MENGEJAR CINTA IBU KOS MUDA

MENGEJAR CINTA IBU KOS MUDA
Episode 75 - SI CANTIK


__ADS_3

2 jam kemudian, Dina saat itu sudah berada di kamar Fia. Di kamar Fia, Dina sangat kewalahan tidak bisa menyuapi Fia makan. Berkali kali Dina membujuk Fia makan, tetapi Fia tetap saja tidak mau makan. Parahnya, Fia malah berjalan keluar dari kamarnya dan hal itu membuat Dina panik.


"Fia.... kamu mau kemana?" tanya Dina


Fia saat itu mengabaikan teriakan Dina dan berfokus pada arah jalanya kedepan. Sementara Dina yang masih terduduk di ranjang langsung mengambil penyangganya dan mengejar Fia.


Ketika Dina mengejar Fia, Dina saat itu melihat Fia menghampiri Gara sedang menonton televisi di ruang tengah. Dina sontak mempercepat langkahnya agar Fia tak menganggu Gara menonton televisi.


"Fia....jangan ganggu paman. ayo kasini sayang, ayo Fia...main boneka saja sama ibu di kamar," teriak Dina


Gara saat itu mendengar suara Dina memanggil Fia. Sekaligus Gara menyadari Fia berjalan menuju ke arahnya. Sesampainya Fia di dekat kursinya, Gara langsung tersenyum dan mengajaknya bicara


"Eh, kok si cantik kesini," ucap Gara


"Papa papa papa..." jawab Fia


"Mau nonton televisi sama papa ya? ayo sini sama papa," ucap Gara


Gara kemudian memangku Fia lalu kembali fokus menonton televisi. Ketika menonton televisi, Gara saat itu memilih menyetel kartun masha and the bear agar Fia tidak rewel. Kartun masha and the bear saat itu membuat Gara dan Fia tertawa. Gara dan Fia terlihat seperti ayah dan anak yang bergembira.


Dina yang melihat kedekatan Gara dan Fia saat itu merasa terharu. Dina saat itu berpikir ingin memanfaatkan momen ini agar Fia mau makan. Tanpa berpikir panjang, Dina menghampiri Gara dan Fia yang menonton televisi.


"Bang, Fia hari ini belum makan. aku akan suapi Fia makan tapi abang yang pangku apa tidak apa apa?" tanya Dina


"Tidak masalah, si cantik ini bosan di kamar. coba kamu suapi si cantik ini mumpung anteng," jawab Gara


"Si Cantik?" tanya Dina


"Kamu cemburu? abang panggil anak ini si cantik?" goda Gara


"Nggak lah bang, aku hanya tidak menyangka abang bisa sedekat ini dengan Fia. Fia sampai mau dipangku abang," jawab Dina


"Kalian berdua cantik kok, cepat suapi si cantik ini sebelum rewel lagi," saut Gara


Dina kemudian menyodorkan satu suapan bubur ke mulut Fia. Namun Fia menggelengkan kepalanya tidak mau makan.

__ADS_1


"Eh kok tetap gak mau makan?" tanya Dina


"Biar aku saja yang suapi, siapa tahu dia mau," jawab Gara


"Abang bisa menyuapi anak kecil?" tanya Dina


"Bisalah, kamu jangan remehkan abang. ini coba lihat," jawab Gara


Fia saat itu menerima suapan Gara dengan lahap. Dina yang melihat reaksi Fia hanya bisa terdiam heran. Selama Fia tinggal bersamanya, Gara tak pernah dekat dengan Fia. Namun hanya butuh sehari saja, Gara berhasil mendekatkan dirinya dengan Fia.


"Bang, apa yang membuat abang saat ini bisa dekat dengan Fia? apakah abang merencanakan sesuatu pada Fia kedepanya? karena sebelumnya abang nggak suka Fia," ucap Dina


"Abang memiliki keyakinan kalau anak ini adalah korban dari Selly dan Luqman," jawab Gara


"Syukurlah, akhirnya abang menyadari seburuk apapun kelakuan orangtua Fia, Fia tak patut untuk dilibatkan," saut Dina


"Kamu benar, tapi pikiran abang lebih dari apa yang kamu pikirkan saat ini," jawab Gara


"Maksudnya? apa ada hal yang tidak aku ketahui?" tanya Dina


"Berarti Fia anak abang?" tanya Dina kaget


"Iya, si cantik ini anak abang," jawab Gara tersenyum


Dina langsung terdiam saat Gara mengakui Fia adalah anaknya. Dalam pikiran Dina, ternyata selama ini apa yang dikatakan Selly benar. Dina bingung dengan perasaan campur aduknya saat ini. Entah Dina merasa sanggup atau tidak menerima kenyataan yang tidak disangkanya ini.


