Mengejar Cinta Ketos Jutek

Mengejar Cinta Ketos Jutek
Icip Bibir


__ADS_3

DRRRTTTT.....


DRRRTTTT.....


Fiera melirik ponsel nya, ia melihat foto cantik Raisa terpampang jelas memenuhi layar ponsel nya.


"Ada apa ni bocah nelfon gue" gumam Fiera sembari meraih ponsel nya. Ia mengurangi kecepatan mobilnya.


"Hallo, Raisa?"ucap Fiera. Matanya tetap fokus pada jalanan.


"Hallo Fie, sebaiknya Lo ke sini deh"


"Ada apa Raisa,Lo kenapa?"tanya Fiera ikut panik mendengar suara Raisa yang juga ikutan panik.


"Udah deh, Lo kesini buruan!!!!!"desak Raisa.


"Iya, tapi ada apa?"


"Nanti gue ceritain, penting Lo ke sini dulu!" jawab Raisa.


"Kirim alamat nya!"ujar Fiera. Panggilan pun terputus, tak lama setelah itu sebuah pesan masuk ke dalam akun WhatsApp Fiera.


"Restauran Cempala?"gumam Fiera membaca alamat yang Raisa kirim. Gadis itu langsung melajukan mobil nya menuju ke alamat yang Raisa kirim.


Tak butuh waktu lama, Fiera sampai di tempat tujuan. Di depan restauran Fiera melihat Raisa menunggu nya.


"Raisa!" panggil Fiera.


Raisa berlari menghampiri Fiera, lalu menarik tangan Fiera masuk ke dalam Restauran.


Fiera masih bingung, ia tidak mengerti mengapa Raisa mengajak nya datang ke restauran ini.


"Raisa, ada apa sih?" tanya Fiera penasaran.


Raisa berhenti, ia menunjuk ke arah depan nya dengan sorot mata. Karena Fiera sangat penasaran, jadi ia langsung mengikuti arah pandang mata Raisa.


Duarrr~


Bagaikan petir di malam hari tanpa hujan ataupun gerimis. Fiera merasakan dunia nya hancur seketika.


"Gue udah melihat ini beberapa kali, tapi gue gak tahu harus bagaimana. Hingga malam ini gue kembali melihat nya, jadi gue ngasih tahu Lo. Gue rasa Lo berhak tahu" jelas Raisa merasa kasihan pada Fiera.


Fiera tidak merespon ucapan Raisa, ia malah berjalan cepat menghampiri dia insan yang sedang bermesraan.

__ADS_1


"Mama!"panggil Fiera membuat Dea terlonjak kaget.


"Fiera?"gumam Dea kaget, ia tidak tahu harus bagaimana kepada putrinya.


"Sayang, siapa dia?" tanya pria yang sedang berdiri di samping Dea.


"Sayang?" beo Raisa kaget. Fiera melirik ke arah Raisa sebentar, lalu kembali menatap pada mama nya. Rasa kecewa, sakit hati semua nya bercampur aduk menjadi satu.


"Jadi, ini meeting mendadak yang mama bilang? mama rela meninggalkan aku demi ini??? " Fiera menghapus air mata yang mulai mengalir deras di pipinya.


"Fiera, mama bisa jelasin"bujuk Dea. Tapi Fiera tidak mau mendengar apapun lagi.


"Sudah cukup ma, Aku nyesal berharap banyak sama mama. Aku nyesal udah menerima harapan yang mama umbar!!!", Fiera berteriak, lalu berlari meninggal kan restauran. Ia sudah tidak bisa menahan hati nya yang sangat hancur.


"Fieraaa"panggil Raisa, ia menyusul Fiera keluar dari restauran.


Dea sedih, ia ingin mengejar Fiera tapi, pria itu menahan nya.


"Jadi, dia adalah putri kamu beb?"tanya pria yang bernama Juanto. Pria tampan yang beberapa tahun ini mengisi kekosongan hati Dea.


"Dia putri aku mas"jawab Dea menghapus air matanya.


"Sudah, Jangan sedih. Dia sudah dewasa, nanti pasti bisa mengerti" bujuk Juanto. Dea mengangguk pelan, ia tetap sedih dan menangis di dalam pelukan kekasihnya.


Semoga kamu bisa mengerti Fiera, sebenarnya situasi keluarga kita sangat buruk. Lirih Dea dalam hati.


