Mengejar Cinta Ketos Jutek

Mengejar Cinta Ketos Jutek
Kecelakaan


__ADS_3

Ganda masuk ke basecamp yang di khususkan untuk gengs Futsal nya.


"Hey bro, lama gak keliatan!" sapa salah satu teman nya.


"Iya nih" balas Ganda. Mereka mengadu tinju sebagai salam setiap kali bertemu.


Ganda menyapu seisi ruangan basecamp dengan tatapan matanya, mencari sosok Rafael yang sebenarnya paling ingin ia temui.


"Gue di sini, Lo cari gue kan?" ujar Rafael muncul dari dapur basecamp.


"Gue butuh waktu bicara sama Lo" balas Ganda.


Rafael melirik pada semua anak anak, ia mengisyaratkan agar mereka keluar untuk sementara.


"Oke, kita pamit" ucap mereka seraya pergi.


Kini, tinggallah Rafael dan Ganda berdua di dalam basecamp yang sangat luas.


"Silahkan ngomong" kata Rafael. Ia menghempaskan bokongnya di atas sofa, lalu menatap pada Ganda yang masih berdiri.


Huffff....


"Raf, Lo jangan marah terus dong sama gue!"


"Kenapa gue marah? gue gak marah sama Lo!" jawab Rafael datar.


Ganda mendengus, ia duduk di samping Rafael dan meninju lengan Rafael pelan.


"Gue tahu Lo kecewa, marah sama gue. Tapi ini bukan suatu hal yang bisa gue atur." jelas Ganda.


"Udah lah Gan, gue gak marah sama Lo. Gue juga sadar, hati itu tidak bisa di paksa. "


Ganda menegakkan badannya, ia tersenyum lebar pada Rafael.


"Lo beneran??"


"Ada syarat nya Gan"


"Apa?" tanya Ganda antusias.


"Lo harus jaga Fiera, jika Lo gak becus menjaga dirinya. Maka, gue akan datang dan membawanya pergi." Tegas Rafael dengan nada serius.


"Lo tenang aja, gue gak akan melukai Fiera, gue akan melindungi nya seumur hidup gue" Janji Ganda.


"Ternyata Lo sangat mencintai Fiera, mungkin karena itulah gue kalah sama Lo" batin Rafael.


Mereka kembali bertos, masalah yang awalnya keruh kini sudah menjadi jernih. Rafael dengan berlapang dada memaafkan Ganda dan membuka hatinya untuk Susi.


Setelah mereka berbicara, mereka memutuskan untuk pergi ke cafe ini makan bersama. Hari ini Ganda yang mentraktir mereka semua.


Di saat kebersamaan nya bersama teman temannya, Ganda merasa resah. Sejak tadi pikirannya hanya tertuju pada istri nya. Di liriknya ponsel yang sejak tadi tidak memberikan notifikasi apapun.


"Apa dia belum pulang?" pikir Ganda.


...----------------...


Brak~

__ADS_1


Bruk~


Prank~


Mobil yang melaju tiba-tiba di tabrak oleh seseorang dari arah samping. Sehingga, mobil yang melaju itu terdorong dan keluar dari jalur jalan raya.


Kondisi mobil itu hancur, sempat dilihat oleh orang orang jika mobil itu terguling guling.


Sementara mobil yang menabraknya dari samping ikut terbalik karena banting stir yang kuat.


"Apa yang terjadi???" tanya Fiera pada Pak supir yang memejamkan mata sama seperti dirinya.


"Seperti nya terjadi kecelakaan non" jawab Pak supir.


Fiera melihat keluar jendela, sungguh sangat mengejutkan. Bagai di sambar petir. Fiera bergetar ketika melihat mobil milik Raisa terbalik di depan mobilnya.


"Raisa???"


Buru buru Fiera turun dari mobil, ia melihat jalanan sudah macet dan banyak kendaraan lain yang berhenti untuk melihat apa yang terjadi.


Banyak yang melihat, tapi tidak ada yang berani untuk memeriksa nya sebelum polisi datang.


"Raisa?? ini beneran mobil Raisa!!!!" teriak Fiera membuka pintu mobil Raisa.


"Jay dek, tunggu polisi dulu" cegah orang yang juga melihat kejadian itu.


"Gak pak, dia teman saya. Saya harus menolong nya lebih dulu!??!" teriak Fiera histeris.


Fiera berusaha membalikkan mobil Raisa yang sangat susah untuk di buka jika tidak di putar terlebih dahulu.


