MENGEJAR CINTA IBU KOS MUDA

MENGEJAR CINTA IBU KOS MUDA
Episode 64 - LATIHAN BERJALAN


__ADS_3

4 hari kemudian, Gara saat itu menemani Dina latihan berdiri. Tentunya ada suster yang mengawasinya juga. Sebelum latihan berdiri, suster menanyakan sesuatu pada Dina.


"Apakah kaki kanan anda masih nyeri ketika ditekan," ucap Suster


"Dibandingkan latihan terakhir, hari ini sedikit ada kemajuan. karena obat dari suster kaki kanan saya sudah mulai hilang nyerinya. kaki saya juga tidak bengkak, tapi saya saat ini merasakan kaki kanan saya seperti batu, kaku sekali susah di lemasin," jawab Dina


"Yang dialami istri saya apa wajar Sus? ini sudah 3 bulan lebih. dan sebentar lagi 4 bulan," tanya Gara


"Keluhan yang ibu alami memang dapat terjadi setelah patah tulang. memang prosesnya lama dan pelan pelan akan bisa jalan normal. Hal ini dikarenakan pada saat tulang patah, akan terjadi pembatasan gerakan dari sendi-sendi yang terkait. Pembatasan gerakan inilah yang lama kelamaan akan membuat sendi menjadi kaku," jawab Dina


"Berarti istri saya akan bisa jalan lagi Sus?" tanya Gara


"Iya Pak, berdasarkan rontgen terakhir tulang di kaki ibu kedudukanya normal. kita akan pelan pelan memobilisasi ibu guna agar sendi tidak kaku. tapi sebelumnya saya mau tes ibu untuk berdiri dan gerakan kaki satu langkah saja. pegangan ya Bu," jawab Suster


Dina saat itu mencoba permulaan latihan berdiri. Sementara Gara saat itu berada di samping Dina untuk berjaga jaga.


"Saya mulai sekarang ya Sus," ucap Dina


"Iya Bu, hati hati," jawab Suster


Dina saat itu membaca doa terlebih dahulu sebelum berdiri. Setelah membaca doa, Dina pelan pelan berdiri sembari berpegangan penyangga. Dan hasilnya, Dina sudah bisa berdiri walau kaki kayanya terasa berat.


"Sus, saya bisa berdiri sus," ucap Dina


"Rasanya gimana Bu?" tanya Suster


"Kaki kanan saya berat dok, dan saat ini mulai capek. kalau capek mulai sedikit nyeri," jawab Dina


"Coba ibu gerakan kaki kananya satu langkah saja." ucap Suster


Dina pelan pelan mulai memajukan kaki kananya. Walaupun berat dan kaku, Dina berusaha mengangkat kaki kananya. Dan hasilnya, Dina berhasil memajukan sedikit kaki kananya


"Sus, kalau kaki kanan saya nggak berat. saya mungkin bisa lebih jauh melangkah," ucap Dina


"Apakah nyeri?" tanya Suster


"Sedikit," jawab Dina


"Baik Bu, ibu silahkan duduk. besok ibu bisa langsung ke rumah sakit untuk melakukan mobilisasi, agar persendianya tidak kaku. semoga minggu depan ibu ada kemajuan lagi," ucap Suster


"Dok, apa saya boleh latihan jalan?" tanya Dina


"Belum bisa Bu, dalam masa pemulihan patah kaki yang ibu alamai, ini langkahnya bertahap mulai dari tidak boleh banyak gerak, belajar berdiri, menggerakan kaki, dan berjalan ibu baru lolos tahap berdiri," jawab Suster


"Kalau renang boleh Sus? untuk membantu menegangkan ototnya?" tanya Gara


"Bisa, tapi untuk sebatas peregangan saja dengan. menggerakan kaki di dalam air. tidak untuk berenag secara normal. dan jangan lupa pakai pembungkus gips," jawab Suster

__ADS_1


"Baik Sus, terima kasih," saut Dina


+++++++++++++++


Setelah kepergian suster, Gara mengajak Dina ke kolam renang. Sesampainya di kolam renang, Gara mengikuti saran yang diberikan oleh Suster.


