Mengejar Cinta Ketos Jutek

Mengejar Cinta Ketos Jutek
Sepi, kaya hati yang hampa


__ADS_3

Sunyi nya malam terlihat bertambah ketika Fiera duduk di balkon kamar nya. Sejak tadi siang ia berdiam diri sembari menatap ke langit yang kini sudah berganti malam.


Bi Ina yang sejak tadi menunggu nona muda nya turun memutuskan untuk melihat Fiera di kamarnya. Ina merasa khawatir karena Fiera tak kunjung turun.


Tuk!!! Tuk!!!


"Non Fiera, turun non. Ayo makan" kata Ina memanggil Fiera di depan kamarnya.


Tuk!! Tuk!!!


Entah sudah berapa kali Ina mengetuk dan memanggil Fiera, namun tetap tidak ada respon dari dalam.


"non...."


Ina semakin khawatir, ia pun memutuskan untuk memutar knop pintu kamar Fiera.


"Gak di kunci" gumam Ina, ia langsung masuk ke dalam kamar dan mencari cari keberadaan Fiera.


"Non.... Non Fiera!!!" Ina masuk ke kamar mandi, tapi tidak menemukan Fiera. Lalu, Ina pergi ke balkon.


"Non Fiera.... Astaga non, bibi khawatir gak liat non Fiera di kamar. Ternyata nona di sini!" lega Ina mendapati Fiera yang duduk di lantai balkon.


"Oh bi ina di sini?" tanya Fiera tersadar dengan kehadiran asisten rumah tangga nya.


"Dari tadi saya cari cari non Fiera, khawatir banget saya non"


"Maaf bi, Fiera tadi gak denger" jawab Fiera jujur.


Ina menepuk jidatnya, lalu duduk di samping Fiera.


"Non Fiera sedih yah, bapak sama ibuk pergi jauh?" tanya bi Ina sedih, ia kasian sama anak majikan nya, sejak kecil Fiera sudah sering di tinggal bersama dirinya. Kadang Fiera berteriak dan menangis di tengah malam memanggil mama dan papa nya.


"Gak kok bi, aku udah biasa. Mau pergi atau tidak nya mama papa, tetap akan sama rasa nya" jawab Fiera tersenyum, ia tidak mau bi Ina ikut sedih.


"Maaf yah non, bi Ina tadi ke pasarnya lama. Gak tahu kalo bapak sama ibu pergi"


"Gak papa kok bi, jangan meminta maaf. Yang penting bi Ina ada di sini, menemani aku" ucap Fiera, lalu memeluk pembantu yang sudah di anggap sama seperti nenek nya sendiri. Usia bi Ina sudah lumayan tu, sudah cocok di panggil nenek oleh Fiera. Kasih sayang bi Ina ke Fiera juga persis seperti nenek ke cucu nya. Ni Ina selalu ada di sisi Fiera ketika Fiera membutuhkan nya.


"Yaudah, sekarang kita turun yah non. Bibi sudah masakin makanan kesukaan non Fiera" ajak bi Ina.


"Iya bi" jawab Fiera memaksakan dirinya untuk tersenyum di depan bi Ina.


Mereka pun turun ke meja makan, di sana semua makanan kesukaan Fiera sudah tersaji.


Ad rendang daging, ayam kecap, dan cumi sambal. Fiera sangat menyukai ketiga makanan itu.


"Wahh bi, makanan ini sangat Fiera rindukan" ucap Fiera dengan mata berbinar.


"Iya non, tadi bibi keinget kalo non Fiera udah lama gak makan makanan ini. Jadi bi Ina beli deh bahan bahan nya di pasar" jelas bi Ina.


"Ayo non di makan"


Fiera langsung mengambil piringnya, dan bi Ina dengan sigap mengambilkan nasi dan lauk pauk yang sudah ia masak.


Fiera makan dengan sangat lahap, untuk sementara kesedihannya terlupakan. Bi Ina paling the best kalo soal menghibur Fiera.


*Andaikan semua ini mama yang lakukan, pasti aku merasa anak yang paling beruntung di muka bumi ini. Memiliki seorang mama yang perhatian dan bijak sana.


Tapi... Sayang, semua itu hanya angan angan. Bisnis lebih utama di mata mama dan papa*.


...----------------...


Di pagi yang cerah ini, Fiera datang lebih awal dari biasanya. Ia tiba di sekolah ini ketika sekolah masih kosong. Bahkan penjaga sekolah masih belum selesai membersihkan nya.


"Wahhh non Fiera pagi sekali datang nya" sapa Bu Martini istri dari penjaga sekolah.


