
Sore hari, Gara sudah sampai ke rumah bersiap mengantar Dina di kos ragina untuk rapat. Sesampainya di rumah, Gara langsung ke kamar ingin menghampiri Dina. Namun ketika sampai di kamar, Gara terdiam tak berkedip melihat penampilan tak biasa dari Dina. Di meja rias, terlihat Dina memakai pakaian tertutup dan kepala berbalut hijab.
"Eh, abang sudah pulang," ucap Dina
Dina bergegas berdiri kemudian berjalan menggunakan penyangganya. Sementara Gara masih terus terdiam memandangi wajah Dina. Bagi Gara, Dina sangat cantik bak bidadari muslimah impian para kaum adam. Selama mengenal Dina, Gara tak pernah melihat Dina berpenampilan muslimah kecuali saat shalat.
"Subhanallah, ini istriku Dina. cantik sekali. aku seperti mimpi melihat Dina seperti ini, kamu sangat pantas berpampilan muslimah seperti ini," batin Gara
"Bang, disapa kok diam?" tanya Dina
"Eh anu, abang kagum dengan penampilan kamu hari ini," jawab Gara
"Apa abang keberatan jika aku berpenampilan tertutup seperti ini jika keluar rumah?" tanya Dina
"Tentu saja tidak, abang sangat mendukungmu," jawab Gara
"Tapi jika di rumah aku akan berpenampilan seperti biasa. aku belum siap sepenuhnya," ucap Dina
"Nggak apa apa, selama tidak memperlihatkan rambut indahmu ke lawan jenis bukan muhrimu. abang tidak masalah. ini suatu kemajuan. abang sangat bangga sama kamu," jawab Gara
"Mas Luqman sudah menghubungiku tadi, apa kitaw berangkat sekarang?" tanya Dina
"Iya, kita berangkat sekarang," jawab Gara
"Bang, saat ini Fia tidur sama suster. kita harus cepat rapatnya nanti," saut Dina
"Iya, abang mengerti," jawab Gara
++++++++++++++++
35 menit kemudian, Gara dan Dina sudah sampai di halaman belakang kos. Di halaman belakang, terlihat Luqman dan bersama para anggota futsal bersiap mengikuti rapat. Luqman yang melihat kedatangan Gara dan Dina sebenarnya terfokus pada kecantikan Dina. Namun fokus Luqman buyar ketika melihat mata elang Gara mengintimidasinya.
"Selamat sore, apakah rapat bisa dimulai sekarang?" tanya Gara tegas
"Selamat sore, Pak, Bu. iya akan saya mulai," ucap Luqman basa basi
"Mas Luqman, jangan terlalu formal begini. saya nggak enak jadinya kalau di panggil Bu," ucap Dina
"Kita adalah pimpinan di kos ini, sudah sepatutbta mereka panggil kita seperti itu. sebaiknya cepat mulai rapatnya," jawab Gara
Luqman saat itu memulai rapatnya dengan membentuk kepengurusan komunitas futsal RGN United. Selain itu Luqman juga mulai meyusun jadwal latihan para anggota futsal. Panjang lebar Luqman menjelaskan materi rapat membuat Dina kebingungan masalah biaya akomodasi. Berbeda dengan Gara yang langsung menyetujui apapun yang dikatakan Luqman agar raoat cepat selesai.
"Kamu sudah berpengalaman menjadi pelatih di komunitas futsalmu dulu, jadi aku pasrahkan semua padamu. masalah biaya dan akomodasi aku bisa fasilitasi. tapi aku ingin ada progres kedepanya. jika tidak ada progres? aku memutuskan untuk tidak mau bekerja sama lagi," ucap Gara
__ADS_1
15 menit kemudian, Gara dan Dina meninggalkan kos dan pulang ke rumah. Namun dalam perjalanan pulang ke rumah, Gara terlebih dahulu mengajak Dina makan malam di restoran.
"Din, kita makan di restoran ya? abang kangen kita makan diluar," ucap Gara
"Terserah abang saja," jawab Dina
"Kamu mau makan seblak nggak?" tanya Gara
"Sebaiknya jangan pedes pedes. takutnya nanti sakit perut," jawab Dina
"Kalau bakso gimana?" tanya Gara
"Boleh," jawab Dina
15 menit kemudian, Gara dan Dina sudah sampai di warung bakso. Ketika hendak keluar sebenarnya Dina ingin jalan senior menggunakan penyangga namun Gara melarangnya.
