Mengejar Cinta Ketos Jutek

Mengejar Cinta Ketos Jutek
Gaduh lagi


__ADS_3

Keheningan terjadi, Fiera sama sekali tidak mau membuka suara,walau hanya sekedar menghalau kesunyian di dalam mobil.


Begitu juga dengan Ganda, pria itu telihat fokus mengemudi.


"Belok mana?" Tanya Ganda akhirnya membuka suara, ia tidak tahu mau belok ke mana arah rumah Fiera. Ini adalah kali pertama nya ia mengantar Fiera Bahkan ini di luar dugaan nya.


Ada dua persimpangan, jadi Ganda tidak tau simpang mana arah jalan rumah Fiera.


"Yang kiri" jawab Fiera singkat.


Keheningan kembali terjadi, mereka kembali sibuk dengan pemikiran masing-masing.


"Ehemm" dehem Ganda berusaha menghalau kesunyian. Ini bukanlah hiby Ganda, tapi malah kebencian ganda. Pria itu sangat tidak suka dengan kesunyian.


"Lo tinggal sama siapa di rumah?" Tanya Ganda memulai percakapan, ia sudah tidak tahan dengan kesunyian ini.


"Itu bukan urusan Lo" jawab Fiera ketus.


"Astaga, gue cuma nanya doang!" Kaget Ganda.


"Yah gue jawab doang?" Balas Fiera.


"Susah emang, sama cewe judes kaya Lo. Kaya ngadepin kucing garong. Mau nya nyakar mulu!" Ujar Ganda kesal.


"Maksud Lo apa, samain gue kaya kucing!" Bentak Fiera kesal.


"Lahh gue cuma mengatakan persamaan nya, kaya x +2y \= 0" kata Ganda asal. Bego emang, Ganda malah mengatakan persamaan matematika.


"Gila Lo yah!" Dengus Fiera membuang pandangannya ke luar jendela mobil. Ia melihat pemandangan malam yang terlihat sangat indah, kelap kelip lampu kendraan membuat suasana malam terlihat ramai.


Melihat sudah hampir sampai ke depan gerbang rumah nya. Fiera pun menatap ke arah depan.


"Itu rumah gue!" Kata Fiera menunjuk rumah besar yang di cat berwarna abu abu muda.


Ganda pun membelokkan mobilnya ke arah rumah besar itu.


Kartika mobil nya berada di depan gerbang, salah seorang satpam menghampiri mereka.


"Pak, ini Fie. Tolong buka gerbang nya" ujar Fiera mengeluarkan kepalanya dari kaca mobil.


"Oh baik non" jawab satpam itu, ia langsung bergegas membuka gerbangnya.


Mobil Ganda memasuki perkarangan rumah Fiera, dan aurah kesepian kembali menyelimuti hati Fiera.


"Inilah dunia ku, kenyataan yang harus aku jalani" batin Fiera.


Ganda memperhatikan rumah Fiera, terlihat sepi sekali.


"Lo sendiri di rumah sebesar ini?" Tanya Ganda.


"Makasih" ucap Fiera tanpa menjawab pertanyaan dari Ganda. Ia rasa jawabannya tadi sudah lebih dari cukup bagi Ganda agar tidak mempertanyakan lagi.

__ADS_1


"Eh eh, Fiera!!" Panggil Ganda ikut keluar dari mobil dan menyusul Fiera yang berjalan cepat masuk ke dalam rumah nya.


Ganda berhasil menahan lengan Fiera ketika gadis itu meraih ganggang pintu rumah nya.


"Apa lagi sih, gue kan udah bilang makasih. so Lo bisa pergi sekarang"usir Fiera.


"Lo kok gini sih, setahu gue yah. Kita gak pernah ada masalah serius. Kenapa Lo malah selalu ketus dan galak banget sama gue Fie?" Tanya Ganda heran.


"Udah deh gak penting, gue capek dan mau istirahat!" Kata Fiera. ia melepaskan pegangan tangan Ganda di lengannya, lalu masuk ke dalam rumah dan langsung menutup pintu rumah nya.


Ganda berdiri menatap pintu rumah Fiera yang sudah tertutup rapat. Ia menatap bingung kepergian Fiera.


Memang, ganda sangat kesal pada Fiera. Tapi, seperti yang sudah dirinya katakan, Ganda melakukan nya hanya untuk menarik perhatian Fiera. Tapi, di depan semua orang Ganda selalu bertingkah seolah ia membenci Fiera.


"Gue semakin penasaran sama Lo Fie. " Lirih Ganda. Ia akhirnya masuk kembali ke dalam mobil nya dan pergi meninggalkan rumah Fiera.


Dari jendela kamar nya, Fiera melihat kepergian Ganda.


"Lo gak ada salah sama gue, tapi entah mengapa gue sellau merasa kesal sama Lo. Apalagi,Lo selalu mencari masalah sama gue. Sekarang Lo mempertanyakan hal ini. Dasar cowo bodoh!"


Fiera beranjak dari jendela kamarnya, ia membersihkan dirinya. Lalu memilih untuk langsung beristirahat.


