
Malam hari, Gara dan Dina saat itu bersiap tidur di dalam kamar. Namun sebelum tidur, Gara kepikiran seadainya foto dan video vulgarnya dilihat oleh Dina. Gara penasaran dengan reaksi Dina ketika dirinya kembali melakukan kesalahan. Tanpa berpikir panjang Gara bertanya pada Dina untuk mencari tahu.
"Din, semisal seandainya ada sesuatu yang buruk dari abang terbongkar, reaksi kamu bagaimana?" tanya Gara
"Kalau itu perselingkuhan dan kebohongan, mungkin aku pilih mundur. karena bagiku tidak ada kesempatan ketiga bagi orang seperti itu," jawab Dina
"Meskipun yang terbongkar itu kejadian di masa lalu? misal foto atau video gitu? kamu akan tetap marah sama abang?" tanya Gara
"Abang sendiri marah nggak melihat fotoku dengan Adit, aku ada banyak loh foto dengan Adit?" saut Dina
"Mana fotonya? kamu masih simpan? foto seperti apa? apakah kamu bersentuhan? berpelukan?" tanya Gara ketus
"Abang inginya bagaimana?" saut Dina
"Cepat katakan !!! mana fotonya," jawab Gara tegas
Dina saat itu malah tertawa karena melihat ekspresi kecemburuan Gara.
"Dina, jangan bercanda. abang sedang serius, mana fotonya? kamu bersentuhan dengan cowok itu?" tanya Gara ketus
"Tidak ada bang, aku hanya bercanda. abang saja marah misalkan aku ada kenangan foto dari cowok lain. masa aku nggak boleh marah juga?" tanya Dina
Gara saat itu terdiam karena apa yang dikatakan Dina benar.
"Bang, emang abang ada sesuatu yang disembunyikan? apa ini ada hubungannya dengan abang suruh aku ganti ponsel?" tanya Dina
"Bagaimana ini? aku nggak siap. jika nanti Dina meninggalkanku bagaimana? kalau Dina meminta aku menceraikanya bagaimana? foto dan video itu sangat vulgar," batin Gara
"Bang, kok diam saja? apa memang ada sesuatu yang disembunyikan?" tanya Dina
"Din, kamu percaya kan abang berubah?" tanya Gara
"Iya, aku percaya," jawab Dina
Gara saat itu langsung memeluk Dina.
"Bang, ada apa? abang nampak gelisah?" tanya Dina
"Kamu tahu kan masa lalu abang itu suram. dan saat ini banyak sekali yang ingin hancurkan kehidupan abang. khususnya banyak yang ingin hancurkan rumah tangga kita. abang takut kamu akan meninggalkan abang jika ada hal hal buruk terjadi kedepanya," jawab Gara
"Sebenarnya aku juga tidak tahu kedepanya aku seperti apa. ketika abang melegalitaskan pernikahan kita, aku saat itu sudah yakin jika abang benar benar berubah," saut Dina
__ADS_1
"Kamu sudah mencintai abang?" tanya Gara
"Aku sudah membuka hatiku lagi untuk abang. abang telah berhasil menyembuhkan traumaku di masa lalu. aku sempat ragu dan takut untuk membuka hatiku untuk abang. tapi gejolak hatiku tak bisa aku tahan. aku memang sudah mencintai abang," jawab Dina
Gara sangat terharu dan senang mendengarkan Dina yang menyatakan cinta kepadanya. Tanpa berpikir panjang, Gara saat itu langsung mencium bibir Dina karena meluapkan rasa senangnya
"Abang bahagia, abang sangat menantikan kamu mengucapkan ini pada abang. kamu jangan takut lagi membuka hatimu untuk abang," ucap Gara
Gara kemudian tangan kananya masuk menggerayangi baju yang dipakai Dina. Dina sontak saja terkejut karena Gara mulai memainkan gunung kembarnya.
"Apa yang abang lakukan?" tanya Dina
"Abang udah nggak tahan sayang," jawab Gara
"Tadi kan sudah, masa abang mau melakukan itu lagi? ini aja punyaku masih merasa penuh Bang,," saut Dina
"Iya, ini punya abang bangun lagi. abang akan pusing jika tidak dikeluarkan. tapi kalau kamu nggak mau, abang nggak apa apa. abang bisa ke kamar mandi atau mikirkan cara lain meredam hasrat ini," jawab Gara
Dina saat itu teringat dulu Gara berselingkuh karena dirinya menolak melayani Gara. Jika di masa lalu, Dina merasa benar dengan keputusanya karena belum muhrim. Tapi sekarang Dina sudah menjadi istri Gara. Tak ingin Gara melakukan dengan wanita lain, Dina akhirnya menerima keinginan Gara.
