Mengejar Cinta Ketos Jutek

Mengejar Cinta Ketos Jutek
Tebing pembawa ketenangan!


__ADS_3

Malam yang indah, tapi kembali Fiera merasakan langit berkhianat kepadanya. Malam nya masih kelabu, tapi langit malah terlihat seakan sedang bergembira.


Fiera duduk di taman depan rumah nya menikmati suasana malam. Ia terlihat seperti seseorang yang tidak memiliki semangat hidup. Bi Ina selalu menangis melihat kondisi nona mudanya.


Sementara papa dan mama Fiera sudah kembali ke rutinitas mereka lagi. Tidak ada waktu untuk menenangkan putri mereka.


"Langit, kenapa kau berkhianat. Aku sedang merasa sedih, tapi kenapa kalian malah bersorak seakan meledek ku bersama bintang dan bulan. Siang ini kau meledek ku bersama matahari. Apakah kau tidak bosan mengejek ku?" gumam Fiera terdengar pilu oleh seseorang yang mendengar nya.


~•


Ganda duduk di depan ruang tv, ia masih memikirkan masalah tentang Fiera tadi. Saking fokus nya Ganda memikirkan Fiera, pria itu tidak sadar dengan kedatangan bunda nya.


"Ganda"panggil Lusi pelan,namun dapat membuat Ganda terlonjak kaget.


"Bunda,,, ngagetin aja!"gerutu Ganda mendelik pada bundanya.


"loh, kok kaget sih, bunda manggil pelan tahu. Kamu nya aja yang ngelamun" jawab Lusi tidak terima di tuduh oleh putranya.


Huffff....


Ganda menghela nafas gusar, ia menyapu kan telapak tangannya ke wajah nya kasar.


"Kamu kenapa sih ganda?"tanya Lusi heran melihat tingkah putranya.


"Ganda tu khawatir sama Fiera Bun, tadi di sekolah Fiera keluar dari OSIS"kata Ganda.


"Huh? kok bisa sih!"kaget Lusi.


"Loh kak, itu beneran? kok bisa sih?" tanya Elena kaget, ia yang baru turun dari kamar nya dan mendengar percakapan Abang nya dengan bunda nya.


Elena duduk di samping Ganda, ia mendesak ganda untuk menceritakan semuanya pada nya .


"Kak, gimana sih ceritanya?"tanya Elena.


"Gue gak tahu elen, orang gue lagi mikir apa yang salah sama tu anak!" jawab Ganda.


"Yaudah deh, gue samperin dia!"ujar Elena


"Ehhh gak usah Elen!"cegat Ganda.


"Kenapa? gue mau ketemu kak Fiera" tanya Elena bingung dengan sikap Abang nya.


"Biar gue aja yang nemuin dia, Lo di rumah aja!"


"Gak, gue mau ikut!" kekuh Elena pengen ikut.


"Gak Elen, kamu belum bisa keluar nak. Kamu tunggu di rumah aja, nanti Abang kamu bakalan cerita kok!"bujuk Lusi. Ia tidak mau mengganggu waktu ganda dengan Fiera. Jika Elena datang, maka Ganda akan merasa tidak leluasa untuk berbicara dengan Fiera.


"Tapi Bun..."


"Udah, gak usah tapi tapian!" tegas Lusi.


"Yaudah, Ganda pamit dulu Bun" pamit Ganda, ia salim sama bundanya kemudian berlalu pergi. Sementara Elena cemberut dan kembali masuk ke dalam kamar nya. Kondisi Elena memang belum sepenuhnya membaik, tapi dia sudah hampir pulih. Hanya saja Lusi belum mengijinkan Elena keluar dari rumah.


Ganda pergi ke rumah Fiera, ia tidak membawa motor tapi ia membawa mobil dan supir. Ganda sedang tidak ingin mengemudi sekarang.


25 menit kemudian, Ganda tiba di rumah Fiera. Ketika memasuki perkarangan Rumah Fiera, ganda melihat gadis itu sedang termenung di bangku taman halaman depan rumah nya.


