Mengejar Cinta Ketos Jutek

Mengejar Cinta Ketos Jutek
Mencoba Berdamai


__ADS_3

Raisa mencari cari keberadaan Ganda, ia berniat ingin mengungkapkan perasaan nya pada Ganda. Ia sangat yakin jika Ganda juga memiliki rasa yang sama dengan nya.


"Angle!"panggil Raisa.


"Iya Rai?" Sahut Angle mendengar panggilan Raisa. Gadis tomboy itu pun menghampiri Raisa.


"Lo liat Ganda gak?"tanya Raisa.


Angle menggeleng, ia melihat kesekeliling area cafe. Tidak ada Ganda di mana pun.


"Gue gak liat dia"jawab Angle.


"Kemana yah, apa dia udah pulang?"tanya Raisa.


Melihat Raisa dan Angle kebingungan mencari seseorang. Susi pun, menghampiri mereka berdua.


"Cari siapa sih?"tanya Susi.


"Ganda"jawab Raisa.


"Ganda? Bukannya tadi sama Lo?"tanya Susi balik. Ia berakting pura pura tidak tahu. Padahal dirinya yang membantu mengalihkan perhatian Raisa agar Ganda bisa membawa Fiera pergi.


"Eh Fiera juga ngilang tahu!" Ujar Angle.


"Fiera barusan pulang, dia pamit sama gue tadi" jawab Susi cepat. Ia tidak mau mereka curiga jika Ganda dan Fiera pergi bersama.


"Benarkah? Kok dia gak bilang sama gue sih?"gumam Angle kurang yakin.


"Kalian tadi sibuk di depan situ, makanya dia bilang sama gue mau nyampein sama kalian"jelas Susi lagi.


Raisa dan Fiera mangut mangut, Susi berhasil meyakinkan mereka. Sial Ganda, itu biarlah urusan Raisa. Mau cari kemana juga Susi gak peduli.


Sementara di lain tempat, dengan waktu yang sama. Ganda membawa Fiera ke tebing yang dulu ia kunjungi dengan Fiera.


Ini adalah ketiga kali nya Fiera pergi ke tebing itu. Suasananya sangat damai dan sedikit terasa sejuk.


Ganda masih setia dengan mulut mengatup. Ia hanya fokus mengemudi hingga mobil bertenti tepat di atas puncak tebing.


Masih diam, tidak ada yang mengeluarkan sepatah kata pun. Yang terdengar hanya deru nafas mereka saja yang saling bersahutan.


"Lo kenapa lakuin itu?"tanya Ganda mulai membuka suara.


"Lakuin apa?"ketus Fiera tanpa menoleh.


"Yah kejutan buat Raisa. Kenapa Lo buat seolah olah gue yang merencanakan semua ini?" Ganda mulai emosi. Ia menoleh dan menarik tangan Fiera agar tertarik dan menatap dirinya.


"Lo sengaja kan!"desak Ganda.


"Apapun jawaban gue, emang Lo percaya? Lagian apa salahnya Raisa menganggap ini kejutan dari Lo!"lirih Fiera. Ia menatap ke bawah, tidak berani menatap mata Ganda.walau bagaimana pun, Fiera benar benar tidak sengaja melakukan nya. Karena sudah terlanjur, maka dirinya hanya bisa meluruskan alur yang sudah terbentuk dengan sendirinya.


"Fie, Lo tahu kan. Jika perbuatan Lo tadi, hanya membuat Raisa semakin berharap sama gue!! Dia bakalan mikir gue suka sama dia dan merasa gue jahat setelah dia tahu yang sebenarnya!"teriak Ganda.

__ADS_1


"Lalu gue harus apa? Jika perjodohan ini tidak ada, mungkin gue tidak akan berada di posisi serumit ini!!"balas Fiera balik berteriak.


"Jadi Lo merasa perjodohan ini salah?"tanya Ganda menatap jauh ke manik mata Fiera.


"Iya, makanya gue suruh Lo untuk menolaknya!!"jawab Fiera sinis.


Cup!!!


Ganda menarik tengkuk Fiera dan menciumnya tanpa henti. Ganda menjadi membabi buta mencium bibir Fiera, meskipun gadis itu mencoba untuk berontak.


