
"Makasih yah Gan, Lo dah bawa gue ke tebing itu. Gue merasa tenang banget sekarang" ucap Fiera. Apa yang ia katakan memang benar, sekarang dirinya sudah merasa lebih baik.
"Gak papa kok, gue senang kalo Lo ikut senang" balas Ganda
Mereka sekarang dalam perjalanan ke rumah Fiera. Setelah merasa tenang, Ganda akan membawa Fiera kembali pulang.
"Apa sekarang kita sudah damai?"tanya Ganda.
"Hemm... Seperti nya begitu, karena gue gak bakal ngejar ngejar Lo lagi. Gue kan udah gak ketua OSIS lagi"jelas Fiera tersenyum kecut.
"Yahhh, gue jadi malas deh telat!" lenguh Ganda pura-pura sedih.
"Kenapa begitu? bukan nya Lo emang bandel yah?" tanya Fiera heran.
"Yah gue bandel karena Lo"jawab Ganda enteng.
"Huh?" kaget Fiera tidak mengerti maksud dari ucapan Ganda
"Maksud gue.... Karena lu ngeselin dan jutek, makanya gue sering mancing emosi Lo"jelas Ganda bohong.
"Ohh gitu" Fiera bernafas lega, ia malah berpikiran lain tadi.
"Sejujurnya gue kesal sama Lo, dulu ketika gue SMP, gue terlambat masuk ke olimpiade karena lu!" kata Fiera menceritakan kejadian yang sudah lama itu.
"Huh? kapan. Kok gue gak inget yak" kekeh Ganda tidak menyangka bahwa ia sudah pernah bertemu dengan Fiera.
"Itu adalah salah satu faktor gue kesel sama Lo. Tapi, gak semua sih. Soalnya Lo emang selalu membuat masalah sama gue" dengus Fiera mendelik kesal pada Ganda.
Sementara Ganda hanya bisa tertawa mendengar setiap cerita dari Fiera. Iya tidak menyala jika dirinya akan sedekat ini dengan gadis cantik yang paling jutek sedunia menurut Ganda.
"Eh eh, pak boleh berhenti di depan tukang bakso itu?" pinta Fiera menunjuk tukang bakso pinggiran jalan.
"Lo mau makan di situ?"tanya Ganda heran. Fiera tidak menjawab, ia malah turun dan berlari ke tukang bakso itu.
"Pak, bakso nya 2 mangkok tanpa mie yah. Cukup sayur dan baksonya aja" pesan Fiera
"Siap neng"balas bapak pedagang bakso itu.
Ganda menghampiri Fiera yang sudah duduk di salah satu meja yang tersusun rapih di atas trotoar.
"Fie, Lo beneran mau makan?"tanya Ganda. Lagi lagi ia masih belum bisa mempercayai apa yang Fiera lakukan ini.
"Aduh Ganda, Lo duduk deh. Lebih baik Lo cobain dulu sebelum berkomentar" kata Fiera menarik tangan Ganda dan menuntun nya untuk duduk di depan nya.
"Pak supir, kalo mau pesan aja. Fiera yang traktir"ucap Fiera pada supir Ganda.
"Wahhh boleh neng"sahut pak supir tersenyum lebar, ia langsung duduk di meja yang berbeda dengan Fiera dan Ganda.
"Ini neng, bakso nya"ucap bapak penjual bakso menyajikan 2 mangkok bakso di hadapan Fiera.
"Wahhhh, makasih yah pak" ucap Fiera kesenangan.
__ADS_1
"Lo kalo mau pesan, pesan aja tuh sama bapak nya"kata Fiera pada Ganda
"Lah, ini dua mangkok bukan buat gue satu?" tanya Ganda heran, ia pikir Fiera memesan dua buat dia satu.
"Kagak lah, enak aja. Ni buat gue, kalo Lo mau pesan sendiri lah"jawab Fiera menarik kedua mangkok bakso besar itu ke hadapan nya.
"Aden mau bakso nya?"tanya penjual nya.
"Gak deh pak, saya sudah kenyang" tolak Ganda .
"Wahh den ntar nyesel Lo. Bakso nya enak banget, non Fiera pinter banget milih tempat jual bakso enak kaya gini"sahut pak supir.
"Ih apaan sih pak, makan aja Sono yang fokus"dengus Ganda.
Sementara Fiera malah fokus memakan bakso nya. Gadis itu terlihat sangat senang dengan baksonya. Ganda sampai terpesona melihat lahap nya Fiera makan. Ia tidak menyangka Fiera bisa makan sebanyak ini, apalagi di hadapan nya tanpa rasa jaim.
"Lo mau?"tawar Fiera pada Ganda yang terus menatapnya.
"Gak"tolak Ganda langsung memasang wajah masam. Ini kali pertama nya Ganda datang ke tempat seperti ini.
"Lo gak usah kaget, meskipun gue banyak duit, harta berlimpah. Gue paling suka ke tempat tempat seperti ini. Selain enak, makanannya sangat berbeda dengan makanan di restoran. " kata Fiera bicara sambil mengunyah. Kadang ia hanya berhenti bicara ketika akan menelan baksonya.