Cepat cepat Ganda turun dari mobil, kemudian berlari mendekati Fiera.

__ADS_1


"Fiera!"panggil Ganda


"Ganda. Lo ngapain di sini?" tanya Fiera heran, nadanya juga tidak terlalu ketus.


"Gue mau nemuin Lo!"jawab Ganda menatap lekat ke mata Fiera.


"Ada urusan apa Lo nemuin gue!" Fiera kembali ketus.


"Ayo ikut gue!"ajak Ganda meraih tangan Fiera dan menarik nya menuju ke mobilnya.


"Ihh Lo apa apaan sih, gue gak mau ikut sama Lo!"tolak Fiera menarik tangannya dan menghempaskan tangan Ganda.


"Gue mau ajak Lo ke sebuah tempat Fie, gue jamin Lo gak akan merasa sedih lagi!" kata Ganda meyakinkan Fiera.


Tempat? dimana itu. Apa gue ikut aja yah, gue kan butuh hiburan juga.


"Kemana? gue lagi gak mau kemana mana"tolak Fiera pura pura.


"Udah lah, Lo ikut aja!" Ganda kembali menarik tangan Fiera dan membawa nya masuk ke dalam mobil nya.


"Jalan pak!" titah Ganda pada supir nya yang langsung menjalankan mobilnya meninggalkan perkarangan Rumah Fiera.


"Duhh mau bawa gue kemana sih!" protes Fiera.


"Udah, Lo akan suka kok pokok nya!" kata Ganda tersenyum.


Fiera mendengus kesal, ia hanya bisa pasrah pada Ganda, entah kemana dirinya akan di bawah oleh cowo ini. Fiera memalingkan pandangannya ke kaca mobil yang memperlihatkan pemandangan kota yang terlihat ramai.


Lama kelamaan Fiera mulai tidak mengenali jalanan yang sedang mereka lalui. Karena heran, Fiera pun menoleh pada Ganda.


"Lo nikmati aja, gue gak akan macam macam kok. Bunda juga tahu kalo gue bersama Lo!" jawab ganda seakan mengerti apa yang sedang Fiera pikirkan.


Fiera kembali melihat ke luar kaca mobil, tak lama setelah nya mobil pun berhenti.


"Ayo keluar" ajak Ganda sembari memamerkan senyum manis nya.


Fiera pun menuruti ucapan Ganda, ia turun dan kaget melihat apa yang terbentang indah di depan matanya.


Fiera berjalan mendekati sebuah tebing yang di Pagari. Mungkin untuk memastikan keamanan, makanya di buat pagar di tepi tebingnya.


"Waw...Ini indah sekali" kagum Fiera. Ia bisa melihat seluruh kota dari tepi tebing ini. Fiera menoleh ke belakang, ia menatap Ganda yang tengah memperhatikannya dengan senyuman.


"Gimana , Lo suka?" tanya Ganda.


"Tempat ini indah banget, bagaimana Lo bisa tahu tempat seindah ini"jawab Fiera dan bertanya balik.


"Gue orang nya berkelana, tempat mana yang gak gue tahu"jawab Ganda sombong. Fiera memanyunkan bibirnya setelah mendengar jawaban songong Ganda.


"Tapi Lo suka kan?"tanya Ganda lagi.


"Tentu saja gue suka, gue bisa melihat seluruh isi kota dari atas sini"gumam Fiera menatap pemandangan kota dari tebing itu.


"Ini tebing ajaib tahu" ujar Ganda.


"Oh yah??" tanya Fiera tak percaya.


"Tebing ini bisa buat hati kita tenang, dan semua kemarahan dan kekesalan akan hilang" kata Ganda, membuat Fiera penasaran.


"Gimana cara nya?" tanya Fiera penasaran.

__ADS_1


"Lo lihat gue yah"


Ganda menghadap ke tepi Tebing, ia menarik nafas dalam dalam lalu mulai berteriak sekuat tenaga.


"Fieraaaaa!!!!!!!! Lo jangan sedih lagi yah!!!!!!!!"teriak Ganda sekuat tenaga.


