Mengejar Cinta Ketos Jutek

Mengejar Cinta Ketos Jutek
Benih Benih yang mulai berkembang.


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul 10.30. Ganda mengendarai mobil milik Susi pergi dari puncak. Meskipun terletak di atas tebing dan di kelilingi pepohonan. Perjalanan itu tidak lah sepi, banyak mobil petugas keamanan berlalu lalang patroli memastikan keamanan daerah sepi yang harusnya menjadi tempat yang rawan ke jahatan.


Sesekali Ganda melirik ke samping, kedua sudut bibir nya tertarik membentuk sebua lengkungan yang manis.


Ganda menatap Fiera yang tertidur pulas sembari memegangi lengan nya.


"Lo sangat manis tidur seperti ini, gue jadi makin sayang"batin Ganda.


Mobil melaju menuju ke rumah besar milik Fiera. Ketika sudah tiba di rumah besar Fiera, Ganda menarik tangannya secara perlahan dari pelukan Fiera, lalu turun dari mobil.


Ganda membuka pintu mobil di sebelah Fiera, ia menggendong Fiera dengan hati hati.


"Non Fiera?"kaget bi Ina melihat Ganda menggendong Fiera, ia pikir Fiera kenapa kenapa.


"Ssttt...."desis Ganda memberikan kode. Bi Ina langsung menutup mulutnya, ia membukakan pintu lebar lebar, agar Ganda dengan mudah melewatinya.


Bi Ina mengikuti Ganda hingga ke kamar Fiera, ia membantu Ganda membukakan pintu kamar Fiera.


Secara perlahan Ganda membaringkan, memperbaiki posisi ,dan menyelimuti tubuh Fiera.


"Tidur yang nyenyak honey"bisik Ganda mengecup dahi Fiera, lalu merapikan selimut Fiera dan keluar bersama bi Ina.


Setelah memastikan pintu sudah tertutup, dan Ganda keluar. Fiera pun membuka matanya yang sejak tadi terpejam.


Sebenarnya Fiera sudah terbangun ketika Ganda keluar dari mobil dan menggendong nya masuk ke dalam rumah.


Merasakan kasih sayang dan ketulusan Ganda, membuat hati Fiera tersentuh dan merasa ada sebuah gelitikan yang membuat dirinya sedikit merona.


"Apa dia benar-benar tulus??" Gumam Fiera mengusap kening nya, bekas kecupan dari Ganda tadi.


"Lo hampir membuat gue terbuai Gan, Lo juga membuat gue semakin masuk ke dalam jurang rumit nya sebuah hubungan!!"lirih Fiera. Ia menarik selimut nya hingga menutup seluruh tubuhnya.


Fiera mulai merasakan benih benih cinta tumbuh di hatinya. Entah lah, saat ini ia tidak mau memikirkan nya. Ketika mendapat perlakuan spevial dari Ganda, Fiera merasa sangat senang.


Berbeda lagi, jika dirinya ingat dengan sahabat nya yang akan sakit jika tahu dirinya akan menikah dengan Ganda dalam waktu dekat. Fiera merasa sangat bersalah dan mengkhianati Raisa.




Ganda tiba di rumah nya, ia melihat bunda dan Ayah nya tengah duduk menonton tv di ruang keluarga.



"Kok belum tidur?"tanya Ganda heran.



Lusi menoleh, ia tersenyum dan menepuk sofa di sebelah nya.



Ganda pun duduk di sebelah bunda nya, ia memeluk lengan bunda nya.



"Anak bunda sudah dewasa yah sekarang"kata Lusi sembari mengusap rambut Ganda penuh dengan kasih sayang.



Sementara Ferdi masih fokus dengan film yang ia tonton.



"Ganda sebentar lagi bakalan menikah, apa Ganda yakin sama keputusan ini?"tanya Lusi dengan nada serius. Ia harus memastikan semua ini secara matang dengan putranya. Ia tidak mau nanti terdapat kesalahan di dalam hubungan putranya.



"Bunda, Ganda serius dengan keputusan Ganda. Pilihan Ganda pada Fiera sudah tepat, dan Ganda memiliki rasa yang sangat dalam padanya"jawab Ganda yakin.



Ferdi menoleh mendengar ucapan putranya.


__ADS_1


"Ayah pegang ucapan kamu, buktikan jika kamu benar-benar sudah dewasa. Satu tahun pernikahan, kami akan memantau hubungan kalian. Jika Fiera kamu sakiti, jangan salahkan ayah dan bunda akan membuat kamu kehilangan Fiera, di mana pun kamu cari tidak akan pernah kamu temukan!" Tegas Ferdi, bukan mengancam atau memperingatkan. Tapi, Ferdi hanya ingin putranya memikirkan keputusannya dengan baik.