"Iya Bu, saya harus mengerjakan sesuatu di ruang OSIS. Jadi harus datang lebih awal" jawab Fiera tersenyum manis.


"Wah rajin sekali. Andai anak saya yang laki laki ada seusia nona Fiera. Pasti sudah saya jodohin sama nona" kata Bu Martini bercanda.

__ADS_1


Fiera tertawa renyah mendengar candaan Bu Martini. Anak nya Bu Martini masih sangat kecil yang cowo.


"Yaudah Bu, saya ke dalam dulu" pamit Fiera.


"Oh iya non, silahkan." kata Bu Martini .


Fiera pun bergegas menuju ke ruang OSIS, sementara Bu Martini masih menatap kepergian Fiera.


"Susah kaya, cantik, pintar, rajin lagi. Memang menantu idaman banget" gumam Bu Martini kagum pada Fiera.


Fiera tiba di depan ruang OSIS, ia mengambil kunci cadangan ruangan yang selalu ia bawa ke mana pun.


"Haaa, sepi yah. Sama kaya hati" lirih Fiera ketika masuk ke dalam ruangan osis yang masih sepi itu.


Fiera langsung mengerjakan laporan yang harus ia serahkan pada pak Somat nanti siang. Fiera hanya punya waktu 30 menit sebelum bel berbunyi.


Huaaaaaaammm...


"Kok aku ngantuk sih, laporannya kan masih ada setengah lagi!!" gumam Fiera menguap. Ia terus menguap, rasa kantuk seakan tak bisa di tahan.


"Ngantuk banget!!" gumam Fiera resah, ia mencoba mencuci muka nya dengan air minum agar rasa kantuk nya hilang. Tapi, tetap aja ia merasa mengantuk.


Akhirnya, Fiera tertidur dengan kepala menempel ke monitor PC nya.


Fiera tidur sangat pulas, anggota OSIS bawahan nya sudah berdatangan, tapi Fiera tetap tidak sadar.


"Ya ampun, Fiera beneran tidur tuh?" pekik Susi kaget.


"Iya sus, sejak gue datang udah begini tu bocah" jawab salah satu anak OSIS yang datang sebelum Susi.


Sementara di luar sana, Angle dan Raisa mencari cari keberadaan Fiera.


"Gak biasa nya gadis ini datang sebelum kita Angle" kata Raisa.


"Iya Sa, mobilnya udah terparkir. Tapi, orang nya entah kemana" balas Angle ikut bingung.


"Jangan jangan Fiera udah di ruang OSIS Njel"


Angle dan Raisa bergegas ke ruang OSIS, mereka yakin jika Fiera sudah ada di sana.


Tepat saat mereka berdua tiba di ruangan osis, Raisa dan Angle kaget melihat Fiera tertidur dengan jidat nya menempel ke monitor.


"Aduh,, kenapa ni bocah?" gumam Raisa kaget.


"Nah, kalian berdua datang juga" kata Susi, ia sejak tadi memang menunggu kedatangan Raisa dan Angle. Susi tidak berani membangunkan Fiera ketika sedang tidur begitu. Ia takut jika Fiera akan mengamuk jika tidur nya terganggu.


"Bangunin noh" suruh Susi.


Angle bergerak mendekat ke meja Fiera, begitu juga dengan Raisa.


"Fie....Lo kok tidur di sini Fie???" tanya Angle lembut, ia menggoyangkan pelan bahu Fiera.


Sekali goyang saja, membuat Fiera tersentak dan mengangkat kepalanya secara respek. Fiera menatap semua bawahan nya dengan tatapan kaget.


"Kalian udah datang?" tanya Fiera bingung.


"Fie, ini udah jam berapa? Lo gak sadar?" kata Raisa menunjukkan layar ponselnya yang menunjukkan jam.


"Astaga!!! 5 menit lagi bakalan masuk!!" pekik Fiera kaget. Ia kembali melanjutkan pekerjaannya yang tertunda karena ketiduran.


Anak anak OSIS lain hanya bisa saling melempar pandangan melihat reaksi Fiera. Apalagi Angle dan Raisa, mereka mulai menerka nerka apa sebenarnya yang terjadi. Sehingga membuat Fiera kacau seperti ini.


Kringggggg!!!!!!


Bel masuk pun berbunyi, Fiera menjadi semakin frustasi.


"Yuk Fie, patroli" ajak Susi dan Angle


"Kalian patroli dulu aja, gue gak bisa ikutan. Ada banyak pekerjaan yang harus gue selesaikan" jawab Fiera tanpa mengalihkan tatapan matanya.

