
3 bulan kemudian, ada banyak perubahan dalam kehidupan Gara.
- Pertama Kos Ragina semakin berkembang dengan mulai membangun cabang kos khusus wanita. Gara melakukanya diam diam karena buat suprise ketika Dina ulang tahun.
- Kedua tepat di usia pernikahanya berusia 3 bulan, Gara sudah melegalitaskan pernikahanya. Gara senang memandang buku nikah yang saat ini dipegangnya. Setelah perjuangan panjang, akhirnya Gara berhasil mencatatkan pernikahanya di pengadilan agama.
"Alhamdulillah, aku sangat menantikan hal ini," ucap Gara
Di kantornya, Gara menjadi semakin bersemangat dalam bekerja. Namun pekerjaanya tertenti sejenak karena Gara mendapatkan informasi mengejutkan dari Lukman.
Lukman menyampaikan informasi kalau Atmajaya Group akan mengumumkan CEO perusahaan baru. Gara tentu saja terkejut karena setahunya pengumuman CEO diumumkan akhir tahun atau kurang 2 bulan lagi.
"Luk, kamu serius dengan ucapanmu?" tanya Gara
"Aku dapat kabar dari ketua devisi. tapi kok aku curiganya kamu ya yang jadi?" saut Luqman
"Mengapa aku?" tanya Gara
"Kamu bukanya anak Pak Umar? siapa lagi yang pimpin perusahaan ini kalau bukan kamu? masa anaknya yang masih SD itu?" saut Lukman
"Dulu sih iya pernah ada pembicaraan aku mau diangkat. tapi aku masih belum memutuskan keputusanku. mungkin bisa jadi kerabatnya yang lain," ucap Gara
"Iya juga sih, tapi aku penginya kamu," saut Lukman
"Kok aku?" tanya Gara
"Iya namanya juga teman, haha....naik jabatan lah..." jawab Lukman
1 jam kemudian, Gara saat tiba tiba dipanggil untuk menemui Pak Umar. Firasat Gara sudah tidak enak ketika memasuki ruangan. Sesampainya di ruangan Gara saat itu berhadapan langsung dengan Pak Umar.
"Gar, kamu sudah dengar kabar terbaru ini?" tanya Pak Umar
"Iya, aku dengar dari ketua divisi," jawab Gara
"Gara, pengumuman sengaja ayah percepat karena kondisi ayah yang mulai sakit sakitan. ayah ingin fokus berobat ke Jerman. maka dari itu ayah ingin kamu harus siap ya," ucap Pak Umar
"Tapi mengapa nggak Pak Tito saja, aku tidak yakin bisa memimpin perusahaan?" saut Gara
"Dua bulan ini sudah cukup kamu mengenal perusahaan ini. kinerjamu juga bagus. Pak Tito akan menjadi sekretarismu sementara selama dua bulan kamu bertugas. Pak Tito dua bulan lagi pensiun, untuk penggantinya kamu bisa tentukan," jawab Pak Umar
__ADS_1
"Bagaimana dengan keluarga ayah?" tanya Gara
"Kamu nggak usah khawatir, rencananya minggu depan ayah umumkan. beri tahu istrimu, istrimu pasti senang melihatmu," jawab Pak Umar
+++++++++++++++++
Malam harinya, Gara saat itu menceritakan pada Dina tentang kenaikan jabatanya sebagai CEO. Gara juga membongkar jika Atmajaya Group adalah perusahaan yang dinaungi ayah tirinya. Dina yang mendengarkan cerita Gara hanya bisa bangga dan menangis haru.
"Abang hebat, sebentar lagi jadi CEO. aku tidak menyangka abang selama ini calon pewaris Atmajaya Group," ucap Dina
"Minggu depan abang akan serah jabatan, kamu harus mendampingi abang," jawab Gara
"Tidak Bang, aku tidak bisa jalan. aku tidak mau abang malu karena aku," saut Dina
"Tidak masalah, jangan pikirkan itu. latihan jalanmu tadi gimana sama suster?" tanya Gara
"Baru belajar berdiri dan gerakan kaki, itu saja nggak bisa lama, walaupun kaki kiriku normal susah juga, apa kata orang jika aku ikut ke acara abang minggu depan," jawab Dina
Gara saat itu teringat pernikahanya yang sudah terdaftar di pengadilan agama. Dengan raut wajah bahagia, Gara mengambil buku nikahnya yang baru jadi hari ini.
