
"Woy bro, kenapa lu. Kalem banget" sapa Rafael pada Ganda ketika tiba di cafe tempat mereka biasa menongkrong. Di sana sudah berkumpul semua teman teman mereka. Dari teman SD, SMP hingga SMA.
Ganda hanya menanggapi sapaan Rafael dengan anggukan biasa saja.
Rafael melirik pada yang lain, tatapan nya mengartikan bahwa dirinya sedang bertanya.
"Kita gak tahu, dari nyampe udah gini nih bocah!" Jawab mereka.
"Lu ada masalah? Cerita kek sama kita. Jangan mendem sendiri Jamal!"omel Rafael.
"Gue gak papa kok!" Jawab ganda. "Jika gue bilang gue lagi mikir gimana deketin Fiera. Lo pasti marah"lanjut ganda dalam hati.
"Yaudah deh, mau main futsal gak?" Ajak Rafael.
"Ada lawan?"tanya Adit.
"Ada, tapi dari musuh SMP kita dulu"jawab Rafael.
"Wah enak nih, dah lama kita gak war"jawab Baldi.
"Ah elu Bal, selalu war aja mikir nya"celetuk Dedi.
"Udah udah, yang penting sekarang Ganda ikut apa kagak?" lerai Rafael beralih menatap Ganda
"Boleh deh, gue juga seminggu ini gak ada olahraga"jawab Ganda menerima tawaran Rafael.
"Seruhhh nihh"sorak Adit dan Baldi.
"Eh, kita kurang nih" sahut Dedi.
"Iya yak, kita cuma 5 orang" sambung Baldi.
"Gue ada di sini!!!!"Randi langsung duduk di samping Rafael.
"Eh kok lu ada di sini?"kaget Rafael.
"Yah iyalah, gue kan yang punya cafe"jawab Radit.
"Ha?serius Lo? Kok gue gak tahu " kaget Rafael.
"Kalo Lo tau sejak dulu, maka lu udah sejak dulu makan dan minum di sini gratis!" Ketus Randi.
"Ah gak seru lu!" Dengus Rafael.
Ganda kembali diam, pikiran nya sekarang tidak berada di sini. ia malah memikirkan Fiera, bagaimana ekspresi Fiera ketika berada di kamarnya kemarin.
"Kita akan main Futsal, Lo ikut gak?. Kurang satu anggota nih!" Ujar Adit.
__ADS_1
"Boleh deh, kalau kita menang. Lo semua boleh makan gratis di sini selama 1 bulan!" Ucap Randi.
"Ini baru nikmat, kan jadi semangat"ujar Baldi.
"Yaudah, gue kabarin mereka dulu. Biar setelah ini ke lapangan!" Kata Rafael.
"Yaudah buruan!!"seru Randi.
~•
Fiera bergelung di atas sofa milik Angle, sejak kemarin gadis ini hanya bisa menangis dan menangis. Apapun yang Angle dan Raisa beri gadis itu tidak mau.
"Fie, makan dong. Lo gak boleh kaya gini terus" bujuk Raisa.
"Iya Fie, jangan nyiksa diri Lo sendiri dong" sambung Angle.
"Gue gak tahu kehidupan gue seperti apa kedepannya. Gue udah seneng banget mama gue udah ngasih waktu ke gue. Tapi,,,hikss...Hiks.. Ternyata udah kaya gini" lirih Fiera di sela sela tangisnya.
"Gue ngerti kok Fie, hati Lo pasti sakit banget. Tapi Lo gak boleh gini juga. Lo harus kuat Fie" kata Angle.
Fiera tidak menghiraukannya, ia malah diam dalam tangis yang terdengar memilukan.
Raisa dan Angle tidak tahu harus berbuat apa. mereka mengatakan kasihan pada sahabat mereka.
"Gimana dong?"tanya Raisa pada Angle.
"Fie, ayo dong makan! Lo sejak kemarin belum makan"sekali lagi Raisa membujuk nya.
"Iya Fie, emang Lo gak mau sekolah? Lo mau sakit. Kita masuk besok loh"sahut Angle. Mereka kehabisan akal untuk mengatakan apa lagi.
