
Malam ini memang hujan deras. Sehingga Dina beranggapan perutnya kembung karena cuaca dingin..
"Mungkin aku kembung karena hawa malam ini. sebaiknya aku ke dapur buat wedang jahe," batin Dina
Dina saat itu turun dari ranjangnya kamudian berjalan keluar kamar. Namun baru saja keluar kamar, lampu rumah tiba tiba padam dan ada tangan yang memegangi tangan Dina.
"Aaaaaaaaaa....:" teriak Dina.
Pemilik tangan yang memegang Dina sontak menarik tubuh Dina kedalam pelukanya. Sementara Dina yang sudah hafal aroma tubuh seseorang yang memeluknya langsung tenang.
"Bang," ucap Dina
"Ssssttt.....kamu mau kemana?" tanya Gara
"Aku kaget, aku takut gelap" jawab Dina
Gara saat itu menuntun Dina ke kamar kemudian mengaktifkan senter di ponsel.
"Kamu tengah malam begini mau kemana?" tanya Gara
"Aku mau ke dapur," saut Dina
"Mengapa kamu mau ke dapur?" tanya Gara
"Aku mau buat wedang jahe, mungkin efek cuaca dingin saat ini bikin aku masuk angin. perutku rasanya kembung. mau muntah tapi nggak bisa di muntahkan," jawab Dina
"Iya sudah, kamu balik ke kamar saja. abang yang buatkan wedang jahe untukmu," ucap Gara
"Abang sebaiknya tidur saja, besok abang kerja," jawab Dina
"Nggak bisa, abang mana bisa tidur lihat istrinya nggak enak badan," saut Gara
Gara kemudian menuntun Dina masuk kedalam kamar. Sesampainya di dalam kamar, Gara menyalakan lilin lalu pergi menuju dapur.
"Kamu tunggu sini, jangan kemana mana," ucap Gara
Setelah kepergian Gara, Dina mengelus elus perutnya karena rasanya tidak nyaman. Selain itu Dina juga merasa kedinginan. Tak ingin terus berdiam diri, Dina memutuskan ingin mengambil jaket di lemari. Namun saat mencari jaket, tiba tiba Dina kejatuhan bungkusan pembalut yang masih utuh.
Awalnya Dina mengembalikan pembalutnya ke tempat semula. Namun beberapa detik kemudian, Dina teringat terakhir kali dirinya memakai pembalut.
"Loh, bukanya dua minggu kemarin harusnya aku datang bulan ya? jika kehitung sekarang kok aku telat jauh banget ya? mentok mentok telat maksimal 5 hari, ini aku nggak salah hitung kan?" tanya Dina
__ADS_1
Dina saat itu memakai jaketnya lalu mengecek kalender di ponselnya. Ketika Dina mengecek kalendernya, ternyata perkiraanya tidak salah. Dina masih ingat terakhir kali dirinya dibantu suster memakai pembalut. Seharusnya dua minggu kemarin adalah jadwal dirinya menggunakan pembalut.
"Aku telat lama sekali, masa aku hamil? besok aku coba konsultasi sama suster," ucap Dina
Tak lama kemudian, Gara datang membawakan wedang jahe untuk Dina.
"Sayang, ini wedang jahenya," ucap Gara
"Iya, makasih bang," jawab Dina
Dina kemudian meminum wenang jahe buatan Gara
"Sayang, mau abang kerokin?" tanya Gara
"Aku tidak pernah kerokan, jadi minum ini saja sudah cukup," jawab Dina
"Iya sudah, cepat habiskan. biar tubuhmu hangat," ucap Gara
Setelah meminum habis wedang jahenya, Dina saat itu bersiap untuk tidur. Sementara Gara saat itu matanya terfokus melihat bungkus pembalut di meja
"Sayang, kamu datang bulan?" tanya Gara
Gara tak mendengar jawaban dari Dina karena saat itu Dina sudah tertidur.
+++++++++++
Esok hari, Dina sudah terbangun dari tidurnya. Ketika bangun tidur Gara saat itu sudah duduk di soda menyiapkan berkas pekerjaanya
"Eh, abang kok sudah siap siap, maaf aku tak sempat siapkan air hangat dan pakaian abang," ucap Dina
"Nggak masalah, abang mengerti kok, sekarang abang coba ke kamar Fia. kamu mandi dulu sana," jawab Gara
Gara kemudian pergi meninggalkan Dina
Sementara Dina hanya terdiam heran melihat Gara hari ini. Biasanya setiap pagi Gara meminta mandi bersama dengan Dina. Namun hari ini, Dina merasa aneh tiba tiba Gara tak mengajaknya mandi. Gara saat itu justru sudah mandi duluan dan sudah siap dengan pakaian kerjanya
"Tumben, Bang Gara nggak minta mandi bareng, mungkin buru buru kali ya? atau sudah bosan?" batin Dina
Dina bergegas pergi menuju ke kamar mandi.
