MENGEJAR CINTA IBU KOS MUDA

MENGEJAR CINTA IBU KOS MUDA
Episode 79 - AROMA MENCURIGAKAN


__ADS_3

Sore hari, Gara saat itu sudah pulang ke rumah. Sesampainya di rumah, Gara langsung disambut oleh Dina yang tidak berhijab di depan pintu.


"Bang, selamat sore. aku sudah siapkan air hangat buat abang mandi," ucap Dina


Gara terkejut dengan penampilan Dina, karena biasanya Dina hanya melepas hijabnya di dalam kamar. Gara tak ingin ada orang di luar rumah melihat Dina yang tak berhijab. Tanpa berpikir panjang, Gara menggadeng Dina mengajaknya masuk ke dalam kamar.


Sesampainya di kamar, Gara meletaka jas hitamnya di sembarang arah lalu mengajak Dina bicara.


"Mengapa kamu berpenampilan seperti ini diluar kamar? kalau satpam lihat atau laki laki diluar sana lihat bagaimana?" tanya Gara


"Bukanya abang lebih suka aku berpenampilan seperti ini?" tanya Dina balik


"Abang tidak mengerti apa yang ada dalam pikiranmu sekarang. kamu dulu sudah niat putuskan ingin berhijab dan abang sangat mendukungmu. tapi abang tiba tiba melihatmu tidak berhijab seperti ini di depan pintu. untinge tidak ada orang depan pintu," jawab Gara


"Apa abang nyaman dengan keputusanku berhijab? aku ingin abang jawab jujur," saut Dina


"Tentu saja abang bangga dengan keputusanmu itu. seorang wanita yang mengenakan hijab itu istimewa di mata abang. mengenakan hijab itu sudah menjadi hal yang dianjurkan dalam agama kita. sebab, ada banyak keuntungan dan keistimewaan dibalik seseorang yang mengenakan hijab. diantaranya wanita yang berhijab akan terjaga auratnya, lebih terjaga kewibawaan karakter dan watak keperempuanannya," jawab Gara


Gara kemudian mengelus rambut Dinas lalu mengatakan sesuatu.


"Abang tidak mau kamu bermain main dengan hijab. abang hanya mau tegaskan dalam agama kita dilanjurkan kalau hanya kepada muhrimu kamu bisa menunjukan helai rambut dan lengkuk seksi tubuhmu," jawab Gara


"Jika ada wanita cantik tak berhijab di depan abang disandingkan denganku yang berhijab. abang lebih tergoda mana?" tanya Dina


"Pertanyaan macam apa itu? abang memang pria normal. ada wanita cantik lewat di depan abang ya abang akui dia cantik dan menggoda. tapi abang ingat kalau abang punya istri. abang punya nurani untuk rem nafsu abang. abang sadar kalau ada istri abang yang cantik ini menunggu abang pulang ke rumah," jawab Gara


Dina hanya terdiam walaupun dalam pikiranya takut kehidupanya akan mirip dengan sinetron yang tadi siang di tonton.


"Ingat pesan abang tadi ya," ucap Gara


Dina hanya mengangguk


"Jika ada masalah atau uneg uneg di pikiramu jangan di pendam sendiri. katakan saja sama abang," jawab Gara


"Iya Bang," ucap Dina

__ADS_1


"Abang mau mandi dulu, tadi airnya sudah disiapkan ya?" tanya Gara


"Iya, sudah aku siapkan," jawab Dina


"Terima kasih ya, abang mandi dulu," saut Gara


Gara kemudian masuk ke dalam kamar mandi. sementara di kamar, Dina saat itu mengambil jas Gara yang berada di atas ranjang. Namun ketika mengambil jas, Dina mencium aroma parfum asing di indra penciumanya.


"Aroma parfum? ini bukan parfum Bang Gara atau pun parfumku. ini parfum siapa ya?" tanya Dina


Dina kembali menciumi jas Gara untuk mengidentifikasi parfum yang membuatnya penasaran. Setelah beberapa menit mencium jas Gara, Dina saat itu sangat yakin aroma parfum di kemeja Gara adalah parfum wanita.


"Ini parfum wanita, aku tidak mungkin salah. tidak mungkin Bang Gara memakai parfum ini, pasti ada yang.disembunyikan dariku," batin Dina


15 menit kemudian, Gara keluar dari kamar mandi memperhatikan Dina yang menatap jas kantornya dengan serius. Tanpa berpikir panjang, Gara yang masih dalam keadaan memakai handuk langsung duduk di samping Dina.


