
1 minggu kemudian, Dina sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Gara sangat antusias mendengar kabar Dina bisa pulang dari rumah sakit. Namun, berbeda dengan Dina yang masih murung dan terlihat tidak bergairah menjalani hidup. Gara yang melihat Dina masih murung terus berusaha menghiburnya.
"Sayang, kamu dengar kata dokter? sore ini kamu diperbolehkan pulang. habis menemani kamu sarapan, abang akan ke kantor sebentar dan abang usahakan pulang cepet jemput kamu pulang," ucap Gara
Dina hanya terdiam dan tidak terhibur
Selama satu minggu di rumah sakit, Dina merasa seperti patung hidup yang hanya bisa makan dan buang air. Setiap hari Gara ketika tidak bekerja menjaga Dina di rumah sakit. Sementara ketika Gara bekerja, Gara menyewa suster untuk menjaga Dina.
"Kamu akan ditemani suster seperti biasanya. setelah abang suapi kamu makan, abang berangkat kerja," ucap Gara
Dina hanya menurut saja saat Gara menyuapinya bubur ayam. Setelah selesai sarapan, Gara mencium pipi Dina lalu berpamitan.
"Abang berangkat dulu ya, nanti suster datang kesini jaga kamu," ucap Gara
Dina hanya terdiam
"Kamu percaya sama abang, kamu pasti sembuh dan kamu pasti bisa jalan. dokter bilang kamu masih besar kemungkinan sembuh. abang punya banyak uang, jangan pikirkan biaya, abang hanya ingin kamu semangat mau sembuh. itu saja," ucap Gara
Gara kemudian mencium kening Dina lalu pergi ke kantor
++++++++++
Sore hari, Gara menepati janjinya menjemput Dina pulang dari rumah sakit. Setelah keluar dari rumah sakit, Gara ingin mengajak Dina jalan jalan.
"Sayang, habis ini kamu mau kemana? mau makan apa? di restoran favoritmu atau dimana?" tanya Gara
"Aku ingin di rumah saja," jawab Dina
"Tapi abang ingin kita makan makan diluar dulu sebelum pulang, kamu mau?" tanya Gara
"Pasti akan sangat merepotkan, sebaiknya di rumah saja masih ada Bik Sri yang bisa bantu aku," jawab Dina
"Bik Sri sekarang sudah abang pindah tugas mengurus kos Ragina, di rumah nanti ada satu pelayan baru dan suster yang jaga kamu," ucap Gara
"Kita makan di rumah saja," jawab Dina
"Tapi bang pingin makan di rumah makan korea waktu itu. abang sudah lama nggak makan disana," ucap Gara
Dina tahu saat ini Gara sedang ingin menghiburnya. Dina memang pencinta makanan korea khususnya kimchi. Malah justru sebaliknya Gara tidak menyukai makanan korea. Tak ingin Gara menyiksa diri demi kesenanganya, Dina memilih makan lele di pinggir jalan.
"Aku mau makan pecel lele saja ," ucap Dina
"Disana ramai dan engap, kamu nggak apa apa?" tanya Gara
"Tidak apa apa," jawab Dina
__ADS_1
Gara saat itu tahu kalau Dina tidak suka makan di keramaian. Ditambah lagi kondisi Dina yang tidak nyaman untuk bergerak. Tanpa berpikir panjang, Gara mengemudikan mobilnya menuju warung makan yang sepi.
"Kita makan disana saja bagaimana? rumah makan itu sepi, pasti kamu nyaman makan disana," ucap Gara
"Terserah abang saja," jawab Dina
Gara kemudian bergegas turun mobil menyiapkan kursi roda di luar. Setelah kursi roda siap, Gara membantu mendudukan Dina di kursi roda.
"Kamu sudah nyaman?" tanya Gara
"Sudah," jawab Dina
"Baiklah, kita masuk," ucap Gara
Ketika masuk kedalam, Gara baru tahu kalau warung makan itu prasmanan. Gara saat itu langsung mengambilkan makanan untuk dirinya dan juga untuk Dina. Setelah mengambil makanan, Gara memesan minuman pada penjaga warung.
"Bu, pesan teh hangatnya dua ya," ucap Gara
"Iya silahkan di tunggu," jawab Penjaga Warung
15 menit kemudian, pesanan minuman Gara sudah datang. Namun penjaga warung itu sangat terkejut ketika melihat Dina.
"Eh, kamu Dina kan?" tanya Penjaga Warung
"Iya Bu," jawab Dina
"Maaf, Ibu kenal dengan Dina?" tanya Gara
"Iya, Dina ini dulu calon menantu saya, anak saya dulu dijodohkan dan mau menikah dengan Dina. tapi karena suatu hal pernikahan Dina dan anak saya batal," jawab Penjaga Warung
"Ini Bu Diyah Bang, Bu Diyah ini ibu kandung Fabian," ucap Dina
Bu Diyah saat itu memegang tangan Dina lalu mengatakan sesuatu.