15 menit kemudian, Gara masuk ke dalam kamar ingin mengambil berkasnya yang tertinggal meja. Namun baru saja hendak mengambil berkas, tiba tiba Gara disuguhkan pemandangan Dina yang hanya memakai handuk saat keluar dari kamar mandi.
__ADS_1
"Eh, abang kok kesini?" tanya Dina
"Din, mengapa kamu seperti ini dihadapan abang? apa kamu sengaja membuat abang tersiksa?" saut Gara
"Maksud abang apa? aku nggak tahu apa apa," jawab Dina
Dina terlihat santai dan tidak berteriak walaupun kondisinya hanya memakai handuk saja dihadapan Gara. Dina sudah terbiasa tanpa busana di hadapan Gara. Hal ini dikarenakan Gara sering membiasakan mandi bersama.
Tapi saat ini Gara sadar Dina datang bulan. Tak ingin hasratnya makin tak terkendali, Gara menyuruh Dina pergi dari hadapannya.
"Dina, bisakah kamu cepat memakai pakaianmu di kamar mandi," ucap Gara
"Ada apa Bang? biasanya abang biasa aja aku seperti ini?" tanya Dina
"Din, aku mohon kamu mengertilah, jangan goda abang seperti ini," ucap Gara
"Maaf, aku nggak bermaksud goda abang. aku nggak tahu jika di kamar ada abang," ucap Dina
"Iya sudah, sekarang cepat ganti baju, abang tunggu di meja makan," jawab Gara
Gara kemudian pergi meninggalkan kamar. Sementara Dina saat itu gelisah melihat perubahan drastis pada sikap Gara. Biasanya Gara tersenyum dan menciumi Dina ketika Dina berpenampilan terbuka. Tapi saat ini Gara terlihat cuek dan malah marah marah.
"Ada apa dengan Bang Gara? apakah aku ada salah dengan Bang Gara? mengapa Bang Gara seperti jijik denganku? Bang Gara tak pernah kesal seperti ini ketika melihatku berpakaian terbuka seperti ini," batin Dina
3 menit kemudian, Dina sudah selesai berpakaian. Setelah berpakaian, Dina bergegas ke meja makan menghampiri Gara dan Fia. Sesampainya di meja makan, Dina melihat Gara sudah menghabiskan makannya. Sementara Fia masih disuapi pelayan.
"Abang sudah makan ya?" tanya Dina
"Iya tadi sekalian makan bareng Fia, ya sudah abang pamit berangkat kerja," jawab Gara
"Baik Bang," saut Dina
Gara saat itu hanya mengajak Dina bersalaman lalu pergi begitu saja. Perlakuan Gara waktu berpamitan lagi lagi membuat Dinas heran. Tidak seperti biasanya saat Gara berpamitan. Biasanya Gara minimal akan mencium kening Dina atau mengelus rambut.
"Ada apa dengan Bang Gara sekarang ini? apakah ada masalah tersembunyi? atau abang sudah bosan denganku? tapi nggak mungkin, abang menghianatiku" batin Dina
+++++++++++
1 jam kemudian, Dina saat itu menemani Dia menonton TV. Awalnya Dina menyetel chanel masha and teh bear. Tapi berhubung Fia tak menonton tv dan malah bermain boneka, Dina memutuskan menyetal FTV tentang suami seringkuh.
Dalam ceritanya si laki laki awalnya baik mencintai wanitanya apa adanya. Tapi diam diam, laki laki itu sering selingkuh di belakang istrinya. Perlahan keromantisan laki laki itu memudar dan beralih bersifat acuh pada wanitanya. Dan endingnya wanita menyelidiki laki lakinya sekaligus memergoki sang laki lakinya selingkuh.
__ADS_1
Dina yang melihat FTV nya sedikit terisak karena merasakan apa yang dirasakan wanita di FTV.
"Mengapa mirip dengan jalan hidupku? apakah perselingkuhan itu akan terjadi lagi? apakah aku akan bernasib sama dengan wanita FTV itu?" batin Dina