~•


Keesokan hari nya, terlihat di dalam kelas IPA 1 sedang ada keributan. Fiera selaku ketua OSIS langsung menengahi Sandi yang sedang berkelahi dengan Ganda hanya karena hal sepeleh.


Ganda menyerang Sandi hanya karena mengatakan jika Ganda anak pindahan yang tidak tahu malu dan pembuat onar di sekolah nya.


"Ganda, Lo kenapa nyerang Sandi?" Tanya Fiera tegas.


"Lo dengar sendiri tadi kan. Dia yang mulai duluan!!" Jawab Ganda.


"Tapi gak gini juga!" Ucap Fiera lagi.


"Lo gak punya mata, apa Lo gak liat gimana dia menghina gue, huh!" Teriak Ganda.


"Lo emang pembuat onar, lalu apa salah dengan itu. Jika Lo gak kaya gitu wajar Lo marah!" Kata Fiera lantang, ia menatap Ganda tajam. Begitu juga sebaliknya kini terlihat bukan Sandi dan Ganda yang berkelahi, tapi Fiera dan Ganda.


"Fiera, harusnya Lo gak nyalahin Ganda dong. Kan Lo lihat sendiri Sandi yang mancing!" Sela Raisa membela Ganda.


"Udah sa, Lo gak usah ikut campur!" Kata Ganda.


"Tapi Gan, lo kan gak salah!" Kata Raisa menatap Ganda.


"Biar gue yang urus" jawab Ganda lagi.


"Sa, kok Lo malah belain Ganda sih. Fiera kan cuma mau melerai mereka" sahut Angle.


"Gue cuma ngerasa Fiera gak adil!" Jawab Raisa singkat.


"Tapi, Ganda yang nyerang Sandi duluan" sela Susi

__ADS_1


"Sudah sudah! Kenapa kalian yang ribut!" Tegas Fiera.


Semua murid kelas IPA satu mengelilingi mereka menyaksikan perkelahian Fiera dan Ganda. Ini adalah momen yang sangat mereka nantikan.


"Lo sudah banyak berkasus, berhentilah untuk menambahnya!" Peringat Fiera.


"Dan Lo, jaga mulut Lo. Walaupun dia begitu, Lo gak boleh menggunakan hak itu sebagai bahan ejekan!" Ucap Fiera bijak.


Sandi hanya bisa menunduk, ia tidak mau mencari masalah dengan Fiera. Akan sangat bahaya jika dirinya berurusan dengan wanita judes itu.


"Baiklah" lirih Sandi.


"Lo gak adil banget yah, giliran gue yang begitu Lo Langi ngasih hukuman!" Protes Ganda kembali memancing emosi Fiera.


"Lo ini emang pembuat onar yah, keadaan sudah tenang kenapa Lo pancing lagi sih!" Dengus Fiera heran.


"Lo pemimpin yang tidak adil!" Kata Ganda lagi.


"Serah Lo deh, mikir nya gimana. "


Fiera kembali ke meja nya, ia sudah lelah berurusan dengan Ganda yang seakan akan sengaja membuat masalah.


Beruntung hari ini Bu Rena tidak datang, jadi mereka bisa sedikit santai menjelang ujian besok.


Angle dan Raisa menghampiri Fiera yang sedang membaca bukunya.


"Fie" panggil Angle.


"Apa?" Jawab Fiera ketus.


"Idih, kok marah nya ke kita sih!" Ujar Raisa, ia langsung duduk di depan Fiera.


"Gue lagi badmood, so jangan bikin gue kesel" peringat Fiera. Membuat kedua gadis itu langsung mundur dan pergi mencari kesibukan yang lain.


Raisa menghampiri Ganda, sementara Angle bergabung dengan Susi.


Raisa mengobrol seputar tentang diri Ganda, Raisa memuji segalanya. Kadang, Raisa terdengar tertawa dengan Ganda.


Meskipun tertawa bersama Raisa, ganda terlihat sesekali mencuri pandang kearah Fiera. Lagi lagi, Angle menangkap hal itu.


"Gue khawatir banget deh Sus" gumam Angle, tatapan matanya masih mengawasih Ganda.


"Kenapa emang?" Tanya Susi penasaran. Ia menarik Angle sedikit menjauh dari teman teman nya.


"Lo gak liat, kaya nya yah. Ganda itu suka nya sama Fiera, bukan Raisa. Liat aja tuh" Angle menunjuk Ganda yang sedang melirik Fiera tanpa sepengetahuan Raisa dengan mata nya.


"Gila. Bener banget Lo, gimana dong kalo ini sempat terjadi" gumam Susi ikut khawatir. Meskipun Susi bukan teman dekat Fiera seperti Raisa dan Angle, Susi tetap care pada teman teman nya.


"Nah, gue juga khawatir. Lo tahu sendiri kan Raisa itu gimana"


"Perang dunia ni pasti" sahut Susi.

__ADS_1


Mereka berdua terus memantau pergerakan Ganda, meskipun Fiera terlihat biasa saja. Namun, mereka tetap merasa khawatir. Keduanya berharap jika ganda tidak menyukai Fiera, walaupun dia tidak menyukai Raisa juga. Setidaknya tidak ada perang di antara hubungan persahabatan mereka.


__ADS_2