Mengejar Cinta Ketos Jutek

Mengejar Cinta Ketos Jutek
Berdamai....


__ADS_3

Fiera bangun Seperti biasanya, ia sudah berdamai dengan hati yang masih terluka jika di lihat dengan teliti.


Pagi ini Fiera menemukan papa nya berada di rumah nya.


"Pagi sayang"sapa William ketika melihat putrinya menuruni anak tangga.


"Hm Pagi"jawab Fiera datar.


"Ayo sayang, kita sarapan. Papa sengaja Lo ke sini, biar bisa sarapan bareng kamu", kata William membual.


Fiera duduk di kursi yang biasa ia duduki. Tatapan Fiera tertuju pada kursi kosong yang biasa di tempati oleh mama nya.


"Kenapa kalian berpisah?"tanya Fiera


William yang sedang asik menyuapi makanan ke mulut nya jadi berhenti. Ia menatap putrinya lekat, mungkin ini saat nya. Pikir William.


"Papa dan mama di jodohkan, kami pikir kami akan hidup bahagia, karena memang kami sudah berteman sejak kecil. Namun, ternyata mama dan papa memiliki pemikiran dan cara berpikir yang berbeda. Kami sama sama berambisius dalam bekerja, namun untuk bersama mengelola rumah tangga kami tidak bisa. Akhirnya setelah 1 tahun menikah, kami terjebak di acara yang kakek kamu siapkan, mereka sengaja memberikan papa dan mama obat. Dan akhirnya kami melakukan nya dan menghasilkan kamu"jelas William panjang lebar.


"Apa kalian tidak menginginkan nya?"lirih Fiera, hatinya terasa sakit mendengar nya tapi ia harus tahu semuanya.


"Tidak begitu sayang, meskipun kami tahu kami di jebak, kami tetap melakukan nya dengan sadar. Kamu memang hasil cinta malam itu Fiera. Namun, karena memang kami tidak memiliki kecocokan, sehingga papa dan mama memutuskan untuk berpisah setelah kakek mu meninggalkan dunia. Waktu itu kamu masih sangat kecil Fiera, kami tidak mau menyakiti mu, meskipun sekarang ini kamu merasakan sakit yang sangat banyak. Tapi percayalah mama sama papa sangat sayang kepada mu "jelas William.


"Tapi, kenapa kalian mengabaikan ku?"


"Tidak Fie, kami tidak mengabaikan mu. Semua ini kami lakukan agar kamu tidak menjadi gadis yang manja. Kami ingin kamu mandiri dan tidak manja" kata William. Fiera sudah mulai terisak.


"Jangan sedih Fie, bagi kami kamu adalah anak yang sangat baik, cinta kami hanya untuk mu Fie" William berdiri, lalu menghampiri putrinya dan memeluknya.


"Kamu jangan berpikir jika kami tidak peduli kepada mu. Kami sangat sayang Fie. Pada mu" kata William lagi.


Fiera membiarkan papa nya memeluk tubuh nya, ia merasa sangat merindukan kehangatan pelukan papa dan mama nya.


"Meskipun sudah pisah, papa dan mama akan menjadi papa dan mama yang baik di hadapan kamu Fie"janji William.


"Jadi baik bukan soal uang saja, Fie juga butuh kasih sayang dan perhatian" lirih Fiera di sela tangisnya.


"Iya sayang, mulai saat ini sekali sebulan kita akan mengadakan acara berkumpul tanpa ada yang mengganggu kiat" ucap William memberi harapan kepada Fiera

__ADS_1


"Papa Jangan buat Fiera berharap dan hancur lagi" tegur Fiera


"Gak Fie, ini beneran. Tekat mama dan papa sudah bulat"jawab William.


Fiera hanya diam, ia masih menangis dan malam menangis di dalam pelukan papa nya.


~•


Raisa dan Angle menunggu Fiera di depan gerbang, mereka sudah tiba sejak 10 menit yang lalu. Karena Fiera bukan ketua OSIS lagi. Mereka tidak akan bisa semena meja dalam bertindak, karena Fiera akan selalu memantau.


"Nah tu dia nongol!"tunjuk Raisa pada Mobil Fiera yang batu saja masuk ke dalam perkarangan sekolah.


Raisa dan Angle langsung samperin Fiera, mereka menyambut sahabat nya dengan penuh senyum manis.