"Mengapa jas abang kamu tatap seperti itu? ada keanehan?" tanya Gara


"Abang hari ini ngapain saja? apakah abang menyembunyikan sesuatu dariku?" saut Dina


"Tentu saja abang kerja di kantor," jawab Gara


"Tunggu tunggu, abang nggak ngerti dengan apa maksudmu. abang nggak suka pertanyaan yang tidak langsung in the point. katakan saja unek unek kamu," jawab Gara


"Abang cium saja sendiri jas milik abang ini. abang akan mengerti apa yang aku rasakan," saut Dina


Gara kemudian mencium jas nya karena penasaran dengan apa yang dicurigai Dina kepadanya.


"Bagaimana? apa abang sudah paham dari aroma jas abang? aku yakin nggak mungkin abang nggak paham," ucap Dina


Gara saat itu menyadari ada aroma parfum wanita di jas nya. Gara hanya menggelengkan kepala karena tidak tahu asal aroma parfum wanita yang melekat di jasnya.


"Abang sungguh tidak tahu mengapa jas abang bau parfum wanita seperti ini. abang tidak bertemu wanita selama di kantor. sekretaris abang juga laki laki," jawab Gara


"Mulai malam ini aku mau pindah kamar tidur. aku mau tidur bareng Fia saja," ucap Dina

__ADS_1


Dina kemudian mengambil beberapa baju di lemarinya untuk dipindahkan di kamar Fia. Gara yang melihat aksi Dina langsung memeluk Dina dari belakang.


"Din, abang mohon dengarkan dulu penjelasan abang, abang seharian ini tidak berkontak dengan wanita. percayalah sama abang," ucap Gara


"Apalagi yang harus di jelaskan padaku? abang nggak tahu kan jawabannya? aku pun tidak tahu apakah abang berbohong atau tidak," jawab Dina


"Abang akan menyelidikinya, itu janji abang padamu. besok kita ke kantor cek cctv. biar kamu percaya sama abang," saut Gara


"Kalau abang tidak bisa membuktikan? apa yang akan abang lakukan?" tanya Dina


"Abang akan terus berupaya membuktikan padamu jika abang tidak selingkuh, " jawab Gara


"Baiklah, aku juga tidak ingin satu ranjang dengan abang selama abang tidak bisa membuktikan kalau abang tidak berselingkuh dariku," ucap Dina


"Baiklah, abang beri waktu kamu untuk menenangkan diri. besok adalah hari sabtu, pagi hari abang mau ajak kamu ke suatu tempat," jawab Gara


"Apa harus ikut?" tanya Dina


"Iya, karena ada acara penting yang harus kamu ikuti," jawab Gara


"Baiklah, maaf aku bukan bermaksud durhaka pada abang. tapi aku butuh waktu untuk menenangkan hatiku," saat Dina


Dina kemudian pergi menuju kamar Fia. Sementara Gara hanya diam memikirkan nasib kejutanya hari ini dan besok mengingat besok adalah hari ulang tahun Dina.


" Mengapa hal ini terjadi? Mengapa harus bertepatan di malam hari ulang tahunmu? abang sudah mempersiapkan semuanya? kejutan yang telah terencana jadi berantahkan. andaikan terlaksana semua berasa hambar bagimu" batin Gara


++++++++++++


Tengah malam, Gara masih terjaga belum tidur. Sebenarnya Gara ingin memberi kejutan pada Dina tepat di pukul 00.00 WIB. Namun, malam ini kondisinya tak memungkinkan Gara memberikan kejutan pada Dina. Saat ini Dina masih menenangkan dirinya gara gara kejadian sore tadi.


Gara ingin memberikan Dina kalung bertuliskan huruf G. Huruf G adalah singkatan dari nama Gara. Maksud dari Gara memberikan kalung itu bertujuan agar Dina selalu mengingat dirinya.


Malam ini, Gara tak bisa tidur jika kalung yang dibelinya tidak segera diberikan pada Dina. Tanpa berpikir panjang, Gara ingin diam diam masuk ke kamar Dina dan menakaian kalung.


"Sebaiknya aku diam diam menyelinap ke kamarnya lalu memakaikan ini," ucap Gara

__ADS_1


Gara saat itu langsung berjalan menuju kamar Fia. Namun sesampainya di kamar Fia, Gara tak menemukan Dina di dalam.


"Loh? dimana Dina? bukannya Dina tidur di kamar Fia," batin Gara.


__ADS_2