
Malam hari, Gara saat itu ingin mengajak Dina untuk makan malam diluar. Awalnya Dina menolak ajakan Gara, tetapi karena Gara terus memaksa akhirnya Dina bersedia makan malam di luar.
"Kita makan malam dimana Bang?" tanya Dina
"Kamu mau makan malam dimana?" tanya balik Gara
"Aku terserah abang saja," jawab Dina
"Bagaimana kalau kita ke kafe waktu kita dulu pacaran? kafe DC ya namanya? kamu dulu sering banget kan ajak abang makan kesitu," ucap Gara
"Kita cari warung makan pinggiran saja ya bang, karena makanan dan minuman di kafe itu mahal mahal," jawab Dina
Selain makanan di kafe DC mahal, Dina sebenarnya tidak ingin bertemu dengan teman temannya yang sering nongkrong bersamanya dulu. Dina tidak siap menghadapi berbagai cemohan seperti kejadian di pesta pernikahan Vera dan Fabian.
"Baiklah, ayo kita naik mobil," ucap Gara
"Sebenarnya mobil yang sering abang pakai itu mobil siapa?" tanya Dina
"Itu mobil dari kantor," jawab Gara bohong
"Abang kerjanya di kantor mana? aku merasa abang dapat posisi penting disana," ucap Dina
"Doakan saja yang terbaik, abang bekerja di Atmajaya Group," jawab Gara
"Wah, itu perusahaan besar Bang," saut Dina
"Hmm, kamu benar..sekarang ayo kita berangkat," jawab Gara
Gara kemudian menggandeng tangan Dina lalu menuntunya keluar rumah. Sesampainya diluar rumah. Gara dan Dina masuk dalam mobil lalu berangkat mencari tempat makan.
++++++++++++
15 menit kemudian, mobil yang dikemudikan Gara sudah sampai di kafe DC. Dina saat itu terkejut mengetahui Gara mengajaknya ke kafe DC
"Loh kok kita di kafe DC?" tanya Dina.
"Sebenarnya abang mau makan disini. sudah lama abang gak makan di kafe DC," jawab Gara
"Tapi harga makanannya disini..." ucap Dina terpotong
__ADS_1
"Nggak usah dipikir, abang pokoknya ingin makan disini. tadi kamu bilang terserah abang kan? ya sudah kita makan malam disini," jawab Gara
"Baiklah," saut Dina
Dina kemudian memakai masker sebelum keluar dari mobil. Setelah memakai masker, Gara dan Dina saat itu masuk kedalam kafe DC. Hari ini kafe DC sangat ramai pengunjung karena ada lomba fashion show tahunan.
Dulu ketika masih kuliah, Dina selalu ikut lomba fashion show tahunan itu. Hasilnya, Dina hattrick menjadi 3 kali juara dan finnish Top 10 di partisipasi terakhirnya. Di partisipasi terakhirnya, Dina memilih mengundurkan diri karena lebih memilih menuntaskan bimbingan skripsinya ke dosen. Dan di tahun berikutnya hingga saat ini Dina tidak berpartisipasi karena jasadnya hubungannya dengan Gaya membuatnya malu bertemu teman temannya.
"Dulu kamu selalu juara kan ikut lomba fashion itu?" tanya Gara
"Eh abang ingat," jawab Dina
"Ingat dong, kamu waktu itu cantik banget," ucap
"Dulu aku memang masih cantik cantiknya bang, sekarang mah udah miskin, udah buluk, tubuhku sudah cempreng gini, nggak kaya dulu lagi, tanganku juga kasar kebanyakan utek utek di dapur,,"jawab Dina
"Kata siapa kamu nggak cantik, kamu malam ini beneran cantik loh, buka dong maskernya," saut Gara
"Tidak, kalau makananya datang saja aku buka," jawab Dina
Tak lama kemudian, makanan pesanan Gara sudah datang. Gara saat itu memesan seafood saus manis yang dalamnya terdapat kepiting, kerang dara, udang, lobster, dan cumi cumi.
"Duh, ini mahal loh bang, pasti ada 200 ribu lebih, belum nasi sama minumanya, aku jadi nggak enak jika abang keluar uang banyak. nanti separuh separuh ya bang,," jawab Dina
"Separuh apa?" tanya Gara
"Bayarnya makananya," jawab Dina
"Din, abang yang ajak kamu makan disini. abang nggak suruh kamu bayar Din, abang suruh kamu ikut makan sama abang," ucap Gara
Gara kemudian mulai memecah cangkang kepitingnya lalu memberikanya pada Dina.
"Ayo makan yang banyak, harus sampai kenyang," ucap Gara
"Iya, tapi sebanyak ini aku mustahil bisa habis," jawab Dina
"Iya nanti abang yang habisan. ini porsi untuk dua orang jadi pasti habis lah," saut Gara
30 menit kemudian, Gara dan Dina sudah selesai makan. Lebih tepatnya Gara yang menghabiskan karena Dina tidak habis porsinya. Setelah makan, Gara saat itu dikejutkan dengan kedatangan seorang wanita bernama Selly.
__ADS_1
"Ar, ternyata kamu disini, akhirnya kita bertemu setelah kamu mengabaikanku berkali kali," ucap Selly
Gara dan Dina saat itu terkejut dengan kedatangan Selly. Khususnya Dina yang pernah melihat Selly waktu memergoki Gara
"Kau orang yang selalu memberiku pesan itu?" tanya Gara
"Iya dong, masa kamu lupa sama aku sih? kamu nggak kangen main sama aku?" saut Selly
"Sell, jaga bicaramu. kita gak ada hubungan apa apa. apa maksudmu sekarang ini datang menemuiku?" ucap Gara
"Aku cuma mau bilang kalau anakmu ingin ketemu sama kamu," jawab Selly
Degg...
Gara dan Dina saat itu terkejut mendengar ucapan Selly. Dina hanya bungkam dan berharap semua hanya fiktif. Sementara Gara sontak menggeleng gelengkan kepalanya lalu dengan tegas menolak klaim dari Selly.
"Apa maksudmu? aku bukan ayah dari anak yang kamu kandung, jangan fitnah aku," ucap Gara tegas
"Hei, apakah kau lupa saat dulu wanita sampingmu menciduk kita dan memutuskanmu? kamu keluar didalam kan? dan isu kamu menghamiliku itu fakta apa adanya, kamu pikir aku bohong?" tanya Selly
"Aku selalu memakai pengaman, dan aku sangat ingat itu," saut Gara
"Tapi pengaman itu bisa saja bocorkan? kamu jangan ngelak, benihmu terlalu banyak keluar sampai pengaman tak muat" ucap Selly
"Tidak mungkin, mustahil, kamu juga selalu bersama pria lain selain aku," jawab Gara
"Baiklah, aku menantangmu tes dna, apa kamu berani?" tanya Selly
"Siap, aku berani," jawab Gara tegas
Selly kemudian pergi meninggalkan Gara. Setelah kepergian Selly, Gara menatap Dina yang nampak diam dengan senyum getirnya.
"Din, aku berani bersumpah, anaknya bukan anaku," ucap Gara
"Abang nggak usah panik, aku nggak marah kok. lagian abang berhak mencari masa depan abang selepas kesepakatan berakhir," jawab Dina
"Din, aku mohon percayalah padaku," saut Gara
"Iya aku percaya, abang itu orang baik. jadi kedepan abang pasti mendapat wanita yang jauh lebih baik dariku," jawab Dina
__ADS_1