
"Aku tahu kamu heran mengapa aku bisa tahu. ini adalah kekuatan cintaku kepadanya, aku mengenal karakter Dina. ciri ciri dia lagi marah, sedih, senang aku sudah bisa membacanya. jadi menurutku ini kesempatan emas," jawab Fabian
Fabian kemudian pergi meninggalkan Gara lalu masuk kedalam rumah. Sementara Gara yang tidak terima dengan ucapan Fabian langsung menarik kerah Fabian dari belakang.
"Jangan macam macam denganku, kamu dan istrimu pasti punya siasat untuk menjebaku," ucap Gara
"Kamu takut? hahaha.....bersiap saja menduda dalam waktu dekat," jawab Fabian
"Kamu bilang aku takut? Dina bukanlah wanita yang mudah berpaling dengan laki laki lain. Dina istriku adalah wanita yang setia. dan Dina sangat menghormatiku sebagai suami," ucap Gara
"Lihat saja nanti, aku tahu rahasiamu. kamu sangat takut hal itu terbongkar bukan?," tanya Fabian
"Rahasia apa? aku tak punya rahasia. kamu juga lihat saja nanti. aku tak akan semudah itu terprovokasi dengan ancamanmu," jawab Gara
Tak lama kemudian, Dina dan Vera berada di teras memergoki Gara yang mencengkram kerah kemeja Fabian. Dina dan Vera sontak memisahkan suami mereka yang hendak bertengkar.
"Hei, mengapa kamu mencengkram kemeja suamiku? jangan sok kuat kamu. pasti kamu yang mulai kan?," ucap Vera
"Sebaiknya tanyakan saja suamimu, jaga suamimu biar tidak berkeliaran mengembat istri orang lain," jawab Gara
"Kamu menyuruhku menjaga suamiku?' tanya Vera
Vera kemudian menatap Dina lalu mengatakan sesuatu.
"Din, sebaiknya kamu harus berhati hati dengan suamimu ini. laki laki kaya suami itu hanya doyan ************ doang, kamu jangan sampai terperdaya," ucap Vera
"Vera, sebaiknya kamu bawa suaminu pergi dan aku akan membawa suamiku masuk. kamu nanti juga tak perlu menjemputku, nanti aku naik taksi aja hadir ke pestanya," jawab Dina
Dina kemudian mengajak Gara masuk kedalam kamarnya tanpa bicara. Sesampainya di kamar, Dina saat itu langsung meminta izin Gara pergi menuju pesta
"Bang, nanti aku ke pesta naik taksi. tempatnya di hotel grand indah. aku akan berangkat setelah menyiapkan makan malam untuk abang," ucap Dina
"Abang tidak izinkan kamu datang. kamu sedang hamil. abang nggak mau kamu kelelahan. lagipula cuaca malam sering hujan lebat," jawab Gara
"Tapi aku harus datang, guru ekonomiku ada disana juga. aku tidak mungkin tidak datang di acara penting guruku. aku tetap akan berangkat, yang penting aku sudah minta izin," saut Dina
Dina kemudian mengambil pakaianya dalam lemari lalu berjalan menuju kamar mandi. Gara yang melihatnya merasa tersinggung karena tak biasanya Dina membawa pakaian lengkap menuju kamar mandi.
"Mengapa kamu membawa pakaianmu lengkap ke kamar mandi?" tanya Gara
"Tidak ada apa apa, biar sekalian langsung rapi dalam kamar mandi," jawab Dina
__ADS_1
"Kamu ingin menghindari abang?" tanya Gara
"Aku malas berdebat dengan abang. oh iya, tadi Vera memberiku parfum itu untuku. tapi aku nggak mau pakai, abang saja yang pakai. karena wanginya membuatku terbayang bayang aroma jas abang," jawab Dina.
Dina kemudian masuk kedalaman kamar mandi meninggalkan Gara.
15 menit kemudian, Dina sudah keluar dari kamar mandi dalam keadaan sudah berpenampilan tertutup. Gara sebenarnya tersinggung melihat kelakuan Dina. Namun demi agar Dina tidak semakin jengkel padanya, Gara memilih diam saja.
