Mengejar Cinta Ketos Jutek

Mengejar Cinta Ketos Jutek
Janji Ganda


__ADS_3

Di rumah Wijanto, pagi pagi sekali sudah terdengar keributan dari kamar seorang Ganda. Lusi mencak mencak membangunkan putra nya yang selalu saja sulit untuk di bangun kan.


"Ganda!!! kalo kamu gak bangun. Mama akan memotong jajan bulanan kamu!" teriak Lusi sembari menarik selimut Ganda hingga pria itu menggeliat kedinginan karena suhu AC yang terlalu rendah.


"Aduhh bundaaaaaa, kenapa sih gangguin Ganda mulu. Ganda masih ngantuk bunda" rengek Ganda semakin mempererat pelukan nya pada bantal guling nya.


Mendengar ucapan putra nya, Lusi semakin marah. Ia menyingkap gorden kamar Ganda, lalu menarik tangan putranya untuk menyeret nya ke kamar mandi.


"Eh eh bunda sakit, tangan ganda bisa putus bundaaa" teriak Ganda tidak bisa menahan dirinya karena serangan bunda nya terlalu tiba tiba. Ganda terseret hingga ke depan pintu kamar, ternyata bunda nya lumayan kuat untuk menyeret ganda turun dari tempat tidur.


Lusi melepas tangan putranya, ia terlihat sangat marah sekarang.


"Kamu mau mandi sendiri atau bunda yang mandiin huh? setiap pagi kamu selalu bangun siang. Apa kamu tidak bosan gandaaaa, bergonta ganti sekolah terus Hem.."


Ganda terduduk di lantai sembari mengucek ngucek mata nya. Pergelangan tangan nya terlihat memerah karena bekas tarikan tangan bunda nya.


"Masih mending ganti ganti sekolah Bun, dari pada gonta ganti cewe" balas Ganda santai.


"Kamu yah, bisa nya menjawab aja terus. Gini nih, kalo anak gak berbakti sama orang tua.


Buruan mandi!!! bunda tunggu dibawah" Lusi sedikit mendorong putranya, lalu keluar dari kamar Ganda dan turun menuju ke meja makan.


"Gi mama Bun, mau emang kebo itu bangun?" tanya Elena yang sudah selesai sarapan nya.


"Alah, palingan juga bunda ngamuk dulu" celetuk Ferdi.


Lusi hanya bisa menghela nafas, putra nya selalu bersikap seenaknya seperti ini.


"Aku sudah tidak tahu lagi, dia selalu seperti ini" gumam Lusi pasrah.


"Yaudah deh Bun, aku mau berangkat dulu" pamit Elena Salim dan mengecup kedua pipi bunda nya, hal itu juga ia lakukan terhadap ayah nya.


"Hati hati sayang" kata Lusi.


"Kalau begitu, aku juga berangkat sayang" sahut Ferdi.


"Baiklah, mas juga hati hati yah" kata Lusi bergerak mengambil tas kantor suami nya, lalu meraih punggung tangan suami untuk ia salim.


Ferdi membalas perlakuan santun istrinya dengan cara mengecup kening Lusi dengan penuh kasih sayang. Drama ini akan selalu ada di setiap pagi nya.


"Hati hati di rumah yah" peringat Ferdi, lalu ia berangkat ke kantor dengan di antar supir nya.


Lusi kembali ke ruang makan, ia melihat putra nya baru saja turun dari kamar dan duduk di meja makan.


"Makan nasi goreng nya" titah Lusi dengan wajah datar.


Ganda pun menurut, ia duduk dengan tenang dan memakan nasi goreng dengan santai. Meskipun jam sudah menunjukkan pukul 7.10. 30 menit lagi, bel akan berbunyi, dan ganda masih duduk dengan tenang tanpa ada rasa khawatir di wajah nya.


"Ganda!" panggil Lusi setelah melihat putranya menghabiskan sepiring nasi goreng yang ia siapkan.

