MENGEJAR CINTA IBU KOS MUDA

MENGEJAR CINTA IBU KOS MUDA
Episode 53 - SEMAKIN BERANI


__ADS_3

Sore hari, Dina baru saja selesai membereskan perlengkapanya di kantin kos. Setelah beres beres, Dina menunggu jemputan Gara untuk pulang ke rumah. Sebenarnya, Dina lebih suka naik motornya bolak balik dari ke rumah menuju kantin. Namun semenjak ada Luqman di kos, Gara melarang Dina naik motor dan harus di antar jemput.


Tapi hari ini, Dina tidak menemukan tanda tanda Gara menjemputnya di kos. Tanpa berpikir panjang, Dina mencoba mengabari Gara.


📩 "Bang, apa masih di perjalanan?" pesan Dina


Lama Dina tak mendapat balasan dari Gara. Hingga 15 menit kemudian Gara membalas pesanya.


📩 "Din, abang minta maaf, tiba tiba abang disuruh lembur. kamu naik ojek atau taksi ya, cari yang supirnya wanita ya," balas Gara


📩 "Mana ada supir wanita? sangat jarang Bang," pesan Dina


📩 "Coba pakai shejek, go muslimah atau aplikasi apa gitu, pokok harus wanita. abang nggak mau kamu disupirin laki laki cuma sendirian," balas Gara


Dina saat itu merasa kesal dengan Gara yang terlalu mengaturnya. Posesif Gara bagi Dina sangat berlebihan jika sampai menyuruhnya pesan driver atau ojek wanita. Seumur hidupnya, Dina tidak pernah memesan tumpangan di aplikasi yang Gara sebutkan.


Dina tidak ingin ribet memikirkan aturan Gara dalam memesan ojek atau taksi. Tanpa berpikir panjang, Dina meminta tolong satpamnya mengantarkanya pulang.


"Pak Hary,tolong antarkan saya pulang. ponsel saya lowbet mau pesan taksi," ucap Dina


"Baik Non, tunggu ya, saya ambil motor dulu," jawab Pak Hary


Beberapa menit kemudian, Pak Hary bersiap mengantar Dina ke rumah.


"Ayo Non," ucap Pak Hary


"Iya Pak," jawab Dina


+++++++++++++


40 menit kemudian, Dina sudah sampai rumahnya. Sesampainya di rumah, Dina bergegas menuju kamar mandi untuk berendam karena tubuhnya merasa letih. Karena sudah sore, Dina ingin berendam dengan air hangat dengan tetesan aromaterapi supaya tubuhnya rileks dan hangat


"Ah, nikmat sekali berendam disaat letih begini," ucap Dina


15 menit kemudian, Dina merasa sudah cukup untuk berendam. Dina saat itu mengambil handuk lalu mengeringkan tubuhnya. Namun Dina terlupa tidak membawa pakaian di kamar mandi.

__ADS_1


"Aduh, aku kok bisa lupa bawa pakaian sih, untung Bang Gara lembur,," ucap Dina


Dina saat itu keluar dari kamar mandi dalam keadaan hanya memakai handuk. Sekeluarnya dari kamar mandi, Dina melepaskan handuknya karena merasa bebas tidak ada Gara di kamar.


"Huh syukurlah, aku bisa berpakaian dengan tenang," ucap Dina


Namun baru saja Dina mengambil pakaian, tubuh Dina tiba tiba terangkat oleh seseorang. Seseorang itu adalah Gara yang baru pulang kantor


"Aaaaaa...." teriak Dina


"Abang sangat beruntung melihatmu seperti ini saat pulang kerja," jawab Gara


"Bang, abang mau apa?" tanya Dina


Gara saat itu membaringkan tubuh Dina kemudian melepaskan semua pakaian kerjanya. Gara sekarang juga tanpa sehelai benang seperti Dina. Semakin hari Gara semakin berani menunjukan aksi intimnya pada Dina. Gara saat itu mulai melahap gunung kembar Dina. Dina sangat terkejut melihat Gara seperti bayi besar yang menyusu dengan lahap. Dina yang merasakan perlakuan Gara hanya merasa kegelian.


"Bang, apa yang abang lakukan !!! ini geli bang" ucap Dina


"Abang sangat menikmatinya," jawab Gara


"Bang, tolong hentikan, ini jorok. aku geli," ucap Dina


Gara kemudian menghentikan aktivitasnya karena Gara ingin Dina memainkan area sensitifnya


"Sayang, ayo mainkan ini kaya tadi pagi...: ucap Gara


"Aku tidak pernah melakukan itu..." jawab Dina


"Jangan takut, pelan pelan ayo," saut Gara


Gara kemudian pelan pelan menuntun Dina agar lahar putihnya keluar. Dan benar saja, beberapa menit kemudian Dina mampu merasakan hangatnya lahar putih Gara mengalir di tanganya


"Aaaaarh...." erang Gara


Dina kemudian melepaskan tanganya karena berpikir Gara sudah selesai. Namun diluar dugaan, beberapa detik kemudian ternyata masih ada lahar putih susulan yang menciprati wajah Dina dan bajunya.

__ADS_1


"Aaah..." erang Gara


"Aaaaaa...Bang !!!!" teriak Dina kesal


+++++++++++++


Malam hari, Gara dan Dina sedang makan malam bersama. Saat makan malam, Dina mendiamkan Gara karena marah dengan Gara. Dina sangat kesal dengan aksi Gara yang membuanya mandi lagi. Tadi Gara mengeluarkan lahar putihnya tanpa peringatan. Sehingga percikanya meluber mengenai wajah dan baju Dina.


Gara yang melihat Dina kesal tadi awalnya tertawa. Tapi melihat Dina yang mendiamkanya Gara membujuk Dina agar memaafkanya


"Sayang, abang tadi nggak tahan, tadi keluar tanpa kendali abang, maafin abang lah," jawab Gara


Dina hanya terdiam dan cuek


"Sayang, jangan ngambek dengan mendiamkan abang gini. iya abang salah, abang minta maaf. abang tadi pas keluar susulan itu nggak sengaja sumpah," ucap Gara


Dina masih mengabaikan Gara hingga makan malam selesai. Setelah makan malam, Dina memutuskan tidur di kamar tamu.


"Aku mau tidur di kamar tamu," ucap Dina


"Abang ikut kamu, abang nggak.bisa tidur sendiri," jawab Gara


"Aku nggak ingin kejadian tadi lagi, aku gak mau," saut Dina


Gara kemudian memeluk Dina dari belakang lalu mengatakan sesuatu.


"Baiklah, tapi apa abang boleh buat gool?" tanya Gara


"Maksudnya?" saut Dina


"Abang ingin lahar putih abang mengaliri rahimu. kelak ketika rahimu teraliri jika beruntung benih abang akan menjadi calon buah hati kita kelak," jawab Gara


"Abang mau aku hamil?" tanya Dina


"Iya, abang sangat mengharapkanya," jawab Gara

__ADS_1


Degg


__ADS_2