"Kaki kamu kenapa Din?" tanya Bu Diyah
"Musibah kecil Bu, saya kecelakaan motor seminggu kemarin," jawab Dina
"Nak, ibu mohon maafkan kesalahan keluarga ibu di masa lalu ya? anak Ibu sebenarnya masih cinta sama kamu. anak Ibu nggak bahagia, anak Ibu dan istrinya sering bertengkar. bahkan saat ini tidak satu rumah," jawab Bu Diyah
"Padahal saya melihat mereka seperti saling mencintai Bu," saut Gara
"Ternyata tidak hanya Luqman, Fabian ternyata juga ingin kembali dengan Dina, mengapa rintanganku berat sekali. aku harus bisa membuat Dina mencintaiku," batin Gara
Bu Diyah menggelengkan kepalanya
__ADS_1
"Tidak, Fabian nggak pernah bahagia. Fabian menikah dengan Vera itu karena Fabian tidak sengaja memperawani Vera saat pesta bujang. pesta bujang itu padahal perayaanya mau menikahi Dina. tapi nasi sudah jadi bubur, Fabian menyesal sekarang," ucap Bu Diyah
"Saya doakan rumah tangga mereka bisa baik baik saja," jawab Gara
"Mas nya siapanya Dina?" tanya Bu Diyah
"Saya suaminya," jawab Gara
Bu Diyah saat itu hanya tersenyum lalu memilih untuk pergi.
"Maaf, saya tadi lancang bercerita. saya pergi dulu ya, kalian nikmati saja makananya," jawab Bu Diyah
Setelah kepergian Bu Diyah, Gara saat itu melihat Dina dengan raut wajah khawatir. Tanpa berpikir panjang, Gara langsung menanyainya.
"Kamu mikir apa Din?" tanya Gara
"Mengapa abang bilang itu ke Bu Diyah?," saut Dina
"Abang mulai saat ini nggak mau lagi ada yang ditutup tutupi. abang tidak mau dari hal yang ditutup tutupi ini menjadi kesalahpahaman lagi," saut Gara
"Bang, tapi apa kata orang orang kita menikah nggak ngundang ngundang orang, kita cuma sirih," jawab Dina
"Yang penting kita sudah sah, abang masih ada suratnya kita nikah sirih. abang akan segera resmikan pernikahan kita," saut Gara
Tak lama kemudian, Fabian datang berkunjung ke warung makan Bu Diyah. Namun saat berkunjung, Fabian terkejut melihat kedatangan Gara dan Dina di warung. Fabian tidak peduli ada Gara di warungnya, pandanganya saat itu terarah pada Dina yang kaki kananya diperban.
"Itu Dina. apa yang terjadi pada Dina? pasti pria itu menyakiti Dina," batin Fabian
Tanpa berpikir panjang, Fabian berjalan cepat menghampiri Dina. Sementara Gara yang melihat Fabian mau menghampirinya langsung berdiri dari duduknya.
"Maaf, ada keperluan apa anda kemari," ucap Gara
"Berengsek, apa yang kamu lakukan pada Dina? kamu pasti menyakitinya kan?" tanya Fabian
"Aku tidak sepengecut dirimu, apa urusanmu dengan istriku," jawab Gara
Fabian saat itu bersipupuh dihadapkan Dina untuk meminta
"Dina, maaafin kesalahan Mas di masa lalu. Mas menyesal Dina, kamu pasti tidak bahagia kan bersama pria itu? kamu pernah cerita sama Mas kalau pria itu melukai hatimu dan hanya mencintai fisikmu," ucap Fabian
Dina hanya terdiam tak mau menatap
"Lalu apa bedanya dengan dirimu? kamu memoroti uang istriku dan meninggalkanya saat terpuruk? lalu saat kamu bermasalah dengan istrimu kamu meminta kembali? sekarang dia istriku, dan aku peringatkan jangan ganggu rumah tanggaku atau kamu akan hancur," jawab Gara
"Dina tidak bahagia denganmu, kamu itu licik !!!" teriak Fabian
__ADS_1
"Aku akui aku dulu memang brengsek, tapi nyatanya kamu lebih brengsek dariku. demi nama baik keluargamu kamu mencemarkan nama baik Dina dan keluarganya. sebaiknya urus saja istrimu itu dan jangan mengganggu rumah tanggaku," jawab Gara
Gara yang emosi saat itu langsung membayar makananya kemudian mengajak Dina pulang