"Kamu duduk saja di pinggir kolam ya? sudah abang pasang pembungkus gips nya," ucap Gara


"Iya Bang," jawab Dina


Gara kemudian melepaskan pakaianya dan hanya memakai boxer


"Loh? abang mau berenang? aku kira menemani aku terapi," tanya Dina kesal


"Ini abang menemanimu sambil renang, abang akan atraksi untuk menghiburmu, biar kamu terapinya nggak bosen cuma natap kolam," jawab Gara


"Abang bisa atraksi? jangan banyak tingkah Bang, nanti kecelakaan loh," saut Dina


"Lihat saja, dan nikmatilah," jawab Gara


"Abang lepas pakaian kaya gitu kalau pelayan sama suster lihat bagaimana?" tanya Dina


"Ciye...kamu nggak rela tubuh abang dilihat banyak orang?" jawab Gara


"Kalau abang mengejeku, pas sembuh bisa jalan nanti aku akan nekat pakai bikini pas ke kantin, biar banyak yang beli," saut Dina kesal


Dina hanya diam karena ngambek


"Hei, pelayan dan suster sudah aku larang masuk. dan ketutup tirai dalam dan tirai luar juga," ucap Gara


Gara tiba tiba mencium pipi Dina lalu menyeburkan diri di kolam. Dina melihat Gara benar benar pintar dalam berenang. Di sela sela berenang, Gara membantu Dina menggerakan kaki kananya yang di terapi.


"Gimana rasanya digerakin dalam air? sudah enakan?" tanya Gara


"Iya, lebih ringan," jawab Dina


"Terus gerakin, abang lanjut atraksi lagi," ucap Gara


Namun sebelum atraksi Gara tiba tiba melepaskan boxernya kemudian memberikan kepada Dina.


"Bawa ini, abang mau berenang," ucap Gara


"Bang, kok malah dilepas semua sih? kelihatan belalainya," jawab Dina


"Kamu mau pegang?" tanya Gara


"Nggak mau," jawab Dina

__ADS_1


"Aman, hak apa apalah, yang lihat cuma kamu saja istri abang," ucap Gara


"Abang kaya anak kecil deh, nggak pakai apa apa saat berenang," Dina


"Abang memang bayi besar kamu, abang bisa menjadi bayi besar jika hanya bersamamu," saut Gara


Gaea saat itu melanjutkan berenangnya sementara Dina melanjutkan terapinya menggerakkan kaki bagian kanan.


++++++++++++++


Setelah berenang, Gara dan Dina saat itu bersiap menyantap makan siang. Ketika makan siang, Gara saat itu mendapatkan informasi jika Selly menjadi buronan karena narkoba. Selly saat itu menitipkan pesan pada Gara agar bersedia merawat Fia.


...Kepada : Gara...


...Gara, aku mohon jaga anak kita. aku bingung harus menitipkan kepada siapa. saat ini aku menyuruh anak kita menunggu di pos satpam Kos Ragina. aku saat ini menjadi buronan polisi, aku tidak mau anak kita menjadi korban. jadi lebih baik anak kita bersamamu saja. aku tadi bilang ke satpam hanya titip sebentar. Tapi aku tidak kembali mengambil anaku. aku tidak mau anak kita menderita karena aku,...


...Tolong jaga anak kita Afi...


...Aku akan kembali jika masalahku sudah beres...


...Aku ingin Adil hidup nyaman sama kamu....


...Dari : Selly...


Gara saat itu sangat kesal dengan Selly yang lagi lagi menganggu rumah tangganya. Akibat pesan dari Selly, Gara menjadi tidak nafsu makan.


Sementara Dina yang melihat Gara nampak marah mencoba menanyainya.


"Bang, ada sapa?" tanya Dina


"Selly kembali berulah," jawab Gara


"Berulah apa Bang? apakah masalah anak kemarin lagi?" tanya Dina


"Kamu baca ini, abang sangat emosi bacanya. bisa bisanya dia mengklaim anaknya itu anaku," jawab Gara


Dina saat itu membaca pesan dari Selly yang tertuju Gara. Dina yang membacanya saat itu menangis karena tidak tega dengan keadaan Fia


"Bang, kita harus jemput Fia. kasihan Fia Bang, dia masih balita," ucap Dina


"Itu akal akalan dia saja, biarkan saja lagian bukan urusan kita. dia sengaja membuat kita tidak tenang," jawab Gara


"Kalau abang nggak mau jemput, biar aku yang jemput," saut Dina menangis


Gara panik saat melihat Dina berdiri. Tanpa berpikir panjang Gara langsung menuruti Dina


"Ok, jangan menangis, duduklah lagi, abang akan jemput Fia," jawab Gara

__ADS_1


__ADS_2