Mengejar Cinta Ketos Jutek

Mengejar Cinta Ketos Jutek
Terbongkar????


__ADS_3

"Apa yang sedang kalian lakuin di sini???" Susi menarik lengan Fiera agar menjauh drai Ganda.


Yah, orang yang berteriak itu adalah Susi. Gadis itu baru saja keluar dari toilet dan melihat ganda menyeret Fiera kenbawah pohon.


Susi mulai curiga dan mengikuti mereka, mendengar vsemua yang Ganda katakan. Ketika Fiera akan mencium Ganda, di situlah Susi berteriak.


"Ini gak seperti yang Lo lihat Sus, gue sumpah!!" Ucap Fiera panik, ia hatus meyakinkan Susi agar tidak berpikir tentang hal hal yang aneh.


"Gue lihat semuanya dan mendengar semuanya"ujar Susi menatap Ganda lekat. Pria itu malah terlihat santai dan acuh.


"Fie, Lo pergilah ke kantin. Gue akan mengurusnya"kata Ganda.


"Tapi, gue gak mau Susi salah paham" ujar Fiera menatap Susi dengan tatapan tidak berdaya.


"Ini semua karena Lo!! Jika bukan karena Lo, gue gak akan dalam masalah seperti ini!" Maki Fiera, ia pergi begitu saja dari sana. Meninggalkan Susi dan Ganda berdua.


"Lo lihat semuanya?"tanya Ganda santai. Susi mengangguk pelan,sejujurnya ia tidak bis apeecaya Fiera bisa tunduk di hadapan Ganda.


" Gue akan ngasih tahu Lo yang sebenarnya" ucap Ganda.


"Katakan saja" lirih Susi.


"Gue dan Fiera di jodohkan, kita harus menerima semua ini. Tidak bisa menolak, karena hak menolak tidak ada. Tapi Fiera bersikeras ingin menolaknya, karena ia tahu.-_" ucapan Ganda terhenti di potong oleh Susi.


"Karena Raisa?"tebak Susi.


"Yah benar, dia tidak mau merusak hubungan persahabatan nya karena gue!" Sambung Ganda lagi.


"Tentu saja Ganda, teman temannya selalu ada ketika Fiera dalam masalah. Apalagi Raisa, dia paling peduli pada Fiera" jelas Susi.


"Tapi gue ada satu pertanyaan sama Lo" ujar Susi menatap mata Ganda lekat.


"Apa?"tanya Ganda.


"Lo beneran suka sama Fiera? Apa Lo juga terpaksa menerima perjodohan ini?" Tanya Susi penuh selidik.


Ganda terdiam, lalu tersenyum lebar.


"Gue suka sama dia, tapi gue tidak bisa menunjukkan nya secara langsung" jawab ganda jujur


"Kenapa? Lo harus perjuangkan Ganda!"desak Susi.


"Tidak sus, ada hati yang harus gue jaga"jawab Ganda.


"Siapa? Apa Lo punya cewe lain. Atau Lo juga tidak mau menyakiti hati Raisa?"tebak Susi penasaran.


"Tidak sus, bukan soal Raisa. Jika dia gue tidak maslaah, karena gue akan lebih suka melihat Raisa tahu segalanya dari pada gue harus pura pura dekat dengannya dan memberi harapan palsu padanya."jelas Ganda.


"Lalu apa?" Tanya Susi semakin penasaran.


"Rafael!"


Deg~

__ADS_1


"Kenapa harus dia?" Tanya Susi, dada nya mulai sesak.


"Rafael suka sama Fiera. Sejak awal gue masuk, Rafael sudah mengatakannya" jelas Ganda. Ia tahu ini akan menyakiti hati Susi.


"Tapi, Lo tidak usah khawatir Sus. Gue tahu jika Rafael hanya kagum pada Fiera. Dia tidak suka karena cinta. Gue yakin Rafael tidak menyadari seseorang ada yang lebih berharga yang tidak ia sadrai!"


"Maksud Lo?" Sela Susi.


"Susi, gue laki laki. Gue juga sahabat Rafael sejak SMP. Gue thau bagaimana perasaan nya. Ketika acara banso itu, di desa terpencil itu. Gue melihat Rafael menatap Lo dengan senyum. Gue melihat ada cinta yang tidak di sadari oleh Rafael" ucap Ganda panjang lebar.


Susi yang tadinya sudah meneteskan air mata, kembali mengusapnya pelan.


"Lo jangan membuat gue semakin berharap!" Serga Susi.


"Gue serius Susi, Sekarang tinggal Lo aja yang harus bekerja keras. Untuk menyadarkan hati Rafael tentang keberadaan Lo!" Ganda menyakinkan Susi, ia tidak sedang berbual. Ganda benar benar bisa memahami perasaan Rafael, sahabatnya.


