
Fiera keluar dari kamar mandi, ia terlihat sangat khawatir mendengar teriakan Raisa. Masih mengenakan handuk, Fiera berdiri di hadapan Raisa.
"Ada apa Rai?"tanya Fiera.
"Fiera!!!! Gue seneng banget!!!!" Teriak Raisa jingkrak jingkrak.
"Ada apa sih!"bingung Fiera.
"Lo lihat ini, cantik banget gak sih!!!" Raisa memperlihatkan postingan Ganda pada Fiera.
Deg~
"Buset, ni bocah keterlaluan banget!!!" Teriak Fiera dalam hati.
Bagaimana tidak, Ganda sengaja memposting gaun pengantin yang Fiera kenakan tadi di akun Instagram nya. Meskipun di sana yang terlihat hanya bahu ke bawah.
Jika Susi melihat nya, maka dia akan bisa langsung menebak siapa yang memakai gaun itu.
"Gue kok deg deg an!!!"erang Risa ke girangan.
"Lo kok girang sih!" Tanya Fiera takut takut.
"Yah, gimana gue gak girang. Kebayang gak sih, kalo Ganda beliin gue gaun ini. Berarti dia mau serius sama gue!!!!" Raisa semakin histeris.
"Lo yakin dia ngasih ini buat Lo??" tanya Fiera.
Raut wajah Raisa langsung berubah, "Yahh gak sih, tapi gue berharap aja. Apalagi kemarin Ganda ngasih kode sama gue!"
"Kode apa?"tanya Fiera penasaran.
"Kode jika dia juga suka sama gue, ulang tahun gue special banget!" Jawab Raisa.
Deg~
"Kenapa semakin runyam sih!" Batin Fiera.
"Fie, pake baju sana!" Ujar Raisa membuat Fiera tersadra jika dirinya masih mengenakan handuk. Cepat cepat Fiera masuk ke walkincloset nya dan memakai pakaian rumahan.
Setelah selesai memakai baju, Fiera kembali menghampiri Raisa dengan perasaan berkecamuk. Rasa sedih, bersalah, bahagia. Entah perasaan mana yang harus Fiera perjuangkan.
"Fie, tahu gak sih. tadi gue di hukum" kata Raisa mulai bercerita.
"Oh iya, Lo tadi bolos yah!"kaget Fiera.
"Gue tadi abis ngelabrak anak IPS. Trus berantem dan masuk ruang BK"jelas Raisa dengan kepala menunduk. Ia masih sangat ingat dengan perkataan teman sekolah nya itu.
"Loh, kok berantem sih?" Heran Fiera, ia tidak tahu soal ini.
__ADS_1
"Ketika gue di bilik kamar mandi, gue denger mereka ngegosipin gue. Yah gue gak terima, apalagi mereka bilang Lo Deket sama Ganda!" Adu Raisa , ekspresi nya terlihat kesal ketika mengatakan kalimat terakhir nya.
"Mereka itu sengaja membuat kita pecah, makanya mereka adu domba kan Fie" dengus Raisa.
"Sial!"umpat Fiera dalam hati. Pergerakan Ganda yang terlalu ceroboh itu membuat Raisa mulai curiga.
"Fie! Lo dengerin gue gak sih!" Dengus Raisa sembari menarik lengan Fiera. Sejak tadi gadis itu berbicara dan memanggil Fiera. Namun, tidak ada respon sama sekali.
"Eh iya"kaget Fiera tersadar dari lamunannya.
"Lo melamun?"tanya Raisa cemberut.
"Gak kok, gue sejak tadi dengerin Lo"Kila Fiera.
Raisa menghela nafas, lalu kembali melanjutkan ceritanya.
"Fie, gue cocok gak sih sama Ganda??? Gue tuh berharap banget sama dia. Cinta banget gue Fie!!!"erang Raisa memeluk Fiera yang hanya bisa diam mendengarkan ucapan sahabat nya.
"Apa yang harus gue katakan Rai?? Gue merasa menghancurkan kebahagiaan Lo"lirih Fiera dalam hati.
"Rai, Lo kok jadi gini sih. Biasanya Lo gak pernah baper sama cowo. Kenapa Lo kaya gini. Nanti kalo dia nyakitin Lo gimana?" Kata Fiera.
"Ganda itu beda Fie, dia itu.... Beda dari mantan mantan gue yang sebelumnya."
"Tapi Rai, Lo tetap gak boleh berharap Seperti itu. Gue takut Lo sakit hati dan kecewa" lirih Fiera.
"Uuuhhh gue sayang banget sama Lo Fie. Lo sahabat gue paling baik!!!" Ungkap Raisa memeluk Fiera erat.
Hampir malam, Raisa pamit pulang pada Fiera. Sebenarnya Raisa mau menginap, tapi ia teringat ada janji dengan mama nya. Jadi ia memutuskan untuk pulang ke rumah nya.
