
"Jangan pura pura gak tahu itu Gar, kamu pasti paham ada rahasiamu yang takut tebongkar diketahui Dina?," jawab Selly
"Rahasia? mengapa aku harus takut? kalian mau bongkar kalau kalian punya banyak video syurku bersama Selly dan wanita lain di masa lalu? dan kalian mau tunjukan ke Dina kalau aku pemabuk di masa itu? aku nggak takut. aku percaya istriku tahu aku berubah, istriku adalah orang terbaik yang paling mengerti diriku. sekalipun kamu ancam akan sebar itu untuk menghancurkan karierku, aku nggak takut kehilangan karierku." saut Gara tegas...
Deg....
Semua orang terkejut dengan pengakuan Gara.
Dina yang mendengar pengakuan Gara saat itu mengelus dada Gara untuk menenangkanya.
"Bang sudah, abang yang tenang," ucap Dina
"Maaf Dina, abang nggak bermaksud menyembunyikan ini darimu," jawab Gara
"Iya aku mengerti, abang jangan takut begini," saut Dina
"Abang sudah lama ingin katakan ini, tapi abang tidak punya keberanian karena abang takut kamu kecewa sama abang lalu pergi meninggalkan abang," jawab Gara
Gara kemudian berlutut di hadapan Dina lalu mengatakan sesuatu.
"Abang makanya pernah bilang sama kamu, kalau kamu itu wanita istimewa. kamu bisa menerima masa lalu abang yang suram. abang tidak ingin kamu sakit hati hanya karena melihat video abang itu," jawab Gara
Vera dan Sella hanya terdiam melihat reaksi Dina dan Gara.
Vera tidak menyangka jika Dina bakal menerima masa lalu Gara yang suram. Karena setahu Vera, Dina menikah dengan Gara karena terpaksa. Sama halnya dengan Selly yang tak menyangka Gara sudah berani membongkar aib dihadapan Dina.
"Aku pastikan Dina akan menyesal memilihmu," jawab Vera
Gara kemudian kembali berdiri dan menatap tajam Vera dan Selly
"Dan aku pastikan kamu yang akan menyesal karena mengusik keluargaku," ucap Gara
Prok...Prok...Prok...(Selly tepuk tangan)
"Kamu yakin Gar? dengan apa yang kamu ucapkan?" tanya Selly
"Tentu saja, aku sangat yakin," jawab Gara
__ADS_1
"Kamu terlalu percaya diri," ucap Vera
"Tenang saja Vera, Dina pasti akan menyesal. kita tunggu waktu saja, dia sekarang tidak tenang. sebenarnya dia takut apa yang aku simpan selama ini tersebar dan menghancurkan kariernya," saut Selly
"Really?" tanya Vera
"Yess, aku mana mungkin berbohong, kira kira apakah istrinya masih menerimanya?" saut Selly
"Sebarkan saja. aku tidak takut karirku hancur,," jawab Gara tegas
"Lihat lah Vera, dia mulai ketakutan. dia pikir aku tamat setelah di penjara 9 bulan karena obat terlarang itu? dia pikir dirinya bisa bebas santai santai aja selama aku dipenjara. semua rekam jejak masa lalunya tersusun rapi. aku tahu semuanya," saut Selly
Gara saat itu mencoba ingin menjawab tapi Dina terlebih dahulu bertanya pada Gara.
"Sebenarnya apa yang tidak aku tahu?" tanya Dina pelan
"Abang akan jelaskan setelah ini," jawab Gara
"Kamu nggak sekalian saja Gar, kamu akui alasan kamu mau menerima Dina jadi pacarmi dulu. sekalian juga akui ke istrimu bagaimana bejatnya dirimu di masa lalu? apa perlu aku hadirkan wanita masa lalumu lainya selain aku?" tanya Selly
Dina yang dari tadi diam saja saat itu mulai bersuara.
