Mengejar Cinta Ketos Jutek

Mengejar Cinta Ketos Jutek
Permintaan Lusi


__ADS_3

"Ada apa ini?" Tanya Elena kaget ketika kembali ke ruang tamu. Ia melihat bunda nya terbaring di sofa dengan Fiera dan Ganda yang terlihat panik.


"Elena, panggilkan dokter!!"titah Ganda.


Elena pun mengangguk dan bergegas untuk memanggil dokter.


"Ini semua gara gara Lo!" Tuding Ganda menyalahkan Fiera. Tentu saja gadis itu tidak akan terima di tuduh seperti itu.


"Kalo ngomong jangan sembarangan. Kenapa harus gue yang Lo salahin"sangkal Fiera.


Elena kembli, ia sudah memanggil dokter


"Heh, kenapa kalian malah bertengkar sih. Bunda lagi pingsan juga" ucap Elena kesal, lalu ia meminta kakak nya untuk memindahkan bunda ke kamar nya.


"Ayo angkat bunda ke kamar!"titah Elena.


Ganda pun langsung menggendong bunda nya menuju ke kamar.


Tak berapa lama, dokter pun datang. Ganda langsung memintanya untuk memeriksa keadaan bunda nya.


Sembari menunggu sang dokter memeriksa Lusi, mereka bertiga mondar mandir di dalam kamar Lusi. Mereka sangat khawatir dengan kondisi Lusi. Apalagi Fiera, ia merasa bersalah pada Lusi. Karena dirinya, Lusi menjadi seperti ini.


"Maafkan aku bunda"lirih Fiera dalam hati, ia memukul mukul keningnya sembari merutuki dirinya sendiri di dalam hatinya.


Ceklek..


Ferdi masuk ke dalam rumah, ia terkejut ketika mendapat telfon dari Elena jika istri nya pinsan.


"Ayah?"kaget Ganda, ia tidak tahu jika elena menghubungi ayah nya.


"Bagaimana keadaan bunda kamu Ganda?"tanya Ferdi panik.


"Papa tidak usah khawati, dokter sedang memeriksanya" ucap Ganda menenangkan Ayah nya.


"Gimana sih, kenapa ini bisa terjadi ganda???" Tanya Ferdi.


Mendengar pertanyaan Ferdi, Fiera langsung mendekati Ferdi. Ia menunduk dan tidak berani menatap wajah Ferdi.


"Maaf om, Tante pingsan karena aku. Setelah mendengar aku tidak menerima perjodohan itu. Tante syok dan langsung pingsan" ucap Fiera jujur.


"Apa? Jadi kamu tidak menerima nya? Dan mengatakan pada Lusi?" kaget Ferdi, ia melirik istrinya yang sedang terbaring di atas ranjang.


Fiera mengangguk pelan, ia tidak bisa menerima perjodohan ini. Ia tidak bisa mengkhianati sahabat nya. Bukan hanya itu, Fiera tidak bisa menerima perjodohan atas nama keterpaksaan. Ia sudah trauma dengan kondisi keluarga nya sendiri.


Dokter selesai memeriksa Lusi, ia menghadap pada Ferdi.

__ADS_1


"Bagaimana kondisi istri saya dok?"tanya Ferdi.


"Istri anda baik baik saja tuan Ferdi, tapi saya sarankan untuk tidak memberinya beban pikiran yang terlalu rumit. Apalagi yang membuatnya syok. Itu akan membuat kondisi nya memburuk" saran dokter.


"Tante Lusi sakit apa dok?"tanya Fiera.


"Nyonya Lusi merupakan keturunan dari keluarga yang memiliki riwayat penyakit jantung. Meskipun saat ini dia belum memiliki gejalanya. Tapi saya saran kan untuk tetap menjaga agar nyonya tidak sampai mengidap penyakit itu. Jantung nya kadang kadang lemah, sehingga ketika dirinya mendapat tekanan akan membuat dirinya syok dan pingsan seperti hati ini" jelas dokter panjang lebar. Dokter ini adalah dokter khusus keluarga Wijanto. Bahkan ayah dari dokter ini merupakan dokter khusus keluarga Lusi.


Fiera menahan nafasnya, ia semakin merasa bersalah pada Lusi. Karena dirinya, Lusi menjadi pingsan.


"Kalau begitu, saya permisi dulu tuan" pamit dokter.


"Baiklah dokter, terimakasih"jawab Ferdi.


Kini mereka mendekat dan menunggu Lusi sadar.


"Ini semua karen diri ku"lirih Fiera menyalahkan dirinya.


"Yah benar, ini semua karna kakak. Bunda tidak akan pernah menerima kakak menolak perjodohan ini. Bunda sangat berharap kakak menjadi menantunya"sahut Elena memanfaatkan situasi ini.


"Tapi Elena, aku benar-benar tidak bisa menerima perjodohan ini" sela Fiera cepat


"Apa yang membuat Lo menolaknya. Gue tahu Lo tidak memiliki pasangan, Lo tidak memiliki apapun yang bisa membuat Lo menolak perjodohan ini!" Jawab Ganda menatap Fiera lekat.


"Lo tahu apa yang gue pikirkan Ganda, tapi Lo menutup pikiran dengan sifat egois Lo!"balas Fiera.