__ADS_1


"Yaudah deh, kita berdua keluar dulu yah"


"Oke oke" jawab Fiera.


Kini gadis itu kembali sendiri di ruangan itu, ia berniat akan menyelesaikan laporan ini menjelang anak anak OSIS selesai dari tugas mereka. Fiera tidak mau bolos mengerjakan laporan yang harusnya tadi malam ia selesaikan.


~•


Ganda kembali terlambat, tapi kali ini ia sengaja melakukan nya hanya untuk menentang si ketua OSIS.


"Lo lagi, Lo lagi.Gak bosen apa tiap hari di tangkap!" dengus Angle ketika menangkap basa Ganda baru saja turun dari motornya.


Yah, bukan dia lagi yang nangkap gue. Gue maunya gadis judes itu yang berhadapan sama gue!.


"Eh mantan gebetan. Lo kok terlambat lagi sih?" tanya Susi lemah lembut, membuat Angle yang mendengar nya bergidik ngeri.


"Apaan sih Lo" serga Angle menghentikan sikap ganjen Susi.


"Ihh Apaan sih Lo!!!!" sungut Susi kesal.


Sementara Ganda, hanya bisa menggeleng melihat wanita wanita ribet ini.


"He, Cunguk. Ayo ke ruang OSIS sekarang!!!" titah Angke tegas.


Mungkin gadis itu sedang ada di ruangan osis, ah gue kesana aja deh"


Angle dan Susi melongo melihat kepatuhan Ganda pada mereka pagi ini.


"Dia kesambet apa yak. Kok patuh????" kaget Angel. Mereka mengikuti Ganda dari belakang.


Sesampainya di ruang OSIS, Ganda tersenyum melihat melihat gadis yang sejak tadi ia cari ada di ruangannya.


"Fiera, nih kita bawa siswa tidak taat aturan nih!" kata Angle.


Fiera pun mengalihkan tatapan matanya dari monitor PC ke Ganda yang berdiri dengan tampang singing di depan nya.


"Lo lagi?" sungut Fiera kesal.


"Kenapa? kaget lihat ada orang ganteng?" cibir Ganda acuh.


"Gila kali Lo yah, gue sirik sama lu. Gak level banget" bantah Ganda.


Brak!!!


Fiera menggebrak meja kuat, tatapan mata nya mulai menajam menatap ke arah Ganda.Hari ini adalah moment terburuk bagi Fiera, ia mengantuk dan perasaan kecewa pada kedua orang tua nya masih menyimpan gondok. Emosi Fiera sangat mudah terpancing ketika situasinya seperti ini.


"Apaan sih, gk capek apa. Koar koar gak jelas!" balas Ganda. Sebenarnya ia sangat kaget dengan apa yang Fiera lakukan tadi.


"Lo niat sekolah gak sih, kemarin Lo telat, sebelumnya juga . Lo niat sekolah atau nggak sih!" teriak Fiera.


Cih. Ganda tertawa garing. Ia menatap wajah Fiera lekat.


"Mau niat sekolah atau engga, itu bukan urusan Lo. Ini adalah hidup gue!" balas Ganda meledek Fiera


"Lo sekolah di sini, jadi gue berhak untuk melarang Lo agar tidak mencemari nama baik sekolah ini!" tegas Fiera lagi.


"Emang Lo jadi rugi, atau nyawa Lo berkurang karena gua terlambat?" tantang Ganda. Ia semakin memancing emosi Fiera.


Brak!!!


Fiera menarik kerah baju Ganda, ia berbicara dengan wajah mereka yang berjarak 10 cm saja.


"Lo mau gimana emang bukan urusan gue, tapi selama Lo sekolah ini. Dan gue masih ketua OSIS nya. Keterlambatan Lo adalah urusan gue!"


"Tapi gue gak peduli!" bantah Ganda.


"Gue juga gak maksa Lo peduli atau tidak, gue tetap akan memberi tindakan ketika Lo membuat masalah!" tekan Fiera sembari menghempaskan kerah baju Ganda.


"Beri dia hukuman yang berat. Agar di merasa jera!" titah Fiera.

__ADS_1


"Baik Fiera" jawab Angle dan Susi. Mereka sejak tadi hanya diam, mendengar pertengkaran antara Fiera dan Ganda.


Anak anak lain sudah berhamburan keluar dari ruangan osis. Mereka tidak mau mencontohkan hal yang tidak baik kepada teman teman nya jika mereka terlambat masuk dan mendapatkan hukuman.


__ADS_2