"Baiklah, akan gue pegang ucapan Lo Gan, awas aja kalo Lo boong!"ancam Susi.


"Kita memiliki misi yang sama Susi, kita harus saling bekerja sama. Meskipun Raisa akan tersakiti." Kata Ganda mengulurkan tangannya pada Susi.


"Tentu saja, untuk Raisa itu urusan gampang. Gadis itu sangat mudah jatuh cinta pada pria yang tampan" balas Susi menyambut uluran tangan Ganda.


~•


Fiera kembali ke kantin. Ia terlihat terengah seperti orang di kejar hantu.


"Nah, datang juga Lo" ujar Angle


"Hampir-hampir aja kita susulin Lo ke toilet" sambung Raisa.


"Baiklah, Sekarang mari kita makan!!!!"sorak Fiera. ia berharap bisa makan dengan tenang dan melupakan masalahnya untuk sejenak.


Di tengah asiknya makan, Susi ikut bergabung bersama mereka. Ia langsung duduk di depan Fiera. Tatapan mata Susi sulit untuk di artikan. Fiera sampai tersedak melihat kedatangan Susi yang datang tiba tiba.


"Uhukkkk.... Uhukkkk..."


"Eh eh.."pakik Raisa langsung memberikan segelas air oad Fiera.


"Di minum dulu Fie" ujar Raisa.


Fiera menerima gelas air dari Raisa dan langsung meminumnya. kedatangan Susi membuat dirinya tersedak. Fiera mampu merasakan perihnya tenggorokan nya saat ini.


"Kenapa Lo di sini?"tanya Fiera.


"Loh, kenapa? Apa gue gak boleh duduk di sini?"tanya Susi dengan senyum miring nya. Ia berniat untuk mengerjai Fiera.


"Iya Fie, ada apa? Kenapa Lo kelihatan takut gitu?"tanya Angle ikutan heran.


"Bu_-bukan begitu, gue hanya kaget doang"Kila Fiera menghindar dari tuduhan yang mungkin saja ia lupakan.


"Aneh banget" lirih Raisa.


Merasa sudah agak lain suasana nya, Susi langsung tertawa terbahak bahak. Bukan nya cair suasana nya, malah makin aneh.

__ADS_1


"Lo gila yah Sus, tadi sinis sekarang malah tertawa!!!"dengus Raisa menatap Susi kesal.


"


"Apa maksud dari sikap Susi ini, gue benar benar panik karena dia!"batin Fiera.


"Lo tenang aja Fie, gue aman kok?" Ucap Susi tersenyum.


"Emang Fiera nganggep lu gila??"kekeh Angle.


"Emang dia gila!!"sahut Raisa.


"Enak aja lu, gue tampol nangis lu!" Gertak Susi pada Raisa.


"Ampun doro"canda Raisa ala ala gitu.


Fiera kembali melanjutkan makan nya, ia mencoba untuk tidak terlalu pusing dengan masalah yang ganda timbulkan.


"Eh gue ke perpus dulu yak,ada buku yang belum gue kembalian"pamit Angle.


"Yaudah Sono?!" Usir Raisa.


Susi masih berada di sana, ia ikut makan bersama Fiera yang menawarkan makanan milik nya.


"Dasar pengen gratisan"sindir Raisa.


"Bukan pengen gratisan, tapi racikan bakso Fiera emang enak!"balas Raisa.


"Lahh itu kan mamang itu yang buat. Lo pikir Fiera yang buat?" Dengus Raisa menunjuk mamang kantin.


"Aduhhh emang susah deh ngomong sama orang Lola, maksud guebitu saos kecap cabe , semua ini pas. Makanya gue suka!!!" Jelas Susi kesal.


"Hahaha.... Iya gue tahu, punya gue juga Fiera yang racikin"kekeh Raisa yang ternyata sengaja membuat Susi kesal.


"Ya ampun, bener bener nih bocah!"decak Susi.


"Yaudah deh, gue mau pergi bayar dulu yak!" Pamit Raisa yang langsung melenggang pergi.


Kini tinggallah mereka berdua yang duduk di meja itu. Fiera kembali merasakan suasananya mencekam.


"Lo gak usah gugup Fie, gue udah tahu segalahnya"ucap Susi.


"Maksud Lo?"


"Ganda sudah menceritakan SMA gue semuanya. So lu santai aja" jelas Susi.


"Tapi...."


"Udah lah, gue fer kok orang nya. Lo santai aja. Gak bakal ada yang tahu kok" ujar Susi meyakinkan Fiera.


"Makasih yah Sus, gue berhutang budi sama Lo" ucap Fiera menggenggam tangan Susi.


"Gak kok, lagian ini bukan salah Lo. " Balas Susi. Mereka tersenyum bersama, Fiera merasa sangat sangat lega sekarang.

__ADS_1


"Salah siapa?"


Deg~


__ADS_2