"Warung bakso disini ramai, karena terkenal enak. kamu harus pakai kursi roda," ucap Gara
"Nanti aku keligatan kaya orang lumpuh Bang," jawab Dina
"Nggak lah, jangan pedulikan orang lain, kamu nggak sendiri ada abang," saut Gara
10 menit kemudian, Gara dan Dina menikmati bakso yang dipesanya. Ketika menikmati bakso, Gara saat itu mulai menunjukan keromantisanya pada Dina.
Dina saat itu hendak menerima suapan Gara, namun tiba tiba fokusnya teralihkan dengan suara keributan di luar warung.
"Bang, ada keributan di luar warung," ucap Dina
"Biarkan saja, ayo kita nikmati dulu bakso kita," saut Gara
Awalnya Dina menuruti perintah Gara, namun lagi lagi fokusnua makin teralihkan karena seperti mendengar suara Luqman.
"Bang, sepertinya orang yang bertengkar itu suara Mas Luqman," ucap Dina
"Baiklah kamu tenang, aku akan lihat keluar. dan kamu tetap tunggu disini saja," jawab Gara
Gara kemudian berlari keluar melihat keadaan diluar. Namun sesampainya diluar, Gara sangat terkejut melihat Luqman dan Selly adu mulut di dekat mobilnya
"Hei hei, mengapa kalian ribut disini?" tanya Gara kesal
"Gar, katakan pada pria itu kalau Fia itu anakmu," jawab Selly
"Hei, apa maksudnya ini?" tanya Gara
__ADS_1
"Jadi anaku ada sama pria ini? itu katamu !!! jadi pria ini yang katamu memuaskanmu !!! " teriak Luqman pada Selly
Selly saat itu tak peduli dengan bentakan Luqman. Bagi Selly, dirinya akan aman bersama Gara
"Iya, masalah? dia banyak uang, sementara kamu hanyalah mantan sekarang. aku sama sekali tak mau bersama pria miskin sepertimu," ucap Selly
Selly kemudian menggandeng tangan Gara tapi sayangnya Gara langsung mengibaskan.
"Jangan sentuh tanganku !!! jadi ini alasanmu menitipkan anakmu secara diam diam? dan kamu adalah mantan istri dari pria itu?" ucap Gara
"Gar, ini demi anak kita agar laki laki kejam itu tak menyakiti anak kita," jawab Selly
"Aku bukan bapak dari anakmu !!! kamu tak puas menghancurkan hidupku di masa lalu?" tanya Gara
"Munafik loh ***, sok merasa hidupmu dihancurkan. sekarang aku tahu kalau kamu adalah selingkuhan Selly dan kamu merebutnya dariku. dan aku baru tahu kalau kamu menyelingkuhi Dina dulu, jadi aku ingin kamu melepaskan istrimu dan kembalilah sama wanita selingkuhanmu ini," jawab Luqman
"Dina istriku !!! jaga mulutmu!!! aku jika bukan karena istriku pasti sudah aku buang anak itu" teriak Gara
"Kamu pikir aku tidak tahu apapun? dengan fakta kamu adalah perebut istri orang, kamu akan merasakan hal yang aku rasakan dulu," jawab Luqman
Tak lama kemudian, dari kejauhan Dina memanggil Gara.
"Bang...." sapa Dina
Gara saat itu menoleh ke belakang melihat Dina dari pintu warung. Tanpa mempedulikan Selly dan Luqman, Gara berlari menghampiri Dina.
"Ada apa sayang?" tanya Gara
"Abang nunduk sedikit," jawan Dina
"Eh ada apa?" tanya Gara tapi menurut
Dina saat itu mengeluarkan tisu dari tas kecilnya lalu membersihkam keringat yang menetes di wajah dan leher Gara.
"Abang berkeringat, abang habis marah marah?" tanya Dina
"Kamu lihat dua orang didekat mobil kita?" tanya Gara
"Mbak Selly dan Mas Luqman," jawab Dina
"Din, nanti pulang dari warung bakso ini, abang akan cerita sesuatu sama kamu," saut Gara
"Baik Bang," jawab Dina
__ADS_1