"Apa yang Lo lakuin!!"teriak Fiera berusaha untuk menghindari ciuman Ganda. Namun, kekuatan Ganda jauh lebih kuat dari Fiera. Ia dengan mudahnya mengunci pergerakan Fiera dan mencium Fiera dengan sangat leluasa.


"Lo harus jadi milik gue! Lo gak bakal bisa menolak gue jika Lo sudah seutuhnya nya bersama gue!"bisik Ganda di telinga Fiera. Membuat gadis itu takut setengah mati.


Ganda terus mencumbui Fiera, ia tidak peduli lagi dengan status mereka yang saat ini masih anak sekolah menengah atas. Seharusnya ini adalah salah.


"Ganda!"panggil Fiera dengan suara lirih. Air mata mengalir deras di sudut mata Fiera. Kondisinya sudah acak acakan, bajunya berantakan meskipun masih melekat di tubuhnya.


Ganda berhenti mencumbuinya, ia mengangkat wajahnya dari leher Fiera, dan menatap lekat wajah gadis yang terlihat frustasi.


"Maafin gue Fie"sesal Ganda, ia memeluk Fiera erat. Karena emosi, Ganda hampir lupa diri dan menyakiti Fiera.


"Lo jangan lakuin itu"lirih Fiera takut.


"Gak , gue gak mungkin melakukan nya"jawab ganda menggeleng.


"Gue hanya terbawa emosi Fie, gue takut Lo gak jadi milik gue. Gue cinta sama Lo Fie. Gue sayang sama Lo"ungkap Ganda menatap mata Fiera lagi. Ia tidak mau Fiera takut kepadanya, dan ia juga tidak mau menyakiti Fiera.


"Maafin gue Fie"sesal Ganda tulus.


"Gue takut"lirih Fiera.


"Tidak, gue gak akan jahat sama Lo"lirih Ganda meyakinkan Fiera.




"Bunda!!!!!"teriak Elena dari arah ruang keluarga. Lusi yang sedang memasak di dapur kaget dan langsung berlari ke depan. Ia berpikir terjadi sesuatu pada putrinya.



"Ada apa sayang, kenapa teriak?"tanya Lusi panik.



"Bunda, aku menemukan gaun yang bagus untuk kak Fiera. Ini juga bakalan cocok untuk kak Ganda" kata Elena sembari menunjukkan foto Gaun pilihannya dan stelan untuk Ganda.



"Adu Elena, bunda kira kamu kenapa kenapa tadi. Rupanya cuma ini?"dengus Lusi mengomel.

__ADS_1



"Hehehe maaf bunda"jawab Elena nyengir tanpa rasa dosa.



"Acara mereka tertutup sayang, kita tidak perlu mencari gaun yang ribet" kata Lusi.



"Aduh bunda, mau tertutup kek mau gak ada orang yang datang kek. Kak Fiera harus terlihat sangat cantik di hati special untuk nya Bun" jelas Elena.



"Terserah kamu aja deh, pilih dan minta persetujuan kakak mu terlebih dahulu"peringat Lusi di akhir kalimat nya.



"Siap bun!!!" Kata Elena. Ia langsung mengirimkan foto gaun itu pada Fiera.



"Udah aku kirim Bun, nanti kalo kak Fiera setuju. Aku langsung keep yah Bun" kata Elena.



"Iya" jawab Lusi setuju.



Cling~



Suara ponselnya terdengar oleh Fiera, namun ia terlihat enggan melihatnya. Fiera masih nyaman berada di dalam pelukan Ganda dengan mata tertutup.



"Fie, gue mau Lo tau perasaan gue. Gue pengen Lo merasakan cinta gue" jujur Ganda lagi.



"Hmm... Gue gak tau Gan. Bisa mencintai Lo atau tidak. Gue hanya takut kisah ini berubah menjadi seperti kisah kedua orang tua gue. Gimana anak gue nanti?? Gue gak mau mereka merasakan apa yang gue rasakan Ganda" Fiera terisak.



"Lo tenang aja, Gue gak akan membuat hidup Lo seperti itu lagi" Janji Ganda.



Fiera memejamkan matanya, ia mencoba mencari kenyamanan di dada bidang Ganda. Mereka berdua masih berada di puncak tebing itu. Suasana yang sudah hampir larut membuat mereka semakin nyaman. Karena suasana nya yang mulai dingin merasuk ke dalam kulit mereka.

__ADS_1



...----------------...


__ADS_2