
"Tangkap dia!!"
"Siap komandan!!"
Polisi yang mendapat perintah dari atasannya langsung menangkap Frans yang terkejut melihat kedatangan polisi di kediamannya yang masih berduka.
"Ada apa ini pak? salah saya apa? kenapa kalian melakukan ini kepada saya!!" teriak Frans memberontak.
Keluarga besar Frans Anji kembali berduka, putri semata wayangnya meninggal dunia .
"Kami hanya menjalankan tugas pak. Silahkan bapak jelaskan di kantor polisi nanti!" balas petugas kepolisian.
Akhirnya Frans di bawa ke kantor polisi dengan paksa, semua keluarga dan tamu yang masih berkumpul di rumah nya hanya bisa menyaksikan nya saja.
Kini, semua kejahatan Frans sudah terbongkar. Bukti bukti yang selama ini mereka sembunyikan sudah terkuak dan sudah berada di pihak kepolisian.
Keluarga Ganda sudah merasa lega, akhirnya bahaya yang selama ini mengintai keluarga mereka sudah berhasil di atasi.
"Aku bersyukur semua nya sudah baik baik saja" lirih Susi, ia bisa bernafas lega sekarang.
"Aku juga lega sayang, akhirnya Dea dan Wiliem bisa beristirahat dengan tenang di sana" balas Ferdi merengkuh tubuh istri nya.
...----------------...
Fiera menangis sejadi jadinya, ia sudah tahu kebenaran tentang keluarga nya. Apa yang sudah di lalui oleh papa dan mama nya yang baru ia ketahui.
"Ternyata mereka melindungi gue, bukan mencampakkan gue"
"Kenapa gue gak pernah bersyukur!!!"
"Kenapa!!!!!"
Prak!!!!
Bruk~
Tubuh Fiera ambruk, ia tidak kuat lagi menompang tubuh nya sendiri. Terlalu berat, hingga tak sanggup lagi untuk ia pikul.
"Astaga!! Sayang!!!"
Ganda berjalan cepat, ia membawa istri nya duduk di tepi ranjang.
"Apa yang terjadi sayang, kenapa kamu melakukan ini!!!"
Fiera menggeleng lemah, ia hanya bisa menangisi takdir nya.
"Sayang, kamu harus kuat. Semua ini ujian untuk kamu. Jangan melakukan hal yang bodoh yah!!"
"Tapi gue harus apa?? gue tidak bisa berpikir lagi ganda!!!"
"Stttt....."
Ganda memeluk erat Fiera, menyalurkan ketenangan yang sangat Fiera butuhkan.
Cukup lama Fiera berada di pelukan Ganda, tanpa sadar Fiera pun terlelap.
Keesokan harinya, Fiera minta Ganda untuk mengantarnya pergi ke rumah sakit menjenguk Raisa yang sudah siuman.
"Sudah siap sayang??" tanya Ganda. Fiera pun mengangguk, ia memaksakan dirinya untuk tersenyum.
"Ayo kita berangkat"
Ganda menggandeng tangan istrinya masuk keluar dari kamar nya.
__ADS_1
"Wahhh, mau kemana ini??? apa kalian mau kencan?" goda Elena.
"Gak kok El, kita mau ke rumah sakit" jawab Fiera.
"Oo kerumah sakit. Kirain mau kencan"
"Kepo aja sih Lo!!" dengus Ganda, ia mendorong Elena dari hadapannya.
"Ihh apaan sih!" balas Elena menghentak hentakkan kakinya pergi.
"Dasar bocil" ledek Ganda.
"Udah ah, yuk pergi" lerai Fiera menarik lengan Ganda.
Mereka pun pergi menggunakan mobil, dengan Ganda yang menjadi supir.
...----------------...
"Ya ampun, Raisa. Lo akhir siuman juga. Gue kira Lo udah mampus" pekik Angle berhamburan memeluk sahabatnya. Ucapan nya barusan hanya sekedar kata kasih sayang.
"Gue gak bakal semudah itu mampus!!!" balas Raisa.
Angle terkekeh di dalam tangisnya, mereka terlihat seperti sudah lama tidak bertemu. Mama Raisa sampai menggeleng melihat tingkah mereka.
Sejauh ini, belum ada tanda tanda dugaan dokter benar. Raisa terlihat seperti dirinya sebelum kecelakaan. Mama dan papa nya bersyukur akan hal itu.
"Lo udah gak papa kan?" tanya Angle.
"Gue gak papa kok, Lo tenang aja" jawab Raisa.
Angle tersenyum, ia memberikan buah yang sejak tadi ia buka ke tangan Raisa.
"Ayo makan, buah ini bisa membuat Lo semakin sehat"
"Sayang, mama sama papa mau keluar dulu bentar.
Nak tolong jagain Raisa bentar yah" pinta mama Raisa pada Angle.
"Iya Tante, tenang aja" jawab Angle antusias.
