
Tengah malam, hujan lebat disertai gemuruh petir membuat angin malam sangat dingin. Gara saat itu tertidur nyenyak berselimut tebal di sebelah kiri Dina. Sementara Dina saat itu terbangun dari tidurnya karena kebelet buang air kecil.
"Duh, kok tengah malam kebelet sih," ucap Dina
Dina saat ini baru belajar berdiri dengan bantuan penyangga. Dina memang masih belum bisa berjalan hari ini. Tetapi Dina tengah malam ini tidak ingin membuat Gara kerepotan di tengah malam.
"Kasihan Bang Gara kalau terus terbangun, aku akan coba berjalan sendiri. aku masih ada kaki kiri untuk kekuatan berjalan," batin Dina
Dina memilih berusaha melatih kakinya. Namun baru saja Dina duduk di tepi ranjang, tiba tiba suara petir mengejutkan Dina..
"Duaarr...." ( suara petir)
"Aaaaa....." teriak Dina
Gara refleks terbangun dari tidurnya mendengar jeritan Dina.
"Din, kamu nggak apa apa?" tanya Gara
Dina yang mulai tenang saat itu mulai merespon Gara.
"Tidak apa apa Bang," jawab Dina
"Kamu posisi duduk begitu mau kemana?" tanya Gara
"Aku mau ke kamar mandi, tadi kaget mendengar suara petir," jawab Dina
"Apa? kok nggak bangunin abang sih?" tanya Gara panik
Gara saat itu bergegas turun dari ranjang untuk membantu Dina ke kamar mandi. Gara tak peduli dengan penampilannya sekarang yang hanya memakai boxer.
"Ayo, abang bantu ke kamar mandi," ucap Gara
Gara saat itu mendekatkan tubuhnya agar tangan Dina melingkar di lehernya. Tapi Dina tak kunjung melingkarkan tanganya ke leher Gara. Tanpa berpikir panjang, Gara langsung menuntun tangan Dina melingkar ke lehernya setelah itu Gara bersiap mengangkat tubuh Dina. Namun baru saja hendak mengangkat tubuh Dina, Gara merasakan telapak tangannya basah ketika menyentuh celana Dina.
"Din, celana kamu basah?" tanya Gara
"Maaf Bang, aku tidak sengaja terkencing saat kaget dengar petir tadi," jawab Dina
"Ya sudah gak apa apa, ayo abang bantu bersihkan badan kamu," saut Gara
"Bang, tempat tidurnya jadi basah," jawab Dina
"Hanya di pinggiran situ saja, besok abang cuci. nanti kita tidur di kamar tamu saja,," saut Gara
__ADS_1
Gara kemudian mengangkat tubuh Dina di kamar mandi. Sesampainya di kamar mandi, Gara mendudukkan Dina di kloset duduk lalu menyeka tubuh Dina dengan air sabun hangat.
"Tubuhmu masih kaku aja, padahal tiap hari abang yang mandiin kamu loh," ucap Gara
"Aku sebenarnya gak tega lihat abang seperti ini terus," jawab Dina
"Abang sudah bilang kan? ini sudah tugas abang rawat kamu. kamu itu istri abangm jadi gak perlu pakai acara malu atau sungkan lagi," saut Gara
"Bang, aku makin kesini kayaknya semakin gemuk, gak pernah aktivitas. mentok cuma berjemur di kursi roda. aku udah nggak kaya dulu, abang gak apa apa?" tanya Dina
"Asal kamu selalu ada bersama abang, abang nggak masalah. abang pokok yang penting kamu sehat saja, abang sudah bersyukur," jawab Gara
"Abang apa kepikiran ingin poligami? misal ada wanita seksi abang apa nggak tergoda? secara saat ini abang punya segalanya, dan wanita diluaran sana pasti suka sama abang" tanya Dina
"Emang kamu ikhlas abang poligami? walaupun poligami di perbolehkan, tapi sampai detik ini abang sudah bahagia sama kamu. masalah abang tergoda atau tidak lihat cewek seksi, ya pasti tergoda. ya seperti abang sekarang memandikan kamu terus lihat areamu ini apa tergoda? ya sama saja tergoda. itu soalnya naluri laki laki," saut Gara
Gara kemudian berdiri menujukan sesuatu yang menegang di boxernya.
