus apa yang kamu khawatirkan? apa yang bikin kamu cemas? apa kamu takut gak seksi lagi dan malu dengan perubahan fisikmu kedepan?" tanya Gara


"Aku hanya takut abang berpaling dariku. aku nggak tahu apa yang terjadi denganku jika abang berpaling dariku. aku sudah tidak punya siapa siapa lagi selain abang," jawab Dina


Dina mengeratkan pelukanya dan Gara merasakan eratnya Dina memeluknya


"Abang sudah sering sekali mengingatkanmu akan komitmen hubungan kita ini. abangbingung bagaimana cara agar keraguanmu terhadap abang itu hilang. apa video abang yang kamu tonton sekilas itu membuatmu seperti ini," ucap Gara


"Aku hanya berkaca pada pengalamanku ketika menjalin hubungan dengan pria. aku takut takdir tidak memihak padaku, tiga kali ditinggalkan pria membuat pikiran itu selalu ada. bukan aku berpikir abang berkhianat dariku. aku sudah menerima masa lalu abang dan aku yakin abang berubah," jawab Dina


"Lalu apa yang membuatmu kepikiran abang akan berpaling darimu tapi di sisi lain kamu juga yakin abang berubah," saut Gara


"Aku memiliki dua kategori definisi sebab seorang pria bisa selingkuh. pertama selingkuh karena kebiasaan dan kedua selingkuh karena wanita tidak bisa membahagiakan lelakinya, dan abang termasuk kategori kedua. abang selingkuh dariku karena aku tak bisa membahagiakan abang" jawab Dina


Gara sontak mengenyitkan dahinya mendengar perkataan Dina. Gara tentu sangat tidak setuju Dina menganggap aksi perselingkuhanya di masa lalunya adalah sebab dari Dina sendiri. Padahal Dina adalah korban dari perselingkuhan yang dilakukan Gara di masa lalu.


"Sayang, selingkuh itu tidak bisa dibenarkan," ucap Gara


"Dulu aku juga berpikiran begitu. tapi setelah aku pikir pikir pasti ada suatu sebab yang membuat seseorang selingkuh terkhusus abang dulu. abang berselingkuh karena dulu aku yang membuat hubungan kita tidak nyaman. dari awal hubungan tejalin saja sudah dilandasi satu pihak yang mengekang. jadi abang nggak salah, aku sudah melihat ketulusan abang mencintai seseorang. jadi jika abang selingkuh, jelasnya aku yang bersalah," ucap Dina


Dina kemudian menatap fokus wajah Gara yang dilihatnya tampan. Dengan perlahan tangan kecil Dina menyentuh pipi Gara dan mengelusnya dengan lembut.


"Makanya aku takut. jika abang berpaling dariku pasti ada sesuatu dariku yang membuat abang tidak nyaman. aku janji akan tetap menjaga pola makanku, aku akan diet, aku akan buat abang selalu nyaman bersamaku aku...." ucap Dina terpotong


"Cup" (Gara mencium bibir Dina)


"Tidak, analogimu salah besar. apa yang kamu katakan itu ngaco. siapa pun orang baik pria atau wanita kalau sudah selingkuh itu sudah salah dan tidak bisa dibenarkan. korban perselingkuhan seperti dirimu tidak bisa disalahkan. itu definisi salingkuh mutlak dan tak bisa di ganggu gugat" ucap Gara


"Bang, apa abang nyaman bersamaku? abang bilang ya kalau abang nggak nyaman. jangan main diam diam," jawab Dina


Gara saat itu tidak ingin Dina berpikiran serba salah yang nyatanya bukan kesalahanya. Tanpa berpikir panjang, Gara terus meluapkan rasa cintanya dengan terus menciumi bibir Dina. Untung hujan lebat dan tak ada orang di taman.


"Perlu kamu ingat. abang selamanya akan merasa nyaman bersamamu. kamu gendut atau apa segala macam, abang nggak peduli. kamu tak perlu berpikir menjadi sempurna agar abang tidak berpaling darimu. cukup dengan kamu mencintai dan menerima masa lalu abang saja sudah membuat abang bahagia," ucap Gara

__ADS_1


__ADS_2