"Sekarang sudah sore, aku mau ke kamar Fia dulu," ucap Dina
"Dina, apakah Vera mengatakan sesuatu padamu?" saut Gara
"Iya seperti yang dikatakan ke aku tadi pas melerai abang dan Mas Fabian, aku disuruh hati hati aja," jawab Dina lalu pergi
"Pasti foto dan video tak senonoh ku ada kaitanya dengan Fabian. Parfum ini mungkin sinyal mereka membuatku agar semakin dibenci Dina," batin Gara
++++++++++
3 jam kemudian, Dina saat itu sudah rapi hendak berangkat menuju pesta. Sementara Gara saat itu baru saja hendak makan malam. Namun niat makan malam Gara urungkan karena kepikiran Dina yang hendak pergi keluar rumah.
"Dina, apa kamu jadi berangkat?" tanya Gara
"Taksiku sudah datang, aku berangkat," jawab Dina
"Insyallah aman,abang lanjutkan makan malamnya saja," jawab Dina
1 jam kemudian, Dina saat itu sudah sampai di lokasi pesta. Namun sesampainya di lokasi pesta, Dina melihat suasana lobi hotel seperti nuansa clup. Dina sungguh merasa tak nyaman mau masuk dalam hotel. Bahkan, Dina juga ragu kalau guru ekonominya ikut dalam perayaan pesta.
"Masa iya Pak Rosyid datang ke suasana pesta seperti ini? sepertinya mustahil sekali Pak Rosyid kemari. apalagi Pak Rosyid tipikal guru yang sangat religius," batin Dina
Dina saat itu memutuskan menelepon Vera untuk memastikan hotel yang dikunjunginya. Dalam pembicaraanya, Vera mengatakan guru ekonomi tidak bisa hadir karena sakit.
📞 "Pak Rosyid hari ini gak hadir. Kamu sudah sampai kah di hotel?" tanya Vera
📞 "Iya, tapi sepertinya aku tidak jadi masuk ikut pesta. aku akan kembali pulang," jawab Dina
📞"Jangan pulang dulu Din, disini gak seburuk yang kamu bayangkan. ini hotelhanya di konsep party culun biar nuansanya masih muda. gak ada alkohol di dalam," saut Vera
📞"Maaf Vera, aku tidak nyaman di sini. ini cuaca sudah mau hujan, aku harus pulang," jawab Dina
Tak lama kemudian, hujan saat itu turun melanda halaman hotel.
__ADS_1
📞"Diluar hujan, aku akan keluar bentar, kamu neduh di resepsionis aja. aku akan jumpa kamu disitu," ucap Vera
5 menit kemudian, Vera dan Dinas sudah saling bertemu. Ketika bertemu, Vera saat itu menuntun Dina masuk kedalam.
"Teman teman ada yang nunggu kamu di dalam, ayo masuk," ucap Vera
"Maaf Vera, aku nggak mau masuk. aku nunggu taksi saja mau pulang," jawab Dina
"Kamu haus nggak? aku mau ambilkan kamu minum. ada banyak jus buah didalam," saut Vera
"Tidak usah, aku nggak haus," jawab Dina
Tak lama kemudian, suara dj musik saat itu mulai terdengar berdendang. Bagi banyak orang alunan musik dj adalah musik yang kekinian enak didengar. Tapi berbeda dengan Dina yang tiba tiba kepalanya pusing.
"Din, kamu sakit?" tanya Vera
"Nggak apa apa, hanya sedikit pusing," jawab Dina
"Aku ambilkan minuman hangat ya?" tanya Vera
"Iya." jawab Dina
"Ok, aku ambilkan sebentar," saut Vera
Tak butuh waktu lama, Vera saat itu dengan cepat membawakan susu untuk Dina. Dan Dina saat itu juga meminumnya habis.
"Sudah enakan badanmu?" tanya Vera
"Iya Ver, tapi tubuhku rasanya berkeringat sekali. apakah AC mati," jawab Dina
"Kamu kepanasan? di luar hujan kamu kepanasan?" tanya Vera
"Aku juga nggak tahu Ver, kamu tidak menjebaku kan?" tanya balik Dina
Vera saat itu hendak menjawab pertanyaan Dina. Namun belum saja bicara, tiba tiba ada seseorang bernama Prisil menghampiri Vera dan Dina.
"Vera, kamu tadi ambil susu hangat di dekat jus jeruk di meja?" tanya Prisil
"Iya, Dina tadi butuh yang anget anget soalnya, tapi
begitu di minum, keganasan dia," jawab Vera
__ADS_1
"Ya Ampun, itu ada obat perangsangnya Ver, itu susu kamu salah ambil," saut Prisil
Degg