__ADS_1


"Iya Bun" jawab Ganda santai.


"Kamu harus sekolah yang bener ganda, bunda gak mau mindahin kamu ke sana kemari lagi. Udah cukup Ganda, cobalah untuk mengerti dan buat bunda bangga" Lusi berkata dengan penuh harapan, ia sudah malu pada teman teman nya karena memiliki anak sebandel Ganda.


"Bun... Maafin Ganda yah, tapi ganda hanya masih belum menemukan sekolah yang cocok dengan Ganda"


"Sekolah seperti apa sih, yang kamu inginkan Ganda?. Bunda udah masukin kamu ke sekolah yang ternama, sekolah yang terbaik di negara ini. Bahkan, bunda udah ngirim kamu ke luar negeri. Namun, hal yang sama terus terjadi. Bunda gak ngerti deh, cara pikiran kamu Ganda" kata Lusi heran.


Ganda terdiam, ia mulai menyadari perbuatan nya yang selama ini selalu membuat kedua orang tuanya malu dan menderita.


"Bun... Ganda janji. Kali ini Ganda akan lulus di sekolah ini Bun. Bunda gak akan malu lagi yah, Ganda gak akan telat lagi Bun. Percaya deh sama Ganda" kata Ganda meyakinkan bunda nya. Ia merasa malu sebenarnya, tapi mau bagaimana lagi. Ia selalu bosan dan merasa tidak nyaman di setiap sekolah sekolah lama nya.


"Baiklah Ganda, kali ini bunda akan mencoba mempercayai ucapan kamu. Bunda harap kamu dapat membuktikan sama bunda dan ayah kamu" kata Lusi memegang tangan putranya.


"Iya Bun, Hem...Kalau begitu Ganda pamit berangkat sekolah dulu Bun. Yah, walaupun Ganda telat lagi" kekeh Ganda.


"Bunda harap, ini terakhir kali nya kamu terlambat"


"Siap bundaaaa...."


Ganda Salim, lalu berangkat ke sekolah menggunakan sepeda motor nya.


25 menit, akhirnya Ganda tiba di sekolah nya. Gerbang sekolah sudah di tutup, ganda berusaha keras untuk membujuk pak satpam agar mau membuka gerbang agar dirinya bisa masuk.


"Pak... Buka pintu nya dong!!!" mohon Ganda.


"Maaf den, gak bisa. Ini sudah peraturan nya" tegas pak satpam.


"Maaf den, bapak tidak bisa!" tolak Pak satpam.


Ganda memutar otak nya bagaimana cara membujuk pak satpam.


Dari arah parkiran, Fiera dan kedua teman nya berjalan melewati pos pak satpam. Mereka melihat Ganda sedang duduk di atas motornya sembari memegangi kepalanya seperti orang sedang berpikir.


"Astaga!!!!! Lo telat lagi!" pekik Susi dan Angle bersamaan. Mereka benar benar tidak percaya dengan Ganda yang tidak pernah datang tepat waktu sejak ia masuk ke sekolah ini. Beruntung Fiera tidak melaporkan pada kepala sekolah, ia hanya terus memberi hukuman pada cowo itu dengan alasan dia terlambat hanya beberapa menit saja.


"Lo gak capek dan gak bosen apa, bersihin toilet dan seluruh sekolah!" kata Angle.


Ganda turun dari motor nya, ia mendekat ke gerbang agar sedikit lebih dekat dengan ketiga gadis itu. Tatapan Ganda lurus ke Fiera.


"Eh gadis jutek, tolong bukain pintu nya" teriak Ganda


"Sorry, gue gak bisa. Kalo Lo terlambat beberapa menit dan gerbang masih terbuka. Its ok, gue bisa ngasih Lo hukuman. Tapi, sekarang sudah beda kasus." jelas Fiera menolak membantu Ganda. Ia juga sudah jengah menghukum cowo menyebalkan itu.


"Lo gak bisa gitu dong, Lo harus dengerin penjelasan gue tentang alasan gue terlambat ini" kata Ganda lagi.