"Baiklah, jika itu prinsipmu Dina. aku hanya mau bilang kalau suamimu tak sebaik yang kamu kira, jika kalian tak ingin kehancuran karena tersebarnya hal ini, hubungi aku. aku kasih waktu satu minggu.," ucap Selly
Selly dan Vera kamudian meninggalkan rumah. Setelah kepergian Selly dan Vera, Gara langsung mengajak Dina masuk kedalam kamar. Sesampainya di kamar, Gara langsung mengklarifikasi ucapan Selly
"Dina, apa kamu percaya sama mereka?" tanya Gara
"Menurut abang bagaimana? apa aku terlihat seperti tidak mempercayai abang?" jawab Dina
"Abang akan cerita, jika kamu ingin meyakinkan hatimu," saut Gara
"Apakah yang dikatakan mereka benar? apa ada suatu hal yang belum aku ketahui dari abang?" tanya Dina
"Sebenarnya tidak sepenuhnya benar," jawab Gara
"Maksudnya?" tanya Dina
__ADS_1
"Abang akui benar abang dulu itu pemabuk. bahkan sebelum kenal denganmu abang suka main di club malam. abang sering bosan jika berpacaran dengan wanita. dan ketika abang kenal sama kamu, abang pikir kamu sama dengan mantan abang. tapi kamu beda, kamu bisa buat abang nyaman. tapi ya karena salah pergaulan itu membuat abang tidak bisa meninggalkan kebiasaan buruk itu di masa itu," jawab Gara
"Berarti dulu abang tidak mencintaiku?" tanya Dina
"Abang hanya nyaman aja sama kamu. tapi setelah kamu pergi meninggalkan abang. disitu abang sadar kalau rasa nyaman dalam kehidupan abang hilang. abang tidak punya semangat hidup. jadi dari situ abang menyadari kalau abang cinta sama kamu. abang nggak bisa move on," jawab Gara
"Abang berarti dulu juga sering bermain dengan wanita? setiap pacar abang dulu apakah abang ajak berhubungan?" tanya Dina
"Nggak semua, abang hanya sering melakukan dengan Selly dulu. dan ada dua wanita lain yang pernah juga. ?namanya Jenifer dan Mayang. tapi hanya sekali dan mereka pun wanita bayaran. dan abang selalu pakai pengaman," jawab Gara
"Mayang? namanya mirip dengan kakaknya Vera yang ada di RSJ," ucap Dina
"Memang benar. makanya Vera benci banget sama abang. Mayang sekarang berada di RSJ karena depresi gagal nikah. dan abang di tuduh sebagai penyebab gagal nikahnya Mayang dan calon suaminya," Jawab Gara
"Jika aku di posisi Vera pasti juga akan marah sama abang. apa abang sudah minta maaf? aku harap abang mengerti posisi Vera saat ini," ucap Dina
"Kamu jangan langsung lihat dari sisi wanitanya sebagai korban. abang memang salah, tapi bukan berarti itu wanita tidak salah. abang kenal dia di club malam. kamu kenali dulu siapa wanita itu. dia itu wanita bayaran yang menawarkan diri melayani abang selama dua minggu. dia juga sudah tidak perawan. jadi sudah jelas sudah ada pria lain selain abang yang menjamahnya," jawab Gara
Gara kemudian memperlihatkan foto di ponselnya pada Dina
"Ini kamu lihat di galeri abang. di galeri ini ada folder bekas abang namai masa suram. ini foto kenangan buruk abang yang sengaja abang arsipkan untuk jaga jaga hari seperti saat ini terjadi," ucap Gara.
"Jadi di folder ini sama dengan yang dimaksud Selly?" saut Dina
"Iya, abang takut kamu melihatnya lalu sakit hati. makanya abang suruh kamu ganti nomor," jawab Gara
"Abang apa beneran tidak takut ancaman Selly?" tanya Dina
"Tidak, abang tidak takut. karir abang di perusahaan hancur juga tak masalah. abang pernah hidup susah waktu karir model abang hancur. jadi apa yang harus abang takutkan jika kehilangan karir," jawab Gara
Dina kemudian membuka folder di galeri Gara lalu melihat foto fofo masa lalu Gara. Dina terlihat banyak foto Gara dengan wanita lain berselfi telanjang dada. Dina hanya bisa diam dan meneteskan air matanya
Gara yang melihat Dina meneteskan air mata langsung merebut kembali ponselnya.
"Sudah jangan dilihat, abang nggak mau lihat kamu meneteskan air mata seperti ini. abang nggak apa apa kamu marah, abang lebih baik kamu marahi dan kamu caci maki daripada kamu diam dan menangis seperti ini," ucap Gara
Gara kemudian menghapus air mata Dina yang terus menetes
__ADS_1
"Sakit hatimu adalah sakit hatiku juga Dina. aku harap kamu tidak pergi meninggalkan abang," batin Gara