"Raisa!!! Raisa!!!!" Fiera semakin histeris, ia membuka pintu mobil Raisa yang sudah tidak berbentuk lagi. Semua kaca mobil sudah pecah.


"Raisa!!!!! Tolong!!!! tolong!!!" teriak Fiera ketika membuka pintu mobil Raisa dan menemukan gadis itu bersimbah darah di bagian kepala nya.


"Raisa!!! bangun Raisa!!!!!"


Fiera menangis sekencang mungkin, ia tidak sanggup melihat kondisi Raisa.


Beberapa polisi datang, mereka mengevakuasi tempat kejadian dan mulai melacak para saksi. Terutama mereka menangani para korban.


Melihat kondisi yang sangat buruk, polisi langsung memanggil ambulan dan membawa para korban ke rumah sakit.


Fiera ikut dengan ambulan yang membawa Raisa, ia tidak peduli dengan baju nya yang sudah berlumuran darah Raisa.


Sementara pak supir yang panik melihat kondisi nona mudanya yang ikut dengan ambulan langsung menghubungi Ganda.


Drrrttttt~~~~


Drrrrttt~


"Gan, ponsel Lo bergetar!" kata Rafael.


Ganda langsung melirik ke ponselnya, ia terkejut melihat nama supir nya yang mengantar Fiera pulang.


"Halo pak?" sapa Ganda .


"Halo tuan, anu....Non Fiera tuan"

__ADS_1


Duarrrr~~~~


Bagai di sambar petir, Ganda langsung berdiri dari duduknya karena terkejut mendengar nama istri nya di sebut.


"Apa yang terjadi pada Fiera???" tanya Ganda .


"Anu tuan, Non Fiera pergi ke rumah sakit"


"Apa yang terjadi?"potong Ganda.


"Tadi ada kecelakaan"


"Apa!!!! kirim alamat rumah sakitnya!!" tegas Ganda, ia langsung memutuskan panggilan.


"Ada apa?" tanya Rafael, ia dan teman teman lain ikut terkejut.


"Gue harus pergi sekarang, nanti gue cerita" jawab Ganda langsung pergi.


"Gue ikut!!", teriak Rafael bergegas menyusul Ganda.


Mereka berdua langsung masuk ke dalam mobil dan pergi mengikuti alamat yang supir Ganda kirim.


"Apa yang terjadi?" tanya Rafael ikut panik.


"Gue juga belum tahu pasti, kata supir gue, Fiera ke rumah sakit, ada kecelakaan" balas Ganda tanpa menoleh.


"What? kecelakaan????"


"Supir gue bilang gitu, gue gak tahu gimana kejadiannya. Entah siapa yang kecelakaan!" kata Ganda lagi.


Mereka tiba di rumah sakit, Ganda keluar dengan terburu buru. Ia menghampiri Supirnya yang berdiri di loby.


"Di mana Fiera pak?" tanya Ganda.


"Non Fiera ada di sana" tunjuk pak supir ke arah lorong ruangan UGD.


Ganda dan Rafael langsung berlari ke arah sana. Hantu Ganda berdetak cepat, ia sangat takut.


"Fiera!!" panggil Ganda.


Fiera yang tengah duduk di lantai langsung menoleh dan melihat suaminya.


"Ganda!!" balas Fiera bangkit dan langsung memeluk Ganda.


"Syukurlah Lo gak papa, gue pikir Lo kenapa kenapa" bisik ganda bernafas lega.


"Jika bukan Fiera yang masuk rumah sakit? lalu..???" gumam Rafael bingung, kini dirinya yang di kanda kekhawatiran. Jika Fiera sampai sekacau ini, bisa jadi yang kecelakaan itu adalah teman teman nya.


"Susi??" Jantung Rafael seakan berhenti berdetak.


"Ganda, Raisa kecelakaan. Dia sangat kritis. Gue takuttt gue gak mau dia kenapa kenapa!!!!" teriak Fiera histeris.


"Raisa??" batin Rafael bernafas lega.


"Stttt tenang yah sayang, aku yakin kok Raisa akan baik baik saja" ucap Ganda menenangkan istri nya. Ia merasa iba pada istri nya yang benar-benar terlihat kacau. Baju sekolah nya sudah berlumuran darah.


"Gue akan hubungi bokap nyokap nya" ucap Rafael. Ganda mengangguk pelan.

__ADS_1


__ADS_2