
Esok hari, Dina sudah kembali aktif berjulam di kantin. Saat berjualan di kantin, Dina mendapatkan informasi ada penghuni kos baru yang bukan mahasiswa.
"Mbak, kamar nomer 17 kosong sejak dua hari kemarin, dan sekarang ada orang yang mau kos Mbak, tapi bukan mahasiswa," ucap Adit
"Kamu kenal orangnya nggak Dit?" tanya Dina
"Kenal Mbak, orang itu pelatih futsal di komunitasku," jawab Adit
"Dia sudah menikah apa belum?" tanya Dina
"Pelatih futsalku duda Mbak, rencananya mau ngekos kesini sama anaknya. kemarin sempat menawarkan harga tinggi ingin kos sini, makanya aku tanya ke Mbak Dina sekarang," jawab Adit
"Alasan dia mau kos kesini apa ya Dit? apakah tempat latihan futsalmu dekat dari sini?" tanya Dina
"Lumayan sih Mbak, jaraknya seperti dari kos sini ke rumah Mbak Dina. tapi anaknya sekolah TK di dekat kos sini Mbak," jawab Adit
"Baiklah, kalau kamu kenal baik orang itu, aku tidak masalah. tak perlu naikan harga. cukup harga yang sama dengan yang lainya," saut Dina
"Baik Mbak, aku akan hubungi pelatih futsalku. Mbak Dina bisanya kapan?" tanya Adit
"Nanti habis dhuhur bisa, di ruang kantorku," jawab Dina
"Jam 14.00 gimana Mbak?" tanya Adit
"Iya boleh, aku tunggu ruang kantor," jawab Dina
"Ok Mbak, akan aku hubungi. aku pamit ke kamar dulu Mbak," saut Adit
"Iya Dit," jawab Dina
Adit kemudian pergi meninggalkan Dina. Senentara Dina melanjutkan aktivitasnya melayani pembeli.
+++++++++++
Beberapa jam kemudian, jam sudah menunjukan pukul 14.00 WIB. Dina yang telah selesai berjualan bergegas ke ruang kantornya menunggu seseorang yang akan kos di tempatmya. Namun sesampainya di kantor, Dina belum menemukan tanda tanda kedatangan orang yang ingin ketentuan denganya.
"Orangnya datang nggak ya? kok belum ada kabar sih," ucap Dina
__ADS_1
1 jam kemudian, Dina sudah bosan menanti kedatangan orang yang ingin menemuinya. Dengan perasaan kesal, Dina berjalan keluar dari ruanganya menuju parkiran karena ingin pulang.
"Buang buang waktu saja, dia pikir aku mengharapkan dia ngekos disini gitu? belum apa apa bikin aku kesal saja tuh orang," ucap Dina
Dina saat itu sudah berada di parkiran. Sesampainya di parkiran Dina melihat ada seorang pria menggendong anaknya yang menangis menghampirinya.
"Maaf Mbak, saya mau bertanya. ruang kantor ibu Dina dimana ya?" tanya Pria itu
"Oh, saya sendiri orangnya. apa Mas nya ini yang mau ketemu saya itu?" tanya Dina
"Iya, perkenalkan saya Luqman dan ini anak saya Icha. maaf Bu, saya telat datang karena Icha tadi keasyikan main di timezone," jawa Pria itu
"Iya Mas tidak apa apa. saya kira Mas nggak datang tadi. mari ke ruangan saya. ruangan saya ada disana," saut Dina
Dina kemudian berjalan ke ruang kantornya diikuti Luqman yang menggendong anaknya. Sesampainya di ruangan, Dina memulai pembicaraan terkait keinginan Luqman yang ingin kos di Kos Ragina.