"Eh jangan, gak apa apa jika abang mau lagi," saut Dina
"Karena sudah kewajibanku melayani abang," jawab Dina
"Wajahmu terlihat cemas, abang tahu kamu pasti memikirkan sesuatu. seperti ada ketakutan yang kamu pendam. ayo ungkapkan saja," ucap Gara
"Tidak ada, aku hanya heran abang gak punya rasa capek," jawab Dina asal
"Kalau olahraga ini, capeknya campur nikmat sayang. abang tahu sebenarnya bukan itu alasanmu cemas. gerak gerik matamu abang sudah mengert jika kamu memendam sesuatu," saat Gara
Dina kemudian meneteskan air matanya tapi langsung di usapnya. Gara yang menyaksikan Dina menetaskan air mata langsung menanyainya
"Betul kan? pasti ada sesuatu," ucap Gara
"Ini abang jadi atau tidak. aku akan bersiap," jawan Dina
"Abang tidak akan melakukanya jika kamu terpaksa dan dalam tekanan. abang sudah paham bahasa tubuhmu. abang akan terus cecar sampai kamu menjawab," ucap Gara
"Sebenarnya aku takut abang berselingkuh lagi hanya karena aku menolak melayani abang, aku tidak mau kejadian abang di hotel itu terulang lagi. dulu memang aku menolak karena bukan istri abang. tapi sekarang sudah kewajibanku," jawab Dina
"Nggak sayang, abang tidak akan sebodoh itu lagi. abang lebih rela bermain dengan sabun daripada menjamah wanita lain selain dirimu," saut Gara
__ADS_1
Gara kemudian mengelusi rambut Dina lalu mengatakan sesuatu.
"Kamu pasti capek, abang hanya mau nyusu saja. abang pingin ngenyot semalaman," ucap Gara
"Maksud abang aku tidur nggak pakai baju?" tanya Dina
"Cuma singkapkan saja bajumu," saut Gara
Gara saat itu menyingkap baju Dina kemudian terpampang jelas gunung kembar Dina. Tanpa berpikir panjang, Gara melahap gunung kembar Dina. Sementara itu, Dina merasa geli dengan ulah Gara.
"Bang, ini rasanya geli bang, abang kaya bayi aja," ucap Dina
Gara saat itu cuek dan malah tertidur sambil mengenyot
"Hah? bisa bisanya abang tidur seperti ini," ucap Dina
Dina saat itu perlahan akhirnya ikut tertidur.
1 jam kemudian, Gara saat itu terbangun dari tidurnya. Gara saat itu tak bisa menahan gejolak hasrat uang menjalar di tubuhnya. Tanpa berpikir panjang, Gara melepaskan pakaianya dan juga pakaian Dina.
"Aku tidak bisa tidur semalaman jika tidak melakukan hal.ini, mau ke kamar mandi juga malas, sebaiknya aku menjamah istriku diam diam," batin Gara
Sebenarnya Gara berniat ke kamar mandi untuk menuntaskan hasratnya. Tapi Gara terbayang bayang ingin melakukan pelepasan pada Dina. Daripada pikiranya Gara semakin liar, Gara memilih melakukan dian diam.
"Ooouh....enak sekali ya tuhan..." batin Gara
Gara saat itu sudah sangat pelan menggerakan tubuhnya. Selain itu, Gara juga tidak bersuara. Namun sayangnya, Dina tetap terbangun karena merasakan benda tumpul yang menancap di areanya
"Bang," ucap Dina
"Udah kamu tidur aja, abang lanjut dulu, udah nggak tahan," ucap Gara
"Aku jadi gak bisa tidur," jawab Dina
"Ya sudah, kamu nikmati saja. abang mau melanjutkan," saut Gara
Gara kemudian melanjutkan aktivitasnya sementara Dina mendesah keenakan. Gara memang sangat ahli membuat Dina menikmati permainan. Hingga akhirnya Dina dan Gara melakukan pelepasan bersama sama. l
"Aaarh...." desah Gara dan Dina
,
__ADS_1