Mengejar Cinta Ketos Jutek

Mengejar Cinta Ketos Jutek
Mengejutkan Sekali!!!


__ADS_3

Raisa menatap setiap cetakan hasil jepretan nya yang sedang ia susun di atas ranjang nya. Ketika sedang menunggu sepupunya datang, Raisa tidak sengaja melihat mama Fiera menggandeng seorang pria yang ia tahu bukanlah papa Fiera. Karena rasa penasaran yang besar, akhirnya Raisa memantaunya dan mengambil beberapa gambar.


Sekarang, ia menjadi bingung. Antara ingin memberitahu pada Fiera, atau malah menyimpan ini semua hingga semua nya terbuka sendiri.


Jika Raisa mengirimkan foto ini pada Fiera, ia yakin Fiera akan sangat terpuruk. Tapi, kebenaran ini harus terungkap.


"Aduhhh gue bingung banget!!!"erang Raisa.


"gak, Fiera gak boleh tahu soal ini. Jika dia tahu, maka kehidupan nya akan semakin kacau dan berantakan.


"Gak, gak,,, Fiera gak boleh tahu soal ini" Raisa menggeleng kuat, lalu mengambil kotak penyimpanan barang yang tidak terpakai nya, lalu menyimpan semua foto itu di dalam sana.


Sementara di tempat perkemahan, Fiera batu saja selesai dari kamar mandi. Ia merasa sangat lega sekarang.


Fiera berjalan santai menuju ke tendanya. Sesekali ia terlihat membungkukkan tubuhnya memberi hormat kepada seniornya yang sedang berpatroli.


Selama dari kamar mandi, Fiera merasa ada yang mengikuti nya. Fiera berjalan semakin cepat, hingga ia harus melewati pohon besar yang sedikit sepi karena agak jauh dari kumpulan tenda panitia.


"Akkpp!!!"pekik Fiera tertahan. Sesey menarik tangannya dan membekap mulutnya agar tidak mengeluarkan teriakan yang keras.


Orang itu membawa Fiera ke balik pohon besar, jika di lihat dari arah perkemahan, Orang orang tidak akan tahu jika Fiera ada di balik pohon besar itu.


Fiera kaget melihat siapa yang sudah menarik dirinya. Tadinya Fiera sempat ketakutan, tapi setelah melihat siapa yang melakukan nya, Fiera malah jadi jengkel.


"Ssttt...." desis Ganda meletakkan jari telunjuknya di depan bibir. Matanya menatap area sekitar, setelah aman, ia pun langsung melepaskan mulut Fiera.


"Lo apa apaan sih. Ngapain cob-_" ucap Fiera terhenti karena Ganda kembali membekap mulutnya, tapi kali ini dengan bibirnya. Posisi mereka yang sangat dekat dengan Ganda didepan tubuh Fiera yang tersandar di batang pohon besar.


Cup~


Kecupan itu hanya sebentar, di gunakan untuk membuat Fiera bungkam. Ganda tidak bisa membekap mulut Fiera dengan tangan nya, karena tangannya sudah ia gunakan untuk menahan tubuh Fiera.


"Lo gila yah!!" bentak Fiera keras.


Cup~


"Selagi Lo ribut, gue akan terus melakukan nya!"ancam Ganda.Fiera langsung melotot padanya.


"Gila Lo!"dengus Fiera.


"Fie, gue cuma mau mastiin Lo itu baik baik aja. Tadi gue lihat Lo ke arah toilet. Makanya gue ikutin, gue takut Lo kenapa kenap!"ungkap Ganda jujur.

__ADS_1


"Gue gak butuh Lo khawatir kan!" ketus Fiera berusaha mendorong ganda dari hadapan nya. Tapi, Kekuatan pria itu jauh lebih kuat darinya, sehingga Ganda terlihat tidak bergeser sedikit pun.


"Lo itu kenapa sih, selaku jutek sama gue. Sedangkan sama yang lain, Lo baik banget!!" protes Ganda.


"Lo emas pantes mendapatkan nya"balas Fiera.


Ganda menjadi kalut mendengar nya, ia benar-benar tulus ingin berdamai, tapi Fiera malah bersikap seperti ini.


Cup~


Cup~


Ganda terus mengecup bibir Fiera, menahan tangan gadis itu agar dia tidak memberontak.