"Sebelumnya maaf, saya beberapa hari kemarin baru berduka. jadi imbasnya Mas belum dapat kepastian boleh tidaknya kos disini. sebenarnya kos ini di khususkan untuk mahasiswa. tapi berhubung Masnya mengenal baik mahasiswa kos saya, jadi saya izinkan," ucap Dina
"Terima kasih Bu..." jawab Luqman terpotong
"Panggil Mbak atau nama saya saja. saya masih 26 tahun. sepertinya Mas nya lebih tua dari saya," saut Dina
"Iya, mahasiswa kos saya sudah memberi tahu saya. rencana Mas nya mau menempati mulai kapan?" tanya Dina
"Hari ini," jawab Luqman
"Eh, tapi belum saya bersihkan. pasti masih berdebu. besok saja gimana?" tanya Dina
"Gak apa apa Mbak, saya bisa bersihkan sendiri. untuk harga per bulannya sesuai janji saya, saya naikan jadi 1 juta bagaimana Mak?" tanya Luqman
"Eh tidak tidak, harga tetap sama 750 ribu per kamar. Mas bisa tunggu disini dulu ya, saya akan bersihkan kamarnya dulu," jawab Dina
Dina kamudian bergegas menuju kamar nomor 17 yang rencananya di huni Luqman. Di kamar 17, mantan penghuni kos cukup berantahkan. Sehingga kamar terlihat seperti kapal pecah. Sudah sering Dina melihat kondisi kamar kosnya berantahkan saat ditinggal pergi mantan penghuni kos.
"Astaga...apa setiap cowok kaya gini ya hidupnya," ucap Dina pelan
Dina saat itu memulai pekerjaanya dengan menyapu kamar. Setelah menyapu kamar Dina mengepel kamar lantai agar kamar semakin bersih. Namun ketika Dina sedang mengepel, tiba tiba Luqman datang masuk membantu Dina angkat angkat barang.
__ADS_1
"Loh Mas, ini saya masih bersihkan kamarnya," ucap Dina
"Saya bantu angkat angkat kasur dan barang barang ini saja biar Mbak nya mudah untuk mengepel," jawab Luqman
"Terus anak Mas sama siapa sekarang?" tanya Dina
"Lagi main sama Adit di kamar 16," jawab Luqman
"Tapi ini sangat merepotkan Mas, ini sudah kewajiban saya memfasilitasi Mas di kos ini," saut Dina
"Tidak masalah Mbak, saya diizinkan kos disini saja sudah bersyukur," jawab Luqman
"Baik Mas, terima kasih," saut Dina
++++++++++
Tidak terasa jam sudah menujukan pukul 17.30. Bersih bersih kamar kos akhirnya sudah selesai. Kamar kos yang dihuni Luqman sudah nampak bersih dan wangi setelah dibersihkan. Setelah selesai bersih bersih, Dina memberikan dua kunci untuk Luqman.
"Mas, ini ada dua kunci. satu kunci kamar dan satu kunci lemarinya, untuk kunci pagar saya pasrahkan ke satpam demi keamanan semua. Mas nanti kalau misal mau keluar malam, atau keluar di pagi pagi buta bisa menemui satpam untuk membuka pagar. satpam di kos ini jaganya 24 jam," ucap Dina
"Baik Mbak, untuk kantin disana tadi jualan apa ya Mbak?" tanya Luqman
"Setiap pagi sampai dhuhur saya memang jualan di kantin. menunya yang selalu ada itu nasi pecel, nasi campur dan mie intan. selain itu ada menu tambahan tapi tidak tiap hari. saya kadang juga jual nasi telur balado, nasi sayur bening, nasi kuning, soto, dan masih banyak lagi," ucap Dina
"Misal jual makanan yang nggak pedas untuk anak kecil bisa Mbak, anak saya sangat sensitif terhadap rasa. anak saya nggak suka pedas, dari menu yang Mbak sebutkan anak saya suka nasi kuning lauk mie dan telur dadar. anak saya juga suka soto sih Mbak," jawab Luqman
"Insyaallah ya Mas, kalau sempat saya akan jual nasi kuning. tapi saya nggak bisa janji ya Mas, karena kalau bukan menu harian saya tidak tiap hari jual," ucap Dina
"Iya Mbak," ucap Luqman
"Kalau gitu saya pamit ya Mas, uangnya Mas bisa bayar besok saja. dompet saya terlanjur di kantor saya soalnya," jawab Dina
"Baik Mbak," jawab Luqman
Dina kemudian pergi meninggalkan Luqman dan kembali ke ruang kantornya. Sesampainya di ruang kantornya, Dina saat itu terkejut dengan adanya seorang pria di dalam ruanganya.
"Darimana saja? kok nggak kabar kabar?" tanya Pria itu
__ADS_1
Degg...