Mengejar Cinta Ketos Jutek

Mengejar Cinta Ketos Jutek
Aurah pertemanan


__ADS_3

Hari pertama setelah 1 bulan tidak masuk sekolah, Fiera merasa sangat panik. Ia sejak tadi mondar mandir dan berdiri di depan cermin besarnya.


Sementara Ganda terkekeh pelan sembari duduk santai di sofa kamarnya.


"Gak usah di tutup. Istri ku sangat cantik seperti itu"


"Cantik kepala Lo di gigit tikus!"serga Fiera kesal. Ia menatap Ganda sebentar, lalu kembali menatap ke cermin besar yang menampilkan dirinya.


Fiera memikirkan bagaimana cara menghilangkan tanda tanda yang Ganda ciptakan tadi malam. Meskipun mereka tidak melakukan hubungan tubuh, tapi Ganda melepaskannya dengan menghujani nya dengan cupangan yang sangat banyak di seluruh tubuhnya.


"Yaudah Sayang, kita gak usah pergi sekolah, kita di kamar aja" kekeh Ganda memberi usulan.


"Diam Lo!! atau gue tutup mulut Lo menggunakan kaos kaki!!!" ancam Fiera.


Ganda menutup mulutnya, ia tertawa dalam diam. Ancaman Fiera bukan lah sekedar ancaman, Ganda sudah sangat tahu akan hal itu.


Fiera terus memikirkan apa yang harus ia lakukan dengan tanda tanda ini. Ia mencak mencak melihat jam berjalan dengan cepat.


"Pake ini aja beb, tanda nya pasti tersamarkan" usul Ganda menunjuk pondation milik Fiera.


"Emang bisa?"


"Jerawat saja tersamarkan, apalagi bekas cinta"


Cup~


Ganda kembali menambah tanda di leher Fiera. Ia tidak tahan menatap lama lama leher jenjang milik istri nya.


"Ganda!!!!!" teriak Fiera marah. Ganda sudah berlari keluar dari kamar dan langsung masuk ke ruang makan.


*


*


*


Fiera dan Ganda berangkat ke sekolah bersama. Masih seperti biasanya, mereka menjadi pusat perhatian. Apalagi Fiera, semua orang menatap iba dan juga menatap iri.


Iba nya tatapan mereka, karena Fiera kehilangan kedua orang tuanya sekaligus dalam satu waktu. Sedangkan tatapan iri berasal dari Ganda yang berdiri dengan kokoh di samping Fiera.


Siapa yang tidak mau berada di posisi Fiera saat ini? bahkan sahabat nya sendiri menginginkan posisi Fiera saat ini.


"Yuk Honey" ajak Ganda menggandeng tangan Fiera.


"Mereka sangat serasi yah"


"Sama sama tampan dan Cantik, suka deh"


"Ahhhhh kenapa gak gue sih yang ada di posisi Fiera????"


"Beruntung banget!!!!"


Begitulah erangan erangan yang keluar dari mulut setiap siswa siswi yang melihat Fiera dan Ganda berjalan menuju ke ruang kelas mereka.


Ketika hendak masuk ke dalam kelas, Fiera dan Raisa bertemu di depan kelas dari hara yang berlawanan.


Ganda menarik tangan Fiera masuk ke dalam, namun Fiera menahannya. Ia ingin bicara dengan Raisa. Namun, Raisa langsung masuk ke dalam kelas tanpa menghiraukan Fiera.

__ADS_1


"Kenapa ngeyel!" dengus Ganda melihat Raisa mengabaikan Fiera.


"Tidak masalah" balas Fiera masuk ke dalam kelas tanpa di gandeng oleh Ganda.


"Fiera!!!!" teriak Susi menyambut kehadiran Fiera.


"Hai" sapa Fiera tersenyum.


"Akhirnya Lo masuk juga, gue udah kangen banget sama Lo!!" ujar Susi seneng.


Fiera membalas ucapan Ganda dengan senyuman, matanya melirik ke Raisa yang duduk diam di bangkunya.


"Sampai kapan kita seperti ini Rai? gue capek" batin Fiera mengeluh.


Kring!!!!!!!!!!!!!!!!


Bel masuk pun berbunyi, semua siswa siswi terlihat masuk ke dalam kelas dengan terbirit birit.


Semenjak Fiera tidak masuk kelas, Randi menjadi membabi buta. Ia tidak mentoleransi setiap siswa siswi yang terlambat. Sudah melebihi dari Fiera, Randi lebih kejam dan ketat.


Organisasi sekolah semakin naik dan banyak yang berpartisipasi dalam kontes yang ada di negara ini.