Saat ini bukan lagi kecupan, tapi ada sedikit bumbu kenikmatan dalam ciuman itu.


Bagi Fiera, ini adalah pengalaman pertama nya. Jadi Fiera masih merasa asing dan jantung berdebar kencang.


Melihat Fiera tak melawan,Ganda pun semakin memperdalam ciumannya.Bahkan ia menekan tengkuk Fiera agar lebih mudah mengakses nya.


Fiera yang tidak berdaya hanya bisa diam menerima perlakuan Ganda yang menurut nya asing. Tapi,Fiera mulai merasakan hal yang aneh dalam dirinya.


Sejujurnya Fiera menyukai gaya Ganda menciumnya, tapi hati nurani nya dan kesadaran penuh nya membuat dirinya memberontak.


"Lepasin gue!!!"teriak Fiera, ia menginjak kaki Ganda kuat, lalu menggunakan kesempatan untuk kabur ketika Ganda memegangi kakinya yang di injak Fiera.


"Akkkk!!!"


"Fiera!!!"teriak Ganda. Ia kehilangan bibir manis yang kini malah membuatnya kecanduan.


Fiera berlari menuju ke tendanya. Setiba nya di tenda, Fiera langsung masuk dan mengunci tenda nya.


"Lo ada apa kak?" tanya Elena kaget. Ia heran melihat Fiera terlihat ngos ngosan dan menatap kosong pintu tendernya yang sudah ia tutup.


Fiera menoleh pada Elena, dan ia melirik ke arah Susi dan Angle. Elena mengikuti arah pandang Fiera.


"Mereka baru aja tidur, tapi aku ingin menunggu kakak" jawab Elena.


Fiera masih mengatur nafas, ia memilih berbaring di samping Susu dengan memunggungi teman temannya.


"Aneh" pikir Elena.

__ADS_1


" Tidur!" titah Fiera pada Elena. Gadis itu pun menurut, Elena berbaring di samping Fiera. Walaupun hati Nya masih sangat penasaran dengan apa yang Fiera alami tadi.


Fiera berusaha untuk tidur malam ini, yah walaupun Fiera merasa ia tidak ngantuk.


Sialan, gue gak perawan lagi. Tu cowo seenaknya mengambil first kiss gue!!.


Hati Fiera bergejolak, ia benar benar merasa terzolimi sekarang.Setiap kali Fiera mencoba memejamkan matanya, maka kejadian itu akan terus terulang di benaknya.


Sementara di tendanya, ganda mengulum senyum. Ini di luar dugaannya, sebenarnya Ganda tidak bermaksud untuk mencium Fiera, tapi semua itu terjadi begitu saja.


Ternya dia punya bibir yang manis. Gue sampai ketagihan ingin merasakan nya lagi. Dia jutek, tapi bibir juteknya itu sangatlah manis.


Randi memperhatikan Ganda dengan seksama. ia heran melihat Ganda yang senyum senyum sendiri.


"Heh, Lo gila??? jangan di sini dong gila nya! serem gue!!" sungut Randi.


Ganda tersadar, ia tercengir pada Randi.


"Gue ma tidur nyenyak malam ini di, pagi pagi gue akan terlihat segar" kata Ganda percaya diri. Senyum manis terukir di bibirnya.


Kok pengen yah.


"Ni anak kaya nya butuh penyadaran" gumam Randi mengambil botol air minum, lalu membasahi telapak tangannya


"Eh eh basa!!" pekik Ganda. Dengan sengaja Randi menyiram nya.


"Lo sih, di tanyain juga, malah ngelamun gitu." balas Randi.


Ganda hanya bisa tercengir, lalu mengambil posisi uny tidur di sebelah 2 teman nya yang lain.


"Yah tidur?" geram Randi.


Ganda mulai tidur dengan nyenyak, ia mencoba berdamai dengan apa yang sudah ia lakukan pada Fiera.


Meskipun, Ganda sangat ingin mencicipi bibir Fiera lagi.


Setelah kejadian itu, Ganda tidak memikirkan bagaimana nanti Fiera akan menghadapinya setelah kesalahan yang ia lakukan.


Setelah semua orang masuk kedalam tenda masing masing, area sekitar mulai terasa sepi. Fiera yang masih bangun pun merasakan betapa sunyi nya tempat mereka saat ini.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2