Fiera dan Ganda langsung menutup mulut mereka rapat. Ada benar nya juga dengan apa yang di katakan Ferdi. Lusi belum sadar, tapi mereka malah bertengkar.


"Eng..." Lenguh Lusi, ia mulai mengerutkan keningnya dan bergerak gelisa. Lusi merasa kepalanya sedikit pusing.


"Bunda" panggil Ganda dan Elena.


Lusi melirik kearah mereka, ia menatap satu persatu wajah yang ada di sana. Lusi teringat dengan ucapan Fiera yang menolak perjodohan nya.


Lusi melirik Fiera yang menunduk di samping Elena.


"Fiera"panggil Lusi.


Fiera pun mengangkat pandangannya, "Iya Tante, aku di sini" jawab Fiera.


Mendengar jawaban Fiera, Lusi langsung memaksa dirinya untuk duduk, meskipun sebenarnya dirinya masih merasa lemes.


"Bunda berbaring saja" kata Ganda menahan agar bunda nya tetap berbaring. Namun, Lusi tidak mendengar nya, ia tetap memaksa dirinya untuk tetap duduk.


"Fiera" Lusi meraih tangan Fiera, lalu menariknya agar mendekat pada dirinya.

__ADS_1


"Sayang, kamu tadi Salha bicarakan. bunda salah mendengar kan. Kamu tidak menolak perjodohan ini kan sayang?" Lirih Lusi.


"Bunda... Itu..-_"


"Hanya bercanda bunda, Fiera tidak tahu jika semua ini akan terjadi begini. Ia hanya ingin ngeprank bunda" potong ganda cepat. Fiera langsung menoleh padanya.


"Benarkah Fiera? Bunda senang mendengar nya" gumam Lusi merasa senang.


"Bunda..Aku_-" Fiera ingin mengatakan yang sebenarnya, ia tidak ingin membohongi Lusi dengan perkataan Ganda.


"Sudahlah sayang, semuanya sudah jelas. Sebaiknya kamu istirahat yah"potong Ferdi kembali membaringkan istri nya.


Fiera kaget mendengar ucapan ayah Ganda, mengapa ia berkata seperti itu. Apa ayah ganda juga mendukung kebohongan putra nya?.


Lusi menurut saja, ia berbaring kembali ke atas ranjang empuk miliknya. Namun, tangannya tidak lepas dari tangan Fiera.


"Sayang, bunda sangat senang kamu mau jadi menantu bunda. Sejak kamu datang kerumah ini, bunda merasakan banyak perubahan positif dalam diri putra bunda. Apalagi Elena, dia menjadi semakin pintar berkat dukungan kamu. Karena itulah, bunda ingin meminta pada mu agar mau menemani Ganda seumur hidup mu. Ganda itu sebenarnya anak yang baik, hanya saja ia sedikit jail" kata Lusi panjang lebar.


"Sudah Bun, bunda istirahat saja yah" ucap Ganda. Ia memperbaiki selimut bundanya, lalu membawa Fiera dan Elena keluar dari kamar bunda nya dengan meninggalkan Ferdi di sana.


Permintaan Lusi terngiang ngiang di dalam benak Fiera. Ia tidak tahu lagi harus melakukan apa. Dirinya di lempar ke dalam situasi di lema yang sangat sangat membuat nya tak dapat bergerak walau satu langkah pun.


"Gue akan mengantar Lo pulang" ujar Ganda menyadarkan Fiera dari lamunannya.


"Tidak usah, gue bisa pulang sendiri "tolak Fiera.


"Kak, "panggil Elena. Fiera berbalik, ia menatap gadis kecil itu berjalan mendekat kepadanya.


"Ada apa Elena?"tanya Fiera.


"Aku harap kakak memenuhi permintaan bunda. Menikahlah dengan kak Ganda. Itu akan membuat hidup kakak bahagia, aku tidak akan membiarkan kakak kesepian lagi. Kakak harus percaya pada ku!" Ucap Elena menyentuh hati Fiera.


"Aku akan memikirkan nya Elena" jawab Fiera.


"Baiklah, aku harap kakak mengambil langkah yang tepat" ucap Elena lagi, ia pergi meninggalkan Fiera dan Ganda di sana.


"Ini semua karena Lo!"tuding Fiera.


Ganda melotot, kenapa ini menjadi kesalahan nya?.


"Ini semua karena Lo, kenapa Lo menolak nya. "Balas Ganda.


"Karena gue tidak menyukai Lo, wajar saja gue tidak mau menikah sama Lo!"tegas Fiera.


"Itu hanya alasan, Lo membohongi diri Lo sendiri Fiera!"tegas Ganda.

__ADS_1


"Tahu apa Lo soal hati gue, Lo gak tahu apa apa. Hidup gue berantakan setelah gue bertemu sama Lo, Lo pembawa sial!!!" Teriak Fiera, lalu ia pergi begitu saja dari rumah Ganda.


"Gue tahu Lo menyukai gue, dari bagaimana respon Lo ketika gue cium dan gue peluk!"ucap Ganda tersenyum kecut. Ia semakin memiliki tekat yang besar untuk mendapatkan hati Fiera.


__ADS_2