Mengejar Cinta Ketos Jutek

Mengejar Cinta Ketos Jutek
Tak bisa berbuat apa apa


__ADS_3

"Ganda sama Fiera nginap di sini yah"pinta Lusi.


"Bener tu kak, besok kan hari Minggu" timpal Elena.


"Uhm... Fie-_" ucap Fiera terhenti.


"Iya Bun, malam ini kita nginap di sini kok" ucap Ganda memotong ucapan Fiera.


Fiera menoleh pada suaminya, ia tidak percaya dengan apa yang baru saja Ganda katakan.


"Hei, kitakan-_" lagi lagi Ganda memotong ucapan Fiera.


"Sayang, bukan nya tadi malam kamu yang meminta kita nginap di rumah bunda?" tanya Ganda membalikkan fakta.


"Astaga!!! ni anak bener bener membuat gue geram" batin Fiera mengepal kedua tangannya di bawah meja.


"Benarkah itu Fie? wahh bunda seneng banget" sahut Lusi.


Tak dapat berkata apa apa lagi, Fiera hanya bisa tersenyum dan mengangguk pelan.


"Yasudah, selesai makan kalian istirahat aja. Besok bunda mau nyusun berbagai kegiatan yang harus bunda lakukan bareng menantu bunda" kata Lusi antusias.


Fiera menghela nafas, ia tidak bisa menolak mertuanya. Apalagi melihat betapa antusiasnya Lusi ketika tahu ia akan menginap di sini.


"Bunda, Senin juga tanggal merah. Fiera dan Ganda akan nginap di sini" tambah Fiera semakin membuat Lusi senang. Bukan cuma Lusi, ganda juga ikut senang mendengar ucapan istri nya.


"Ternyata Lo orang yang bijak Fie, hati Lo sangat lembut" batin Ganda.


"Wahhhh, kalo gitu aku harus menyiapkan buku buku yang harus aku pelajari bersama kak Fiera" Elena pergi begitu saja dari meja makan.


"Hey, istri gue bukan guru privat Lo!!!"teriak Ganda, namun Elena tidak menggubrisnya, ia berlalu menaiki anak tangga menuju ke kamarnya.


"Lengkap sudah keluarga kita"ujar Ferdi.


"Hemm...Bunda, ayah. Ganda sama Fiera ke kamar dulu yah. Mau mandi trus istirahat"


"Oh iya silahkan" kata Lusi.


"Jangan sampai kelepasan yah!"peringat Ferdi tersenyum jahil.


"Kalo kelepasan juga gak papa"timpal Lusi.


Fiera menarik lengan Ganda agar pergi lebih cepat dari sana. Ia sudah tidak tahan mendengar godaan mertuanya.


"Wahhh dia sudah mulai tidak sabar" kekeh Ferdi melihat tingkah Fiera yang menarik Ganda.


"Doakan anak mu kuat bunda!!!!" teriak Ganda yang semakin cepat di tarik oleh Fiera.


Fiera masuk ke dalam kamar Ganda, ia mendorong tubuh Ganda ke atas ranjang.


"Awhhh... Jangan perkosa aku dek, Abang gak kuat"erang Ganda pura-pura pasrah.

__ADS_1


"Idihh gak nafsu gue sama Lo" cibir Fiera geli melihat sikap Ganda.


"Yaudah, kalo adek gak perkosa. Biar Abang aja"


Hup~


Ganda langsung menangkap Fiera dan memeluk nya erat.


"Ihh Ganda, lepasin gue!!"


"Gue gak mau, ini kamar gue jadi, Lo harus menuruti apa yang gue bilang!" ucap Ganda.


"Enak aja, gue tuh mau ngomong sama Lo!" ucap Fiera.


Ganda langsung melepaskan pelukan nya, ia membawa Fiera duduk di tepi ranjang.


"Mau ngomong apa?" tanya Ganda penasaran.


"Fie!!" panggil Ganda, karena istrinya tak kunjung bersuara.


"Gue cuma mau nanya, kenapa sih sikap Lo kaya gitu depan keluarga Lo. Gue kan jadi malu!!" dengus Fiera, sebenarnya ia mau marah semarah marah nya. Tapi, Karena takut Ganda berbuat macam macam, Fiera sedikit melunak. Apalagi ini adalah rumah nya. Ganda pasti akan lebih leluasa.


"Memang nya kenapa? gak boleh? kan kamu istri aku. Apa yang salah coba?" tanya Ganda lembut, ia meraih tangan Fiera, lalu mengecup nya lembut.


Deg.


Perlakuan Ganda membuat tubuh Fiera membeku, jantung nya kembali berolahraga.


"Ehm?" Ganda mengangkat alis nya pertanda bingung.


