Mengejar Cinta Ketos Jutek

Mengejar Cinta Ketos Jutek
Kenapa bukan Aku???


__ADS_3

"Lo sembunyiin apa dari gue?" Rafael mendorong Susi hingga Susi tersandar di dinding ruangan musik nya.


Setelah kepergian Raisa, Rafael membawa Susi masuk ke dalam rumah nya yang sepi, lalu menyeret gadis itu masuk ke dalam ruangan musik nya.


"Maksud Lo apa? gue gak ngerti Raf" bohong Susi.


"Udah deh, Lo gak usah berdrama sama gue. Raisa bilang Lo tahu sesuatu, tapi Lo malah pura pura lugu di hadapan gue!"


"Lo gila apa, nuduh gue sembarangan!" Susi mendorong tubuh Rafael agar menjauh darinya. Tapi, Rafael tidak membiarkan gadis itu beranjak, ia malah menekan Susi lebih tersudut lagi.


"Katakan Susi, Lo jangan buat gue semakin terlihat bodoh!!!!" bentak Rafael.


Susi mengalihkan pandangan matanya, ia memilih untuk diam.


"Jika Lo gak mau jujur sama gue. Seumur hidup Lo gak akan pernah bertemu lagi sama gue!" ancam Rafael.


Susi langsung menatap ke arah Rafael, ia melihat keseriusan di mata pria itu.


"Oke, gue akan ceritakan semuanya!" Susi menghela nafas pasrah.


Rafael melepaskan Susi,ia membiarkan gadis itu bernafas lega, lalu memberi jarak agar gadis itu lebih leluasa.


Susi berdiri di hadapan Rafael, jarak mereka sangat dekat.


"Lo mau tahu semuanya kan? baik, gue akan mengatakan semua nya!"ujar Susi. Rafael tidak menjawab apapun, ia hanya menatap Susi dan menunggu gadis itu berbicara.


"Ganda dan Fiera di jodohkan. Kedua orang tua mereka sahabat. Papa dan mama Fiera ternyata sudah bercerai lama. Mereka berdrama di hadapan Fiera agar gadis itu tidak tahu kalau keluarnya telah hancur. Lalu, suatu saat kedua keluarga ini bertemu setelah mengetahui semua fakta tentang keluarga nya. Bahkan, Raisa pernah melihat mama Fiera bersama laki laki lain. Setelah itu, mereka memberi usul untuk menikahkan Fiera dengan Ganda. Agar ada yang menjaga Fiera. Karen itulah mereka di nikahkan. Ganda karena kasian melihat nasib Fiera, ia menyetujuinya dan meyakinkan keluarga nya untuk menjaga Fiera.


Hufff....


Gue melihat mereka tengah bertengkar, Fiera tidak ingin menyakiti hati Raisa, dan ganda tidak mau menyakiti hati Lo. Mereka berada di posisi yang berat. Saat gue mengetahui segalanya, Ganda meyakinkan gue untuk memperjuangkan Lo. Dia meyakinkan gue bahwa Lo menyukai gue."


Ucapan Susi terhenti, ia menatap lekat Rafael.


"Gue juga tidak mau cinta gue sia sia. Gue sayang sama Lo Rafael" lirihnya.


"Kenapa Lo sembunyikan semua ini dari gue? Lo membiarkan gue bersikap seperti orang bodoh mengejar ngejar sesuatu yang sudah ada pemiliknya." sahut Rafael menggelengkan kepalanya. Betapa bodoh nya dirinya selama ini.


"Lo gak tahu gimana berat nya jadi Ganda dan Fiera. Mereka lebih menderita. Posisi mereka sangat dilema." Susi meraih tangan Rafael.


"Meskipun gue gak tahu Lo suka atau gak sama gue. Tapi, ijinkan gue memperjuangkan cinta gue" mohon Susi.


"Lo tahukan, gue menyukai Fiera. Lo tidak usah berharap banyak sama gue!" balas Rafael menarik kedua tangannya, lalu membelakangi Susi.


"Pulang lah, gue akan suruh supir untuk mengantar Lo" titah Rafael.


"Sampai kapan pun. Gue akan tetap mengejar Lo. Jika tidak sekarang, maka esok. Lo pasti akan menyukai gue Rafael" ucap Susi penuh keyakinan.

__ADS_1


"Sudah lah, Lo pulang saja"


Susi menghela nafas, lalu pergi dari rumah Rafael. Meskipun hatinya sakit, setidaknya ia bisa bernafas lega. Rafael sudah mengetahui faktanya.


"Lo harus kuat Raf, Lo juga harus sadar jika Lo menyukai gue!" batin Susi sebelum benar-benar meninggalkan rumah Rafael.


Kini, tinggal lah Rafael sendiri termenung di dala ruang musik nya. Ia menatap kosong ke luar jendela.