Sedangkan Fiera merasa lega, ia tidak tahu jika nanti mama nya pulang dan menyuruhnya untuk bersiap dan membahas soal pernikahan nya besok di depan Raisa. Maka Fiera akan membunuh dirinya sendiri, jika itu terjadi.
...----------------...
Sementara di kamar cowo, Ganda tengah senyam senyum menatap postingan yang ia buat sendiri. Banyak yang memberi komentar.
Sebagian besar isi dari komentar itu adalah ungkapan patah hati dari para gadis penggemar nya.
Ada juga isi komentar nya menebak apa maksud dari postingan Ganda tersebut. Hal itu lah membuat Ganda tersenyum membaca setiap komentar nya. Bahkan ia tertawa ketika kata kata bangsat yang dikirim oleh teman teman tongkrongan nya.
Setelah membaca komentar dari postingan nya, Ganda pun mulai teringat dengan Fiera.
"Kira kira dia lagi apa yah???" pikir Ganda.
Baru saja Ganda akan menghubungi Fiera, suara ketukan pada pintu kamarnya menghentikan rencana nya.
"Masuk!!!" sahut Ganda dari dalam.
Elena membuka pintu kamar kakak nya yang memang tidak terkunci.
__ADS_1
"Belum tidur Lo?"tanya Elena.
"Kenapa? Lo mau ceramahi gue soal pernikahan?" tuding Ganda. "Gak berlaku, Lo kan masih kecil. Gak berpengalaman!", dengus Ganda menoyor kepala Elena.
Elena cemberut, ia mengambil ancang ancang ingin membalas Ganda. Namun ia teringat dengan tujuan nya datang menemui Abang nya itu.
"Huhh, gue itu datang ke sini cuma mau bilang!"
"Bilang apa!" balas Ganda
"Lo jika udah nikah sama Fiera, jangan pernah coba coba selingkuh!!!!!! dia itu wanita special!"
"Suka suka gue lah, kok Lo ngatur"cibir Ganda.
"Ih, di bilang juga. Malah gitu Lo!" Elena menatap Abang nya kesal.
"Lo itu Anka kecil, gak tahu apa apa. Jadi, Lo gak usah ngatur gue ogeb!!!"
Elena berkacak pinggang, ia menatap abangnya dengan tatapan sinis.
"Meskipun gue masih kecil, tapi otak gue lebih dewasa dari pada Lo!!"
"Apa buktinya?"tantang Ganda, ia ikut berdiri dan berkacak pinggang di depan Elena.
Bug!
"Awhhh....." Ganda meringkuk kesakitan, Elena dengan kuat meninju perut Ganda.
"Rasain, emang enak!!! sakit gak?? wekk!!!!!" Elena keluar drai kamar Ganda dengan cepat, ia kabur sebelum Ganda membalas nya.
"Awas yah!!! gue balas Lo nanti!!!"teriak Ganda. Ia mengelus elus perutnya, lumayan terasa banget pukulan adiknya.
Elena berlari, dan berjalan cepat menuruni anka tangga. Saking cepatnya ia berlari, Lusi berteriak melihat nya.
"Aduhh Elena!! jangan lari lari!!!!" teriak Lusi khawatir putrinya terjatuh jika berlari di anak tangga.
"Bunda, tolongin Elena" sahut Elena memeluk bunda nya dan bersembunyi di belakang nya.
"Kamu kenapa? kok lari lari. kalo kamu jatuh gimana??"omel Lusi.
Tak lama kemudian, Ganda menghampiri mereka. Ia berusaha menangkap Elena yang terus bersemi di belakang bunda nya.
"Eh eh...Apaan sih!!, kalian ini gimana sih!!" marah Lusi.
"Bunda, gimana sih. Jangan belain Elena, dia tadi mukul Ganda!!" rengek Ganda
"Iuuuu, Lo dah mau nikah. Tapi masih manja gitu. Dasar anak emak!!" ledek Elena.
"Lah kalo bukan anak emak, trus anak siapa dong?" ujar Lusi. Elena terdiam, lalu tertawa.
__ADS_1
"Oh iya yah, anak biawak kali yah" kekeh Elena. Lusi dan Ganda ikut tertawa melihat konyolnya Elena.
Lusi memeluk putra dan putrinya, ia merasa sangat bahagia memiliki dua orang anak yang selalu membanggakan nya. Yah, walaupun Ganda sering membuat masalah, tapi Lusi tetap bangga memiliki nya, dia sangat penyayang dan bertanggung jawab. Apalagi dalam urusan keluarga, Ganda paling bertanggung jawab dan melindungi. Karena itulah Lusi yakin dan percaya membiarkan putra nya menikah muda.