Fiera melebarkan matanya mendengar teriakan Ganda


"Lo bisa coba, teriakan semua unek unek Lo, semua yang mengganggu perasaan Lo" kata Ganda.


Fiera menghela nafas, ia mulai memposisikan dirinya menghadap ke tebing, lalu memejamkan matanya.


"Tuhan!!!!!!!!!!! Kenapa hidup ku berantakan seperti ini!!!!!! Panggil aku sekarang!!!!!!!" teriak Fiera yang membuat Ganda kaget dan langsung menarik Fiera mendekat pada dirinya.


Cup~


Lagi dan lagi Ganda melakukan nya, ia mengecup bibir Fiera sebentar.


"Apa yang Lo lakukan!"protes Fiera berusaha untuk menjauh dari Ganda. Tapi, Ganda tidak membiarkan nya


"Gue gak mau Lo mengucapkan kalimat itu lagi Fiera"lirih Ganda. Fiera yang mendengar nya malah terpaku. Pandangan mereka saling bertemu, seakan mereka berbicara melalui tatapan mata.


"Fie, gue gak tahu kenapa keadaan kita semakin buruk. Tapi, gue gak pernah berharap mendengar Lo mengatakan hal tadi"ujar Ganda membuat Fiera tersadar dari lamunannya.


"Gue.... gue .." Fiera menunduk, mengalihkan pandangan nya dari pandangan mata Ganda. Tiba-tiba Fiera menjadi sangat gugup. Tubuh mereka masih saling menempel dengan Ganda memeluk pinggang Fiera.


"Lepasin gue Ganda!" lirih Fiera.


"Eh iya" jawab Ganda sadar, ia langsung melepaskan pelukan tangannya pada pinggang Fiera.


"Sorry" lirih Ganda.


"Tidak masalah" kata Fiera.


Mereka akhirnya terdiam, Fiera duduk di bebatuan yang memang di gunakan untuk memperindah tebing ini.


Ganda pun ikut duduk di samping Fiera, ia menoleh ke samping kanannya dan menatap Fiera yang fokus menatap ke arah bawah tebing.


"Lo ada maslaah apa? kenapa Lo bersikap seperti orang tanpa semangat hidup!" tanya Ganda.


"Cih... gue emang gak memiliki semangat hidup. Semuanya sudah hancur dan tidak ada artinya lagi"lirih Fiera.


"Lo salah Fie, jalan hidup Lo masih panjang. Lo masih punya teman teman Lo, punya gue. Kenapa Lo merasa dan selalu menganggap diri Lo sendiri Fie!" kata Ganda.


"Gimana gue gak merasa sendiri Gan, orang tua gue gak peduli sama gue. Bahkan mereka tega menghancurkan hidup gue" gumam Fiera menatap Ganda yang juga menatap ke arahnya. Di sudut mata Fiera sudah berlinang air mata yang siap terjun dan melewati jalu pipi Fiera.


"Gak Fie, orang tua tidak akan bersikap seperti itu!" tegas Ganda .


"Lo gak tau, Lo berkata seperti itu karena orang tua Lo baik. Sementara gue? Lo akan merubah kata kata Lo jika Lo tahu bagaimana sikap orang tua gue!" kata Fiera, ia sudah menangis terseduh seduh.


Fiera bangkit dari duduknya, ia mendekat ke pagar tebing.


"Arerrggggggg!!!!!!! Kalian jahat!!!!??!!!!!! Jika kalian mampu, bunuh saja aku!!!!! please jangan siksa aku dengan fakta ini!!!?!


ARGGGGGG!!!!!!!!!!!"


Ganda menghela nafas melihat Fiera, ia seakan merasakan betapa sakitnya hati Fiera saat ini.


Tapi, apa yang bisa ia lakukan selain menenangkan dan membujuk Fiera agar tidak sedih lagi.

__ADS_1


sementara Fiera, merasa berterimakasih pada Ganda. Berkat dirinya ia bisa mengetahui tempat seperti ini.


...----------------...


__ADS_2