Mengejar Cinta Ketos Jutek

Mengejar Cinta Ketos Jutek
Minta maaf??? Ogah!!!


__ADS_3

Tuk!!! Tuk!!


Fiera mengetuk pintu ruangan pak Somat, ia terlihat biasa saja. Mungkin karena Fiera sudah biasa berurusan dengan guru guru termasuk kepala sekolah. Sementara Susi terlihat gregetan berdiri di samping Fiera.


"Masuk!" teriak pak Somat dari dalam.


Mendengar perintah itu, Fiera baru berani membuka pintu ruangan pak Somat dan masuk ke dalam nya.


"Wahh kamu datang tepat di waktu saya membutuhkan kamu Nak Fiera" ucap pak Somat tersenyum.


"Ayo duduk di sofa itu" ajak Pak Somat menuntun Fiera dan Susi duduk di sofa yang memang tersedia di ruangan nya.


"Saya dan Susi datang menemui bapak, untuk memperlihatkan proposal kami pak. Mengirim lewat email terasa tidak sopan pak. Karena setelah memberikan proposal, tentu kita harus mendiskusikan sesuatu" jelas Fiera panjang lebar. Susi sampai ternganga melihat tutur bahasa Fiera yang begitu sopan di hadapan pak Somat. Berbeda ketika berada di depan teman teman nya.


Gila, ni cewe Benar benar mengagumkan. Gumam Susi di dalam hati.


"Baiklah Nak, tapi bapak tidak bisa memeriksa proposal kamu sekarang. Bapak ada rapat penting dengan seluruh kepala sekolah di kota kita" kata pak Somat tidak enak hati.


"Tidak masalah pak, kami mengerti. Bapak bisa membaca nya nanti" jawab Fiera.


"Oh ya, bapak tadi bilang membutuhkan saya. Apa yang bisa saya bantu pak?" tanya Fiera.


Pak Somat tampak kaget, ia seperti nya juga lupa tadi.


"Ah iya, bapak ingin kamu dan anak anak OSIS menyiapkan anak anak lain untuk mengikuti acara sosialisasi narkoba ke sekolah kita" jelas Pak Somat.


"Kapan acaranya pak?" tanya Susi setelah sekian lama diam dan mendengar pembicaraan Fiera dengan pak Somat.


"Acaranya hari Kamis Fie, Susi. Saya ingin kalian menyiapkan acara ini sebaik mungkin, karena akan ada banyak tamu yang datang"jelas pak Somat lagi.


"Baik pak, kami akan melaksanakan nya dengan baik"jawab Fiera.


"Kalian memang bisa di andalkan, terutama kamu Fiera" puji pak Somat. Susi ikut senyum, semenjak ia berteman dengan Fiera, derajat dan martabat nya dari seorang berandalan berubah menjadi seorang siswi taat aturan.


"Baiklah kalau begitu, pertemuan kita hari ini, kita cukupkan sampai di sini" kata Pak Somat menutup rapat mereka.


Fiera dan Susi pun pamit undur diri, lalu keluar dari ruangan pak Somat.


Setelah keluar dari ruangan pak Somat. Susi dan Fiera pun kembali ke kelas mereka.


"Yah, makan siang terlewatkan" lenguh Susi.


"Entar sore gue traktir deh"kata Fiera. Susi langsung bahagia, dia memang gadis gratisan.


"Janji yah!!! awas kalo Lo bohong"


"Kapan gue bohong sama lu? gue Fiera si cantik jelita. Gak pernah berbohong pada siapapun!!" kata Fiera lantang.


"Hahhaa iya iya, sih penempati janji. Gue percaya sama Lo" balas Susi.


"Susi, kaya nya kita gak masuk deh hari ini. Gue pergi ke perpustakaan aja deh Lo kembali ke kelas duluan aja" kata Fiera yang langsung berbelok ke kanan menuju perpustakaan.


"Yahhh tu bocah, selalu berkeinginan untuk belajar. Apa tidak bosan, atau jenuh gitu otak nya??" decak Susi.


Fiera tiba di perpustakaan, ia melihat ruangan sumber ilmu pengetahuan itu sangat sepi.

__ADS_1


"Laj, kok sepi mulu sih" kata Fiera dalam hati. Ia mencoba pura pura kaget melihat pemandangan yang sudah hampir tiap hari ia lihat.


"Eh Fiera, kamu udah selesai makan?" tanya penjaga perpustakaan lembut.


"Iya Bu, Fiera mau cari buku matematika yang belum pernah aku baca" jawab Fiera seadaanya. Ia melangkah menuju ke rak kumpulan buku buku matematika.


Fiera melihat semua buku-buku yang tertata rapi di setiap rak nya. Ia pusing, semua buku sudah di baca nya.


"Astaga, tidak ada yang baru" lenguh Fiera kecewa.


"Buku apa yang ingin kamu cari Fiera?" tanya ibu penjaga perpustakaan.


"Buku matematika baru tiba ada gak bi, yang belum pernah aku baca"


"Sekarang sih belum ada " jawab Bu penjaga perpustakaan.


"Yaudah deh, Fiera kembali ke kelas aja deh" ujar Fiera.


"Oke Fie" sahut ibu itu.


