MENGEJAR CINTA IBU KOS MUDA

MENGEJAR CINTA IBU KOS MUDA
Episode 56 - BERTEMU DI ACARA TK


__ADS_3

Malam hari, Dina dan Icha saat itu sudah berada di TK Bunda Kasih. Pertama kali melihat TK Bunda Kasih, Dina merasa takjub karena TK Bunda Kasih tergolong sekolah elit. Perayaan ulang tahun juga mewah seperti acaraw tunangan.


"Mewah juga sekolah TK ini, sekelas TK aja fasilitasnya kayak sekolah SMA," batin Dina


Sesampainya di TK, Icha berpisah dengan Dina karena ikut di ruang peserta. Sementara Dina di tuntun panitia untuk duduk di kursi tamu undangan.


"Bu, dapat urutan kursi nomor berapa?" tanya Panitia


"Nomor kursi? maaf Bu, saya tidak tahu ada nomor kursi," jawab Dina


"Ada tertera di undangan Bu, bisa saya lihat undanganya?" tanya Panitia


Dina kemudian menunjukan undangnya.


"Oh, ibu ada di kursi nomer 32, atas nama walimurid dari Icha Anastasya kelas A2" ucap Panitia


"Terima kasih Bu, saya kesana sekarang," jawab Dina


"Ibu ini ibunya Icha ya?" ucap Panitia


"Hmm...Iya," jawab Dina berbohong


Dina kemudian mencari tempat duduk nomor urutan 32. Setiap nomer kursi tersedia satu meja bundar dan tiga kursi. Tiga kursi itu disiapkan untuk siswa dan orangtua siswa.


Dina saat itu seperti ibu tunggal yang mendampingi anaknya. Walaupun terlihat menyedihkan, tapi Dina tidak merasa berkecil hati karena ada beberapa orangtua tunggal di sekelilingnya. Khususnya orangtua tunggl bernama Fina yang duduk di kursi 31


"Kak, anaknya tampil ya?" tanya Fina


"Iya Mbak," jawab Dina


"Kenalin Kak, namaku Fina. dan ini anak aku Robi. anaku nggak ikut tampil karena pemalu dia," saut Fina

__ADS_1


"Saya Dina, senang bisa berkenalan dengan Mbak," jawab Dina


"Anaknya namanya siapa Kak? dan ikut pentas apa?" tanya Fina


Dina saat itu merasa tidak nyaman dengan pertanyaan mengangkut Icha. Walaupun Dina maklum banyak yang menganggap Icha anaknya, tapi tetap saja Dina tidak nyaman. Dina saat itu berpura pura izin ke kamar mandi supaya Fina tak terus bertanya.


"Saya ke toilet bentar ya," ucap Dina


"Iya Kak," jawab Fina


++++++++++++++


Setelah kepergian Dina, Gara saat itu baru memasuki ruang tamu undangan. Ketika hendak masuk, Berlina yang jadi panitia disana mengajak Gara duduk di kursi undangan.


"Gara, kita duduk disana yuk, kita dapat nomer 40," ucap Gara


Gara hanya mengangguk karena malas bicara.


Berlina sangat antusias dengan kedatangan Gara di acaranya. Sementara Gara hanya biasa saja dan berharap acara cepat selesai. Awalnya Gara nampak biasa saja dan fokus dengan ponselnya. Namun, Gara terkejut ketika Berlina memperkenalkan Gara sebagai suaminya dihadapan teman temanya.


Gara marah dan merasa tidak nyaman dengan Berlina. Tanpa berpikir panjang, Gara langsung berjalan menuju pintu keluar. Berlina yang melihat Gara meninggalkanya langsung berlari mencegah Gara pergi.


"Gara, please aku mohon jangan pergi. maaf aku tadi lancang mengatakan kamu suamiku dihadapan temanku," ucap Berlina


"Kamu menjebaku Berli, aku ingin kamu meralat ucapanmu dihadapan teman temanmu. aku bukan suamimu," jawab Gara


"Gara, aku mohon untuk satu hari ini saja demi anaku, dan demi nama baik acara ini. apa kata semua orang jika mereka tahu kamu bukan suamiku? aku baru bercerai lima bulan yang lalu. mereka akan anggap aku wanita nggak bener jika aku kenalkan kamu temanku. dan anaku bisa jadi korban," saut Berlina


Gara kemudian mengecek ponselnya sejenak lalu mengatakan sesuatu pada Berlina


"Mereka tidak bertanya dan kamu sendiri yang mengenalkanku sebagai suamimu. aku tidak mau tahu, kalau kamu tak meralat ucapanmu aku sendiri yang meralatnya ke temanmu," jawab Gara kesal

__ADS_1


"Gara, aku mohon jangan sekarang. sekarang ini ada acara pening dan anaku ada di tempat ini. aku mohon please, bantu aku untuk malam ini. aku akan ralat ucapanku setelah selesai acara," saut Berlina


Gara yang mengenal Berlina baik di masa lalunya akhirnya bersedia menolong Berlian. Namu Gara membuat perjanjian pada Berlina.


"Baiklah, aku menolongmu jika kamu berjanji dengan apa yang kamu katakan tadi. jangan lagi pernah mengaku ngaku aku sebagai suamimu," saut Gara


Berlina kemudian menyetujui lalu mengajak Gara duduk di kursi tamu


+++++++++++++++


Di sisi lain, Dina sudah kembali di kursinya menikmati minuman yang telah disajikan. Dina tak banyak mengobrol dengan Fina karena pertanyaan Fina sangat privasi. Dina hanya menjawab seadanya pertanyaan yang sekiranya bisa dijawab.


"Kak, suaminya nggak datang lagi kerja juga ya?" tanya Fina


Dina saat itu pura pura keselek agar Fina tak terus bertanya.


"Kak, apa kakak pernah curiga suami kakak selingkuh?" tanya Fina


"Tidak pernah," jawab Dina


"Kak, bagaimana cara agar kita nggak kepikiran suami selingkuh? belakangan ini suamiku sering lembur Kak, aku takut suamiku bermain di belakangku," ucap Fina


Dina terdiam sejenak dan tiba tiba memikirkan Gara yang tiba tiba lembur hari ini.


"Kak, kok melamun? kakak merasakan apa yang aku rasakan ya?" tanya Fina


"Kuncinya saling percaya aja," jawab Dina


Tak lama kemudian, pandangan Dina mengarah ke pria berkaca mata hitam di kursi nomer 40. Dina merasa pria yang dilihatnya seperti mirip Gara. Walaupun Dina yakin pria itu bukan Gara, tapi Dina penasaran ingin melihat pria itu. Dina ingin memantapkan hatinya agar semakin yakin dugaanya salah


"Apakah pria itu Bang Gara? mengapa aku merasa pria itu mirip Bang Gara? tidak mungkin kan pria Bang Gara?" batin Dina

__ADS_1


Sementara itu, Gara yang berada di meja 40 melihat Dina di meja 32. Awalnya Gara tak yakin wanita yang dilihatnya Dina. Tetapi dari casing ponsel yang dibawa wanita itu, Gara yakin kalau wanita yang dilihatnya adalah Dina.


"Mengapa Dina disini? wanita itu Dina, aku yakin wanita itu Dina. aku harus bertanya apa maksudnya datang kemari," batin Gara


__ADS_2