
1 Jam sudah mereka berada di dalam boutique. Fiera merasa sangat bosan mendengar ocehan mama dan bunda mertuanya. Mereka terus berbicara tentang setiap gaun yang di rekomendasikan oleh pemilik boutique.
Sementara Ganda, hanya diam mengekor di belakang Fiera. Ia tengah sibuk dengan ponselnya, entah apa yang sedang pria itu sibukkan dengan benda pipih itu.
"Ini Gaun terakhir milik kami, bahan nya sangat bagus dan terkesan mewah!" jelas pemilik boutique.
"Wahh, ini memang bagus sekali" kagum Dea dan Lusi secara bersamaan.
"Gimana Fie?"tanya Dea menarik putrinya ke depan, sehingga lebih dekat melihat gaun yang terpasang pada patung.
"Cantik gak?"ulang Dea.
Fiera menatap gaun cantik berwarna kebiruan yang sangat indah. Ia merasa jatuh cinta ketika melihat gaun ini.
"Indah sekali"gumam Fiera tanpa sadar. Ganda langsung mengangkat pandangan nya mendengar gumaman Fiera.
"Jadi dia suka yang itu?"batin Ganda senang. Ternyata sejak tadi dirinya tengah berdiskusi dengan pemilik toko lewat WhatsApp. Ganda lebih dulu melihat semua gaun di boutique ini lewat foto. Ganda tertarik dengan satu gaun, dan ia meminta pada pemilik toko agar gaun itu paling terakhir di tunjuk kan.
"Kamu suka kan sayang?"tanya Lusi.
"Cantik sekali Bun" ungkap Fiera kagum.
"Nahh dia suka!!"sorak Lusi dan Ganda senang.
"Ayo, Sekarang coba!!" kata Ganda.
Fiera menoleh, ia kaget melihat Ganda sudah berdiri di samping nya. Perasaan tadi pria itu masih sibuk dengan ponselnya, Sekarang malah ikut campur.
"Boleh di coba?"tanya Fiera lugu.
"Boleh dong honey, apapun untuk calon istri ku!" jawab Ganda mendorong Fiera masuk ke ruang ganti. Beberapa karyawan boutique menyusul Fiera sembari membawa gaun itu agar bisa di coba oleh Fiera.
Di dalam Boutique terdapat sebuah panggung yang bisa di naiki dari kamar ganti. Jadi, setiap pembeli yang mencoba gaun bisa fashion show di panggung itu.
Ganda, Lusi dan Dea duduk di sofa yang sudah di sediakan sebagai sarana penonton.
"Dia pasti cantik memakai nya" gumam Lusi pada Dea.
"Tentu saja, dia kan putri ku"jawab Dea bangga. Kedua nya tertawa bersama.
Fiera berdiri di panggung yang masih tertutup tirai. Karyawan yang membantunya mengenakan gaun itu memberi kode pada Boss nya, bahwa Fiera sudah siap.
"Baiklah, kalian sudah siap melihat ratu kita???" ujar pemilik Boutique membuat mereka penasaran.
"Ayo buka cepat!!"desak Lusi tidak sabaran.
"Wahh benar benar tidak sabar yah"kekeh pemilik tokoh. Ia pun langsung menekan tombol otomatis, agar tirai terbuka lebar.
Fiera berdiri dengan anggun di atas panggung. Ia terlihat sangat cantik. Para karyawan Boutique tak henti hentinya memuji kecantikan Fiera setelah melihat penampilan Fiera memakai gaun pengantin itu.
"Gimana Ganda? cantik kan?"kata Dea.
__ADS_1
"Calon mantu aku" sahut Lusi.
"Itu beneran calon istri Ganda?"tanya Ganda tanpa sadar, mulutnya menganga, matanya tak berkedip. Ganda benar benar terpesona melihat kecantikan Fiera.
"Mulutnya di tutup, nanti masuk lalat!" sindir Fiera.
"Gak papa Honey, yang penting gue bisa lihat Lo kaya gini" balas Ganda, masih dengan ekspresi yang sama.
"Bacot, buaya emang gitu"cibir Fiera kesal. Tanpa ia sadari, Ganda mengambil gambar dirinya yang tengah menatapnya kesal.
"Cantik banget"
batin Ganda.
Fiera kembali ke ruang ganti, ia mengganti kembali pakaiannya ke seragam SMA nya.
Lusi dan Dea berbincang dengan pemilu Boutique, sedangkan Fiera dan Ganda menunggu di ruang tunggu. Kedua nya duduk berjarak.
"Beruntung Lo belum jadi istri gue, jika kita sudah halal, gue gak akan bisa menahan diri"ujar Ganda. Ia semakin merapat ke Fiera.