"Ayah percaya kan aja sama Ganda. Sebelum memutuskan untuk meminta di jodohkan, Ganda sudah memikirkan nya dengan sangat matang!"



Lusi tersenyum bangga, ucapan putranya barusan benar benar terdengar seperti ucapan pria dewasa. Lusi juga tahu bagaimana sifat putranya ini. Ia yakin, apa yang putranya katakan, maka itu lah yang akan ia lakukan.



"Bunda bangga sama kamu" ujar Lusi memeluk putranya dari samping.



"Yaudah, Ganda mau ke atas dulu. Mau mandi sekalian istirahat. Capek!" Pamit Ganda



"Yaudah sana, besok kita harus fitting baju. Jangan lupa bangun pagi!!"peringat Lusi.



"Iya Bun, besok Ganda akan bangun pagi pagi sekali!!" Teriak Ganda yang sudah berlari dan berjalan cepat menaiki anak tangga.



"Dasar, anak nakal"kekeh Lusi melihat tingkah putranya.



Ganda berjalan santai menuju ke kamarnya, ketika hendak menekan knop pintu. Tiba-tiba Elena datang dan menghentikan Ganda.



"Kak!"cegat Elena.




"Gimana gue mau tidur, sejak tadi gue nunggu kak Fiera membalas chat dari gue. Tapi sampai sekarang dia masih belum balas!"gerutu Elena kesal, ia menyalahkan kakak nya karena sudah mengalihkan perhatian Fiera dan membuat Fiera mengabaikan pesan darinya.



"Lahh, mana gue tahu!" Elak Ganda.



"Lo kan, yang udah buat kak Fiera acuh sama gue!"tuding Elena.



"Udah deh, gue capek. Jangan buat rusuh sama gue!" Ganda mendorong Elena menjauh dari hadapan nya.



"Ihhh kak, gue mau nanya soal gun pengantin kalian!!" Teriak Elena.



"Udahh besok di atur!" Sahut Ganda menutup pintu.



Blam~



"Kampret! Gue lagi ngomong juga!" Dengus Elen kesal, ia menendang pintu kamar Ganda keras.



...----------------...

__ADS_1



Raisa tidur terlentang di atas ranjang nya, ia merasa sangat bahagia saat ini. Ia masih tidak percaya,jika Ganda yang merencanakan kejutan ini. apalagi Ganda yang memegang kue untuk nya.



"Aduhhh gimana ini?? gue senang banget!!!!!"teriak Raisa menahan suaranya.



"Kenapa dia manis banget, beruntung gue gak nangis tadi" lirih Raisa. pipinya sudah memerah seperti kepiting rebus.



Raisa mengusap wajah nya yang sudah memanas, mengingat pesta ulang tahun nya tadi.



"Loh...Anak mama belum tidur?"tanya mama Raisa masuk ke dalam kamar putrinya. Mama Raisa masuk membawa 2 kota hadiah.



Raisa bangun, ia duduk di samping mama nya.



"Mama belum tidur?" tanya Raisa sembari memeluk mamanya.



"Gimana mau tidur, mama kan belum ngucapin selamat ulang tahun buat anak mama yang cantik ini"kata mama Raisa mengusap punggung putrinya.



"Papa belum pulang?"tanya Raisa.



"Besok papa pulang, tadi papa ada meeting mendadak"jelas mama Raisa.



"Gak papa ma, yang penting mama ada di sini sama Raisa" lirih Raisa.



"Mama tahu gak? ulang tahun ini adalah yang paling special dalam hidup Raisa" ungkap Raisa mendongak menatap mama nya dengan senyum lebar.



"Wahhh anak mama seperti nya bahagia banget, apa ada sesuatu kabar yang mama belum tahu?" tanya mama Raisa penuh selidik.



Raisa tidak menjawab, ia hanya tersenyum malu.



"Seperti nya iya nih"kekeh mama Raisa menoel dagu putrinya.



"Iya ma, seseorang menyiapkan pesta untuk Raisa, dan itu manis banget"ungkap Raisa dengan mata berbinar.



"humm...Putri mama sedang jatuh cinta yahhh"



"Hahhaa...Nanti Raisa kenalin sama mama yah" kata Raisa, ia kembali memeluk mamanya erat.



...----------------...

__ADS_1


__ADS_2