Mengejar Cinta Ketos Jutek

Mengejar Cinta Ketos Jutek
Tempat Berteduh


__ADS_3

Cukup lama Fiera dan Rafael berada di atap sekolah, mereka bersama dalam kesunyian. Diam dalam riuh nya pemikiran yang entah memikirkan apa.


"Fie..."


"Iya Raf?" sahut Fiera mengangkat kepalanya menatap Rafael.


"Gue mau tahu, Lo beneran suka sama Ganda? atau hanya keterpaksaan saja?"


Hufff....


Fiera menghela nafas berat, pertanyaan Rafael sungguh berat untuk ia jawab.


"Sejujurnya gue gak tahu Raf, tapi gue ngerasa memiliki tempat berteduh" lirih Fiera.


"Begitu rupanya, gue ngerti Sekarang. Lo baik baik sama Ganda. Dia pria yang baik. Gue yakin, Lo pasti bahagia bersama nya"


"Raf, gue tahu lo-"


"Gak Fie, jangan katakan apapun. Lo gak salah apa apa, hanya perasaan gue yang bersalah. Jadi, Lo gak usah minta maaf" potong Rafael.


"Lo maafin Ganda kan? semua ini bukan salah dia Raf"


"Tenang aja Fie, gue gak sebodoh itu. Gue udah maafin dia kok, meskipun gue sangat kecewa."


Rafael menghela nafas berat, lalu pergi meninggalkan Fiera sendiri di atap sekolah.


"Maafin gue Raf, lebih baik seperti ini dari pada Lo lebih lama lagi berharap sama gue" Fiera menatap nanar kepergian Rafael.


"Lo akan merasakan sakit yang lebih dari yang pernah gue rasakan!" ucap seseorang dari balik tembok. Sejak tadi ia menguping pembicaraan Rafael dan Fiera, bahkan ia mengambil foto mereka bersama.


Fiera berjalan di koridor sekolah, ia terlihat lesu dan lemes. Semua masalah ini seakan menjadi racun di otak nya.


Slessss~


Bug~


"Awh..." Fiera mengadu kesakitan, lengan nya terasa sakit karena tarikan dari seseorang.


"Ganda, Lo ngapain sih. Lengan gue sakit nih, sama lutut gue juga" gerutunya.


Fiera berdiri, lalu membersihkan rok dan kakinya yang terkena debu.


"Baby, Lo itu harus hati hati. Liat tu, di depan Lo ada apa?" tunjuk Ganda.


Fiera menoleh, ia melihat beberapa kuli bangunan mengangkat bahan bahan bangunan.


"Astaga" rintih Fiera dalam hati. Ia tidak sadar jika sejak tadi ia tidak fokus, sehingga tidak melihat apapun di depan nya.

__ADS_1


"Maaf" cicit Fiera.


Ganda mengangguk, ia menarik Fiera pergi parkiran mobil.


"Kok Lo bawa gue ke sini sih, sebentar lagi bel berbunyi!"


"Udah deh Fiera, Lo itu nurut aja sama suami Lo ini. Sekarang masuk ke dalam!"titah Ganda membuka kan pintu mobil milik Fiera, lalu mendorong pelan tubuh Fiera agar masuk ke dalam.


"Loh, kok bisa kebuka?" heran nya melihat Ganda dengan mudah membuka pintu mobilnya yang seingat nya sudah ia kunci tadi.


"Lo gak usah banyak tanya, gue ini suami Lo. apa pun bisa gue lakukan untuk Lo"


Ganda menutup pintu, lalu berlari kecil mengitari mobil Fiera, lalu masuk ke dalam nya.


"Mau kemana sih?" protes Fiera.


"Udah deh, diem aja. Patuh sama suami!"


Ganda melajukan mobilnya dengan cepat melewati gerbang yang memang sudah terbuka lebar.


"Kok pak satpam gak halangi kita sih?"


"Hahah, gue kan udah bilang sama Lo. Gue ini suami Lo, gue-_"


"Yayayayaya...Gue bosan mendengar nya." potong Fiera mengibas ngibaskan tangan nya.


Setelah kepergian Ganda dan Fiera, ada seseorang yang menahan tangis melihat kepergian Ganda. Hatinya semakin sakit dan kebencian nya terhadap Fiera semakin besar.


