
Bu Rena tengah menjelaskan materi, Fiera tampak fokus dan hanya memperhatikan ke depan. Berbeda dengan Ganda yang terus melirik ke arahnya. Pria itu butuh ngobrol 4 mata dengan istri jutek nya.
"Kok Ganda liatin Fiera terus sih, sebenarnya apa yang mereka lihat dari gadis seperti Fiera."rasa cemburu mulai timbul di hati Raisa, ia sejak tadi memperhatikan Ganda yang terus melirik ke arah Fiera. Raisa mulai merasa takut jika Ganda menyukai Fiera, seperti yang teman teman nya katakan.
"Gak, gue gak bisa seperti ini. Fiera tidak mungkin mengkhianati gue" batin Raisa berusaha mengalihkan pemikiran nya, ia tidak mau perasaan nya terhadap Fiera berubah. Fiera adalah sahabat pertama nya, orang yang selalu mendengar kelu kesah nya.
Merasa ada yang menatap nya, Fiera pun menoleh ke samping kanan. Ia melihat Ganda tengah menatapnya, pria itu memberi sebuah kode.
Fiera mengerti apa kode dari Ganda, namun ia tidak merespon nya. Fiera melihat Raisa juga tengah menatap ke arahnya. Dari pada menimbulkan kecurigaan dari Raisa, Fiera memilih untuk tersenyum saja.
"Lo natap gue kenapa?"tanya Fiera berbisik.
"Enggak papa"balas Raisa tersenyum. Lalu, ia mengalihkan tatapan matanya ke arah Bu Rena yang masih menjelaskan materi.
Sementara Ganda malah bingung melihat respon Fiera, ia tidak tahu jika Fiera sedang ngobrol dengan Raisa.
"Tu bocah ngomong apa sih, gak ngerti gue"dumel Ganda.
"Ganda! Ngomong apa kamu?" Tanya Bu Rena menatap Ganda garang.
"Mati gue" maki Ganda dalam hati, ia terlalu keras mendumel, sampai sampai Bu Rena mendengar nya.
Semua mata tertuju pada Ganda, termasuk Fiera yang sebenarnya ia juga mendengar dumelan Ganda.
"Ayo Ganda, berdiri kamu!"tegas Bu Rena.
Ganda pun berdiri, ia menghadap ke Bu Rena yang tengah berpikir hukuman apa yang harus ia berikan pada muridnya satu ini.
Jika di suruh mengerjakan soal, maka itu hanya akan mempermudah Ganda.
"Ganda, kamu berdiri di depan sampai ibu selesai mengajar. Angkat kaki satu dan pegang telinga kamu!" Titah Bu Rena menjewer telinga Ganda.
"Aduh Bu, kok ini sih hukuman nya"protes Ganda dengan wajah setengah memelas.
"Pokoknya harus begini hingga ibu selesai" tegas Bu Rena lagi.
Ganda menghela nafas, ia menghadap pada teman teman nya dan melakukan sesuai seperti yang Bu Rena katakan.
"Rasain"ledek Fiera menjulurkan lidahnya.
"Apa Lo!" tantang Ganda pada Fiera.
__ADS_1
"Apa lagi Ganda!" kesal hu Rena, ia baru akan mulai menerangkan, eh Ganda rusuh lagi.
"Itu Bu, dia meledek saya" tunjuk Ganda pada Fiera yang langsung memasang wajah polos.
Bu Rena menatap Fiera, ia tidak melihat apapun seperti yang Ganda adu kan.
"Dia diam begitu, kamu bilang meledek. Kamu ini waras atau bagaimana sih"dengus Bu Rena mulai kesal.
"Dia meledek saya Bu, kenapa ibu gak percaya sih!" Ganda beralih menatap istrinya.
"Ngaku Lo, jangan berdrama!" Tuding Ganda.
"Apaan sih. Gak jelas banget!!" Balas Fiera.
"Alahh, sok polos banget!" Dengus Ganda.
Mendengar kata kata Ganda membuat Fiera terpancing. Ia berdiri dan menghampiri Ganda ke depan.
"Lo kalo mau macem macem, jangan sama gue!"bentak Fiera.
"Ini yang gue mau"kekeh Ganda dalam hati. Ia semakin memancing emosi Fiera.
