MENGEJAR CINTA IBU KOS MUDA

MENGEJAR CINTA IBU KOS MUDA
Episode 21 - PENOLONG YANG TERTUDUH


__ADS_3

Hari sudah semakin malam dan hujan mulai turun. Gara saat itu langsung masuk kedalam rumah tak lupa mengunci pintu.


"Ceklek" (suara pintu terkunci)


Gara kamudian masuk dalam ruang tamu melihat Dina sedang tertidur. Dina tertidur dengan kondisi terduduk dengan gaun robeknya. Tak ingin Dina kedinginan, Gara dengan hati hati memakaian kemejanya ke tubuh Dina. Selain agar Dina tidak kedinginan, Gara tidak ingin jika penampilan Dina ketika keluar rumah di sorot banyak lelaki mata keranjang.


"Maaf Din, abang lancang pakaikan kamu kemeja, besok pagi pagi sekali, abang akan antar kamu pulang," batin Gara


Gara kemudian mengelus rambut Dina sejenak kemudian pergi menuju kursi lainya untuk tidur. Di rumah yang Dina dan Gara tempati hanya ada satu kamar dan akibat hujan kamarnya bocor. Sehingga Gara terpaksa tidur di kursi lain yang ada di ruang tamu.


+++++++++++++++


Esok hari, terdengar suara riuh dari luar rumah yang membuat Gara terbangun. Awalnya Gara yang masih mengantuk memilih untuk acuh. Tapi karena suara riuh makin terdengar bising, Gara dengan langkah gontai berjalan ke arah pintu ingin mengecek kondisi di luar rumah. Namun saat Gara membuka pintu, tiba tiba ada gerumbulan warga yang berkumpul di teras rumah.


"Maaf, ini ada apa ya? kok ramai ramai disini?" tanya Gara


"Anda siapa? apakah anda kerabat Pak Dody?" saut Warga A


"Saya Gara dari kota J, maaf saya tidak kenal sama Pak Dody," jawab Gara


"Apakah anda warga baru disini? dan apa anda bersama dengan wanita?" tanya Warga A


"Saya bukan warga sini Pak, saya kemarin menyelamatkan teman saya yang hendak dilecehkan oleh seorang bapak bapak semalam. saya tidak mengenal bapak bapak itu. setelah kemarin saya menghajarnya bapak bapak itu kabur," jawab Gara


"Terus mengapa penampilanmu hanya memakai kaus kutang begitu? kamu pikir kami bodoh? bisa saja kan kamu itu gerombolanya Dody. Dody itu mantan RT pemabuk yang sudah diusir warga," saut Warga B


"Pak, Buk, tapi sungguh saya sama sekali tidak mengenal bapak Dody. saya hanya berpenampilan seperti ini karena pakaian teman saya robek. jadi kemeja saya, saya pakaikan ke teman saya. saya berani bersumpah, dengan apa yang saya ucapkan.saya ada disini karena mentelamatkan teman saya. teman saya ada disini juga dijebak dengan modus seleksi model iklan," jawab Gara


"Halah, mana ada maling ngaku maling," saat Warga A


"Kali ini kami tidak akan melepaskanmu. dulu setiap kami mau menangkap Dody, dia selalu lolos. sekarang kami tidak akan tertipu lagi," saut Warga C


Semua warga yang di depan pintu kemudian memaksa masuk melihat kondisi orang yang dimaksud Gara. Dina saat itu sudah terbangun dengan wajah paniknyam Gara yang melihat keadaan Dina saat itu langsung menghampiri Dina lalu mengatakan sesuatu.


"Dina, nggak usah takut. warga disini ingin tahu mengapa Dina bisa disini, katakan yang sebenarnya. abang temani Dina disini," ucap Gara


Dina saat itu hanya diam dan ekspresinya ketakutanya. Efek psikologis pelecehan yang dialami Dina semalam ternyata belum hilang.

__ADS_1


"Dina, apakah kamu mengenal Pak Dody? abang tidak kenal Pak Dody. ceritakan saja bagaimana Dina bisa mengenal Pak Dody disini, kamu dijebak dengan modus seleksi model iklan kan?" tanya Gara


"i..iya.." jawab Dina gemetar


Ekspresi Dina yang ketakutan membuat warga mengira Gara habis berbuat sesuatu pada Dina. Para warga saat itu juga meyakini kalau Dina dalam keadaan tekanan intimidasi Gara. Tanpa berpikir panjang, para warga ingin Gara mempertanggungjawabkan perbuatanya dengan menikahi Dina.


