Mengejar Cinta Ketos Jutek

Mengejar Cinta Ketos Jutek
Belum terbiasa


__ADS_3

Fiera baru saja selesai mandi, setelah melepas semua yang membuat nya risih, Fiera langsung berendam di buthtup. Semua acara juga sudah selesai, sekarang waktunya untuk istirahat pikir Fiera.


"Arerrggggggg!!!!!!!!!" Teriakan Fiera melengking. Ia menutup seluruh tubuhnya dengan handuk yang tadinya melilit rambut nya.


"Ngapain Lo di sini!!!"bentak Fiera pada Ganda yang duduk santai di atas ranjang milik nya.


Sementara Ganda, melirik acuh pada istri nya.


"Cepet pake baju, gue juga mau mandi!"balas Ganda tanpa menjawab pertanyaan Fiera.


Fiera melongo mendengar balasan Ganda, ia pun mulai tersadar dengan status baru nya. Dengan dengusan kesal, Fiera melakah masuk ke dalam walkincloset untuk memakai pakaian nya.


"Huh... Sexy banget sih dia, untuk iman gue kuat!" gumam Ganda bernafas lega. Ia sengaja tidak memperhatikan Fiera, karena jantung nya berdetak begitu cepat melihat tubuh Fiera yang hanya di baluti oleh handuk saja.


Fiera selesai memakai pakaian tidurnya, ia membawa handuk yang ia pakai tadi menghampiri Ganda


Bruk..


"Mandi sono, bau ****** Lo!" kata Fiera setelah melempar handuk ke wajah Ganda.


"Jadi istri gak ada lembut lembutnya"sindir Ganda.


Fiera tidak menggubris sindiran Ganda, ia malah acuh sembari memainkan ponselnya.


Ketika data seluler nya di hidupkan, ada banyak notifikasi chat dari Raisa dan Angle. Bukan hanya itu, ada juga notifikasi chat dari Rafael.


~Rafael~


Fie, Lo gak masuk? Gue kangen tahu.


Raisa


Lo di mana? Kok gak masuk sih.


Raisa


Gue ke rumah Lo yah.


Raisa


Gue khawatir nih.


Fiera menghela nafas, ia tidak tahu harus mengatakan apa kepada teman temannya. Ia hanya bisa mengabaikan chat itu, lalu meletakkan kembali ponsel nya.


"Kenapa sedih gitu?" Suara ganda tiba tiba, membuat Fiera menoleh cepat. Ia masih belum terbiasa ada orang lain di kamar nya.


Ketika Fiera menoleh ke arah Ganda, mata nya seketika membulat besar.


"Aarrrgggggggggggggg!!!!!!!!!!" Teriak Fiera kuat.


"Loh kenapa?"tanya Ganda ikut berteriak.


"Pake baju Lo!!" Teriak Fiera sembari menutup mata nya.

__ADS_1


Ganda melirik ke tubuhnya, lalu tersenyum miring. Sebuah ide muncul di benak nya.


"Sudah!"jawab Ganda asal.


Pelan pelan Fiera mulai membuka mata nya, ia mencari cari keberadaan Ganda yang tiba-tiba tidak ada di hadapannya.


"Gue di sini!" Ujar Ganda dari belakang Fiera. Ia sengaja menjatuhkan handuk nya di tempat ia berdiri tadi.


Fiera tak langsung menoleh, ia melihat handuk yang Ganda pakai tadi ada di lantai. Dengan was was otak nya mulai berpikir, Ganda tidak mungkin selesai memakai baju secepat itu.


"Lo jangan ngerjain gue yah!!!!" Teriak Fiera kembali menutup mata.


"Gue beneran udah pake baju "ucap Ganda meyakinkan.


"Gue gak percaya! Lo pasti boong!"


"Beneran honey!!!!"balas Ganda menahan tawa.


Perlahan, Fiera mulai berputar dan melihat ganda yang sudah memakai celana pendek nya.


"Taraaaa"


"Ihhh dasar Lo ya bangsat, Lo sejlngaja ngerjain gue!!!!!!"


Fiera merasa marah telah di kerjai oleh suaminya. Ia mengambil bantal, lalu melemparnya pada Ganda.


"Eh gak kenal"ledek Ganda berhasil menghindari lemparan Fiera, membuat gadis itu semakin geram dan kesal.


"Ambil ini, pergi Lo dari kamar ini!"usir Fiera. Ia juga melempar selimut pada Ganda.


Fiera terdiam, ia teringat akan tanggung jawab nya.


"Biarin! Pokoknya gue gak mau tidur bareng Lo. Ranjang gue milik gue sendiri!!" ucap Fiera sembari tidur terlentang, kemudian merentangkan kedua tangan dan kakinya di atas ranjang agar tidak bisa Ganda tidur di sana.


