MENGEJAR CINTA IBU KOS MUDA

MENGEJAR CINTA IBU KOS MUDA
Episode 33 - LOMBA DANSA


__ADS_3

Di dalam gedung, Dina saat itu ingin menemui Adit. Karena bagi Dina hanya Adit satu satunya teman sekaligus anak kosnya yang akrab denganya. Namun ketika Dina melihat Adit bersama teman kuliahnya, Dina memilih undur diri menemui Adit. Dina tidak ingin Adit merasa tak nyaman dengan kehadiranya.


"Sebaiknya aku tidak menemui Adit dulu, aku akan ke arah sana saja," batin Dina


Selain melihat Adit, Dina juga melihat teman kuliahnya sedang saling bencengkrama. Teman teman kuliah Dina banyak yang membawa pasanganya bahkan ada yang sudah memiliki anak.


"Mereka bahagia sekali, apa aku bisa bahagia seperti mereka? ah mimpiku terlalu tinggi, cukup berharap mama sehat saja sudah bersyukur" batin Dina


Dulu semasa kuliah, Dina dikenal sombong dan selalu memamerkan barang mewahnya. Banyak orang yang tidak suka dengan Dina. Tapi jika urusan menolong teman, Dina selalu menjadi gardah terdepan. Banyak teman teman kuliahnya yang dulu dibantu oleh Dina karena masalah keuangan. Termasuk Vera, Vera pernah dibantu Dina melunasi hutang kepada rentenir..


Namun semenjak putusnya hubungan Dina dengan Gara, banyak teman kuliah Dina yang senang, mensyukurinya dan menjauhinya. Bagi mereka, wajar jika Gara tidak betah dengan gadis manja dan sombong seperti Dina.


Dan lebih parahnya, kabar batalnya perjodohan Dina dan Fabian juga dianggap wajar oleh teman teman Dina. Karena mereka menhanggap Fabian terselamatkan bisa lepas dari Dina. Bangkrutnya perusahaan keluarga Dina jika perjodohan dilanjutkan akan membuat Dina memoroti Fabian. Komentar buruk teman teman Dina terpublis di media sosial Dina. Karena hal itu, Dina menjadi gadis yang pendiam, suka menyendiri,dan tidak lagi ceria seperti dulu.


Tepat di hari ini, Dina nampak seperti tamu yang tak dianggap. Dina hanya duduk sendirian di kursinya tanpa ada satu orang yang menemaninya. Dina melihat rangkaian acara pernikahan Vera dan Fabian yang terlaksana begitu hikmat. Namun ketika Dina fokus menyaksikan serangkaian acara, tiba tiba ada teman teman Dina yang sengaja membuat Dina tidak nyaman. Teman teman Dina saat itu ada Tiwi, Meli, dan Rania.


"Eh kamu Dina kan? kok sendirian aja nih?" tanya Tiwi


"Iya nih, bukanya habis lepas dari Fabian, kamu dapat cowok di ajang cari jodoh ya?" tanya Meli


"Jangan bilang kamu putus lagi, hattrick dong. disitu ada pacar aku, ganteng nggak? awas loh kalau kamu embat," ucap Rania

__ADS_1


Dina hanya diam tak menanggapi


Tiwi, Meli dan Rania adalah orang yang tidak menyukai Dina karena gaya sombong Dina di masa lalu. Sekarang ini Tiwi dan Meli sudah menikah dan punya anak. Sementara Rania baru akan menikah beberapa minggu lagi


"Din, serius nih kamu sendirian?" tanya Rania


"Iya. aku sendirian," jawab Dina singkat


"Habis ini ada pesta dansa kamu masa dansa sendiri?" tanya Rania


"Aku tidak ikut," jawab Dina


"Cih, bilang aja pengin tapi gak ada gandengan," saut Meli


"Duh, Vera cocok banget sama Fabian. aku gak kebayang deh misal Fabian lanjutin perjodohanya pasti dipapak terus," jawab Rania


Dina hanya diam tak menanggapi


Tak lama kemudian, pesta dansa dimulai. Pesta dansa diawali dengan Fabian dan Vera yang berdansa terlebih dulu. Dalam dansanya, Fabian membuat heboh dengan mencium bibir Vera. Semua tamu undangan berteriak histeris termasuk teman teman Dina. Sementara Dina hanya diam saja dengan senyuman getirnya. Walaupun diselingkuhi, tapi melihat Vera bahagia Dina tetap senang.


++++++++++

__ADS_1


15 menit kemudian, dalam pesta dansa terdapat lomba dansa. Bagi pasangan yang memenangkan pesta dansa akan mendapatkan paket travel ke Bali. Semua pasangan yang ada saat itu sangat antusias mengikuti lomba dansa. Adit yang masih ada dalam acara pesta juga menggandeng teman wanitanya untuk berdansa. Sementara Dina memilih keluar dari gedung hingga acara selesai.


"Sebaiknya aku menunggu di parkiran saja, daripada aku disini hanya bengong," batin Dina


Namun sebelum pergi, Dina sempat melihat Gara sedang berbincang dengan wanita.


"Siapa wanita itu?" gumam Dina


Dina saat itu menduga Gara akan berdansa dengan wanita itu. Ada rasa sedih jika melihat Gara dengan wanita itu. Dina teringat dulu menangis saat tahu Gara bersama wanita lain. Tapi sekarang, Dina tahu diri dengan keadaanya sekarang. Pernikahannya dengan Gara dilakukan secara paksa dan hanya berjalan sesuai kesepakatan. Jadi Dina beranggapan wajar jika Gara ancang ancang menentukan pendamping penggantinya.


"Aku gak boleh egois, aku yang membuat kesepakatan. pernikahanku akan berakhir beberapa minggu lagi. jika Bang Gara menemukan pendampingnya kedepan, aku tidak boleh mengekangnya. selama ini Bang Gara selalu baik padaku," batin Dina


Dina kemudian berjalan keluar gedung menuju parkiran. Air matanya keluar saat berada di luar gedung. Namun baru saja Dina menginjakan kakinua diluar gedung, Gara tiba tiba mencekalnya


"Mau kemana? kita belum berpamitan dengan pengantinya" tanya Gara


"Aku mau pulang, jika abang masih di sini, aku nggak apa apa bisa naik ojek," jawab Dina


"Abang ingin mengajakmu ikut lomba dansa ke dalam, ayo ikut," saut Gara


"Aku gak bisa dansa. aku juga nggak ingin. sebaiknya abang ajak ceweknya tadi berdansa saja. abang tenang saja, aku tidak marah kok. abang memang sudah seharusnya cari penggantiku jika kontrak di kesepakatan selesai," jawab Dina

__ADS_1


"Abang hanya mau berdansa denganmu," saut Gara


Gara kemudian menggeret Dina ke panggung dansa lalu menuntun Dina untuk berdansa. Dina awalnya hendak memberontak kabur, tapi karena tidak ingin semua orang fokus kepadanya, Dina memilih mengikuti tuntunan Gara mengikuti alunan irama dansa.


__ADS_2