Ganda terkekeh pelan melihat Fiera makan, ia mengambil tisu dan mengelap sudut bibir Fiera yang terdapat sisa makanan.
"Udah gede, tapi makan nya berantakan banget"ujar Gada.
Fiera terdiam, ia mendadak kaku dengan perlakuan Ganda.
Ekhem...
Fiera berdehem untuk menetralkan suasana, ia kembali melanjutkan makan nya.
Lo manis banget Fie, andai aja Rafael gak suka sama Lo. Pasti deh Gue udah bawa Lo lari keliling dunia, melupakan semua masalah Lo.
~•
"Angle!!!"teriak Raisa. Gadis itu sejak tadi menggeram melihat tingkah teman nya satu ini. Sejak tadi Raisa curhat pada Angle, tapi gadis itu malah fokus dengan game nya.
"Aduh Raisaaaa, Lo cerita aja gue dengerin kok. Ini sih Miya lagi war!!!" sahut Angle tanpa mengalihkan tatapan matanya dari layar ponselnya.
"Ahhh lu sih, game mulu. Andai aja ada Fiera. Dia pasti dengerin curhatan gue!"lirih Raisa sedih. Ia sangat ingin menghubungi Fiera, tapi Raisa tahu Fiera sedang tidak bisa di ganggu.
"Lo tahu kan, Fiera lagi sedih. Kedua orang tuanya ternyata udah cerai" ujar Angle di sela sela main game nya.
"Gue kasian sama dia, kenapa tu gadis malang banget. Udah di abaikan, eh ternyata broken home" Raisa malah ikut sedih merasakan kesedihan Fiera. Apalagi melihat sahabatnya di sekolah tadi seperti mayat hidup.
"Gue pengen banget hibur dia, tapi kita tahu sendiri sifat dia gimana. Kalo lagi sedih itu, dia pasti gak mau diganggu" kata Angle.
"Besok kita harus hibur dia Gel, kita harus kembalikan Fiera yang dulu" kata Raisa.
"Yeaahhhhh Menang!!!"pekik Angle girang.
__ADS_1
Raisa menatap Angle dengan tatapan mematikan, bukannya dengerin dirinya curhat, Angle malah bersorak senang karena memenangkan game konyol itu.
"Sorry, sorry Sa. Gue kelepasan"kekeh Angle tercengir.
"Tau ah, gue pusing sama Lo. Mending gue pulang!"ucap Raisa merajuk, ia keluar dari kamar Angle ,lalu berlalu pulang mengendarai mobil nya sendiri.
Jarak rumah Raisa dan Angle lumayan dekat, mereka juga sudah biasa berangkat dan pulang bareng.
...----------------...
"Makasih yah Gan, Lo udah anter gue. Sekali lagi makasih"kata Fiera tersenyum manis.
"Sama sama Fie"balas Ganda juga tersenyum.
"Yaudah, gue masuk dulu" pamit Fiera
"Tunggu dulu Fie"cegat Ganda.
"Apa lagi?", tanya Fiera bingung.
"Gue boleh minta sesuatu sama Lo gak?" pinta Ganda dengan senyum penuh arti
"Apa lagi?", dengus Fiera.
"Gue mau Lo bersikap seperti ini terus sama gue. Gak boleh cuek lagi" ujar Ganda tersenyum penuh harap.
Gawat ni, Ganda mulai panik. Ekspresi Fiera sudah mulai berubah, tidak semanis tadi.
"Enak aja, Lo pikir dengan ajak jalan sama makan tadi bisa menghapus semua dosa Lo Sama gue??
Kagak!!!"
Fiera melenggang masuk ke dalam rumah dengan ekspresi galak nya.
"Lah, kembali galak tuh bocah. Harusnya kan manis kata tadi" gerutu Ganda menatap kepergian Fiera yang sudah menghilang di balik pintu rumah yang langsung tertutup rapat.
"Ahh Dasar bocah gila!!!" maki Ganda, ia berbalik dan pulang ke rumah nya dengan hati senang. Setidaknya ia berhasil mengurangi rasa sedih di hati Fiera. Bahkan Ganda berhasil mengembalikan senyum Fiera yang sempat hilang.
Ganda pulang dengan ekspresi senang, ia turun dari mobil dan berjalan santai masuk ke dalam rumah sambil bersiul.
"Wahhh baru pulang yah" ujar Lusi dari sofa. Sekarang pukul 22.30 dan ganda baru pulang dari rumah Fiera
"Eh Bunda belum tidur?" tanya Ganda tercengir.
"Kenapa? kenapa kamu cengar cengiran gitu?"tanya Lusi menatap putranya dengan tatapan penuh selidik.
"Ah bunda kepo" ledek Ganda, lalu ia berlari menuju ke kamarnya. Hati nya berbunga bunga sekarang.
"Ganda!!, ada apa sih!!!! kenapa kamu malah buat bunda penasaran!!!"teriak Lusi mengejar putranya ke atas.
...----------------...
__ADS_1