"Selamat pagi Fiera!!!!" teriak keduanya ketika Fiera keluar dari mobil yang selalu terlihat baru. Fiera sangat merawat mobil nya, karena mobil itu adalah peninggalan sang kakek.


"Kalian kenapa sih, kok kaya orang kesambet gitu?"heran Fiera menatap kedua temannya yang bertingkah aneh


"Yah, Angle. Kenapa ni bocah malah terlihat biasa biasa aja yah?" bisik Raisa pada Angle.


"Gila kali yah, pada ngaco" gumam Fiera, ia berjalan meninggalkan kedua sahabatnya yang asik berbisik Seperti itu.


"Eh malah kabur!!" gumam Raisa.


"Kejar bege!" dengus Angle.


"Fiera!!"


"Fiera!!!" teriak keduanya serempak.


Ketiga gadis itu berjalan beriringan melewati lorong sekolah. semua mata tertuju pada Fiera, mereka masih bertanya tanya alasan Fiera keluar dari OSIS. Namun, Fiera tidak menghiraukannya, ia tetap berjalan lurus dengan senyum menghiasi bibirnya. Penjelasan papa nya sudah lebih dari cukup. Saatnya sekarang Fiera berdamai dengan semua ini.


"Wahhh, ada yang lagi gembira ni" ujar Rafael menghadang jalan Fiera dan kedua sahabatnya.


"Pasti dong,Fiera sudah tidak seperti kemarin lagi" sahut Raisa.


"Waw bagus dong,si cantik aku kembali lagi seperti semula" sorak Rafael ikut senang.

__ADS_1


"Ih kok Lo jadi alay gini sih!" dengus Angle mengangkat bahu seolah jijik.


"Namanya lagi usaha dapatin ayang Fiera. Yah segala cara yang positif akan gue lakuin" ujar Rafael.


"Cieeee...Nanti Susi marah Lo" peringat Raisa terkekeh pelan.


"Ahhh gue capek sama tu bocah, selalu membuat gue menderita"lenguh Rafael.


"Udah deh, dia itu baik kok. Lo gak bakal nyesel sama dia!" ujar Raisa.


"Bener tuh" sahut Angle.


Sementara itu, Fiera hanya bisa menghela nafas panjang dan menggeleng menjawab ucapan Rafael.


"Udah deh, gue mau masuk. Ingat! kalian juga!"peringat Fiera menggunakan gaya bahasa ketika ia masih menjadi ketua OSIS


Di dalam kelas, ganda sudah duduk rapi di meja nya. Ia memamerkan senyum manis ketika Fiera masuk ke dalam kelas. Terlihat jelas di wajah Fiera jika ia terkejut melihat kehadiran Ganda sepagi ini.


"Waw, calon imam gue udah berubah"sorak Raisa senang melihat perubahan Ganda. Ia menghampiri Ganda dan duduk di samping nya dengan mengambil kursi milik teman sekelasnya yang duduk di depan Ganda.


"Gue senang deh, Lo udah berubah" ucap Raisa memulai topik pembicaraan.


"Makasih Rai" balas ganda tersenyum .


Sesekali Ganda melirik ke arah Fiera, ia melihat gadis itu sibuk dengan Rafael yang masih ada di kelasnya.


Fiera tertawa ketika Rafael mengumbar sebuah lelucon yang membuat tawa Fiera pecah


Lo tertawa, dan itu sangat indah. Tapi, gue bukan penyebab Lo tertawa Fie. Gue merasa kecewa dengan hal itu.


Ganda menghela nafas berat, ia berpikir bagaimana cara menjauhkan Raisa dari sisinya. Ia sudah lelah dekat dekat terus dengannya.


"Ganda! kok Lo bengong sih. Gue tanya tapi gak nyahut nyahut!" omel Raisa cemberut.


Teriakan Raisa terdengar oleh Fiera, gadis itu tertarik untuk melihat ke arah mereka. Fiera merasa ada hal yang aneh pada dirinya, ia merasa terus ingin memperhatikan Ganda ketika Deket dengan Raisa. Entah apa yang terjadi, Fiera merasa itu tidak akan baik untuk nya. Cepat cepat ia mengalihkan perhatiannya dan mulai membuang semuanya!.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2