~•


Guru tengah menjelaskan materi terakhir menjelang ujian akhir semester. Semua siswa siswi terlihat mencatat setiap poin penting yang guru nya ucapakan.


Berbeda dengan Raisa yang sejak tadi menatap lurus ke depan, namun pikiran nya melayang ke mana mana.


Cling~


Sebuah pesan masuk ke ponsel Raisa. Akan tetapi, gadis itu tidak menyadari nya.


Cling~


"Siapa yang mengirimkan gue pesan" pikir Raisa melihat siapa yang mengirimnya


Fiera♥️


Mari bicara


Fiera♥️


Mari bicara


Raisa melirik kearah Fiera yang juga melirik ke arah nya.


Cepat cepat Raisa meletakkan ponselnya, lalu berusaha untuk mengabaikan pesan itu. Ia berpura-pura tidak melihat pesan singkat itu.


"Huh, apa dia belum melihat nya?!?!" dengus Fiera dalam hati.


Kring~


Bel istirahat kembali berbunyi, Fiera buru buru menyimpan buku bukunya agar dirinya bisa mengajak Raisa berbicara.


"Eh eh!!! yahhhh" Fiera terlambat, Raisa sudah pergi dan tidak melihat sedikit pun kepada nya.


"Fiera!" panggil Angle melihat sahabatnya mengejar Raisa.

__ADS_1


"Gel, gue butuh banget ngomong sama Raisa. Gue gak mau kesalahpahaman ini terus berlanjut" lirih Fiera pada Angle.


"Gue ngerti kok Fie, tapi untuk sekarang, biarkan saja Raisa menenangkan pikiran nya dan mencoba untuk memahami semua nya!"


Fiera menghela nafas, mungkin Angle benar. Fiera harus menunggu waktu yang tepat dan situasi yang pas agar bisa bicara dengan Raisa.


"Ke kantin yuk"ajak Angle.


Fiera dan Angle pun pergi ke kantin, ketika baru saja masuk ke dalam kantin, Fiera melihat Susi seperti menghindari Rafael.


"Kenapa Susi menghindari Rafael?" tanya Fiera pada Angle.


"Sejak Rafael mengetahui semuanya, Rafael sangat marah pada Susi, ia sempat mengucapkan kata kata mengusir. Susi jadi paham dan memutuskan untuk tidak mendekati Rafael lagi. Ia terus mencoba menghindar"


"Kasian dia"lirih Fiera, ia kembali merasa bersalah. Semua yang di rasakan oleh teman-temannya karena dirinya.


"Lo jangan salahkan diri Lo lagi, ini semua bukan salah Lo Fie." kata Angle mengusap bahu Fiera, ia tahu apa yang gadis itu pikirkan saat ini.


Fiera dan Angle duduk di meja yang tak jauh dari Rafael, awal nya pria itu tidak menyadari keberadaan dua gadis itu.


Rafael menoleh, ia tersenyum lebar ketika melihat Fiera duduk sendiri di meja nya Angle pergi memesan makanan.


"Sendirian aja Fie?"sapa Rafael.


"Eh, Rafael?"kaget Fiera. Ia menoleh ke kiri dan kanan mencari Angle.


"Tenang aja, gue bawa aurah berteman, bukan mencintai" kekeh Rafael membuat Fiera tertawa.


"Humm.. Baiklah, gue akan menerima aurah nya kalau begitu" kata Fiera dengan senang hati.


Angle kembali ke meja nya membawa dua mangkok bakso di dalam nampan. Ia kaget melihat keberadaan Rafael.


"Waduh, gimana kalo Ganda melihatnya?" erang Angle panik.


"Angle!!!"teriak Rafael.


"Eh iya!!"sahut Angle yang sempat berhenti dan langsung berjalan cepat.


"Lo bergabung" ujar Angle basa basi.


"Iya, ada yang mau gue sampein sama kalian berdua"


"Soal apa?" tanya Fiera penasaran.


"Soal, Susi"


Fiera dan Angle saling melirik, lalu kembali menoleh pada Rafael.


"Lo gak suka sama Susi? tapi please jangan beri harapan!" ucap Angle.


"Dengerin dulu!!!!! gue belum selesai!" kesal Rafael.


"Yaudah terusin!" kata Fiera.


Rafael melanjutkan ucapannya, ia menjelaskan semua permasalahan nya dari A sampai Z.


Tapi, kalian tahu nya nanti yah.Di episode selanjutnya. Author kerja dulu. hahaha🤣

__ADS_1


ada saran gak? keromantisan apa yang harus kita kasih untuk Susi?? membalas kesabaran nya selama ini.


tulis di kolom komentar yah😘


__ADS_2