"Disini sudah jelas, pasti ada sesuatu hal dari kalian berdua. dan sesuai peraturan di kampung ini seorang pria harus menikahi wanita yang diajaknya bermalam tanpa adanya ikatan," ucap Warga C


Degg...


Gara saat itu terkejut dengan peraturan di kampung yang ada di kota T. Tak ingin Dina semakin tidak nyaman, Gara terus berusaha mengklarifiksasi kalau antara dirinya dan Dina tidak terjadi apa apa .


"Pak, Buk, saya mohon kalian jangan menghakimi sepihak seperti ini, tidak terjadi apa apa di antara kami. kalian tolonglah lihat kondisi teman saya, teman saya masih syok dengan kejadian semalam. saya akan bujuk teman saya agar mau bicara nanti," ucap Gara


"Pak...se..semua ha..hanya salah paham, sa..saya ti..tidak mau menikah," jawab Dina terbata bata


"Kami akan tetap menikahkan kalian secara agama. karena peraturan di kampung kami sudah final, dan bertujuan demi kebaikan semua orang dan tidak tercemar buruk," saut Warga C


"Baiklah saya akan menikahinya. tapi beri saya waktu untuk bicara pada calon istri saya, beri kami waktu 30 menit, kalian boleh menunggu diluar," jawab Gara


+++++++++++


Gara tahu dirinya adalah bajingan di mata Dina


Gara tahu jika Dina tidak nyaman bersamanya.


Gara juga sadar jika Dina takut kembali dihianati.


Gara saat itu memegang kedua tangan Dina lalu mengatakan sesuatu.


"Dina, kamu sudah tenang? coba tarik nafas dan keluarkan pelan pelan, tenangkan pikiranmu," ucap Gara


Dina melakukan instruksi dari Gara


15 menit kemudian, Dina sudah mulai terlihat tenang


"Dina, boleh abang bicara sebentar sebelum kita menikah?" tanya Gara

__ADS_1


Dina hanya diam menatap ke arah lain


"Din, tatap abang, jangan acuhkan abang. abang mau bicara," bujuk Gara


"Mengapa abang tidak pergi saja kemarin? apa abang sengaja biar kita digebrek seperti ini? abang nanti biar bisa menikahiku lalu menjadikanku penghangat ranjang kan?" saut Nifa


"Din, jaga bicaramu !!! penggrebekan ini semua diluar kendali abang. abang tidak ada niatan seperti itu," jawab Gara tegas


"Apalagi alasan abang kalau bukan ingin menjadikanku penghangat ranjang? ini kan yang abang inginkan? gaya pacaran kita dulu monoton, sehingga dengan menikahiku abang bisa sepuasnya mennyetubuhiku. begitu kan?," saut Dina


"Abang tahu, ini sulit bagimu menerima abang. abang bersedia menikahimu bukan karena abang memandangmu rendah seperti itu. jujur abang masih mencintaimu. abang akan sembuhkan luka di hatimu, abang ingin menjadi pelindungmu. dan abang tidak ingin ada pria pria diluaran sana memanfaatkan kamu." ucap Gara


"Tapi aku tidak bisa, ini hanya nikah sirih kan? kalau abang mencintaiku dan ingin aku bahagia, setelah kita nikah dan pergi dari kampung ini. kita bercerai saja, aku sudah putuskan untuk tidak menikah," jawab Dina


Degg


Gara merasa ingin menangis melihat Dina yang menganggap dirinya seperti omong kosong.


"Apa sudah tidak ada kesempatan untuk abang? apa yang harus abang lakukan agar kamu menerima abang?" tanya Gara


"Keputusanku sudah bulat," jawab Dina


Tok Tok Tok


Obrolan Dina dan Gara berhenti ketika mendengar ketukan pintu.


"Masuk saja Pak, Buk, pintu tidak di kunci," teriak Gara


Para warga yang tadi memberikan waktu Dina dan Gara mengobrol berbondong bondong masuk kedalam rumah. Para warga saat itu sudah mempersiapkan keperluan pernikahan sirih Dina dan Gara.


"Untuk Mbak nya silahkan bisa membersihkan diri dan bersiap siap rumah saya. mari saya antar rumah saya ada di sebelah," ucap Warga perempuan


"Dan untuk Mas nya bisa ke rumah saya untuk bersiap, rumah saya ada di seberang sana," saut Warga laki laki


Dina dan Gara hanya menuruti perintah warga kampung.


+++++++++

__ADS_1


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!


Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga


__ADS_2