"Kenapa, kenapa gue tidak sadar? apa yang salah? di mana letak lengah nya diri gue. Sehingga Ganda lebih dulu mengajukan diri untuk melindungi Fiera!" ucap Rafael penuh sesal. Masalah Fiera yang sangat besar ini , Rafael sungguh tidak tahu.


"Ganda yang baru masuk ke kehidupan Fiera, bisa bisa nya dia lebih tahu daripada gue!"


Arrrgggggg!!!!!!!!!!!!


Prank!!


Prank!!!


Rafael melempar semua barang barang yang ada di sekitarnya. Ia merasa sangat marah pada dirinya sendiri.


Berbeda lagi dengan Raisa yang terhenyak pada rerumputan hijau taman belakang rumah nya.


Hari ini kedua orang tua Raisa pergi ke luar negeri. Ia sendirian di rumah bersama beberapa art saja.


Semua ucapan Yani terngiang di telinganya. Gadis yang merupakan teman satu sekolah namun berbeda jurusan itu mengatakan jika Ganda dan Fiera sudah menikah.


Yani tidak hanya mengatakan hal itu, ia juga mengatakan tentang persekongkolan Ganda dengan Susi. Lebih parah nya lagi, Angle juga sudah mengetahui segalanya. Hanya dirinya yang tidak Fiera kasih tahu.


"Gue yang paling peduli sama Lo!!!! Gue yang selalu ada untuk Lo, di saat Lo banyak masalah!!!! tapi kenapa gue yang Lo Khianati!!!


ARGGGGGG!!!!!!!


Gue benci Lo Fiera!!!!!!!!!"


Raisa terus berteriak memaki Fiera dan juga sesekali memaki Ganda. Tepat saat itu hujan deras pun turun. Seolah olah berusaha untuk menyembunyikan air mata yang mengalir di pipi Raisa.


"Hiks... Hiks,, apa salah gue sama Lo Fiera? Apa!!!!!!!"


"Gue menganggap Lo adalah sahabat gue yang paling baik, tapi malah Lo yang nusuk gue dari belakang!"


Duarrrr!!!!!!!


Kilatan petir terlihat jelas, bahkan membuat Raisa sedikit kaget. Namun, ia tidak berniat untuk beranjak dari posisi duduknya.


"Non!!!! ayo masuk non!!!"teriak pembantunya khawatir.


Raisa tetap diam, ia menangis sejadi jadinya di bawah guyuran hujan deras

__ADS_1


"Non!!!!" teriak art nya lagi. Kali ini, Art nya membawakan payung dan memaksa Raisa agar masuk ke dalam rumah.


"Aduh, non kenapa bisa jadi begini sih. Kalo non sakit gimana??" lirih art Raisa khawatir.


...----------------...


Fiera berbaring tidak tenang di atas ranjang milik Ganda. Ia masih kepikiran soal pesan singkat yang Raisa kirim kan.


"Honey, kamu masih memikirkan soal pesan itu?" tanya Ganda lembut.


"Gimana gue gak mikirin nya? Raisa itu sahabat gue. Dia sangat baik, tapi gue malah Khianati dia" lirih Fiera. Posisi nya saat ini membelakangi Ganda.


"Sini deh" pinta Ganda agar Fiera menghadap ke arah nya.


Fiera merubah posisi tidurnya, Ia menghadap Ganda. Meskipun masih canggung dan sangat sangat asing bagi Fiera, namun terasa nyaman. Fiera tetap berusaha untuk membiasakan diri.


"Honey" Ganda menggenggam tangan Fiera, mengecupnya berkali kali.


"Lo ngapain sih"dengus Fiera malu.


"Besok kita temui Raisa, kita bicarakan baik baik. Aku yakin kok, semuanya akan baik baik saja" kata Ganda menenangkan Fiera.


"Kalau Raisa tidak mau mendengar penjelasan gue gimana?" khawatir Fiera


"Sttt.... Lo tenang aja, gue ada bersama Lo. Gue gak akan biarkan Lo sendirian."


Ganda menarik tubuh Fiera agar masuk ke dalam pelukan nya.


"Sejujurnya gue juga bingung bagaimana menghadapi Rafael nanti" ucap Ganda dalam hati. Ia mengusap punggung Fiera penuh kasih sayang, hingga terdengar dengkuran halus dan helaan nafas teratur dari Fiera.


Ganda tersenyum manis, ia memperbaiki posisi tidur istri.


Cup~


"Nice dream baby, Lo pasti sangat cemas sekarang" lirih Ganda setelah mengecup bibir Fiera.


Setelah puas menatap wajah lucu Fiera yang terlihat damai dalam tidur nya. Ganda pun ikut menyusul istri nya dengan memeluk erat tubuh istri dan ikut memejamkan mata.


Sampai jumpa esok di sekolah!!!!


...----------------...


Halo kakak semua, jangan lupa like dan vote yah.


kira kira gimana respon Raisa nanti???


terus, apakah Rafael akan menerima kenyataan nya?? lalu memilih Susi???

__ADS_1


Ada yang bisa menebak nya gak???😁


__ADS_2