
Malam yang indah, Fiera, Raisa dan Angle menghabiskan malam mereka dengan menonton drama yang sedang viral. Kalian tahu drama apa? yaitu snowdrop.
Ketiga gadis itu baper banget menonton ending drama yang benar-benar bikin sedih banget.
"Lahh kok ending nya gak jelas gini sih? gak jelas banget" protes Fiera kesal, ia menghapus sisa air mata yang masih menggenang di pelupuk matanya.
"Kok cowo nya metong sih, kan harusnya mereka hidup bahagia" tambah Angle yang juga kesal dengan ending film nya.
"Aduhhh kalian kenapa berisik sih, ini tuh sedih banget tahu, gue gak tahan lihat nya" Raisa malah menangis sejadi jadinya. Di antara mereka bertiga, hanya Raisa yang paling gampang baper.
"ihh lebay deh, sampe segitu nya" ledek Angle.
"Kalian tuh gak punya hati yah, hiksss...Itu tuh sedih banget tahu"
Angle dan Fiera menggeleng bersamaan, mereka sudah biasa melihat Raisa menangis sejadi jadinya setiap kali usai menonton Drakor.
Fiera mematikan laptop nya, ia melirik jam dinding yang selalu nongkrong di sudut kamarnya.
"Waduh, jam 2 dini hari guys" kaget Fiera, ia menoleh ke arah kedua teman temannya. Ternyata Angke dan Raisa sudah tertidur dengan posisi yang berantakan.
"Astaga, ternyata udah molor ni bocah bengek" gumam Fiera. Setelah menyimpan laptopnya ke atas meja belajarnya, Fiera langsung ikut berbaring di samping Raisa. Ranjangnya yang sangat luas, membuat mereka tidur dalam ketenangan dan kenyamanan tanpa harus sempit sempitan.
Seiring berjalannya waktu, keindahan langit malam yang di hiasi oleh bintang bintang yang di sinari oleh rembulan tampak sangat indah. Mereka terlihat riang melihat Fiera dan kedua teman teman nya tidur dengan sangat lelap.
Udara mulai dingin, sekarang sudah pukul 5 subuh. Fiera yang batu tidur tiga jam, merasa sedikit menggigil.
"Aduhhh jam berapa sih ini?" gumam Fiera menggaruk kepalanya yang tiba-tiba terasa gatal. Fiera melirik jam dindingnya, dengan mata mengantuk ia menatap jam.
"Ya ampun, pantes aja dingin. AC menyala, dan sekarang sudah subuh" lirih Fiera. Ia menguap beberapa kali, lalu dengan memaksakan diri. Fiera turun dari ranjang dan masuk ke kamar mandi.
"Orang yang sukses adalah orang yang bangun pagi" ujar Fiera menyemangati dirinya.
Setelah ia selesai mandi, baru lah Fiera membangunkan kedua sahabatnya. Mereka terlihat sangat lelap dengan selimut tebal milik Fiera menyelimuti nya.
"Raisa....Bangun! Angle!!! bangun!!!" panggil Fiera sembari menggoyang goyangkan tubuh Raisa dan Angle bergantian.
"Aduhhh Fiera, gue ngantuk banget masih, bentaran lagi aja" ucap Raisa semakin menenggelamkan dirinya di dalam selimut tebal itu.
Begitu juga dengan Angle, ia terlihat tidak bergerak sama sekali ketika Fiera mencoba membangunkan nya.
"Aduh, gimana ini. Jam udah menunjukkan pukul 6. Jika mereka gak bangun, kita bisa telat nih" Fiera mencoba memikirkan bagaimana cara agar kedua sahabatnya bangun dan segera bersiap untuk berangkat ke sekolah.
"Ahhh emang pinter gue" ujar Fiera tersenyum senang mendapat ide cemerlang untuk membangunkan kedua sahabatnya.
Fiera mendekatkan dirinya pada telinga Raisa, lalu membisikkan sesuatu.
"Wahhh Itu cowo tampan banget, sendiri lagi" bisik Fiera di telinga Raisa.
__ADS_1
"Man, mana. Gue mau lihat, tampan gimana???" teriak Raisa antusias, gadis itu langsung duduk dan mencari cari cowo tampan yang Fiera bilang.
Benarkan, apa yang Fiera pikirkan. Raisa akan bangun jika ada cowo tampan.
"Ya elah, giliran ada cowo tampan aja lu bangun. Dasar fake girl!" dengus Fiera.
"Ihhhh Fiera, Lo ngerjain gue!" sungut Raisa.
"Udah mandi sana. Udah jam 6 itu" kata Fiera menunjuk jam dinding milik nya. Raisa pun langsung terlonjak kaget, ia berlari masuk ke dalam kamar mandi Fiera.
Sekarang, giliran Angle yang harus Fiera kerjain.
Fiera berpindah ke posisi samping ranjang nya, Angke tidur terlalu pinggir. Fiera menunduk dan mendekat pada telinga Angle.
