MENGEJAR CINTA IBU KOS MUDA

MENGEJAR CINTA IBU KOS MUDA
Episode 98 - ATURAN KOS


__ADS_3

Setelah melakukan pelepasan, Gara sangat puas walaupun eranganya tertahan bekapan mulut Dina. Gara saat itu melihat dirinya melakukan pelepasan di dalam. Terdapat sedikit penyesalan karena Gara tahu mengeluarkan cairanya di ldalam memiliki resiko pada bu hamil muda. Potensi dampak buruknya bisa saja ibu hamil mengalami kontraksi yang membahayakan janin


"Sayang, abang minta maaf. tadi nggak sempat kecabut pas cairan abang keluar. apa kamu baik baik saja?" tanya Gara


"Aku hanya merasa mudah lelah saja. padahal hanya sebentar. mungkin karena kehamilan ini. sekarang kita harus cepat mandi," jawab Dina


Setelah kejadian di kamar mandi, Dina menyadari infus di tangan Gara hampir terlepas. Sesuai dugaan Dina, Gara pasti akan lepas kendali dan akan melupakan keadaanya jika sedang melakukan hubungan seksual. Seandainya tadi Dina tidak menutup mulut Gara saat pelepasan pasti orang akan dengar suara Gara mengerang.


Tanpa berpikir panjang, Dina saat itu memanggil suster untuk memasang ulang infus di tangan Gara.


"Suster, infus di tangan suami saya hampir terlepas. saya minta tolong di pasangkan ulang infusnya," ucap Dina


"Baik Nona, apa perlu saya kasih penyangga kayu di tangan kananya? hal ini bisa mencegah pasien melepaskan infus secara tiba tiba," jawab Suster


"Tidak perlu dokter, lepasnya tadi tidak sengaja pas di kamar mandi," jawab Dina


"Baik Nona," saut Suster


Suster kemudian melakukan tugasnya memasang ulang infus Gara. Setelah infus terpasang suster keluar dari ruangan sementara Dina bersiap pergi mencari makan


"Bang, aku izin cari makan," ucap Dina


"Tidak bisakah suruh pelayan saja yang bawakan makanan. abang nggak tenang kamu keluar sendirian," jawab Gara


"Pelayan di rumah aku suruh membantu Bik Sri berjualan di kantin kos hari ini. sekarang kantin buka 14 jam biar mahasiswa kos bisa makan malam," ucap Dina


"Ya sudah kamu hati hati," Jawab Dina


+++++++++++++


Sementara itu di Kos Ragina putri, Adit terlibat debat panas dengan Ayunda di kamar kos nomer 20. Untungnya 4 kamar nomer 16, 17, 18, 19 di lantai 2 yang dekat kamar nomer 20 belum ditempati. Sehingga debat panas Adit dan Ayunda tak menuai sorotan mahasiswi kos.


Perdebatan terjadi bermula ketika Adit refleks mengatai Ayunda dengan sebutan wanita hantu. Ayunda yang tidak terima langsung marah marah dan mengusir Adit. Namun sayangnya, Adit tak mau pergi sebelum uang kos terbayar


"Aku tidak akan pergi sebelum kamu membayar kos yang nunggak dua bulan ini," ucap Adit


"Hei anda siapa? saya masih baru disini. saya tidak mau membayar ke kamu. sekalipun saya ikut bayar, saya hanya berhak membayar separuhnya di bulan ini. separuhnya di bulan ini dan dua bulan sebelumnya itu tanggung jawab teman saya. di data jelas kan? atas nama Rosmalina," jawab Ayunda


"Saya adalah penanggung jawab di kos ini. sekarang saya tidak punya banyak waktu. cepat hubungi teman kamu itu, kalau tidak fasilitas Wi-Fi di kamar ini akan saya hentikan sekarang juga," ucap Adit

__ADS_1


"Berapa biaya sewa kos di kamar ini?" tanya Ayunda jutek


"Rp.750.000 per bulan, jadi total Rp 2.250.000 karena nunggak tiga bulan," jawab Adit


"Apa bisa dibayar lewat via transfer? saya hanya membayar Rp.325.000 untuk bulan ini. karena saya tidak punya kewajiban membayar seluruhnya," saut Ayunda


"Tidak, saya tetap ingin dibayar Rp.2.250.000 sekaligus, kalau tidak resiko di tanggung penghuni kos," jawab Adit


"Cuih...menyebalkan !!!" umpat Ayunda


Ayunda terus berusaha menghubungi temanya tapi masih juga belum diangkat. Dan beberapa menit kemudian, Ayunda panik saat tiba tiba nomer temannya tak bisa di hubungi.


"Kau dimana sih Ros? kamu nggak tahu aja penanggung jawab di kos sini kaya rentenir. please dong jangan bikin aku panik..." batin Ayunda


Adit yang melihat raut panik wajah Ayunda langsung memintanya memberikan nomer ponsel temannya padanya.