"Ya ampun Fie. Masa Lo tega sih, biarin suami ganteng Lo ini tidur di lantai?" Lenguh Ganda dengan suara memelas.


"Bodo amat!" jawab Fiera tidak peduli.


Ganda mendengus kesal, ia melirik Fiera sebentar. Lalu memunguti selimut dan bantal yang tadi Fiera lempar padanya.


"Belum juga dapat enak enak, tidur di ranjang aja gak bisa" dumel Ganda. Ia baru saja akan berbaring di atas sofa yang tidak jauh dari ranjang.


Tuk!! Tuk!!!


Keduanya saling melempar tatapan, entah siapa yang mengetuk pintu kamar mereka.


Tuk tuk!!!


"Fiera, Ganda, ayo turun. Kita makan malam dulu!!!" Panggil Dea dari luar kamar.


"Iya ma!"sahut Ganda.


"Mama tunggu di bawah yah!!!",

__ADS_1


"Iya" sahut Ganda lagi. Ia melirik ke arah Fiera yang juga melirik ke arahnya.


"Apa?"ketus Fiera.


"Di panggil tuh. Ayo turun!"kata Ganda.


"Yaudah, Sono pergi turun duluan!" Ketus Fiera lagi.


"Ihh, dasar istri durhaka. Belum sehari aja udah durhaka kaya gini. Apa lagi udah bertahun tahu." Gerutu Ganda.


"Kaya nya harus tinggal di rumah sendiri biar lebih leluasa ngajarinnya"sambung ganda lagi. Hal itu di dengar oleh Fiera, tubuhnya seketika membeku.


Ganda keluar dari kamar, ia menutup pintu sedikit lebih keras.


"Tinggal berdua??"ulang Fiera, seketika semua bayangan dirinya tinggal berdua bersama ganda melintas di benak nya.


"gak!!! Gue gak bisa!!"erang Fiera menggeleng kuat. Ia mencari cari keberadaan Ganda, ia harus berbicara dengan pria itu dan memaksa nya untuk tetap tinggal di sini bersama bi Ina.


"Ganda!!!" Teriak Fiera berlari keluar. Ia berlari cepat dan menuruni anak tangga.


Sesampainya di meja makan, Fiera melihat betapa ramai nya meja makan yang selama ini ia lihat sepi.


"Fiera sayang, ayo makan"ajak Dea hangat.


Fiera tersentak, moment yang selama ini ia dambakan. Kini hadir dengan begitu saja di depan matanya. Papa dan mama nya terlihat mesrah, bunda dan ayah mertuanya tertawa bersama pria yang kini menjadi suaminya.


"Apa ini yang di namakan keluarga?"pikir Fiera.


"Kak, ayo makan!"ajak Elena menarik tangan Fiera.


"Eh iya" sahut Fiera. Ia mengambil posisi duduk di samping Ganda. Hanya itu tempat yang kosong.


"Ternyata makan rame rame gini enak juga"kekeh William, ia melirik pada putrinya yang terlihat gugup.


Acara pernikahan Fiera dan Ganda benar benar singkat. Hanya beberapa jam saja, setelah itu rumah nya sudah bersih seperti semula lagi. Para kerabat sudah pulang, yang tinggal hanya orang tua Ganda, dan orang tua Fiera.


"Ekhem.... Cieeee kak Fiera Sekarang udah jadi bini orang" goda Elena. Semburat merah muncul di kedua pipi Fiera


"Apaan sih kamu"dengus Fiera menunduk, sejak tadi ia tidak mengeluarkan sepatah kata pun.


"Ayo makan Sayang, kita butuh kekuy malam ini!" Ucap Ganda sembari mengambilkan Fiera nasi dan beberapa lauk.


Fiera semakin malu, ia menginjak kaki Ganda kuat, namuj pria itu menahan nya.


"Ingat, jangan tembak dalam yah!"peringat Ferdi, lalu tertawa bersama sama. Hanya Elena dan Fiera yang tidak tertawa. Jika Elena tidak tertawa karena tidak mengerti, Sementara Fiera tidak tertawa karena malu.


"Kalau ingat"kekeh Ganda membalas ucapan papanya.


"Yang baik main nya, ini pertama bagi dia" sahut Lusi.


"Bener bener mesum yah, suami istri"ujar Dea, tapi ia tertawa keras.


"Udah aku privat kemarin nih!!" Kekeh Ferdi lagi.

__ADS_1


"Ihhh apaan sih, makan aja yang bener"dengus Fiera menahan malu. Wajah nya sudah mirip seperti kepiting rebus.


__ADS_2