"Bu, dia sudah gak waras. Suruh keluar Bu" ucap Fiera pada bu Rena yang sudah memegangi kepalanya.
Pelajaran mereka jadi tertunda karena ulah suami istri itu. Murid lain hanya bisa menghela nafas dan memegangi kepalanya masing masing. Jika suda begini, tom & Jerry itu tak akan pernah usai.
"Kok mereka jadi berantem sih" dengus Raisa dala hati. Jujur, Raisa tidak suka jika Fiera dan Ganda terlibat dalam pertengkaran, karena bagi Raisa mereka terlihat semakin dekat jika terus berdebat.
"Lo tu yang gak waras, gara gar Ali gue di hukum!" Maki Ganda.
"Enak aja, Lo di hukum karena Lo emang pantes di hukum!"balas Fiera. Keduanya terlibat perdebatan sengit. Hingga Bu Rena turun tangan untuk melerainya.
"Sudah cukup!!!!! Ganda!! Fiera!!!!!" Teriak Bu Rena menarik Fiera dan menyembunyikan di belakang tubuhnya, sedangkan tangannya menahan Ganda yang ingin menghadang Fiera.
"Kalian benar-benar yah!"geram Bu Rena. Ia melirik anak muridnya yang lain,mereka hanya diam dan menonton dengan ekspresi tegang.
"Kalian juga, kenapa diam aja! " Tekan Bu Rena pada murid murid yang lain.
"Lagu seru Bu"sahut Susi.
Bu Rena menghela nafas, ia menarik tangan Ganda dan Fiera menuju ke ruang BK. Bu Rena harus menyerahkan kedua murid ini pada pihak yang lebih ahli.
__ADS_1
"Kalian jangan ribut, ibu akan mengurus mereka berdua dulu" peringat Bu Rena pada anak anak yang lain sebelum pergi.
Hufff....
"Kok mereka berantem terus sih"dengus Raisa. Anglr mendengar nya, ia menghampiri Raisa.
"Kalo mereka berantem mulu kenapa?" Tanya Angle iseng.
"Yah jelas itu gak bagus lah!"sahut Raisa.
"Kok gak bagus, harusnya Lo senang. Mereka tak akan bersatu" kata Angle lagi.
"Yaelah Angle, Lo gak tahu apa. Benci itu singkatan dari apa? "Ujar siswi lain yang mendengar obrolan Angle dan Raisa. Keduanya menoleh pada siswi tersebut.
"Apaan ?"tanya Angle.
"Benar benar cintaa hahahaha" siswi itu menjawab dengan kompak bersama 2 teman nya yang lain.
"Kalian gak usah kompor deh!!"serga Angle. Ia melirik Raisa yang semakin diam dan kesal.
"Gawat, ini tidak boleh terjadi" erang Angle dalam hati.
"Selow aja kali, mereka juga terlihat cocok."sahut siswi itu lagi.
"Lagian, kalo memang cocok. Harusnya kalian mendukung. Bukannya kalian sahabat?" Cibir teman siswi tadi.
"Udah deh, kalian gak usah Manas manasin!" Marah Angle lagi.
"Siapa yang manasin, kita cuma memperingatkan. Biar Raisa gak sakit hati. Hahahhaa" mereka tertawa bersama.
Sementara Raisa, malah membenamkan wajah nya di antara lipatan lengan nya di atas meja.
"Kenapa gue jadi gini sih, kenapa harus Fiera???" Batin Raisa.
Raisa tidak tahu harus berbuat apa jika nanti apa yang ia takutkan terjadi. Raisa lebih suka jika orang lain yang berebut dengan nya. Jangan Fiera, situasi mereka akan sangat sulit nanti.
"kita kembali ke materi!"ucap Bu Rena masuk ke dalam kelas.
Kelas kembali hening dan siswa siswi nya kembali fokus ke materi yang Bu Rena jelaskan. Entah apa kabar Fiera dan Ganda saat ini, apa mereka tengah di hukum? atau malah mereka sedang berdekatan dan menghabiskan waktu tanpa pengawasan guru.
Raisa tidak bisa fokus dengan materi pelajaran nya, ia terus memikirkan bagaimana Fiera dan Ganda saat ini.
__ADS_1