Fiera pun kembali ke kelas nya, namun ia kembali berhadapan dengan Ganda


Pria itu seakan akan sengaja mencari cari masalah dengan nya.


Ganda menghalangi jalan Fiera ketika gadis itu melewati lorong sepi. Lalu, ganda menarik tangan Fiera menuju ke bawah tangga yang sangat jarang di lewati oleh anak anak atau guru.


"Lepasin!" Fiera menyentak tangan nya dari genggaman Ganda. Ia terlihat sangat marah karena di bawa Seperti ini.


"Lo apa apaan sih Ganda! gue gak ada urusan sama Lo. Jadi, Lo gak usah caper deh sama gue" ketus Fiera.


"Lo memang tidak waras, gue gak akan lakukan semua yang Lo tuduhkan. Gue menjalankan tugas gue, bukan mengada ada" balas Fiera lagi.


" Udah deh Lo minta maaf aja sekarang!!"


"Minta maaf?" Fiera tersenyum miring.


"Sampai maut datang pun gue gak akan minta maaf. Orang gue gak salah!"


"Lo itu bersalah! Lo udah buat gue malu di depan semua orang" kata Ganda lagi.


"Lo sendiri yang membuta diri Lo malu. Gak usah nyalahin orang!"


"Minggir!" Fiera mendorong Ganda menepi, ia tidak mau waktunya terbuang sia sia hany mendengarkan ucapan tidak penting dari pria ini.


"Eh eh...Lo harus minta maaf!!!" teriak Ganda menatap kepergian Fiera.


"Bodo amat!!!!" balas Fiera.


"Aaarrrrrr!!!!" geram Ganda kesal.


Kenapa sih gue malah bawa dia kesini. Lagian, mau dia minta maaf atau nggak kenapa gue se gelisah ini sih. Kan gak penting juga bagi gue!!!


Ganda ikut beranjak dari tempat nya berdiri. Berbeda dengan tujuan Fiera, ganda pergi ke atap sekolah untuk menenangkan pikiran nya.


~•

__ADS_1


Raisa berjalan sendirian menuju ke kelasnya. Obrolan siswi siswi tadi terngiang ngiang di benak nya.


Raisa mulai merasa takut jika mereka benar, ia tidak mau kehilangan Ganda.


Gue harus menanyakan langsung pada Fiera. Gue harus buat dia tidak menyukai Ganda. Tapi....


Raisa melihat Fiera berjalan sendirian, mereka bertemu di depan kelas satu.


"Fiera" panggil Raisa.


"Eh Raisa, Lo dari mana?" tanya Fiera biasa saja.


"Gue baru aja dari toilet" jawab Raisa.


"Oohh gitu. Yaudah yuk ke kelas" ajak Fiera menggandeng tangan Raisa.


"Yuk" Raisa tersenyum senang, ingin rasanya ia menanyakan hal ini pada Fiera. Tapi, Raisa tidak memiliki keberanian untuk itu. Raisa tidak ingin membuat Fiera tersinggung dan hubungan persahabatan mereka menjadi renggang.


"Sa, ntar malem Lo tidur rumah gue yah" ajak Fiera tiba tiba.


Wahh mungkin ini kesempatan gue buat memastikan Fiera suka atau nggak pada Ganda.


" Boleh, ntar malam gue temenin Lo" jawab Raisa menerima ajakan Fiera.


Fiera terlihat sangat senang, ia memeluk Raisa hangat.


"Makasih baby Raisa" kata Fiera.


Fiera dan Raisa tiba di kelas, mereka di sambut oleh Angle dengan tatapan curiga.


"Kenapa kalian terlihat senang banget sih. Gue ketinggalan informasi apa?"


"Emmm ..." Fiera dan Raisa saling melirik, lalu mereka tersenyum jahil.


"Mau tahu banget yahhh" goda Raisa menoleh pipi Angle.


"Ihh apaan sih Raisa, jangan buat gue penasaran deh!" sungut Angle.


"Nanti malam gue bakalan tidur sama Fiera" kata Raisa.


"Ihhhh Fiera, kok cuman Raisa doang yang di ajakin???" protes Angle tak terima.


"Yaudah, Lo ikut juga"


"Aaaa gue seneng banget" teriak Angle.


"Kita bisa nge-game bareng lagi yakkk"


"Eh gak ada gak ada. Kita ngedrakor aja. Gak ada main game!!" tegas Raisa. Ia tidak mau seperti bulan lalu, ketika mereka menginap di rumah Fiera. Angle mengajak Fiera main game hingga mereka tertidur dan meninggalkan dirinya sendiri menonton drama Korea.


"Malas, Lo bucin aja Sono sama Drakor Lo" tolak Angle.


"Apaan, gue gak mau!! pokoknya kali ini kalian harus temenin gue nonton. Atau kalian main gue ganggu!!!" ancam Raisa.


Angle mendengus kesal, jika sudah seperti ini ia harus pasrah dengan keadaan. Angle paling tidak suka jika ia sedang main di ganggu oleh orang lain.Bisa bisa ia Afk dan credits skor nya berkurang. Nanti Hero nya makin lemah.

__ADS_1


"Yaudah deh, kali ini Lo menang" ucap Angle mengalah, hal itu langsung membuat Raisa senang, lalu memeluk Fiera dan Angle secara bersamaan.


__ADS_2