"Udah lah Ganda, Lo mau alasan apapun juga gak bakal ngaruh. Selama Lo sekolah di sini, Lo gak pernah gak telat!" sela Angle.


"Tau ih, tampan tapi berandal" sambung Susi.

__ADS_1


"Udah lah guys, yuk cabut" ajak Fiera berbalik hendak pergi. Namun, teriakan Ganda membuat mereka kembali berbalik menatap dirinya.


"Gue janji gak bakal terlambat lagi, ini akan menjadi terakhir kali nya gue terlambat!" teriak Ganda mengucapkan janji nya.


Fiera terdiam, ia mulai mempertimbangkan permintaan dan janji Ganda. Selama ini pria itu tidak pernah seperti ini, ia selalu menerima semua hukuman tanpa mengeluarkan alasan alasan demi menghindari hukuman yang ia berikan.


"Lo percaya Fie?" tanya Susi penasaran.


"Lo yakin dia bersungguh sungguh??" kata Angle.


Pak satpam berdiri di hadapan Ganda, pagar besi menjadi penghalang mereka. Sama seperti Ganda, pak satpam penasaran dengan keputusan Fiera.


"Ok, gue pegang janji Lo. Kalau sempat Lo masih terlambat lagi. Semua kasus Lo akan sampai ke tangan Kepsek." tegas Fiera.


"Pak, bukain gerbang nya."kata Fiera pada Pak satpam.


"Dan buat Lo, setelah parkir motor Lo, silahkan masuk ke kelas" kata Fiera menatap Ganda.


"Fie, Lo gak ngasih hukuman?" tanya Angke heran.


"Makasih cewe jutek. Gue akan mengingat jasa Lo ini" kata Ganda tersenyum.


Fiera pergi begitu aja dari sana, ia langsung menuju ke ruang OSIS untuk mengambil tas nya.


Angle dan Susi pun menyusul Fiera, mereka masih bingung dan penasaran. Kenapa Fiera tidak memberikan hukuman pada Ganda.


"Fiera tunggu!!!" teriak Susi berlari.


"Fie, kok Lo longgar sama tu cowo?"


"Kok gak kasih hukuman sih?"


"Aduhhh Susi, Angle. Kalian kenapa sih, berisik banget!" kelu Fiera kesal, ia merasa terganggu dengan pertanyaan pertanyaan tidak penting dari kedua teman nya.


"Yah, kita butuh jawab Fie. Kalo anak anak tahu gimana? mereka pasti nyangka nya Lo ada apa apa sama dia!" jelas Susi.


"Bukan gitu Susi, Angle. Gue bebasin dia dari hukuman karena dia udah sering di hukum. Dan kali ini, dia berjanji untuk tidak akan terlambat lagi. Jadi gue apresiasi sama niat dia. Dan jika, dia melanggar janjinya. Maka, dia akan gue pastiin mendapatkan surat dari kepala sekolah dan dia akan keluar dari sekolah ini!" jelas Fiera panjang lebar.


"What???" Susi dan Angle langsung kaget mendengar jawaban Fiera.


"Mampus, Raisa pasti bakalan marah banget nih, kalo dia tahu hal ini" gumam Susi.


"Mau bagaimana lagi, tu cowo kan selalu terlambat di setiap hari nya" sela Angle.


"Udah ah, Ayuk masuk. Bu Lena pasti sudah masuk ke kelas kita" kata Fiera .


Sementara di gerbang sekolah, Ganda berterimakasih pada pak satpam karena sudah membuka gerbang untuk nya.


"Makasih pak" kata Ganda membawa motornya masuk ke dalam.

__ADS_1


"Ingat janji nya den!" kata pak satpam. Ganda mengangguk dan tersenyum manis pada pak satpam. Sesuai janjinya tadi dan pada bundanya. Ganda tidak akan terlambat lagi, ia akan menjaga hal itu.


...----------------...


__ADS_2