"Kenapa honey? apa yang salah dengan sikap gue?" ulang Ganda


Fiera bangkit, ia membelakangi Ganda. Tatapan mata Ganda membuat dirinya semakin gugup.


"Sayang, kamu kenapa???" Tanya Ganda menarik tubuh Fiera dan membalikkan nya agar menghadap ke arah nya.


"Eh eh, kok Lo peluk peluk gue sih!" ketus Fiera, ia tidak bisa kalo manis manis terus dengan Ganda. Fiera merasa tubuhnya akan melayang dan tidak bisa berdiri dengan tegap.


"Idihh, kok malah ketus lagi. Baru juga manis" gerutu Ganda melepaskan pelukannya pada Fiera. Ganda pura pura merajuk, ia masuk ke dalam kamar mandi dan menghempaskan pintu nya dengan keras.


"Lah, dia merajuk. Kan gue yang marah, kenapa sekarang dia yang merajuj?" lenguh Fiera heran.


...----------------...


Raisa duduk di kursi cafe sendirian, ia termenung memperhatikan tingkah Ganda yang selalu membuat nya heran.


"Kenapa sih, setiap aku mendekati nya dia selalu menghindar?. Apa kesalahan ku? kenapa aku selalu tidak beruntung?"


Raisa menghempaskan gelas kaca yang masih berisi setengah dari jus milik nya ke lantai. Beberapa orang yang ada di sana menoleh heran, pelayan cafe juga heran. Mereka berlari kecil menghampiri Raisa.


"Ada apa nona? kenapa nona melempar gelas kami ke lantai?" tanya pelayan itu sopan.

__ADS_1


"Maaf, aku tidak sengaja. Aku terbawa emosi, silahkan total kan semuanya, biar saya ganti" lirih Raisa tanpa menoleh pada pelayan itu.


"Baiklah nona, saya akan menghitung semuanya"


Pelayan itu kembali ke belakang, ia menghitung semuanya dan kembali lagi dengan membawa bill, lalu memberikan nya pada Raisa.


"Ini gesek aja" kata Raisa menyerahkan kartu kredit nya.


Setelah selesai melakukan pembayaran, Raisa keluar dari cafe itu. Ia tidak tahu harus kemana lagi untuk menghilangkan rasa sesak yang ia rasakan.


Sempat terpikir oleh Raisa untuk pergi ke rumah Angle, namun ia merasa Angle seperti tidak sepihak dengan nya.


Kerumah Fiera? entahlah. Untuk saat ini Raisa tidak ingin bertemu Fiera dulu. Ia ingin menetralkan hati nya agar tidak memandang buruk sahabat nya sendiri.


"Heh, kalian tau gak? gue tadi lihat Fiera sama Ganda berduaan tahu" ujar seorang gadis pada teman temannya.


Raisa yang sedang berjalan di samping meja mereka sempat terhenti dan menoleh ke belakang.


"Mereka kan anak sekolah Arya Jaya" pikir Raisa.


"Truss trus?? gimana? mereka ngapain?"


"Iya mereka ngapain??? gue penasaran sam atom & Jerry itu"sahut yang lain.


"Gue gak tahu sih mereka ngapain, tapi hany mereka yang ada di kelas IPA itu. "lenguh gadis itu penuh sesal.


"Kenapa Lo gak ngintipin mereka???"


"Rafael lebih dulu datang, ia mengusir gue dan menyuruh gue tetap diam"


"Ehh kok gitu sih? bukan nya Rafael tergila gila sama Fiera??" bingung mereka.


"Gue yakin, Rafael pasti sakit hati banget!!" erang salha satu dari mereka.


"Beruntung banget Fiera, bisa di incar cogan begitu"


"Yah wajar aja, Fiera itu cantik, pintar, baik lagi. Kalah mental kita mah, kalo mau nyaingin dia!!"


"Hahaha....Bener banget Lo"


Raisa mengepalkan kedua tangannya, ia pergi dengan hati hancur dan marah.


"Apa yang mereka katakan? Fiera dan Ganda bersama???" batin Raisa melangkah cepat, lalu masuk ke dalam mobil nya.


Malam semakin larut, Raisa masih belum menuju pulang. Ia malah pergi ke club dan bersenang senang di sana. Semua rasa resah dan kecewanya terlupakan dengan minuman yang sebenarnya tidak boleh ia sentuh.


...----------------...


Ini tidak boleh di tiru, Raisa sudah salah jalan. Kalian harus mengingatkan diri kalian agar tidak melakukan hal yang sama ketika kecewa, buntu atau hal buruk apapun.


Terimakasih buat yang selalu menunggu dan kasih support author yah😘 tinggalin jejak. komentar yang membangun.

__ADS_1


__ADS_2