"Din, kamu lihat ini, kamu senang nggak?" tanya Gara
"Abang bahagia sekali," jawab Dina tersenyum
"Bang, apa abang tidak berpaling lagi dariku? melihat keadaanku seperti ini, kadang aku takut abang meninggalkanku jika bosan. tapi aku juga nggak melarang abang untuk berhubungan dengan siapa pun. aku sadar diri dengan keterbatasan yang aku milki," saut Dina
"Abang tidak akan berpaling darimu jangan takut. legalitas pernikahan ini bukti abang mencintaimu," jawab Gara
Dina hanya diam
"Kamu sudah mencintai abang?" tanya Gara
"Abang ingin aku menjawabnya?"saut Dina
"Tentu saja," jawab Gara
Dina saat itu mencium bibir Gara tanpa aba aba. Gara yang mendapat sergapan dari Dina, langsung membalas ciuman. Gara sangat merindukan menakutkan bibirnya di bibir Dina. Setelah berciuman, Gara kemudian menyuruh tertidur karena sudah malam.
"Sudah malam, ayo kita tidur," ucap Gara
__ADS_1
"Bang, abang serius akan ajak aku ke kantor?" tanya Dina
"Kamu kira abang bohong, tunggu saja minggu depan. semua orang akan tahu kalau kamu istri abang," jawab Gara
Gara kemudian melepaskan kemejanya dan sekarang hanya memakai kaos kutang putih.
"Abang nggak dingin, di luar hujan," ucap Dina
"Din abang boleh jujur sama kamu nggak?" tanya Gara
"Katakan saja Bang, atau abang berubah pikiran mau meninggalkanku juga nggak apa apa," jawab Dina
"Din, apa harus sampai mulut abang berbusa mengatakan kalau abang tidak akan meninggalkanmu? hilangkan pikiran burukmu itu, abang itu sudah mentok sama kamu," saut Gara
Dina kemudian hanya terdiam
"Din, abang sebenarnya ada kebiasaan tidur tidak pakai baju dan hanya pakai boxer. kamu kan sudah gak takut lihat abang, boleh tidak abang tidur hanya pakai boxer saja, kamu tahu sendiri kan abang ini keringatnya banyak," ucap Gara
"Tidak apa apa, selama abang nyaman tak masalah. abang harus nyaman," jawab Dina
"Baiklah, abang lepas," saut Gara
Gara kemudian melepaskan pakaianya dan hanya menyusahkan boxernya yang menutupi asetnya. Sementara Dina yang melihat tubuh Gara hanya bisa kagum dalam diam. Dina mengakui tubuh Gara semakin kekar seperti model luar negeri.
"Kok ngelihatin abang gitu, abang tampan ya?" tanya Gara
"Abang makin kekar aja aku lihat. pasti abang sering olahraga," jawab Dina
"Abang takut kamu berpaling dari abang. kalau abang kekar kaya ini, kamu pasti tertarik," ucap Gara
"Mana ada bang cowok yang mau sama aku. aku sudah keadaan buluk dan nggak bisa apa apa kaya ini. yang ada para cowok akan menertawakanku," jawab Dina
"Kamu salah, wajah kamu itu cantik. apalagi sikap kamu yang mandiri seperti ini. semua cowok itu suka jika melihatmu. banyak modus modus para cowok mendekatimu yang tidak kamu sadari. makanya abang larang keras kamu punya teman cowok," saat Gara
"Jadi termasuk abang juga ya yang modus dulu jadi sampan?" tanya Dina.
"Sebenarnya kalau jadi satpam dulu itu, memang tidak kesengajaan. tapi kaya modus modus nawarin kamu tumpangan, modus cari perhatian. abang akui iya. tapi sekarang kamu isri abang. jadi abang bebas bisa dekat denganmu," jawab Gara
Gara kemudian mencium pipi Dina lalu mengajaknya tidur
__ADS_1
"Ayo tidur, kamu nggak ngantuk?" tanya Gara
Gara saatw itu mengelus elus rambut Dina hingga akhirnya Dina tertidur pulas.