Ketika Raisa dan Angle menghela nafas pasrah. Fiera tiba tiba berdiri dan menghapus air mata yang seolah olah tidak mau berhenti mengalir.
Fiera menatap kedua sahabatnya dengan mata sembab.
"Gue harus pulang, gue harus mempersiapkan semua keperluan sekolah gue!" Ujar Fiera.
"Tapi Fie, Lo yakin?" Tanya Angle memastikan, ia tidak mau terjadi sesuatu pada Fiera nanti jika pulang kerumahnya.
"Gue harus pulang, makasih banget yah kalian selalu ada buat gue"kata Fiera memeluk satu persatu Sahabat nya.
"Fie, Lo yakin?" Tanya Raisa.
"Gue yakin, gue gak boleh terpaku di sini aja. Gue juga udah terbiasa hidup seperti ini. Kenapa sekarang gue malah terpuruk"lirih Fiera seakan menahan tangisnya.
"Udah, gue pulang dulu" Fiera menghapus air matanya lagi dan mengambil tas selempang yang terletak di atas nakas kamar Angle.
Fiera pulang ke rumah nya menggunakan taxi, ia tidak mau Raisa ataupun Angle mengantar nya.
__ADS_1
"Kamu kenapa ceroboh sih! Fiera jadi tahu kan. sekarang kita harus apa. Dia pasti sedih dan mempertanyakan semua ini."
"Aku gak tahu kalau Fiera ada di restoran itu mas. Aku udah datang ke restauran yang Fiera gak pernah kunjungi" jawab Dea membela diri
"Sekarang apa, semua nya sudah terjadi. Aku sudah kasih tahu kamu kalau mau bertemu itu di luar kota atau di luar negeri saja!"tegas William lagi.
Mereka terus bersitegang memikirkan bagaimana perasaan Fiera saat ini.
"Jadi, papa juga tahu kalau mama selingkuh?"
Deg~
Tubuh Dea dan William menegang, mereka menoleh ke arah Fiera berdiri.
Fiera melangkah mendekati papa dan mama nya yang menatap nya dengan tatapan terkejut.
"Fiera, kamu sudah pulang?" Tanya Dea, ia berusaha mendekati putri nya. Tapi Fiera menjauh, ia menarik tangan nya ketika mama nya menggenggam tangan nya.
"Jelaskan sama aku!!! Sebenarnya bagaimana hubungan kalian sebenarnya??
Mama memiliki pria simpanan, jangan bilang.... " Fiera menggeleng kuat, air mata nya kembali mengalir deras. Penglihatannya mulai mengabur karena terhalangi oleh air mata nya.
"Apa setelah ini aku akan mendengar kabar tentang papa? Apa seberapa hubungan kalian!!!!"teriak Fiera histeris. Ia tidak tahu lagi harus bersikap seperti apa. Kehancuran dirinya sudah lengkap.
Dea dan William tidak bisa berkata kata lagi. Mereka hanya diam dan membiarkan Fiera mengeluarkan unek uneknya. Mungkin sudah saat nya Fiera mengetahui segalanya.
"Fie, mama bisa jelasin"bujuk Dea.
"Gak... Apa sebenarnya takdir ku ini. kenapa kehidupan ku seperti ini!!!!" teriak Fiera.
"Kenapa kalian jahat sama aku!! apa salah ku, apa!!!!!!" Fiera menatap mama nya dengan tatapan kecewa.
"Apa kalian tidak pernah memikirkan bagaimana perasaan ku? apa kalian pernah!!!!!!!!!" ucap Fiera menatap mama dan papa nya.
Bruk~
Fiera ambruk di lantai, kakinya tak sanggup lagi menopang tubuh nya.
"Kamu akan mengerti setelah mengetahui segala nya Fiera"ujar William.
"Apa? apa masih ada yang belum aku ketahui? Fakta buruk apa lagi yang harus aku ketahui????"
Papa sama Mama jahat!!!!"
Fiera bangkit, lalu berlari masuk ke kamar nya, ia tidak bisa membayangkan apa yang akan di jelaskan oleh papa dan mama nya. Fiera sudah tidak sanggup dengan kehidupan nya ini. Ia sudah lelah, sejak kecil kehidupan nya sudah kacau seperti ini.
...----------------...
__ADS_1