"Boleh lihat nomer temanmu itu? saya akan coba hubungi dia," ucap Adit


Ayunda memberikan nomer temanya pada Adit. Tanpa basa basi, Adit langaung menelepon teman Ayunda tiba tiba terangkat.


📞 "Hallo...maaf dengan siapa ya?" tanya teman Ayunda


📞"Cepat bayar kosmu yang nunggak selama tiga bulan ini, saya penanggung jawab kos Ragina," jawab Adit


Tut...Tut...(telepon tiba tiba mati)


Adit saat itu menatap raut wajah Ayunda yang panik


"Bagaimana Nona? kamu dengar sendiri ucapan temanmu? dan lihat temanmu memblokir saya setelah menutup teleponnya. mungkin saat ini dia juga memblokirmu," ucap Adit


Ayunda mengecek ponselnya dan benar saja temannya memblokirnya. Tanpa berpikir panjang, daripada membayar Ayunda berpikir lebih baik membantu Adit menggugat temanya dengan gratis.


"Baiklah, bagaimana kalau saya membantu anda menggugat perdata teman saya di pengadilan? biar kita sama sama adil. saya seorang pengacara. dan khusus ini saya memberikan jasa hukum gratis tak meminta imbalan," ucap Ayunda


"Mengapa harus ribet? saya punya kesibukan lebih penting daripada mengurus hal hal tak penting di pengadilan. ini masalah antara kamu dan temanmu. bukan masalah saya," jawab Adit


"Loh, tapi ini salah satu cara agar saya dan anda tidak di rugikan masalah teman saya ini," ucap Ayunda


"Terus setelah waktu dan tenaga habis terkuras tapi ujungnya temenmu mentok nggak ada duit gimana? mentok dia akan masuk penjara aja itu? kamu yang puas, saya yang rugi?" tanya Adit

__ADS_1


"Justru lewat penyelesaian hukum inilah semua bisa diterima secara adil," jawab Ayunda


"Anda pengacara dari perusahaan terkenal, tidak mungkin saat ini anda miskin tak ada duit sebesar itu? tinggal bayar uang segitu apa susahnya? anda bahkan bisa menenangkan gugatan seorang pengusaha sekaligus menggulingkan seorang CEO yang terbaring lemah di rumah sakit," saut Adit


Ayunda terkejut dan hanya diam seperti menahan sesuatu di hatinya


"Bayaran anda sebagai pengacara dia pasti besar. bahkan pasti lebih besar dari gaji saya. saya aja tiap bulan sanggup bayar loh. anda?" ucap Adit


"Dari mana anda tahu tentang identitas saya? saya tidak kenal anda. mengapa kamu kenal sama saya?" tanya Ayunda


"Seorang CEO yang kamu sambangi di rumah sakit itu adalah pendiri kos yang kamu huni ini. dan saya adalah orang kepercayaanya," jawab Adit


Ayunda hanya terdiam


"Saya beri waktu 1 jam untuk melunasi bayaran kos kamar kamu ini. tanggungan temanmu adalah tanggungannu juga. saya nggak mau tahu, uang sebesar Rp.2.250.000 itu harus ada dalam waktu 1 jam kedepan," ucap Adit


"Anda memeras saya? saya akan keluar hari ini juga. dan tunggu saja. anda bisa saya tuntut atas dugaan pengancaman," ancam Ayunda


"Kamu tidak akan boleh keluar sebelum uang itu lunas. sesuai aturan di kos ini. jika kamu tak sanggup membayar, kamu diharuskan ikut membantu berjualan di kantin selama jeda waktu tunggakan kos. kamu belum bayar 3 bulan berarti gantinya selama 3 bulan ini kamu bekerja di kantin," jawab Adit


"Peraturan apa itu? bagaimana dengan kuliahku? kamu mengancamku," saut Ayunda


"Itu adalah konsekuensimu. makanya bayar sekarang juga baru kamu boleh keluar. Sebaiknya kamu membaca aturan kos di grup whatsappmu," jawab Adit lalu pergi


Ayunda yang penasaran dengan aturan kos langsung membuka di grup whatsappnya


*Aturan Kos Ragina*


- Mahasiswa belum bayar yang berniat keluar diharuskan melunasi tanggungan biaya kos terlebih dahulu


- Mahasiswa tidak boleh keluar dari kos jika tidak bisa melunasi biaya sewa.


- Apabila tidak sanggup melunasi, mahasiswa di wajibkan.


• Ikut membantu berjualan di kantin selama waktu bulanan yang belum di bayar (perempuan)


• Membantu security di kos selama waktu bulanan kos yang belum dibayar (laki laki)


- Selama melakukan pekerjaan, mahasiswa tetap tinggal di kos seperti biasa namun tidak berhak menggunakan WiFi kos.

__ADS_1


- Mahasiswa tetap bisa berkegiatan di luar kos dengan syarat menitipkan KTP sebagai jaminan tidak melanggar aturan.


- Mahasiswa akan diberi pesangon Rp.100.000 jika sudah selesai menunaikan hukuman.


__ADS_2