"Aku sebaiknya pergi ke kamar," ucap Dina


"Jangan pergi dulu, kamu kaya gini pasti pikiran kamu menjurus si cantik ini anak kandung abang ya?" tanya Gara


"Kok abang tahu?" tanya Dina


"Iya tahu lah, abang ini suamimu. abang sudah hafal gerak gerikmu pas marah ,sedih, senang. semua yang menyangkut tentangmu, abang sudah tahu bahasa tubuhmu," jawab Gara


Gara kemudian melanjutkan aktivitasnya menyuapi Fia sembari menceremahi Dina

__ADS_1


"Si cantik ini memang anak abang. dan si cantik ini juga anak kamu juga. si cantik ini sekarang sudah jadi anak kita. abang memiliki keyakinan kalau si cantik ini bukan anak mereka," ucap Gara


"Mengapa abang bisa seyakin itu? apakah abang sudah tahu siapa Fia?" jawab Dina


"Dulu abang pernah cerita ke kamu kan? kalau karier abang sebagai model hancur karena tuduhan dari Selly. Selly menuduh abang menghamilinya. padahal jika mengingat masa itu, abang memakai pengaman dan Selly meminum pil kontrasepsi," ucap Gara


"Tapi abang kalau pelepasan keluarnya banyak, bisa jadi pengamanya nggak muat menampung. aku saja sampai sekarang merasa punya abang kaya masih penuh," jawab Dina


"Itu beda sayang, abang di masa lalu nggak pernah sampek nyembur posisi terkonsentrasi nancap kedalam. contoh saat abang pelepasan sama kamu tadi. abang semakin tancapkan punya abang ke ladangmu supaya semua cairan abang masuk dan syukur syukur gol," ucap Gara


Tak lama kemudian, Gara sudah selesai menyuapi Fia. Setelah menyuapi Fia, Dina saat itu mengambil alih ingin menyuapi Fia minum obat.


"Sekarang biar aku yang suapi obatnya Bang," ucap Dina


"Itu obat puyer? kok nggak minta sirup aja?" tanya Gara


"Kemenkes masih mengkaji obat sirup yang beredar untuk anak Bang, di berita banyak kasus anak gagal ginjal karena ada kandungan senyawa etilen atau apa gitu dalam obat sirup. jadi untuk sementara ini para dokter meresepkan puyer sebelum adanya rilis aturan kemenkes tentang obat sirup yang boleh dan tak boleh di edar," jawab Dina


"Ini anak doyan pahit nggak?" tanya Gara


"Nggak tahu Bang, tadi siang kata suster rewel. tapi nggak tahu ini. Fia pasti rewel kayaknya," jawab Dina


"Ya sudah coba suapkan saja," ucap Gara


Dina saat itu menyuapkan obat puyer ke mulut Fia. Dia yang menerima suapan puyer menangis karena rasa pahit di lidahnya. Gara yang tahu Fia menangis langsung menyendokan sendok bekas Fia ke mulutnyaw.


"Cantik....papa juga minum sayang, lihat ini. aaaahhhh.. .pahit...cepat telan," ucap Gara


Fia yang tergilas melihat Gara akhirnya mampu menelan obat puyer di mulutnya. Setelah obat puyer tertelan, Gara meminumkan air putih ke mulut Fia. Walaupun masih menangis, setidaknya Gara bersyukur Fia tidak sampai muntah dan kesedak.


"Alhamdulillah...pahit ya...gak enak ya...papa juga pahit lidahnya" ucap Gara lebay


Fia mulai tenang setelah Gara menghiburnya.


"Bang, abang bukanya nggak mau dipanggil papa sama Fia?" tanya Dina

__ADS_1


"Itu dulu, sekarang abang ingin si cantik ini panggil abang sebutan papa," jawab Gara


__ADS_2