Mengejar Cinta Ketos Jutek

Mengejar Cinta Ketos Jutek
Lagi dan lagi tanpa henti


__ADS_3

Ganda tiba di rumah Fiera pagi sekali, ia terus di desak oleh Elena sejak jam 7 pagi. Akhirnya ia berangkat jam 9 pagi dan tiba di rumah Fiera jam 9.30.


Ganda keluar dari mobil nya, ia langsung mendekat ke rumah Fiera dan mengetuk pintu rumah Fiera.


Tuk!!! Tuk!!!!


"Iya sebentar!!!"sahut Seseorang dari dalam. Tak lama kemudian, seorang wanita paru baya muncul di balik pintu rumah Fiera. Ia menatap Ganda seperti pernah bertemu sebelumnya.


"Maaf, Aden ini siapa yah?"tanya bi Ina.


"Saya ganda bu, teman nya Fiera." jawab Ganda


"Maaf den, saya asisten rumah tangga di sini, dan saya belum pernah lihat Aden datang ke sini."ujar bi Ina, meskipun ia ragu dengan ucapannya.


"Udah kok bi, waktu itu saya nganter Fiera pulang malam" jawab Ganda lagi.


"Siapa bi?" seru Fiera dari dalam. Ia melangkah mendekati bi Ina untuk melihat siapa yang sedang berbicara dengan bi Ina.


"Aini non, ada laki laki ngaku jadi teman non Fiera"jelas bi Ina.


Fiera keluar, ia melihat Ganda tersenyum kepadanya.


"Lo? ngapain ke sini?" tanya Fiera ketus.


"Gue mau jemput Lo. Elena sakit, dia mau Lo datang buat jenguk dia." jawab Ganda.


"Apa? Elena sakit? kok bisa?"


"Karena trauma dan syok dengan kejadian kemarin Elena jadi sering ketakutan dan membuat tubuh nya drop. "jelas Ganda.


"Oh yaudah, Lo pergi aja dulu. Entar gue nyusul!" kata Fiera kembali masuk ke dalam rumah. Ia harus bersiap siap dan segera pergi kerumah Elena.


Ganda tidak mengikuti apa yang Fiera katakan, ia masih berdiri di depan pintu dengan bi Ina menatap aneh kepadanya.


"Den, bukan nya nona sudah menyuruh Aden untuk pergi duluan?" ujar bi Ina.


"Gak bi, saya mau bareng sama dia. Tujuan saya datang ke sini untuk jemput dia. Kalau sekedar mengabari bisa lewat telfon" jawab Ganda kekuh menunggu Fiera di depan.


"Yaudah den, bibi ke belakang dulu yah" pamit bi Ina kembali ke dapur.


15 menit Fiera menghilang, kini ia kembali dengan pakaian yang sederhana dan natural banget. Ganda sempat terpesona melihat kecantikan alami yang Fiera miliki.


"Kenapa Lo masih ad di sini?" tanya Fiera kaget. Ia pikir Ganda sudah pergi.

__ADS_1


"Gue datang ke sini buat jemput Lo. Jika gue pulang tanpa ada Lo. Maka gue akan di marahi" alasan Ganda.


Fiera mengangguk pelan, ia melewati ganda begitu saja, lalu berjalan menuju ke mobilnya.


Melihat Fiera akan masuk ke dalam mobilnya, cepat cepat Ganda mencegah nya.


"Kenapa Lo malah bawa mobil?" tanya Ganda heran.


"Kenapa? gue mau ke rumah Elena" kata Fiera.


Ganda menggaruk kepalanya yang tiba-tiba gatal.


"Lo itu bego atau gimana sih. Gue kan udah bilang, gue kesini mau jemput Lo!. Kenapa Lo malah bawa mobil Lo sendiri?" geram Ganda.


"Gue gak mau satu mobil lagi sama Lo. Cukup sekali dan gak akan mau lagi!" tolak Fiera, ia langsung masuk ke dalam mobilnya tanpa menghiraukan Ganda. Fiera melaju lebih dulu.


"Gila yah, dia malah ninggalin gue. Bukan nya bersyukur, dia malah ninggalin gue tanpa rasa bersalah. Kalau tahu gini, mending gue paket motor!" gerutu Ganda mengomel sendiri.


Ganda pun akhirnya masuk ke dalam mobilnya dan menyusul Fiera.


~•


"Bun, jadi gak sih. Kak Ganda jemput kak Fiera?"tanya Elena kesal.