"Gue gak akan pernah memaafkan Lo Fiera!!" gumam Raisa penuh penekanan dan ancaman. Yani tersenyum puas, ia berhasil menanam rasa dendam di hati Raisa.


Raisa pergi begitu saja, ia tidak perduli dengan Yani atau siapapun. Hati nya jauh lebih penting di bandingkan dengan yang lain.


"Raisa?" panggil Angle ketika melihat sahabatnya melintasi ruang seni.


"Raisa!!" panggil Angle mengejar. Namun, Raisa tetap berjalan cepat tanpa memperdulikan panggilan itu.


"Tu bocah kenapa sih!" dengus Angle heran.


"Hahaha....Gimana Gel? pertunjukan nya seru kan?" Yani muncul di balik tembok dengan kedua tangan nya terlipat di depan dada.


Angle menoleh, ia menatap Yani geram.


"Jadi Lo yang udah menimbulkan kekacauan ini?"tuding Angle.


"Haha, selow aja Gel. Ini baru awal nya saja, Lo akan lihat yang lebih dahsyat dari ini" ucap Yani, ekspresi nya berubah menjadi lebih mengerikan.


" Tu bocah psikopat atau gimana sih?" gumam Angle setelah Yani pergi.

__ADS_1


Angle mencari Susi, ia harus membicarakan hal ini pada Susi.


"Susi!!!" panggil Angle, ia menghampiri Susi yang sedang duduk di bangku penonton lapangan bola basket.


"Sus, Lo tahu gak? ternyata semua masalah yang Fiera-_"


"Udah deh Gel, gue lagi pusing, jangan bahas apapun sama gue." potong Susi Seperti tidak suka mendengar nama Fiera di sebut.


"Lo kenapa Sus? bukan nya Lo yang paling antusias dengan masalah ini?" tanya Angle heran.


"Tau ah!"dengus Susi seraya bangkit dan berlalu pergi.


"Aneh, bukan nya dia yang paling antusias? tapi mengapa malah dia yang sewot, seakan tidak suka mendengar cerita tentang Fiera" heran Angle.


"Gue harus cerita sama siapa dong???? aduhhh kenapa runyam begini sih!!!!!!" erang Angle mengacak acak rambut nya kesal.


...----------------...


Ganda membawa Fiera ke sebuah daerah yang sangat indah. Tempatnya terletak di pinggir pantai, tapi bukan pantai biasa, pantai ini sering di sebut pantai cinta.


"Tempat apa ini?"tanya Fiera heran, ia mengamati lingkungan sekitar. Ini adalah kali pertama nya Fiera datang ke tempat ini.


"Pantai ini di sebut pantai cinta honey. Gue mau Lo merasakan cinta ke gue!"jelas Ganda.


Fiera berjalan mendekati bibir pantai, ia sangat menyukai suasana pantai. Apalagi semilir angin menyapa deraian rambutnya yang bergerak seirama.


"Lo suka?"tanya Ganda dari belakang nya.


Fiera menoleh, ia tersenyum manis pada Ganda. Lalu kembali menatap luasnya paparan lautan yang tak terlihat ujungnya.


"Gue suka banget, dari kecil, gue sangat suka pantai. "


"Gue turut bahagia"


Ganda memeluk Fiera dari belakang, menghirup wanginya tubuh Fiera melalui ceruk leher nya.


"Geli Ganda, Lo gak malu apa?" kata Fiera kegelian. Ia melirik ke kiri dan kanan melihat pengunjung lain.


"Udah ah, gak usah di hiraukan. Gue ajak Lo pergi ke tempat ini, untuk menenangkan pikiran, bukan untuk memikirkan apa yang orang lain pikirkan. "


"Paham?" sambung Ganda semakin mempererat pelukannya.


Untuk sesaat Fiera merasa sangat hidup, hangat nya pelukan Ganda membuat nya lupa akan semua masalah yang ia alami selama ini.


"Apa gue harus bahagia sekarang? atau gue harus melupakan rasa ini??.


Gak!! Gue gak bisa. Perlahan Ganda sudah merasuki kehidupan gue!"

__ADS_1


Fiera memejamkan mata nya, semua masalah kembali masuk ke dalam pikiran nya.


...----------------...


__ADS_2