MENGEJAR CINTA IBU KOS MUDA

MENGEJAR CINTA IBU KOS MUDA
Episode 67 - KESEMPURNAAN


__ADS_3

"Jika abang seperti ini terus? bagaimana masa depan kita bisa tertata? kita belum punya anak saja abang sudah seperti ini? apa akan seperti ini abang jika punya anak? seharusnya abang jangan kekanakan. masa kedepanya abang cemburu dengan anak sendiri?" saut Dina


"Tentu beda jika anak abang sendiri. dan pertanyaanya, apakah kamu sudah siap memiliki anak? apakah kamu memikirkan itu? abang mengerti kondisimu dan sampai saat ini sabar menunggumu. apakah saat ini kamu merasa sempurna sekarang? sampai sampai kamu mengatakan abang kekanakan?" jawab Gara


Degg


Dina pikir Gara akan mengerti keadaannya


Dina pikir Gara tak akan mengungkit masalah kesempurnaan,


Dulu Gara sangat memotivasinya sekarang malah menjatuhkankanya.


Dan ternyata Gara memendam rasa tak nyamanya selama 3 bulan ini.


Dina saat itu terdiam dan membiarkan air matanya menetes. Tidak ada isakan tangis walaupun sebenarnya ingin Dina luapkan. Gara yang melihat Dina meneteskan air matanya seketika sadar ucapanya telah menyinggung Dina.


"Din, abang minta maaf, abang salah. abang tidak bermaksud mengatakan hal seperti itu," ucap Gara


Gara mengusap air mata Dina. Sementara Dina hanya diam seperti patung


Dina rmerasa tersinggung tapi tak bisa membantah. Bagi Dina apa yang dikatakan Gara itu benar adanya. Gara saat ini adalah pria tampan dan finansialnya sudah tidak diragukan lagi sebagai CEO. Sementara Dina hanya wanita sebatang kara yang menggantungkan hidupnya pada Gara.


Harta satu satunya Dina adalah rumah dan kos yang didirikan keluarga. Sebenarnya Gara sudah punya rumah yang baru dibelinya. Gara bahkan mengajak Dina pindah rumah. Tapi sayangnya Dina tidak mau pindah karena banyaknya kenangan di rumahnya.

__ADS_1


Selama ini, Dina selalu merasa tidak sempurna karena menjadi beban dalam kehidupan Gara. Sudah lebih dari 3 bulan, Dina tidak bisa melayani Gara dengan normal karena kakinya yang patah. Tak ingin membuat Gara kecewa, Dina saat itu memilih mengalah.


"Iya benar kata abang, aku yang tidak sempurna dalam pernikahan ini, aku tidak seharusnya berkata seperti itu tadi," ucap Dina


"Din, kita bicarakan ini di kamar kita ya? nanti Fia bangun," jawab Gara


"Baiklah," saut Dina


Dina saat itu langsung berdiri dan hendak mulai berjalan. Namun baru saja Dina berdiri, Gara langsung menggendong Dina menuju kamarnya. Sesampainya di kamar, Gara mendudukkan Dina di ranjang lalu mengatakan sesuatu.


"Din, abang sebenarnya......" ucap Gara terpotong


"Nggak bang, abang nggak salah. itu isi hati abang yang sebenarnya. ternyata abang tidak nyaman selama ini bersamaku," saut Dina


"Bukan itu Din, abang itu nyaman bersamamu. hanya saja abang tidak nyaman anak itu ada di kehidupan kita. anak itu adalah anak yang membuat abang khilaf dulu. masa depan abang hancur karena wanita itu. wanita itu licik pernah menjebak abang, abang tidak ingin berurusan dengan wanita itu lagi." jawab Gara


Gara hanya terdiam.


"Abang bilang karena Fia, aku jadi lupa abang. sekarang aku nurut aja abang mau apa saat ini. abang mau menjamahku? insyallah aku siap," ucap Dina


"Tidak tidak, abang tidak ingin buru buru. abang takut membahayakanmu. kamu fokus dulu saja pemulihan kakimu. hari ini abang putuskan kamu bisa kembali menemani Fia" jawab Gara


"Mengapa tidak bertiga saja?" tanya Dina

__ADS_1


"Abang butuh waktu untuk berpikir sekarang abang akan antar kamu kembali ke kamar Fia," jawab Gara


+++++++++++++++


Esok hari, Gara lagi lagi sarapan tanpa ditemani Dina. Dina tidak ikut sarapan karena memandikan Dia. Semenjak Dina sudah bisa jalan dengan penyangga, Dina memang lebih aktif menjaga Fia.


"Kapan aku harus merasakan kesepian kini," ucap Gara


Tak lama kemudian, Dina saat itu menghampiri Gara di meja makan


"Maaf Bang, aku baru selesai memandikan Fia," ucap Fia


"Gak apa apa, abang mengerti," jawab Gara


"Bang, nanti sore Mas Luqman mau datang ke rumah. semalam ada rapat membahas grup tim futsal anak anak kos," saut Dina


"Apa mahasiswa di kos bisa futsal semua?" tanya Gara


"Ada sebagian. sisanya dari luar sepertinya. Mas Luqman semacam ajak kita jadi pemegang saham gitu Bang, tadi aku di usulkan nama komunitasnya jadi RGN United. rencananya aku sore ini diajak menghadiri rapat bareng semuanya," saut Dina.


"Jika Dina ikut Luqman, pasti Luqman cari kesempatan bisa gendong Dina. aku tidak bisa membiarkan Luqman melakukan aksi curi kesempitan. cih, masih aja ada yang mengusik rumah tanggaku,," batin Gara


"Bagaimana Bang?" tanya Dina

__ADS_1


"Tunggu abang pulang saja berangkatnya, habis pulang kerja abang antar kamu ke kos, abang bisa ikut rapat juga untuk memahamkanmu dengan dunia futsa. janhan melanggar perintah abang," jawab Gara


"Baiklah," saut Dina


__ADS_2