Setelah mama papa Raisa pergi, Angle kembali mengupas kulit buah pir untuk Raisa. Mereka tenggelam di dalam kesunyian.
"Ehm... Lo tahu gak? Yani meninggal?" tanya Angle.
"Gue tahu" jawab Raisa membuat Angle kaget.
"Lo tahu dari mana?" tanya Angle penasaran.
Raisa gelagapan, ia memutar otak nya mencari alasan yang tepat.
"Lo lupa? di sini ada Tv" tunjuk Raisa pada tv besar dengan matanya
"Oh iya, ternyata ada berita nya" lenguh Angle.
Fyuuuhhh
Raisa menghembuskan nafas lega, ia tidak tahu jika berita Yani ternyata di siarkan. Padahal dirinya hanya tahu dari kaki tangannya yang sudah ia kirim untuk membongkar semua kejahatan yang Yani dan papa nya lakukan. Jika bukan karena dirinya, mungkin papa Yani akan kembali mengincar Fiera.
"Kasian banget Fiera, dirinya menjadi korban masa lalu orang tuanya" lirih Angle. Bertepatan saat itu, pintu ruangan Raisa terbuka, dan menampakkan sosok Fiera dan Ganda.
"Wahhh kalian sudah datang???" teriak Raisa girang. Ia menatap Ganda penuh cinta.
"Hu Honey, kenapa kamu baru datang??? kenapa kamu malah barengan sama Fiera?" tanya Raisa manja.
__ADS_1
Tingkah Raisa benar benar aneh, Angle yang melihat nya berubah dari ketika mereka berbicara berdua tadi.
Fiera mematung, ia melirik Ganda yang sama seperti dirinya juga terkejut.
Raisa hendak turun dari ranjang rumah sakit, untuk menghampiri Ganda. Namun, selang infusnya menahan dirinya, bahkan Raisa hampir jatuh kelantai ketika menarik paksa tangannya.
"Eh Raisa!!" pekik mama Raisa yang baru saja masuk ke dalam kamar inap Raisa.
"Hati hati Sayang" tegur mama Raisa.
"Lo bisa jatuh Rai, kalo gak hati hati" ujar Fiera.
"Gak papa Fie, gue mau meluk pacar gue!" balas Raisa tersenyum bahagia.
"Pacar??" beo Angle.
Mama Raisa dan Fiera melongo, begitu juga dengan Ganda yang tak kalah kagetnya.
"Kenapa kalian kaget? terakhir aku ingat Ganda jalan bersama ku di mall. Malam itu aku tidak ingat kelanjutan nya. Aku yakin, hubungan kita sudah pacaran.
Iya kan Ganda?" tanya Raisa.
Ganda tak langsung menjawab, ia menoleh pada istri nya yang hanya terdiam.
"Sayang" tegur Raisa
"Kenapa ma? Raisa yakin kok dengan apa yang barusan Raisa katakan. Kita jalan kan Ganda, di cafe itu kita sedang ngobrol!" jelas Raisa lagi.
Ganda mengangguk, itu memang benar terjadi. Tapi, Ganda tidak pernah menjalin hubungan dengan Raisa
"Itu memang benar Rai, tapi kita-_"
"Kalian pacaran Rai, Lo sempat cerita sama gue!!!" potong Fiera.
Ganda kembali menoleh, ia kaget dengan apa yang baru saja istri nya katakan.
"What??" kaget Angle.
"Kenapa Lo bohong Fie, Kenapa Lo sakiti diri Lo!!!!" teriak Ganda dalam hati. Matanya sudah memanas, ingin rasanya ia menarik tangan Fiera dan membawanya pergi dari sana!
"Tuh kan bener, mama gak percaya sih"
Mama Raisa menarik tangan Fiera keluar dari ruangan Raisa. Ia membawa Fiera sedikit jauh dari kamar inap Raisa.
"Fiera!!! kenapa kamu lakukan itu !! kenapa kamu berbohong!!!" bentak mama Raisa.
"Trus aku harus apa Tante? aku harus bilang kalau aku dan Ganda sudah menikah??? apa begitu??
Apa aku tega melihat sahabat ku sedang sakit, dan semakin lemah setelah mendengar kabar ini???
Apa Tante mau Raisa kembali drop???"
"Tapi Fiera, kita tidak perlu berbohong!!" bantah mama Raisa.
"Lalu aku harus apa Tante??? aku tidak tahu lagi, tangan terpenting angin Ki saat ini, Raisa sembuh. Jika setelah ini dia mengetahui segalanya, dan dirinya membenci aku. Aku sudah siap Tante!!"
"Permisi"
Fiera meninggalkan mama Raisa yang masih mematung mendengar ucapan nya barusan.
"Kamu tega melukai hati kamu sendiri demi anak Tante Fiera. maafin Tante yang sudah berburuk sangka kepada mu dulu" lirih mama Raisa meneteskan air matanya.
...----------------...
__ADS_1