"Bagaimana jika papa tahu, apa papa akan marah? papa pasti akan hancur" lirih Fiera sedih. Ia tidak mau papa yang selama ini bekerja keras di Khianati seperti itu.


"Fie, Lo yang sabar yah. Gue yakin semua ini akan segera berlalu" Raisa mengusap bahu Fiera, kemudian memeluknya dari samping. Raisa terlihat seperti sahabat yang selalu ada di samping Sahabat nya.


"Mama gue kaya gitu Rai, gimana gue gak sedih. Udah hidup gue Luntang Lantung, di tambah mama gue kaya gitu Rai" tangis Fiera.


"Lo harus kuat, Lo bisa melewati semua ini Fie. Gue yakin itu" ujar Raisa lagi. Ia terus berusaha menguatkan hati Sahabatnya.


"Makasih yah Rai, Lo udah ngasih tahu gue. Mungkin semua ini gak akan gue ketahui jika bukan karena Lo" lirih Fiera.


"Gak Fie, justru gue merasa bersalah sama Lo. Karena gue Lo bertengkar sama mama Lo" jawab Raisa merasa tidak enak pada Fiera


Fiera pun tersenyum, ia menghapus air matanya kasar.


"Gue mau pulang dulu" pamit Fiera.


"Kenapa buru buru. Gue udah menghubungi Angke, kita akan tidur di sana!" cegah Raisa .

__ADS_1


"Tapi, gue pengen_-" ucapan Fiera terhenti.


"Gak Fie, kita gak akan biarin Lo sendirian dalam keadaan terpuruk seperti ini" kata Raisa. Ia menarik Fiera masuk ke dalam mobilnya.


"Eh mobil gue"protes Fiera


"Udah gak papa, besok bisa ambil kok" jawab Raisa.


Fiera pun hanya bisa menghela nafas berat, hidupnya sangat berat. Tapi, ia masih punya sahabat seperti Raisa dan Angle. Mereka selalu ada ketika Fiera terpuruk.


Di perjalanan menuju ke rumah Angle, Fiera menyempatkan diri menghubungi bi Ina. Ia harus mengabarkan wanita itu agar tidak menunggunya .


Suasana di dalam mobil Raisa terasa sangat sepi, Fiera memilih untuk diam dengan mata menengok ke luar jendela mobil yang tertutup rapat. Fiera mampu melihat indah nya kelap kelip malam.


Kenapa semua ini terjadi kepada hidup ku? ternyata mama dan papa memang tidak baik baik saja. Mereka sangat tega sampai melakukan ini kepada ku!


~•


Ganda keluar dari kamarnya, ia menghampiri mama dan papa nya yang tadi ia ketahui ada di ruang musik.


Tanpa mengetuk pintu, Ganda langsung masuk dan melihat pemandangan yang tidak sedap.


"Waw...Bermain di ruang musik?" decak Ganda tidak berani menatap lurus ke orang tua nya. Ia hanya duduk dengan membelakangi tempat di mana kedua orang tuanya masih beraksi. Tapi, kalian harus tahu. Ganda tidak melihatnya, mereka menggunakan selimut sofa yang memang selalu di sediakan di sana apabila mengantuk setelah bermain piano atau alat musik yang lainnya. Ganda hanya melihat mereka yang kepalanya menyembul di ujung selimut.


Melihat putra mereka ada di ruangan itu, Lusi dan Ferdi menghentikan kegiatan mereka yang memang sudah melewati masa pelepasan.


Lusi dan Ferdi kembali berpakaian rapi, lalu mereka menghampiri Ganda yang sedang duduk di sofa.


"Gimana Gan?"tanya Lusi.


Ganda dan Ferdi kaget, mereka bingung dengan maksud pertanyaan Lusi.


"Apa nya Bun?"tanya Ganda malas.


"Yah, usaha kami buat dapetin Fiera Lahm Bunda lihat kok tadi kamu ngapain" celetuk Lusi.


Seketika wajah Ganda memerah, ia merasa malu. Namun, Ganda menguasai dirinya, ia tidak akan terlihat konyol di hadapan kedua orang tuanya


"Cuma sempat icip bibir"kelu Ganda.


"Whattt, kamu ngapain?"kaget Ferdi


Sementara Lusi hanya tersenyum menanggapi ucapan putranya

__ADS_1


"Jangan aneh aneh yah, normal normal saja" tegur Ferdi. Ia tidak mau putranya mencoreng nama baik keluarga nya.


...----------------...


__ADS_2