"Jangan mesum deh!"ketus Fiera menatap Ganda tajam.
"Idih, calon istri gue galak banget yak"goda Ganda.
"Apaan sih"
Fiera menepis tangan Ganda yang membelai pipinya, ia mulai risih dengan tingkah Ganda.
"Semakin kesini, Lo semakin terlihat seperti pria mesum!!!" maki Fiera, lalu pergi begitu saja meninggalkan Ganda yang tertawa melihat ekspresi cemberut Fiera. Ia sengaja menggoda Fiera dengan tingkah Fake nya.
"Loh, Ganda. Kamu kok sendiri?"tanya Lusi heran. Mereka tidak melihat keberadaan Fiera di sekitar Ganda.
Ganda menghentikan tawanya, lalu menatap bunda dan mama Dea.
"Udah pergi Bun"jawab Ganda lugu.
"Loh, kok kamu biarkan dia pergi?" ucap Dea.
"Eh iya"Ganda tersadar dengan kebodohan nya. "Fiera!!!!"
Ganda langsung bergegas keluar dari butik mengejar Fiera yang baru saja mencap gas mobilnya.
"Fie!!!! gue ketinggalan !!!!!" teriak Ganda. Namun, Fiera sudah melaju meninggalkan dirinya. Betapa bodohnya ganda tadi, ia keasikan tertawa tanpa sadar membiarkan Fiera pergi.
"Mana Fiera nya?" tanya Dea.
Ganda tidak menjawab, ia hanya menunjuk ke arah mobil yang sudah menjauh.
"Makanya, jangan asik ketawa aja. Di tinggalkan jadinya" ujar Lusi.
"Yaudah deh, yuk De. Kita pulang"ajak Lusi menarik tangan Dea.
"Loh, kamu mau ngapain?" tanya Lusi melihat Ganda mengekori mereka menuju ke mobil milik Lusi.
__ADS_1
"Mau pulang lah Bun" jawab Ganda.
"Pulang sendiri, kita mau pergi ke tempat lain!" tolak Lusi menjauhkan Ganda dari mobil nya.
"What? maksud bunda?.." Ganda melongo.
"Bunda kan tahu Ganda gak bawa mobil" lenguh Ganda lagi.
"Siapa suruh bodoh, biarkan Fiera pulang"cibir Dea ikutan kesal sama Ganda.
"Eh eh, Bun!!!!" Ganda menggedor gedor kaca mobil Lusi yang sudah tertutup rapat.
"Bye!!!!!" teriak Lusi dan Dea sembari melambaikan tangan pada Ganda.
"Yahhh, gua di tinggal.
Bunda sama mertua sama saja!"dengus Ganda menoleh ke kiri dan kanan mencari Taxy.
"Mana panas banget lagi, gak ada Taxy!!! Arggggg....Lengkap sudah penderitaan gue!!!!" teriak Ganda.
...----------------...
Fiera pulang ke rumah nya, ia menemukan mobil Raisa sudah terparkir di sana.
"Ngapain ni bocah ke sini?"pikir Fiera. Ia masuk dengan santai ke dalam rumah.
"Fie"panggil Raisa ketika menyadari kedatangan Fiera.
"Lo ke sini?" tanya Fiera kaget.
"Gue mau curhat sa Lo" lirih Raisa sendu.
Deg~
"Apalagi yang mau ni anak curhatin, gue kan jadi semakin merasa bersalah" kata Fiera dalam hati.
"Yaudah, yuk masuk dalam kamar gue" ajak Fiera sekalian dirinya ingin bersih bersih badan. Fiera tidak enak meninggalkan Raisa di ruang tamu sendirian. Lagian, Raisa juga bukan orang lain, Dia adalah sahabat nya.
"Lo duduk aja dulu di situ, atu mau baring serah. Gue mau mandi bentar!" kata Fiera, ia langsung masuk ke kamar mandinya.
Raisa menuruti apa yang di katakan Fiera. Raisa berbaring sembari memainkan ponselnya. Sudah seperti kamar sendiri, Raisa tidak ada sungkan bersama Fiera. Karena mereka memang sahabat deket.
Iseng iseng Raisa membuka Instagram nya, ia mendapati sebuah postingan.
"Astaga!!!!!!" pekik Raisa menutup mulutnya.
...----------------...
Hai hai, gimana?? gaun nya bagus gak??? menurut aku bagus. Tapi gak tahu gimana menurut kalian.
Jika ada yang mau rekomendasi, silahkan DM ke akun Instagram author yah. Biar Author masukin ke sini.
IG : ratul_mustika
__ADS_1
Di tunggu!!!!!! Follow dulu sebelum DM