"Ehh ehh kok Lo tidur sih, game lu tuh. Mau Afk!!" teriak Fiera panik.
"Eh mana mana, ho gue mana... Jangan sampe Afk!!!" teriak Angle histeris.
"Ahahahahahahaha" tawa Fiera langsung pecah melihat reaksi Angle. Fiera tidak tahan lagi, perutnya terasa ingin meledak jika ia terus menahan tawa. Ia berhasil mengerjai kedua sahabatnya yang tidak mau di bangunkan.
"Fiera, Lo ngerjain gue?"
"Kagak lah, gue bangunin Lo" bantah Fiera.
"Tapi Lo ngerjain gue Fie"
"Alahh, alesan doang itu mah, padahal dia beneran mengerjai kita gel" sahut Raisa yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan handuk.
"Lo kena juga?" tanya Angle.
"Iyalah, bahkan gue di kerjain dengan cara yang sama tapi dia bilang ada cowo tampan" gerutu Raisa dengan nada kesal.
Sementara Fiera masih mencoba mengendalikan dirinya agar tidak ketawa terus.
"Kalian sih, gaya mau begadang, pas bangun pagi kagak bisa" celetuk Fiera yang berhasil menghentikan tawanya.
"Emang jam berapa sih?" tanya Angle malas.
"Udah mau jam setengah tujuh" jawab Fiera kembali melirik jam dinding nya.
"What???...." Angle melompat dari atas ranjang Fiera, ia langsung berlari masuk ke dalam kamar mandi.
Raisa selesai mengenakan seragam sekolah nya, kini ia tengah merapikan rambut dan make up ala natural darinya.
"Gue heran deh, kok Lo bisa bangun pagi sih Fie. Kan tadi malam kita tidur malem banget"tanya Raisa heran.
"Yah bisa lah, namanya juga Fiera" balas Fiera sombong.
__ADS_1
"Nyesal gue nanya" Sesal Raisa.
Fiera kembali tertawa, ia merasa kehidupan nya sangat sempurna sekarang. Kedua teman temannya selalu membawa kebahagiaan bagi dirinya.
~•
Ketiga gadis itu tiba di sekolah tepat 5 menit sebelum bel berbunyi. Angle dan Fiera langsung ke ruangan osis, sementara Raisa, ia langsung menuju ke ruang kelas.
Ketika di koridor kelas, Raisa melihat Rafael berjalan sendirian. Raisa pun menghampiri Rafael, ia ingin menggali banyak hal tentang Ganda dari Rafael.
"Rafael!!" panggil Raisa.
Meremas namanya di panggil, Rafael pun berhenti dan berbalik.
"Oh Raisa, ada apa?" tanya Rafael biasa saja.
Raisa berdiri di depan Rafael, ia mengulum senyum karena malu ingin bertanya soal Ganda.
"Lo mau ngomong apa? bilang aja Sa" kata Rafael lagi, ia tahu Raisa ingin mengatakan sesuatu pada dirinya.
"Gue mau nanya soal Ganda sama Lo, boleh gak?" tanya Raisa malu malu.
"Boleh kok sa, Lo mau nanya apa, tanyain aja" jawab Rafael.
Tak jauh dari mereka, Susi melihat mereka penuh rasa cemburu. Dengan langkah besar, Susi menghampiri mereka berdua.
"Heh Raisa, kok Lo deketin my honey gue sih! kan gue udah ngalah sama Ganda!" labrak Susi emosi.
"Aduhhh Susi, Lo gila yah. Gue kan udah bilang juga, gue dah nyerah soal Rafael!" balas Raisa badmood.
"Trus ngapain berdua di sini?" tanya Susi lagi, ia tidak akan dengan mudah percaya pada Raisa. Secara gitu, Raisa itu playbo cap kakap.
"Gue tuh, nemuin Rafael cuma mau nanya soal Ganda" jelas Raisa
"Kok sama Rafael sih, kenapa gak sama yang lain aja?" balas Susi yang masih gak terima Raisa deketin Rafael.
"Aduhhh Susi cantik, Lo kan tahu sendiri, Ganda itu temen Deket Rafael, ya wajarlah gue nanya sama Rafael" jelas Raisa lagi. Susi tak bisa berkata kata lagi, ucapan Raisa memang benar, dirinya sudah terlalu curigaan dengan Raisa.
"Humm yah maaf, gue kagak tahu" lirih Susi menyesal.
"Yaudah gak papa" Raisa kembali menoleh pada Rafael, ia ingin mulai mengajukan pertanyaan.
"Loh, Rafael nya mana???" kaget Raisa, tiba tiba Rafael menghilang begitu saja.
"Yahhh ini gara gara Lo, kan tadi Lo terlalu banyak omongan !! " tuding Raisa marah. Lalu dengan menghentak hentakkan kaki nya Raisa berlalu menuju ke kelas nya. sementara Susi kembali melanjutkan langkah nya menuju ruang OSIS.
...----------------...
__ADS_1