"Naluri laki laki itu seperti ini, ketika ada pancingan pasti akan menegak seperti ini. tapi dihati abang ada namanya cinta dan nurani. seperti misal abang lihat sepatu di pasar, wah sepatunya bagus, tapi abang ingat masih ada sepatu di rumah. itu namanya cinta, abang selalu mengingat dirimu ketika abang tergoda cewek cantik," ucap Gara
"Lalu nurani, nurani ini seperti apa yang abang lakukan sekarang ini. seperti misal abang mau masak tapi tabung gas isinya habis, agar abang bisa masak abang harus membeli tabung gas baru. sama halnya melihat pemandangan tubuhmu seperti ini, abang tergoda nggak? ya abang tergoda. tapi abang punya nurani sekarang kamu sakit, nggak mungkin abang ajak kamu berhubungan," jawab Gara
Dina hanya terdiam karena apa yang dikatakan Gara benar adanya
"Abang kalau meminta hak abang yang dulu itu sekarang nggak apar apa, abang bisa lakukan,tapi pelan pelan kakiku nanti kena," ucap Dina
Dina saat itu melebarkan selangkanganya dan hal itu membuat Gara tergoda
"Din, tutup rapat kakimu. jangan goda abang, abang nggak mau kakimu nanti kena tindih. kita tunggu kontrol berikutnya saja" jawab Gara
Tak lama kemudian Gara sudah selesai dengan aktivitasnya menyeka tubuh Dina. Setelah selesai, Gara
bersiap mengantar Dina ke kamar tamu.
+++++++++++++++
10 menit kemudian, Gara mendorong kursi roda Dina menuju kamsr tamu. Sesampainya di kamar tamu, Gara mengajak Dina untuk tidur karena hari sudah sangat malam
"Ayo tidur, sudah jam 01.00 wib," ucap Gara
Gara kemudian membaringkan tubuhnya di samping Dina. Sementara Dina yang belum tertidur akhirnya tertidur di pelukan Gara.
Saat Gara tertidur, Gara saat itu tiba tiba terbangun dari tidurnya karena Dina membangunkanya.
__ADS_1
"Bang.." sapa Dina
"Iya Din," jawab Gara
"Aku cinta sama abang," saut Dina tersenyum
Degg
Gara saat itu terdiam mendengar Dina sudah mencintainya. Sudah sangat lama, Gara menantikan kata cinta terucap dari mulut Dina. Rasanya senang haru bercampur jadi satu mengoyak hati Gara.
"Bang, apa abang tidak suka?" tanya Dina
"Katakan sekali lagi sayang," jawab Gara lirih
"Aku cinta sama abang," ucap Dina
"Akhirnya kamu kembali mencintai abang, terima kasih. kamu bisa menerima abang lagi dalam kehidupanmu. kamu jangan khawatir kembali terluka, karana abang janji abang akan selalu ada untuk kamu. abang mencintaimu sayang," ucap Gara
Dina saat itu tersenyum dan tiba tiba membuka boxer Gara.
"Sayang, apa yang kamu lakukan?" tanya Gara
"Ini," jawab Dina antusias
"Iya sayang ada apa?" tanya Gara
Dina tak menjawab dan malah menjilati area sensitif Gara. Gara tentu sangat menikmati dengan perlakuan Dina yang melahap area sensitifnya. Gara terus mengerang keenakan karena liatnya mulut Dina menjilari area sensitifnya.
"Lebih cepet sayang, asah....." ucap Gara
Tak lama kemudian lahar putihnya Gara keluar.
"Aaaarh..." erang Gara
Gara saat itu mengerang sembari memejamkan matanya. Namun rasa nikmat itu terhenti seketika karena ada tangan Dina mencaplok wajah Gara.
Gara sontak membuka matanya melihat tangan Dina menindih wajahnya. Serta Gara melihat posisi Dina tertidur masih sama seperti awal Gara merebahkanya. Sehingga Gara menyadari kalau kenikmatan tadi adalah mimpi
"Astaga lagi lagi aku bermimpi," ucap Gara
Gara kemudian mengecek celananya dan ternyata basah akibat mimpinya.
"Ternyata mimpi basah lagi, gara gara Dina kaya begagah kaya gitu tadi jadi kepikiran," jawab Gara
__ADS_1