"Aduh Elena, kamu ini yah. Sejak tadi ituuuu mulu yang di tanyain. Kamu kan lihat sendiri tadi kakak kamu berangkat."


Lusi hanya bisa menghela nafas mendengar ocehan putrinya. Ia tidak mau menjawabnya lagi, percuma juga di jawab. Elena hanya akan mendengar kan apa isi hatinya dan apa yang ada di pikiran nya.


Brmm....


"Nah itu mereka datang" ujar Lusi mendengar suara mobil.


"Yaudah Bun, langsung ajak masuk aja"seru Elena semangat.


Lusi pun pergi ke depan, ia melihat Fiera dan Ganda keluar dari mobil yang berbeda. Ia heran, mengapa mereka tidak satu mobil saja.


"Assalamualaikum Tante" sapa Fiera Salim dengan Lusi.


"Waalaikumsalam sayang. Loh, kok beda mobil?"tanya Lusi.


"Malas satu mobil sama cewe kaya dia!"jawab Ganda ketus. Ia memutar balik fakta.Membuat Fiera mencibir pada nya.


"Lah kok kamu gitu sih Gan, gak baik tahu!"tegur Lusi. Namun, ganda tidak mendengarkannya. Ia malah masuk ke dalam rumah dan duduk di sofa depan Elena.

__ADS_1


Lusi membawa Fiera masuk ke dalam rumah. Gadis itu membawakan beberapa bingkisan untuk Elena.


"Wahhh kakak bawa buah tangan" seru Elena.


"Gak enak datang dengan tangan kosong" jawab Fiera. Ia meletakkan bingkisannya di atas meja.


"Gimana keadaan kamu?"tanya Fiera.


"Aku cuma syok aja kak, trus buat tubuh aku drop"jelas Elena.


"Baguslah kalau begitu. Semoga lekas sembuh"ucap Fiera, Elena pun senang mendengar nya.


"Nak Fiera udah makan?"tanya Lusi.


"Sudah Tante, aku udah makan tadi" jawab Fiera.


"Yahhh gak bisa makan bareng kakak deh"lenguh Elena.


"Lebay banget sih, udah kaya sepasang kekasih aja"cibir Ganda yang mulai geli dengan sikap adiknya.


"Udah deh, Lo pergi sana. Ganggu gue aja!"usir Elena pada Ganda


"Enak aja, Lo aja sana pergi" tolak Ganda membalas, ia malah mengusir balik.


Melihat sikap kasar Ganda pada Elena. Fiera pun mengambil bantal sofa yang ada di samping nya. Lalu, ia melempar nya keras pada Ganda.


"Eh apaan sih!" serga ganda marah.Ia menatap Fiera tajam.


"Apa? mau marah?? Lo emang gak ada pikiran banget yah. Jelas jelas adik Lo sakit. Tapi Lo masih bisa melawannya."omel Fiera.


"What?? Lo gila apa. Gue gak ada berbuat apa apa yang menyakiti dirinya!", balas Ganda tak habis pikir.


"Cara Lo ngomong sama dia, udah lebih dari melakukan sesuatu yang menyakitkan!"kata Fiera lagi. Mendengar ucapan Fiera yang terus menyudutkan nya. Ganda terus membantah Fiera, ia tidak akan tinggal diam jika Fiera menjatuhkan harkat dan martabat nya.


"Yahhh mulai lagi, mereka tidak akan pernah berhenti" lirih Lusi memegangi kepalanya yang mulai pusing. Sementara Elena malah suka melihat perdebatan antara Fiera dan Ganda.


"Lo kaya pernah sopan aja !"maki Ganda


"Gue selalu sopan yah! gak pernah gue gak sopan sama orang!"balas Fiera tidak terima.


"Lah ini, Lo gak sopan sama gue. Sama yang punya rumah!" Ganda menunjuk dirinya sendiri. Mereka berdebat seakan di dunia ini hanya ada mereka berdua saja.


"Heh, gue kan udah bilang. Gue gak pernah berperilaku tidak sopan sama orang. Lah sama elu gak papa, lu kan bukan orang!" ledek Fiera di akhir kalimat nya.

__ADS_1


Lusi dan Elena malah tertawa mendengar ucapan Fiera memaki dan meledek Ganda. Berbeda dengan pria itu, ia malah kesal dan tidak terima dengan ucapan Fiera barusan. Gadis itu sudah terlalu keterlaluan menjatuhkan harkat dan martabat nya.


...----------------...


__ADS_2